Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA DI SMAN 1 KEPAHIANG Indra Avico; Andik Purwanto; Desy Hanisa Putri
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 2 No. 1 April (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.441 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.1.17-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui perbedaan pembelajaran Cooperative Problem Solving dengan Pembelajaran Konvensional terhadap hasil belajar fisika siswa dan menjelaskan ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran Cooperative Problem Solving  terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMA Negeri 1 Kepahiang. Jenis penelitian ini adalah experiment research dengan desain posttest-only control design untuk mengukur hasil belajar siswa dan desain penelitian one group pretest postest design untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah fisika siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling yang diperoleh kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X 1PA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil analisis data menggunakan Uji-t dua sampel independen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan Pembelajaaran Cooperative Problem Solving dan Pembelajaran Konvensional terhadap hasil belajar siswa dengan thitung = 0.9138<ttabel =1.9983. Sedangkan penggunaan pembelajaran Cooperative Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMAN 1 Kepahiang berpengaruh kuat dengan perhitungan effect size yaitu 5.779.Kata Kunci: Pembelajaran Cooperative Problem Solving, Kemampuan Pemecahan Masalah, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar. 
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN VIRTUAL LABORATORY Faiz Brikinzky Adyan; Andik Purwanto; Nirwana Nirwana
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 3 Desember (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.2.3.153-160

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA A SMAN 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran berada pada kategori rendah dengan skor 44,18, dan pada saat setelah mengikuti proses pembelajaran skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 62,06 yang berada pada kategori tinggi. Hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 73,59, kemudian pada siklus II sebesar 75,93 dan pada siklus III sebesar 80,15. Hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan pada siklus I diperoleh daya serap siswa sebesar 73,59% dan ketuntasan belajar sebesar 68,75% (belum tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh daya serap siswa sebesar 75,93% dan ketuntasan belajar sebesar 84,37%(tuntas), meningkat dibandingkan dibandingkan siklus I dan II yaitu siklus III diperoleh daya serap sebesar 80,15% dan ketuntasan belajar sebesar 100% (tuntas). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan Virtual Laboratory dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Kata kunci : Model Discovery Learning, Virtual Laboratory, Motivasi Belajar  dan Hasil Belajar ABSTRACT This research was aimed to describe the increased motivation to learn and student learning outcomes. This research was a classroom action research. The subject of research was the whole student of XI MIPA A SMAN 2 city of Bengkulu that amounted 32 student. The result of this research showed that the learning motivation of student before following process of learning was low category with score 44,18, while having to follow the learning process an average score of learning motivation was student increased 62,06 in high category. The result of learning student in cycle I 73,59, then in cycle II 75,93 and cycle III 80,15. The result of student learning in knowledge cycle I obtained absorbance student 73,59% and complete learning 68,75% (not complete), increased in cycle II obtained absorbance student 75,93% and complete learning 84,37% (complete), increased compared to comparable cycle I and II cycle III obtained absorbance student 80,15% and complete learning 100% (complete). Based in result of studied it was concluded that the application of Discovery Learning model assisted Virtual Laboratory can improve student learning activities, learning motivation of student and learning outcomes Keywords : Model Discovery Learning, Virtual Laboratory, Learning Motivation and Learning Outcomes
PENGARUH PENDEKATAN INTERACTIVE CONCEPTUAL INSTRUCTION (ICI) BERBANTUAN SIMULASI PHET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Ega Prastika; Andik Purwanto; Nirwana Nirwana
Jurnal Kumparan Fisika Vol 3, No 2: Agustus 2020
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.3.2.141-150

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan (ICI)  berbantuan simulasi PhET terhadap hasil belajar, dan menentukan besar pengaruh pendekatan (ICI)  berbantuan simulasi PhET terhadap hasil belajar. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa-siswi kelas X MIPA di SMAN 09 Kota Bengkulu. Materi pelajaran yang dibahas adalah hukum newton gravitasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Pengajaran dengan pendekatan ICI berbantuan simulasi PhET digunakan sebagai kelas eksperimen dan pengajaran dengan cara tanpa pendekatan ICI berbantuan simulasi PhET sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah soal tes untuk hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa diukur menggunakan uji-t untuk mendeskripsikan hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.  Untuk  mencari besar pengaruh pendekatan ICI berbantuan simulasi PhET digunakan effect size. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari perbandingan nilai sig.