Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Application of Problem Based Learning Model Assisted by Augmented Reality Media to Improve Students’ High Order Thinking Skills Erin Lespita; Andik Purwanto; Ahmad Syarkowi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2023): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jpf.v11i1.9069

Abstract

This study aims to determine the increase in the level of students’ High Order Thinking Skills (HOTs) after being given learning with a Problem Based Learning (PBL) model assisted by Augmented Reality (AR) media. This study was a quantitative research using Pre-Experimental method in the form of one group pretest-posttest design. The sample of this study was 31 students of class X IPA SMA Negeri 9 Bengkulu City. The research data was collected through 3 stages, namely the pretest, treatment using the Problem Based Learning model assisted by Augmented Reality media, and the post-test. The research data was processed with the help of statistical software package for social sciences (SPSS) 20. Data analysis was carried out through Statistical Descriptive Test, then Data Normality Test with Klomogorov Smirnov. The results of data analysis showed that the data sample was normally distributed with a significance value of 0.29, that is more than 0.05, and further data analysis used the Parametric Paired Pample T-test. Based on the data analysis, it was concluded that Ha was accepted with a sig. 2 tailed 0.00 is less than 0.05. Therefore, it can be concluded that there is an increase in the level of students’ High Order Thinking Skills after the implementation of the problem-based learning model assisted by augmented reality media with an N-gain value of 0.36 in the category of medium level of improvement.
Penerapan Pendekatan Konstruktivis Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kritis Mahasiswa Rosane Medriati; Eko Risdianto; Andik Purwanto
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Kumparan Fisika Edisi Desember 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.3.193-200

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berpikir kritis setelah diterapkan pendekatan konstruktivis menggunakan Model Project Based Learning pada matakuliah Strategi Pembelajan Fisika mahasiswa pendidikan fisika semester III. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 3 siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari 4 komponen di antaranya; perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika FKIP Universitas Bengkulu semester III tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini meliputi: pengamatan (observasi) dan tes. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan gambaran terhadap tes dan observasi oleh observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berpikir kreatif terlihat dari siklus dua ke siklus tiga yakni 16,62 ke 18,84. Peningkatan keterampilan berpikir kritis terlihat dari setiap siklus. Keterampilan berpikir kritis rata-rata pada siklus satu adalah sebesar 2,72, pada siklus dua sebesar 3,352 dan pada siklus tiga sebesar 3,564. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan konstruktivis menggunakan Model Project Based Learning pada matakuliah Strategi Pembelajaran Fisika dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.   Kata Kunci: model project based learning, keterampilan berpikir kreatif, keterampilan berpikir kritis   ABSTRACT   This study aims to describe the improvement of creative thinking skills and critical thinking skills after applying the Constructivist approach using the Project Based Learning model in the Physics Learning Strategy course for Physics education students in the third semester. This research is class action research (CAR). This study consists of 3 cycles, where each cycle consists of 4 components in the future; planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were all physics education students of teacher training and education faculty of University of Bengkulu in the third semester of the 2022/2023 academic year consisting of 30 people. The instruments used to collect data in this study include: observations and tests. The analysis of the study was carried out using descriptive statistics, namely to describe the picture of the test and observation by the observer. The results showed that the increase in creative thinking skills was seen from cycle two to cycle three, namely 16.62 to 18.84. Improvement of critical thinking skills can be seen from each cycle. The average critical thinking skill in cycle one was 2.72, in cycle two was 3.352 and in cycle three was 3.564. Based on the results of this study it can be concluded that the application of a constructivist approach using the Project Based Learning Model in the Physics Learning Strategy course can improve students' creative thinking skills and critical thinking skills.   Keywords: Project Based Learning Model, Creative Thinking Skills, Critical Thinking Skills
Pelatihan Pembuatan Modul Elektronik Menggunakan Program 3D Flip Profesional untuk Guru Guru IPA dalam Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0 di SMPN 11 Kota Bengkulu Andik Purwanto; Eko Risdianto
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 1 NO 1 APRIL 2022
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.478 KB) | DOI: 10.58723/dikdimas.v1i1.11

