Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Tenure on The Relationship Between Job Autonomy and Job Involvement Among Senior High School Teachers in Private Schools Olievia Prabandini Mulyana; Umi Anugerah Izzati; Miftakhul Jannah
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v5i1.475

Abstract

Objective: Teachers have a crucial role in the context of education. Teacher productivity relates to the extent of teacher involvement in their work. This study aimed to determine the role of tenure in the relationship between job autonomy and work involvement of high school teachers. Method: This study uses quantitative research with cross-sectional methods. The subjects in this study amounted to 75 high school teachers in private schools. The research instrument uses two forms of scale, namely, the scale of job autonomy and the scale of work involvement. Data collection using SPSS process Moderation Model 1. Results: Results show the role of tenure moderation in job autonomy and work engagement. The correlation of positive research shows that the longer the working period, the more strengthening the relationship between job autonomy and work engagement. Novelty: This study shows the role of tenure as a moderator on the relationship between job autonomy and job engagement in high school teachers in private schools.
Pengembangan Digital Story Telling untuk Menumbuhkan Kebiasaan Anak Minum Air Iis Hidayati; Wahyu Sukartiningsih; Umi Anugerah Izzati
Jurnal Pelita PAUD Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v6i1.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan proses pengembangan digital story telling untuk menumbuhkan kebiasaan anak minumair; Menghasilkan produkpengembangan digital story telling untuk menumbuhkan kebiasaan anak minumair dan; Menghasilkan produk pengembangan digital story telling untuk menumbuhkan kebiasaan anak minumair. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pengembagangan digital storytelling untuk menumbuhkan kebiasaan anak minum air meliputi tiga hal, yaitu Pengembangan digital storytelling untuk menumbuhkan kebiasaan anak usia minum air memenuhi kelayakan dengan hasil validasi dari tiga validator ahli yang meliputi materi isi dengan skor 75,71 %, materi teknik storytelling skor 82,14 %,materi desain pengembangan digital storytelling skor 72,85 % dengan kategori sangat berkualitas; Pengembangan digital storytelling untuk menumbuhkan kebiasaan anak minum air merupakan hasil pengembangan media pembelajaran yang dapat membantu daring online guru disaat pandemi untuk tetap dapat mengedukasi yang menarik minat anak dan meningkatkan motivasi wawasan anak dan orang tua akan pentingnya menumbuhkan kebiasaan minum air sejak dini dan; pengembangan digital storytelling untuk menumbuhkan kebiasaan anak minum air cukup praktis dan efektif diimplementasikan karena dikemas dalam bentuk kanal youtobe,sehingga mudah di akses dengan mudah saat ini.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU DI SMK Ivan Ahmad; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i04.36344

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU Alma Abidah Sakaluri; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41136

Abstract

Abstrak Sekolah memiliki tujuan yang akan dicapai. Tujuan akan dapat dicapai salah satunya bila guru-guru memiliki komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi pada guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis korelasional yang menggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala komitmen organisasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu guru yang bekerja di salah satu Madrasah Aliyah yang berjumlah 78 orang dengan 30 orang sebagai subjek dalam uji coba dan 48 orang sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu korelasi pearson product moment dengan bantuan program SPSS 25 for windows. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa taraf signifikan yaitu sebesar 0,000 (p<0.05) yang memiliki arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi. Nilai koefisien korelasi product moment yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu sebesar 0,945. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi dukungan organisasi dnegan komitmen organisasi memiliki hubungan yang sangat kuat. Hasil koefisien korelasi tersebut juga menunjukkan nilai positif yang memiliki arti bahwa hubungan antara kedua variabel searah sehingga apabila variabel persepsi dukungan organisasi memiliki nilai yang tinggi, maka variabel komitmen organisasi juga akan semakin tinggi. Sebaliknya, apabila variabel persepsi dukungan organisasi memiliki nilai yang rendah, maka variabel komitmen organisasi juga akan semakin rendah. Kata Kunci: persepsi dukungan organisasi, komitmen organisasi, guru Abstract Schools has goals to be achieved. One of the goals will be achieved if the teachers have organizational commitment. This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and organizational commitment to teachers. The research method used is a quantitative method with correlational analysis using a perceived organizational support scale and an organizational commitment scale. The subjects used in this study, namely teachers who work in one Madrasah Aliyah totaling 78 people with 30 people as subjects in the trial and 48 people as research subjects. The data analysis technique used is the Pearson product moment correlation with the help of the SPSS 25 for windows program. The results of the analysis conducted indicate that the significant level is 0.000 (p <0.05) which means that there is a significant relationship between perceived organizational support and organizational commitment. The value of the product moment correlation coefficient obtained in this study is 0.945. These results indicate that the relationship between perceived organizational support and organizational commitment has a very strong relationship. The results of the correlation coefficient also show a positive value which means that the relationship between the two variables is unidirectional so that if the perceived organizational support variable has a high value, the organizational commitment variable will also be higher. On the other hand, if the perceived organizational support variable has a low value, the organizational commitment variable will also be lower. Keyword: perceived organizational support, organizational commitment.
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN Nurul Khoiriyah; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41138

