Claim Missing Document
Check
Articles

Beras Analog Berbahan Dasar Jagung Dengan Metode Ekstruksi Dibanding Dengan Padi Beras: Review Raka Ardani; Heny Kusumayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1640

Abstract

Permasalahan ketergantungan terhadap beras padi sebagai pangan pokok di Indonesia menuntut adanya alternatif solusi melalui diversifikasi pangan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi jagung sebagai bahan baku dalam produksi beras analog menggunakan teknologi ekstrusi panas. Metode ini memungkinkan pembentukan produk yang menyerupai beras konvensional secara fisik, namun dengan komposisi gizi yang lebih unggul. Jagung diketahui memiliki kandungan protein, serat, dan lemak yang lebih tinggi serta kalori yang lebih rendah dibandingkan beras padi, menjadikannya kandidat ideal untuk substitusi sebagian konsumsi beras nasional. Dengan mempertimbangkan nilai gizi dan kelayakan proses produksi, beras analog berbasis jagung dinilai memiliki prospek yang signifikan sebagai alternatif pangan fungsional guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Tinjauan Pembuatan Beras Analog Berbasis Jagung sebagai Alternatif Diversifikasi Pangan Muhammad Rizky Ramadhan; Heny Kusumayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1741

Abstract

Permintaan terhadap beras sebagai bahan pangan pokok di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, sementara luas lahan sawah semakin berkurang. Diversifikasi pangan menjadi strategi penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras, salah satunya melalui pengembangan beras analog. Kajian ini bertujuan untuk meninjau potensi jagung sebagai bahan baku pembuatan beras analog dengan metode ekstrusi. Jagung memiliki kandungan gizi yang sebanding bahkan lebih tinggi dibandingkan beras, terutama dari segi protein dan lemak. Metode ekstrusi dinilai efektif karena mampu menghasilkan produk bertekstur dan berbentuk menyerupai beras alami, meskipun memerlukan peralatan dan pengetahuan teknis. Selain itu, beras analog dari jagung juga menunjukkan tingkat kesukaan yang baik dalam uji organoleptik. Oleh karena itu, beras analog berbasis jagung berpotensi menjadi solusi alternatif dalam mendukung ketahanan pangan nasional apabila didukung dengan inovasi teknologi dan edukasi masyarakat.
The Review Jurnal: Potensi Tepung Pisang Dan Tepung Sukun Sebagai Bahan Baku Pembuatan Beras Analog Permata Sari, Nilam Ariyanti; Kusumayanti, Heny; Yusran, Fakhri Farghani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the potential use of kepok banana flour and breadfruit starch as raw materials for analog rice production. Analog rice is a food innovation designed to support dietary diversification in Indonesia, offering adjustable nutritional composition. Banana and breadfruit flours are rich in carbohydrates, fiber, and minerals, with higher nutritional values compared to regular rice flour. Gelatin, a protein derived from animal collagen, is also added to improve the physical and nutritional properties of the final product. The analog rice is produced using an extrusion method that involves formulation, preconditioning, extrusion, and drying. Results show that analog rice made from banana flour and breadfruit starch has high protein and fiber content and a low glycemic index, making it suitable for people with diabetes. Utilizing these local ingredients not only benefits public health but also supports the national food security program and offers economic advantages by increasing the market value of local agricultural products
Co-Authors Afiyanto, Putri Solihah Afiyatun Inayah AGUS PURWANTO Agus Purwanto Ahmad, Laila Faizah Akip, Ahmad Khoirul Amalia Pritayanti Amelia, Neisya Yusuf Aprilina Purbasari Ardani, Raka Ariestya Meta Devi Arkhan Subari Astuti, Meilana Puji B Budiyono Basa Ulina br Simalango Budiono Budiono Budiyono Budiyono Darmaji, Timothius Adrian Christantyo Dessy Ariyanti Dessy Ariyanti Dianti, Siti Didik Wisnu Widjajanto Dina Elvia Rani Dwi Handayani Edy Supriyo Elin Siswati Faadhilah, Hilmi Rifaa Fahmi Arifan Falaah, Miftakhu Fathurrahman, Hanif Muhammad Florie, Ghiffara Amanda Gani, Syefrin Syahadatia Ginting, Sofiani Br Hanindito, Satrio Bagus Harun, Rizqi Fadhilah Hati, Wulan Permata Herlani Siti Hidayanti Herry Santosa Heru Susanto Ichwan, Muhammad Maulana Ida Hayu Dwimawanti Iman Setiono Iriana, Tumiar Isti Pudjihastuti Karismawan P U Laila Faizah Achmad, Laila Faizah Laila Faizah, Laila Laurani, Destyc Pratiwi Lulluil Mahsunnah Mahendrajaya, Robertus Triaji Maranatha Sembiring Margaretha Tuti Susanti Maulana, Ilham Rivki Mohamad Endy Y Yulianto Mubin, Nurul Muhammad Rizky Ramadhan Namira, Zahra Rahma Ni Putu Adeyani Noer Abyor Handayani Nurul Pudiastutiningtyas Nurul Pudiastutiningtyas Nurul Pudiastutiningtyas, Nurul Nurul Puspitasari Pangi Pangi Permata Sari, Nilam Ariyanti Pranita, Zahra Aumy Pratidina , Unggul Eka Pudiastuningtyas, Nurul Pujiastuti, Alfyan R TD. Wisnu Broto, R TD. Wisnu R.TD Wisnu Broto Rahmadhani, Dava Ariesta Rahmalia, Itta Raissa, Callysta Najmi Raka Ardani Reny Yesiana Revabelita, Aisha Rizka Amalia Rizka Amalia RTD. Wisnu Broto Safitri, Laras Intan Sary, Cindy Nella Setiawati, FS Nugraheni Siregar, Vynda Dindasari Sri Rejeki Thoyib Hanifan Syuhada Titik Istirokhatun Tri Murti Nila W Vita Paramita Vita Paramita Vynda Dindasari Siregar Wahyunimgsih, Wahyunimgsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Widi Astuti Windyandari, Aulia Windyandari Yudanto, Yusuf Arya Yusim, Adi Kurniawan Yusran, Fakhri Farghani Zulfaidah Aryani