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan meningkatkan motivasi guru dalam mempergunakan Teknologi Informasi khususnya menggunakan program 3D flip Profesional dalam membantu pembelajaran IPA khususnya pada siswa SMPN 11 KOTA BENGKULU sehingga dapat memotivasi guru-guru IPA dalam menggunakan inovasi pembelajaran terkini. Sasaran utama pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah guru guru IPA di lingkungan SMPN 11 Kota bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, dan pelatihan. Materi pelatihan dikemas dalam bentuk pelatihan langsung, diskusi dan melalui buku yang disertai video tutorial sehingga diharapkan guru-guru dapat mudah untuk memahami tentang cara penggunaan program 3D flip Profesional dalam pembuatan Modul elektronik berupa media interaktif IPA. Kegiatan dimulai dengan observasi lapangan sampai kepada pencarian informasi pendukung kelayakan program. Kegiatan pengabdian pada masyarakat tentang pelatihan Pembuatan Modul Elektronik menggunakan 3D flip profesional di SMP 11 Kota Bengkulu ini telah mampu memberikan wawasan kepada guru guru fisika tentang pemanfaatan teknologi dalam pembuatan bahan ajar elektronik. Kegiatan ini juga telah memberikan motivasi kepada guru guru untuk lebih meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat bahan bahan ajar yang lebih menarik dan inovatif.
Analysis of the need response to the development of the E -module of parabolic motion material at SMA Bengkulu City Dimas Lingga Iswara; Eko Risdianto; Andik Purwanto
Indonesian Journal of E-learning and Multimedia (IJOEM) Vol. 1 No. 2 (2022): IJOEM: Indonesian Journal of E-learning and Multimedia (October 2022)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.335 KB) | DOI: 10.58723/ijoem.v1i2.51

Abstract

The problem that students often face in their learning is a misunderstanding in studying physics. The reason is because educators only teach physics abstractly through the classroom, without laboratory experiments (practice) or the use of other media aids, such as using ICT-based learning media. The research method used by researchers is research and development (R&D). R&D is a research model for the purpose of producing products and product feasibility tests. This research was conducted through five different stages of the ADDIE development model. Development, implementation and evaluation are not carried out because the purpose of this study is only to develop modules. This module is not directly applicable to classroom learning. The population used in the study was 153 students and 4 physics teachers from 3 high schools in Bengkulu City. The results of the needs analysis are valid and reliable, teachers and students of 3 high schools in Bengkulu City strongly agree with the development of E-modules for parabolic motion materials.
IMPLEMENTASI E-MODUL FISIKA PADA MATERI LISTRIK STATIS DENGAN MENERAPKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Brigitta Kristiantari; Andik Purwanto; Desy Hanisa Putri
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.1.17-26

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dan respon siswa terhadap implementasi E-modul Fisika pada materi listrik ststis dengan menerapkan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Sampel dalam penelitian ini ialah sebanyak 35 orang siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu kelas XII MIPA 6 yang diambil melalui teknik purposive sampling. Jenis dari penelitian ini ialah pre-ekperimental yang menggunakan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Adapun instrument yang digunakan ialah observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan angket respon siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa degan nilai N-gain sebesar 0,55 dalam kategori sedang dengan mengimplementasikan e-modul fisika dengan menerapkan model Problem Based Learning. Serta respon siswa terhadap implementasi e-modul fisika dengan menerapkan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA ini diperoleh persentase sebesar 76% dalam kategori sangat baik.   Kata Kunci: E-modul Listrik Statis, Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Respon Siswa   ABSTRACT   This study aims to describe the improvement of students' critical thinking skills and students' responses to the implementation of the Physics E-module on static electricity by applying the Problem Based Learning model to improve high school students' critical thinking skills. The sample in this study was 35 students of SMA Negeri 5 Bengkulu City class XII MIPA 6 taken through purposive sampling technique. The type of this research is pre-experimental which uses a one group pretest-posttest research design. The instruments used are observation, critical thinking ability tests, and student response questionnaires. The results of this study indicate that there is an increase in students' critical thinking skills with an N-gain value of 0.55 in the medium category by implementing the physics e-module by applying the Problem Based Learning model. As well as student responses to the implementation of the physics e-module by applying the Problem Based Learning model to improve the critical thinking skills of high school students, the percentage is 76% in the very good category.   Keywords: E-module Static Electricity, Problem Based Learning Model, Critical Thinking Ability, Student Response.
PROFIL PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MATERI KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Andrea Gusvita; Andik Purwanto; Ahmad Syarkowi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i1.38937