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan organizational citizenship behavior pada karyawan. Metode penelitian mennggunakan kuantitatif. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 105 karyawan bagian produksi di PT. X. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala organizational citizenship behavior dan komitmen organisasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan product moment pearson yang akan diolah menggunakan SPSS 24.0 for windows. Hasil analisa data dalam penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dengan organizational citizenship behavior. Nilai koefisien korelasi product moment yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,441 (r = 0,441), hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara variabel komitmen organisasi dengan variabel organizational citizenship behavior termasuk dalam kategori sedang. Hasil koefisien kolerasi tersebut juga menunjukkan nilai yang bernilai positif, yan artinya hubungan kedua variabel tersebut searah sehingga apabila variabel komitmen organsiasi memiliki nilai yang tinggi maka variabel organizational citizenship behavior juga akan semakin tinggi. Begitupula sebaliknya, jika variabel komitmen organisasi memiliki nilai yang rendah maka variabel organizational citizenship behavior juga akan semakin rendah. Kata Kunci: organizational citizenship behavior, komitmen organisasi, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between organizational commitment and organizational citizenship behavior in employees. The method used in this research is quantitative. The number of subjects in this study were 105 regular employees of the production department at PT. X. The scale used in this study is organizational citizenship behavior scale and organizational commitment scale. Data analysis in this study used Pearson's product moment which will be processed using SPSS 24.0 for windows. The results of data analysis in this study showed that the significant level was 0.000 (<0.05), meaning that there was a significant relationship between organizational commitment and organizational citizenship behavior. The value of the product moment correlation coefficient obtained in this study is 0.441 (r = 0.441), these classified as a middle relationship. The results of the correation coefficient also show a positive value, which means that the relationship between the two variabels is unidirectional so that if the organizational commitment variable has a high value, the organizational citizenship behavior vaiable also wll be higher. In other way, if the organizational commitment variable has low value the organizational citizenship behavior variable will be lower. (sudah revisi) Keywords: organizational citizenship behavior, organizational commitment, Employee.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI Ratih Ayu Dwi Arindawanti; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41139

Abstract

HUBUNGAN ANTARA ETOS KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU SMK SWASTA X Dewi Ningtias Munjasari; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41149

Abstract

Abstrak Sekolah membutuhkan guru-guru yang memiliki komitmen ditempatnya bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara etos kerja dengan komitmen organisasi pada guru SMK swasta X. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dimana keseluruhan populasi menjadi subjek penelitian berjumlah 65 guru. Instrumen yang digunakan yaitu skala etos kerja dan skala komitmen organisasi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS 24.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), artinya antara kedua variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Nilai koefiensi korelasi sebesar 0,645 (r=0,645), hasil analisis tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang tergolong kuat antara etos kerja dengan komitmen organisasi pada guru SMK swasta X. Hasil yang didapatkan menunjukkan nilai korelasi yang positif, yang artinya hubungan antara kedua variabel dapat dikatakan searah sehingga semakin tinggi etos kerja maka akan semakin tinggi komitmen organisasi, begitu juga sebaliknya apabila etos kerja rendah maka komitmen organisasi yang dimiliki oleh guru SMK juga rendah. Kata Kunci: etos kerja, komitmen organisasi, guru Abstact Schools need teachers who are committed to their workplace. This study aims to determine the relationship between work ethic and organizational commitment in private SMK teachers X. The method used is a quantitative method with a correlation approach. The sampling technique used was saturated sampling technique where the entire population became the research subject totaling 65 teachers. The instruments used are work ethic scale and organizational commitment scale. The data were analyzed using the product moment correlation test with the help of SPSS 24.0 for windows. The results of the analysis showed a significance level of 0.000 (p <0.05), meaning that between the two variables studied there was a significant relationship. The value of the correlation coefficient is 0.645 (r = 0.645), the results of the analysis show that there is a relatively strong relationship between work ethic and organizational commitment for teachers of private SMK X. The results obtained show a positive correlation value, which means that the relationship between the two variables can be said to be unidirectional. so that the higher the work ethic, the higher the organizational commitment, and vice versa if the work ethic is low, the organizational commitment of the SMK teachers is also low. Keywords: work ethic, organizational commitment, teacher
PERBEDAAN WORK ENGAGEMENT DITINJAU DARI MASA KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI Maura Magnalia Madyaratri; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41162