(2-Tailed) dengan uji independent t test antara pretest kelas kontrol dan eksperimen sebesar 0.490 artinya tidak terdapat perbedaan dan posttest kelas control dan eksperimen sebesar 0,001 terdapat perbedaan atau ICI berpengaruh terhadap hasil belajar, dengan besar pengaruh yaitu 0,78 atau ICI berbantuan simulasi PhET memberikan pengaruh sebesar 43% pada satu kali pertemuan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Interactive conceptuan ictruction (ICI)  berbantuan simulasi PhET terhadap hasil belajar siswa sebesar 43%. Kata Kunci: Interactive Conceptual Instruction (ICI), Simulasi PhET, Hasil Belajar Siswa ABSTRACT The aims of this research was to describe the effect of a PhET-assisted simulation approach (ICI) on learning outcomes, and was to determine the influence of PhET's simulation assisted approach (ICI) on learning outcomes. This research was conducted on students of class X MIPA in SMAN 09 Bengkulu city. The subject matter discussed was Newton's law of gravity. The method used in this research was the quasi experiment with the design of non-equivalent control group design research. Instruction with the PhET-assisted ICI simulation approach was used as a class of experimentation and teaching in a way that does not approach the PhET simulation as a control class. The Instrument used in this research is the test for students ' learning outcomes. The students learning results were measured using test-t to describe the results of pretests and post test in experimental class and control class. To find a great influence on the approach of ICI assisted simulation PhET was used effect size. The result showed that from the comparison of the value of SIG. (2-Tailed) with test independent T Test between control class pretests and experimentation of 0490 means there was no difference and post test class control and experimentation of 0.001 there are differences or ICI has 43 an effect on learning outcomes, with a big influence of 0.78 or a simulated assisted It can be concluded that there is the influence of Interactive Conceptuan Ictruction (ICI) assisted PhET simulation of students ' learning outcomes of 43%. Key words: Interactive Conceptual Instruction (ICI), PhET simulation, student learning outcomes  
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING DI KELAS XI MIPA SMAN 6 KOTA BENGKULU Endah Tri Wahyuningsih; Andik Purwanto; Rosane Medriati
Jurnal Kumparan Fisika Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.4.2.77-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada tidaknya hubungan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar fisika siswa melalui model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experimental dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yang sebelumnya telah diuji normalitas diperoleh siswa kelas XI MIPA D sebagai kelas uji coba (eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk minat belajar fisika dan tes untuk hasil belajar fisika. Analisis data diuji menggunakan analisis korelasi product moment. Uji prasyarat analisis data berupa uji normalitas. Berdasarkan analisa data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar fisika siswa melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. yang ditunjukkan  dari nilai  yang lebih besar dari  (0,660>0,479) dengan kontribusi minat sebesar 43,56% dengan indikator minat yang paling besar pengaruhnya adalah indikator perasaan senang dengan nilai korelasi rata-rata sebesar 0,669 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dan hasil belajar siswa.
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING FISIKA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Yenni Novita Lestari; Eko Swistoro; Andik Purwanto
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 2 Agustus (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.687 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.2.121-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran dengan model Problem Solving Fisika (PSF) terhadap hasil belajar pada ranah kognitif dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan disain nonequivalent control group design untuk meneliti pengaruh model PSF terhadap hasil belajar kognitif dan one group pretest posttest design untuk meneliti pengaruh model PSF terhadap kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa: (1) dengan meggunakan uji-t dua sampel independen, terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran dengan model PSF terhadap hasil belajar kognitif dengan nilai  (2,63 > 2,00) dan effect size sebesar 0,6 (kategori sedang) dan (2) terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran dengan model PSF terhadap kemampuan berpikir kritis yang diketahui dengan adanya selisih antara skor rata-rata posttest dengan pretest (O2 – O1) sebesar 37,38 dan effect size sebesar 3,0 (kategori kuat). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran menggunakan model problem solving fisika terhadap hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis.Kata kunci: Model Problem Solving Fisika, Hasil Belajar Kognitif, Kemampuan Berpikir Kritis The aims of this research were to examine the effect of learning with the Problem Solving Fisika (PSF) model on learning outcomes in the cognitive domain and critical thinking abilities. This research used nonequivalent control group design to examine the effect of the PSF model on cognitive learning outcomes and one group pretest posttest design to examine the effect of the PSF model on critical thinking ability. Based on data analysis, it showed that: (1) with using the t-test two independent samples, there was a significant effect of learning with the PSF model on cognitive learning outcomes with a value that is  (2,63 > 2.00), with effect size of 0.6 which is in the medium category and 2) there was a significant effect of learning with the PSF model on critical thinking abilities known by the difference between the average posttest score with an average score of pretest (O2 - O1) of  37.38 with effect size of 3,0, which is in the high category. The conclusion of this study shows that there is a significant effect of learning using Problem Solving Fisika model on cognitive learning outcomes and critical thinking ability.Keywords: Problem Solving Fisika Model, Cognitive Learning Outcomes, Critical Thinking Ability
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA KONSEP USAHA DAN ENERGI DI SMA Putri Eka Lestari; Andik Purwanto; Indra Sakti