Abstract

Proses pembelajaran fisika yang terjadi di dalam kelas masih banyak yang belum melibatkan peran siswa dalam keaktifan proses pembelajara. Peran siswa yang berupa memberikan pendapat beserta alasannya, menyampaikan ide-ide baru dalam menyelesaikan masalah yang diberikan serta menyimpulkan materi yang telah diberikan. Oleh karena itu mengetahui keterampilan berpikir kritis pada siswa dengan menggunakan media pembelajaran berupa LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) merupakan tujuan dari penelitian yang dilakukan.  Jenis penelitian yang digunakan yaitu Pre-experimental Design tipe one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan secara langsung di kelas selama 2 kali pertemuan. Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, oleh karena itu subjek yang digunakan yaitu siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 3 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah Tes keterampilan berpikir kritis dengan jumlah 5 soal berbentuk essai yang dianalisis secara kuantitatif, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik analisis data yang digunakan yaitu uji N-Gain. Hasil analisis data dengan Skor N-Gain diperoleh rata-rata Skor N-Gain pretest dan posttest indikator keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 3 Kota Bengkulu sebesar 48,86%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Kesetimbangan Benda Tegar Berpengaruh Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 3 Kota Bengkulu karena meningkatkan nilai siswa sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakukan tetapi termasuk dalam kategori kurang efektif untuk digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS APLIKASI POWTOON PADA MATERI RADIOAKTIVITAS DI SMA KABUPATEN SELUMA Rendi Rendi; Andik Purwanto; Iwan Setiawan
Kumparan Fisika Vol 1 No 2: Amplitudo : Jurnal Ilmu dan Pembelajaran Fisika Edisi Maret 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.722 KB) | DOI: 10.33369/ajipf.1.2.158-165

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dan pengembangan ( R&D ) yang menghasilkan media pembelajaran berbasis powtoon pada materi Radioaktivitas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikaan kelayakan media pembelajaran fisika berbasis aplikasi Powtoon pada materi Radioaktivitas di SMA Kabupaten Seluma, mendeskripsikan karakteristik media pembelajaran fisika berbasis aplikasi Powtoon pada materi Radioaktivitas di SMA Kabupaten Seluma dan mendeskripsikan respon siswa terhadap media pembelajaran fisika berbasis aplikasi Powtoon pada materi Radioaktivitas di SMA Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3D yaitu define, design, dan develop. Tahap define terdiri dari menyusun instrumen pada tahap define, analisis lembar observasi, dan analisis kebutuhan. Tahap design pada penelitian ini terdiri perancangan video dan perancangan instrumen evaluasi produk. Tahap develop terdiri dari validasi ahli dan uji respon siswa. Hasil validasi ahli yang telah dilakukan menunjukan bahwa aplikasi Powtoon yang dikembangkan termasuk dalam kategori Sangat Layak dengan presentase 92,44% dan respon peserta didik terhadap aplikasi powtoon berada pada kategori sangat baik dengan nilai 84,98% Karakteristik Aplikasi Powtoon antara lain: Video pembelajaran berdurasi 38 menit, terdapat 6 submateri radioaktivitas, dan 2 contoh soal, dengan animasi gambar dan tulisan tangan/kartun. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Powtoon, Media pembelajaran fisika Berbasis Powtoon, dan Radioaktivitas ABSTRACT Research and development (R&D) has been carried out which produces powtoon-based learning media on radioactivity material. The purpose of this research is to describe the feasibility of physics learning media based on the Powtoon application on radioactivity material in SMA Kabupaten Seluma, describe the characteristics of physics learning media based on the Powtoon application on radioactivity material in SMA Kabupaten Seluma and describe the student's response to physics learning media based on the Powtoon application on the material. Radioactivity in SMA Kabupaten Seluma. This study uses a 4D development model that is modified into 3D, namely define, design, and develop. The define stage consists of arranging the instruments at the define stage, analyzing the observation sheet, and analyzing the needs. The design stage in this study consisted of designing a video and designing a product evaluation instrument. The develop stage consists of expert validation and student response testing. The results of expert validation that have been carried out show that the Powtoon application developed is included in the Very Appropriate category with a percentage of 92.44% and the response of students to the Powtoon application is in the very good category with a value of 84.98%. 38 minutes, there are 6 sub-materials of radioactivity, and 2 sample questions, with animated pictures and handwriting / cartoons. Keywords: Learning Media, Powtoon, Physics Learning Media Based on Powtoon, and Radioactivity.
PENGEMBANGAN LKPD MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SMA DI KOTA BENGKULU Dwi Canna Orenta Elcane; Andik Purwanto; Desy Hanisa Putri
Kumparan Fisika Vol 1 No 1: Amplitudo : Jurnal Ilmu dan Pembelajaran Fisika Edisi September 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.296 KB) | DOI: 10.33369/ajipf.1.1.9-18