Abstract

Abstrak Setiap perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu memberikan kontribusi dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu beradaptasi dan terlibat secara penuh dalam melaksanakan pekerjaannya. Salah satu kondisi karyawan yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan adalah karyawan yang memiliki work engagement. Karyawan yang memiliki work engagement dapat bertahan dalam waktu yang lama sebagai karyawan di suatu perusahaaan serta dapat memberikan kontribusi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Work Engagement ditinjau dari masa kerja pada karyawan bagian produksi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif dan subjek penelitian sebanyak 105 karyawan bagian produksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala work engagement. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji One-Way Anova dengan bantuan SPSS versi 26 for windows. Hasil analisa data menunjukkan nilai sig. 0.010 (p < 0,05), hal ini menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan hasil dari analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan work engagement ditinjau dari masa kerja pada karyawan bagian produksi. Kata Kunci: Work Engagement, Masa Kerja, Karyawan. Abstract Every company needs employees who are able to contribute to the achievement of company goals. Companies need employees who are able to adapt and are fully involved in carrying out their work. One of the conditions for employees that will provide benefits for the company is employees who have work engagement. Employees who have work engagement can last a long time as employees in a company and can contribute well. This study aims to determine the differences in Work Engagement in terms of tenure for production employees. This research is a research with quantitative methods with total subjects 105 employees of the production department. The data collection technique used in this study is the work engagement scale. The data analysis technique used in this study is the One-Way Anova test with the help of SPSS version 26 for windows. The results of data analysis showed the value of sig. 0.010 (p < 0.05), this shows a significant result. Based on the results of data analysis, it was concluded that there were differences in work engagement in terms of years of service for production employees. Keywords: Work Engagement, Tenure, Employees.
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN Shara Agrevina Gomes; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41167

Abstract

Abstrak Keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan salah satunya ditentukan oleh sumber daya manusia yang dimiliki. Sumber daya manusia di suatu perusahaan perlu diperhatikan kesejahteraannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan subjective well-being pada karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan subjek penelitian berjumlah 40 karyawan. Fokus penelitian ini hanya pada karyawan unit IT (Information Technology) PT. X yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Solutions dan Implementasi (ISP) Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala subjective well-being dan skala optimisme. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi product moment dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 25.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara optimisme dengan subjective well-being. Hubungan yang positif menandakan bahwa semakin tinggi optimisme karyawan maka akan semakin tinggi pula subjective well-beingnya, begitu pula sebaliknya semakin tinggi subjective well-being pada karyawan maka semakin tinggi pula optimismenya. Kata Kunci: Subjective Well-Being, Optimisme, Karyawan. Abstract The success of achieving company goals is determined by one of the human resources owned. The welfare of human resources in a company needs to be considered. This study aims to determine the relationship between optimism and subjective well-being of employee. This study uses quantitative methods using research subjects totaling 40 employees.The focus of this research is only on employees of the IT (Information Technology) unit of Pt. X which is divided into two parts, namely Solutions and Implementation (ISP). The data collection techniques used were a scale of subjective well-being and scale of optimism. The data analysis technique in study is the product moment correlation using the SPSS version 25.0 for windows software. Based on the results of the data analysis that has been carried out, it shows that there is a positive relationship between optimism and subjective well-being. A positive relationship indicates that the higher the employees optimism, the higher the subjective well-being, and vice versa, the higher the subjective well-being of employees, the higher the optimism. Keywords: Subjective Well-Being, Optimism, Employees.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA DENGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA GURU Restu Amalia Rohmawati; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41170

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kualitas kehidupan kerja pada guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 65 guru dengan menggunakan teknik sampling jenuh sehingga jumlah sampel sebanyak 65 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala keseimbangan kehidupan kerja dan skala kualitas kehidupan kerja. Teknik analisis data yang digunakan dalam adalah korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 22.0 for windows. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa taraf signifikan yaitu sebesar 0.000 (p<0.05), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.930 (r=0.930), hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan keseimbangan kehidupan kerja dengan kualitas kehidupan kerja yang tergolong dalam hubungan yang sangat kuat. Hasil koefisien korelasi tersebut menunjukkan nilai yang positif, artinya hubungan antara kedua variabel searah sehingga apabila variabel keseimbangan kehidupan kerja memiliki nilai yang tinggi maka variabel kualitas kehidupan kerja juga akan semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, jika variabel keseimbangan kehidupan kerja memiliki nilai yang rendah maka variabel kualitas kehidupan kerja juga akan rendah. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kualitas kehidupan kerja pada guru. Kata Kunci : Kualitas kehidupan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, guru Abstract This study aims to determine the relationship between work-life balance with the quality of work life for teachers. The method used in this research is quantitative. The total population is 65 teachers using saturated sampling technique so that the total sample is 65 teachers. Data collection techniques in this study used a work-life balance scale and a work-life quality scale. The data analysis technique used in this research is product moment correlation with the help of SPSS version 22.0 for windows. The results of the analysis carried out showed that the significant level was 0.000 (p <0.05), with a correlation coefficient value of 0.930 (r = 0.930), these results indicate that there is a relationship between work life balance and the quality of work life which is classified as a very strong relationship. The correlation coefficient results show a positive value, meaning that the relationship between the two variables is unidirectional so that if the work-life balance variable has a high value, the quality of work life variable will also be higher. Vice versa, if the work-life balance variable has a low value, the quality of work-life variable will also be low. Based on the results obtained indicate that there is a relationship between work-life balance with the quality of work life for teachers. Keywords : Quality of work life, work life balance, teacher