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 3 Desember (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.2.3.161-168

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang valid dan reliabel pada konsep usaha dan energi. Penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Hasil uji  validasi oleh ahli  dan praktisi ditinjau dari aspek materi, aspek konstruksi, dan  aspek bahasa. Berdasarkan hasil uji validasi ahli diperoleh presentase skor 94.23% untuk aspek materi, 89.00% untuk aspek konstruksi, 80.00% untuk aspek bahasa dan berdasarkan uji validasi praktisi di peroleh presentase skor 97.95% untuk aspek materi, 96.00% untuk aspek konstruksi, 92.50% untuk aspek bahasa serta dinyatakan valid pada uji validasi empiris dengan reliabilitas 0,839805 kategori tinggi pada uji terbatas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan instrumen tes yang dikembangkan telah valid dan reliabel. Kata Kunci: Instrumen tes, Keterampilan Pemecahan Masalah, Usaha (Kerja) dan Energi ABSTRACT This research was aimed to develop test instrument that was valid and reliable for student problem solving skills on the concept of work and energy. This research was conducted with a 4D development model which consisted of define, design, develop, and disseminate. Validation tests by experts and practitioners were in terms of material aspects, construction aspects, and language aspects. Based on the results of expert validation tests, the percentage score of 94.23% was obtained for material aspects, 89.00% for construction aspects, 80.00% for language aspects and based on practitioners' validation test the scores were 97.95% for material aspects, 96.00% for construction aspects, 92.50% for aspects language and stated as valid in the empirical validation test with a reliability of 0.839805 in high category on the limited test. So it could be concluded that the test instrument was valid and reliable. Keywords: Test instruments, Problem Solving Skills, Work and Energy
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Aplikasi Lectora Inspire Elprida Welia Nesti; Rosane Medriati; Andik Purwanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran fisika berbasis aplikasi lectora inspire. Data penelitian diambil dari populasi guru fisika dan siswa dari SMA N 1, SMA N 7 dan SMA N 6  di kabupaten Bengkulu Selatan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner lembar angket kebutuhan yang disebarkan secara langsung ke pada siswa dan guru fisika.  Implikasi dari penelitian pada guru dan siswa untuk mengubah pola pengajaran yang sesuai dengan kurikulum.  Pada penelitian ini responden kuesioner terdiri dari 89 siswa dan 3 orang guru fisika pada 3 sekolah yang ada di kabupaten Bengkulu Selatan. Data yang dihasilkan dengan menggunakan angket dan dianalisis kemudian dibuat kesimpulan berdasarkan interpretasi hasil analisis. Data yang dikumpulkan berupa hasil penyebaran angket kebutuhan guru sebesar 82,22% dengan katagori sangat setuju. Pada penyebaran angket kebutuhan siswa sebesar 78,87% dengan katagori sangat setuju. Berdasarkan hasil analisis data kesimpulan bahwa pengembangan media pembelajaran sangat dibutuhkan baik guru fisika maupun siswa. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, maka akan dilakukan pengembangan media pembelajaran fisika berbasis aplikasi lectora inspire. This study aims to analyze the needs of teachers and students for physics learning media based on the Lectora inspire application. The research data were taken from a population of physics teachers and students from SMA N 1, SMA N 7 and SMA N 6 in the Bengkulu Selatan district. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis techniques. The data collection technique used in this research is a needs questionnaire distributed directly to students and physics teachers. The implications of research on teachers and students change the teaching pattern according to the curriculum. In this study, 89 students and three physics teachers from 3 schools in Bengkulu Selatan district were questionnaire respondents. The data was generated using a questionnaire and analyzed and then made conclusions based on the interpretation of the analysis results. The data collected from the results of the distribution of teacher needs questionnaires amounted to 82.22%, with the category of strongly agree. In the distribution of student needs questionnaires of, 78.87% with the category of strongly agree. Based on the results of data analysis, it can be concluded that both physics teachers and students very much need learning media development. Based on the needs analysis results, the development of physics learning media based on the Lectora inspire application will be carried out.
SISTEMATIKA BERFIKIR LOGIS MENGGUNAKAN MEDIA SIMULASI FISIKA PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 6 KOTA BENGKULU Andik Purwanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 4 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.061 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kemampuan berfikir logis dengan menggunakan media simulasi fisika. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan menggunakan media Simulasi Fisika terhadap kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen (ekperimen semu) dengan populasi siswa kelas X di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan tes kemampuan berpikir logis berupa soal uraian pada setiap pertemuan pada konsep listrik dinamis. Analisis data menggunakan Uji-t dua sampel independen dengan program SPSS 16.0, diperoleh hasil skor rata-rata post-test kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan rata-rata skor post-test kelas kontrol dengan nilai Sig. = 0,04 lebih kecil dari α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Problem Based Learning dengan menggunakan media Simulasi Fisika terhadap kemampuan berpikir logis siswa kelas X di SMAN 6 Kota Bengkulu. Kata kunci: model problem based learning, kemampuan berpikir logis, media simulasi fisika.