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik LKPD dan mengetahui kelayakan LKPD menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada siswa SMA di kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model pengembang 3D (define, design, develop) yang dimodifikasi dari model 4D. Pengembangan ini menghasilkan karakteristik LKPD memiliki judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar,informasi pendukung, tugas pendahuluan, kegiatan praktikum mengandung tahapan inkuiri terbimbing dan indikator berpikir kritis. Pada tahap validasi, lembar kerja peserta didik divalidasi oleh 3 validator. Kelayakan pengembangan LKPD dapat dilihat hasil dari validasi ahli yang menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik sangat layak digunakan dengan persentase sebesar 80%. Persentase tersebut merupakan rata-rata aspek penyajian sebesar 85%, aspek isi sebesar 78%, aspek kebahasaan sebesar 81%, aspek inkuiri terbimbing  sebesar 77%, aspek keterampilan berpikir kritis sebesar 76%. Dengan demikian, LKPD  yang telah dikembangkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA di kota Bengkulu layak digunakan dalam kegiatan praktikum.  Kata kunci : LKPD, Inkuiri Terbimbing, Berpikir Kritis ABSTRACT This study was aimed to determine the characteristics of LKPD and the feasibility of LKPD used the guided inquiry learning model to practice critical thinking skills in high school students in Bengkulu city. This study was a research and development (R&D) using a 3D research model (define, design, develop) modified from the 4D model. This development resulted in the characteristics of LKPD having the title, study instructions, basic competencies, supporting information, preliminary tasks, practical activities containing the stages of guided inquiry and indicators of critical thinking. At the validation stage, the student worksheet was validated by 3 validators. The feasibility of developing LKPD can be seen from the results of expert validation which showed that the student worksheets were very feasible to use with a percentage of 80%. This percentage was the average presentation aspect by 85%, the content aspect is 78%, the linguistic aspect is 81%, the guided inquiry aspect is 77%, the critical thinking skill aspect is 76%. Thus, the LKPD that has been developed using the guided inquiry learning model to train the critical thinking skills of high school students in Bengkulu city is appropriate for use in practicum activities. Keywords: LKPD, Guided Inquiry, Critical Thinking
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS SCAFFOLDING BERORIENTASI BERPIKIR KRITIS PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMA NEGERI KOTA BENGKULU Herni Suryaningsih; Rosane Medriati; Andik Purwanto
Kumparan Fisika Vol 1 No 1: Amplitudo : Jurnal Ilmu dan Pembelajaran Fisika Edisi September 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.467 KB) | DOI: 10.33369/ajipf.1.1.44-52

