Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Besiru: Studi Internalisasi Resiprositas Komunitas Petani Tembakau Berbasis Kearifan Lokal di Desa Ganti, Lombok Tengah Adhi, Rakhmat Nur; Sumitro, Sumitro; Utomo, Jepri; Febriani, Haniza
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8znx6q35

Abstract

Besiru merupakan tradisi gotong royong masyarakat Sasak yang berlandaskan prinsip saling membantu tanpa imbalan, dan hingga kini tetap hidup sebagai bagian penting dari kearifan lokal agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan mekanisme praktik Besiru serta proses internalisasi nilai-nilai resiprositas pada komunitas petani tembakau di Desa Ganti, Lombok Tengah. Letak kebaruan penelitian ini adalah dengan menempatkan analisis tindakan sosial, nilai moral, dan struktur kesadaran para petani sebagai basis yang menghidupkan praktik besiru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan kunci, meliputi petani tembakau, pengurus kelompok tani, dan tokoh desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Besiru dilaksanakan secara bergiliran pada seluruh tahapan pertanian tembakau dari penyiapan lahan, penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan hasil dengan dasar kepercayaan sosial (trust), rasa malu (isin), dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya meliputi gotong royong, resiprositas, solidaritas, dan keadilan. Proses internalisasi nilai Besiru berlangsung melalui sosialisasi primer di keluarga dan sosialisasi sekunder dalam komunitas petani yang memperkuat identitas sosial dan moral masyarakat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Besiru bukan sekadar praktik tradisional, melainkan sistem sosial yang memadukan dimensi ekonomi, sosial, dan spiritual, serta berfungsi menjaga kohesi dan ketahanan komunitas petani di tengah perubahan ekonomi modern. Besiru: A Study of the Internalization of Reciprocity in Tobacco Farming Communities Based on Local Wisdom in Ganti Village, Central Lombok   Abstract Besiru is a tradition of mutual cooperation among the Sasak people based on the principle of mutual assistance without reward, and remains alive today as an important part of local agrarian wisdom. This study aims to analyze the forms and mechanisms of Besiru practices and the process of internalizing reciprocity values in the tobacco farming community in Ganti Village, Central Lombok. The novelty of this study lies in placing the analysis of social actions, moral values, and the structure of farmers' consciousness as the basis that brings the besiru practice to life. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method through participatory observation, in-depth interviews, and documentation with six key informants, including tobacco farmers, farmer group administrators, and village leaders. The results show that Besiru practices are carried out in turns at all stages of tobacco farming from land preparation, planting, maintenance, harvesting, to processing products based on social trust (trust), shame (isin), and moral responsibility. The main values contained in it include mutual cooperation, reciprocity, solidarity, and justice. The internalization of Besiru values occurs through primary socialization within the family and secondary socialization within the farming community, which strengthens the community's social and moral identity. The conclusion of this study confirms that Besiru is not simply a traditional practice, but rather a social system that integrates economic, social, and spiritual dimensions and serves to maintain the cohesion and resilience of farming communities amidst modern economic changes.
Gaya Hidup Hedonis dan Perilaku Konsumtif pada Remaja di Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat Mardyanti, Eka Shophia; Masyhuri, Masyhuri; Sumitro, Sumitro
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jxypyc62

Abstract

Gaya hidup hedonis dan perilaku konsumtif pada remaja merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial mereka. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas gaya hidup hedonis secara umum, tanpa mengkaji secara spesifik faktor-faktor yang mempengaruhinya, dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial, serta bentuk perilaku hedonis dan konsumtif yang dominan pada konteks wilayah tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada remaja di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat sebagai objek kajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis, mengidentifikasi dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial remaja, serta mengidentifikasi aspek perilaku hedonis dan perilaku konsumtif yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari subjek dan informan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 remaja yang menjadi subjek penelitian, 5 remaja menunjukkan perilaku hedonis yang ditandai dengan kebiasaan membeli barang bermerek dan sering mengunjungi kafe tanpa mempertimbangkan anggaran. Sementara itu, 5 remaja lainnya menunjukkan perilaku konsumtif tingkat sedang, seperti membeli pakaian secara rutin meskipun tidak dibutuhkan serta membeli barang karena adanya diskon. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis meliputi faktor internal dan eksternal. Dampak perilaku konsumtif meliputi dampak positif berupa peningkatan interaksi sosial dan kepercayaan diri, serta dampak negatif berupa perilaku pemborosan dan menurunnya stabilitas finansial. In Vitro Study of Cytotoxicity Test of Liquid Coconut Shell Smoke Gel on Periodontal Ligament Abstract Hedonistic lifestyles and consumptive behavior among adolescents are social phenomena that are increasingly developing and influencing their social lives. However, previous studies have generally discussed hedonistic lifestyles in a general manner, without specifically examining the factors that influence them, the impact of consumptive behavior on social life, and the dominant forms of hedonistic and consumptive behavior within a specific regional context. Therefore, this study focuses on adolescents in Jereweh, West Sumbawa Regency, as the object of analysis. This study aims to analyze the factors influencing hedonistic lifestyles, identify the impact of consumptive behavior on adolescents’ social lives, and determine the most dominant aspects of hedonistic and consumptive behavior. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were obtained from research subjects and informants selected through purposive sampling, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that out of ten adolescents who participated as research subjects, five exhibited hedonistic behavior characterized by the habit of purchasing branded products and frequently visiting cafés without considering their budget. Meanwhile, the other five adolescents demonstrated a moderate level of consumptive behavior, such as regularly purchasing clothing despite not needing it and buying items due to discounts. The factors influencing hedonistic lifestyles include internal and external factors. The impacts of consumptive behavior include positive effects, such as increased social interaction and self-confidence, as well as negative effects, including wasteful behavior and decreased financial stability.