ANALISIS SEBARAN AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER UNTUK MENENTUKAN TITIK PEMBUATAN SUMUR BOR DI DURIAN DEPUN Wahyu Halbian; Andik Purwanto; Iwan Setiawan
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.2.113-120

Abstract

ABSTRAK   Air merupakan unsur paling dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup mahluk hidup. Peningkatan debit air pada saat musim hujan dan pengurangan debit pada saat kemarau sering di jumpai di wilayah Kelurahan Durian depun Kecamatan Merigi Kabupatan Kepahiang Provinsi Bengkulu. Metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger diterapkan untuk menganalisis sebaran air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lintasan pertama sebaran air tanah menyebar ke arah utara dan selatan lintasan penelitian dengan kedalaman 2-6,67 meter dibentangan 40-50 meter dan 2-13,4 meter dibentangan 52,5-60 meter, lintasan kedua sebaran air tanah mengarah ke barat lintasan penelitian dengan kedalaman  2-9 meter dibentangan 5-15 meter dan lintasan ketiga sebaran air tanah mengarah kearah barat lintasan penelitian dengan kedalaman 2-6.67 meter dibentangan 30-35 meter, kedalam 2-6,76 meter dibentangan 40-50 dan kedalaman 2- ≤ 6,76 meter dibentangan 60-65 meter.   Kata kunci: Metode geolistrik, konfigurasi Wenner-Schlumberger, dan Sebaran air tanah   ABSTRACT   Water is the most necessary element for the survival of living things. An increase in water discharge during the rainy season and a reduction in discharge during the dry season are often encountered in the Durian Village depun area, Merigi District, Kepahiang Regency, Bengkulu Province. The Wenner-Schlumberger configuration geoelectric method was applied to analyze the distribution of groundwater. The results showed that in the first trajectory, the distribution of groundwater spreads to the north and south of the research path with a depth of 2-6.67 meters with a span of 40-50 meters and 2-13.4 meters in a stretch of 52 5-60 meters, the second line of groundwater distribution leads to the west of the research track with a depth of 2-9 meters with a stretch of 5-15 meters and the third line of groundwater distribution leads to the west of the research track with a depth of 2-6.67 meters with a stretch of 30-35 meters, to a depth of 2-6.76 meters at a stretch of 40-50 and a depth of 2- 6.76 meters at a stretch of 60-65 meters.   Keywords: Geoelectric method, Wenner-Schlumberger configuration, and groundwater distribution
Profil Aspek Interpretasi Pemahaman Konsep Materi Kinematika Gerak Lurus pada Siswa SMAN 6 Kota Bengkulu Wahyu Apridonata; Ahmad Syarkowi; Andik Purwanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i3.6730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran mengenai pemahaman konsep pada materi kinematika gerak lurus pada aspek interpretasi. Metode penelitian yang digunakan yakni menggunakan metode cross sectional. Sampel pada penelitian ini yakni siswa SMAN 6 Kota Bengkulu sebanyak 70 responden. Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa SMAN 6 Kota Bengkulu dikategorikan sedang dalam menjawab soal pemahaman konsep aspek interpretasi khususnya pada materi kinematika gerak lurus dengan persentase rata-rata skornya 35,12%. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest pilihan ganda dimana satu soal memiliki lima pilihan jawaban. Berdasarkan hasil test responden terdapat indikator yang ketiga yaitu menjelaskan ciri-ciri gerak jatuh bebas memiliki persentase tertinggi sebesar 45% dan indikator pertama yakni menjelaskan perbedaan gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan  memiliki persentase terendah sebesar 30%. Sehingga pemahaman konsep pada siswa SMAN 6 Kota Bengkulu masih dikategorikan sedang. This study aims to analyze the understanding of straight motion kinematics in interpretation. The research method used is a cross-sectional method. This study's sample was SMAN 6 Bengkulu City students, with as many as 70 respondents. Based on the results obtained by students of SMAN 6 Bengkulu City, they are categorized as moderate in answering questions about understanding the concept of interpretation aspects, especially in straight-motion kinematics material, with an average percentage score of 35.12%. The instrument used is in the form of multiple choice pretest questions where one question has five answer choices. Based on the results of the respondent's test, there is a third indicator, namely explaining the characteristics of free fall motion, which has the highest percentage of 45% and the first indicator, which explains the difference between straight motion with constant speed and straight motion with constant acceleration, has the lowest percentage of 30%. So that the understanding of the concept in SMAN 6 Bengkulu City students is still categorized as moderate.