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah upaya mewujudkan peserta didik mandiri serta aktif dalam proses pembalajaran fisika serta belum dikembangkannya Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis scaffolding berorientasi berpikir kritis pada materi Hukum Newton. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis scaffolding berorientasi berpkir kritis pada materi Hukum Newton tentang gerak dan mendeskripsikan kelayakan lembar kerja peserta didik.  Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan motode 3D (define, design dan develop) yang dimodifikasi dari metode 4D. Pada tahap validasi, lembar kerja peserta didik divaliasi oleh 3 validator. Hasil validasi menujukkan bahwa lembar kerja peserta didik sangat layak dengan persentase capaian 89%. Persentase tersebut merupakan rata-rata dari aspek isi 82%, aspek penyajian 94% dan aspek bahasa  92%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lembar kerja peserta didik berbasis scaffolding berorintasi berpikir kritis pada materi Hukum Newton memenuhi kriteria dengan kwalitas sangat layak sebagai salah satu media pembelajaran yang digunakan oleh peserta didik SMA kelas X. Kata Kunci : LKPD, scaffolding, berpikir kritis, Hukum Newton ABSTRACT The background of this research was the effort to realize independent and active students in the physics learning process and had not yet developed a Student Worksheet (SW) based on critical thinking oriented scaffolding on Newton’s Law theory. This research aimed to develop the student worksheet based on critical thinking oriented scaffolding on Newton’s Law theory about motion and describe the feasibility of the student worksheet. This research was Research and Development (R&D) with the 3D method (define, design, and develop) which modified from the 4D method. In the validation step, student worksheet was validated by 3 validators. The result of validation showed that student worksheet was very feasible with an achievement percentage of 89%. The percentage was an average of content aspects of 82%, presentation aspects of 94%, and language aspects of 92%. Thus, it can be concluded that student worksheets based on critical thinking oriented scaffolding on Newton’s Law theory meet the criteria with a very feasible quality as one of the learning media used by senior high school students in class X. Keywords : SW, scaffolding, critical thinking, Newton’s Law
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GETARAN HARMONIS BERBASIS MODEL MENTAL DAN BERPOLA MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF Rumaya Nababan; Nyoman Rohadi; Andik Purwanto
Kumparan Fisika Vol 1 No 1: Amplitudo : Jurnal Ilmu dan Pembelajaran Fisika Edisi September 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.859 KB) | DOI: 10.33369/ajipf.1.1.53-64

Abstract

ABSTRAK Perangkat pembelajaran dibutuhkan sebagai sumber belajar agar proses kegiatan pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, mampu mengkontruksi pengetahuannya dalam pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang efektif dan memiliki tujuan yang sama akan mampu mengembangkan motivasi siswa untuk aktif dalam belajar. Dalam penelitian ini menggunakan pengembangan yang berbasis model mental dan berpola model pembelajaran generatif dipandang mampu mengembangkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui validitas atau kelayakan perangkat pembelajaran getaran harmonis berbasis model mental dan berpola model pembelajaran generatif untuk diujicobakan. Aspek validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu format/ konstruksi, isi, dan bahasa. Perangkat pembelajaran akan dikatakan valid jika hasil penilaian para tim ahli menyatakan bahwa aspek perangkat pembelajaran mendukung pembelajaran dan komponen yang terkandung konsisten, serta menggunakan bahasa yang baik atau sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah 3-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (design). Persentase rata- rata penilaian dari data lembar validasi ahli terhadap RPP, Materi Ajar, LKS, dan Tes Hasil Belajar adalah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran mendapatkan penilaian dengan kriteria interpretasinya “sangat valid” sehingga dapat dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran layak digunakan untuk diujicobakan. Kata Kunci: Model Mental, Pembelajaran Generatif, Getaran Harmonis ABSTRACT Learning tools needed as a learning resource so that the learning process can motivated students to learn actively, able to construct their knowledge in learning. The used of learning models that were effective and had the same goals will encourage students to be active in learning. In this study using a development model that is based on mental models and patterned generative learning models. The purpose of this study is the learning of the validity or feasibility of learning models based on mental harmonization and generative learning patterns to be tested. The aspects of validity used in this study are format / construction, content, and language. The learning  will be approved valid if the results of the experts state that the learning kit supports learning and the components contained well, and use good language or in accordance with enhanced spelling. This type of research is a 3-D consisting of defined, designed, and development. The average percentage of expert validation sheet data on lesson plans, teaching materials, worksheets, and learning outcomes tests is ?81%. The results showed that the learning device obtained results with the suggestion that the interpretation "very valid" could be accepted as a learning tool that was worth using for testing. Keywords: Mental model, Generative Learning, Harmonious Vibration