Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Role of the Pusaka Djakarta Silat School for the Community of Menteng atas from 2015 to 2022 Yuni Maryuni; Maryuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Muhammad Ibnu Fadillah
Journal of Social Research Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i8.3343

Abstract

This study aims to examine the role of the Djakarta Heritage Silat College (PSPD) for the people of Menteng Atas, Setiabudi District, South Jakarta, in the 2015–2022 period. The research used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The informants were selected purposively, consisting of six sources who had direct involvement with the PSPD. The results of the study showed that PSPD carries out three main functions: (1) as a non-formal educational institution that implements a holistic curriculum covering technical, physical, mental, moral, and socio-cultural aspects; (2) as an agent of the preservation of Betawi culture in the midst of modernization and globalization; and (3) as an effective social control mechanism in fostering the younger generation to avoid deviant behaviour. PSPD also plays a role in building student achievement orientation through participation in pencak silat championships of various levels. Based on Soerjono Soekanto's role theory, PSPD has actively carried out its rights and obligations, making a real contribution to character development, strengthening local cultural identity, and improving the quality of social life of the people of Menteng Atas.
Perkumpulan Himpoenan Soedara Dalam Lintasan Sejarah Ekonomi Bandung Tahun 1906 - 1936 Leo Fernando; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8940

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah berdirinya Perkumpulan Himpoenan Sejarah dalam sejarah kota Bandung pada tahun 1906-1936 dengan pokok bahasan dinamika perkumpulan serta kontribusi dan dampak Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian Himpoenan Soedara merupakan sebuah lembaga simpan-pinjam dengan system keanggotaan, pada tahun 1906 adalah perkumpulan Himpoenan Soedara didirikan lalu pada pada periode 1906-1936 Himpoenan Soedara mengalami perkembangan baik secara organisasi dan juga ekonomi. Kegiatan operasional organisasi berjalan dengan stabil didorong dengan pertumbuhan ekonomi Bandung serta pertumbuhan anggota Himpoenan Soedara periode 1906-1936 himpunan sangat pesat sebagai sebuah organisasi bidang keuangan. Dalam organisasi, Himpoenan Soedara menerapkan sistem keanggotaan, himpunan menerapkan tujuan yang menguntungkan anggota dan juga organisasi itu sendiri. Model keanggotaan ini menjadi ciri Himpoenan Soedara dalam menjalankan organisasi sehingga tercipta kesolidan sesama anggota himpunan. Himpoenan Soedara dalam perkembangannya dapat bertumbuh dan beradaptasi dengan perubahan situasi dan kondisi, dengan kesadaran kolektif tiap anggota didalam himpunan baik jajaran pemimpin maupun anggota dapat satu suara berjalan menuju arah yang dirasa menguntungkan. Secara harfiah Himpoenan Soedara memberikan gambaran mengenai sifat persaudaraan, sebuah semangat persaudaraan berarti memiliki loyalitas, membantu sesama anggota, dan tetap solid tanpa memandang ikatan darah, suku, ras, serta agama. Hal tersebut adalah faktor penting dalam memperkuat sebuah himpunan dalam dinamikanya
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Berbantuan Media Pembelajaran Vlog Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pelajaran Sejarah Siswa Kelas X SMAN 6 Pandeglang Almanisa Nur Fadilla; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8941

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media vlog terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN 6 Pandeglang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental (non-equivalent control group design) pada 36 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes esai, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen (83,06) lebih tinggi dari kelas kontrol (68,89), dengan uji t-Test signifikan (0,000 < 0,05). Nilai N-Gain kelas eksperimen (0,72, kategori tinggi) juga lebih baik dibanding kelas kontrol (0,40, kategori sedang). Hasil ini membuktikan model PjBL berbantuan vlog efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
MELESTARIKAN TRADISI, MERAWAT INGATAN: SOSIALISASI KESENIAN DEBUS BANTEN PADA HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH (HIMADIRA) FKIP UNTIRTA Eko Ribawati; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana; Yuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah; Arif Permana Putra; Rikza Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian debus perlu dilestarikan kepada generasi muda, utamanya mahasiswa. Hal ini agar tetap lestari. Di era globalisasi seperti dewasa ini kesenian debus terkikis lantaran desakan kebudayaan-kebudayaan modern dari luar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyampaikan literasi terkait pentingnya kesenian debus beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai kesenian debus: nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai seni perlu disosialisasikan kepada mahasiswa. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah lewat sosialisasi. Lokasi kegiatan dilakukan di Kampus Ciwaru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kata Kunci: Tradisi, Merawat, Sejarah
Gaya Kepemimpinan Bupati Serang Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat Tahun 1901-1924 Ridwan Nugroho; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Agus Rustamana
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 2 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i2.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat selama menjabat sebagai Bupati Serang pada tahun 1901-1924. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji kepemimpinan tokoh lokal pada masa kolonial sebagai bagian dari sejarah pemerintahan di Banten serta untuk memahami karakter kepemimpinan yang mampu memadukan nilai-nilai lokal dengan sistem administrasi kolonial. Rumusan masalah penelitian meliputi latar belakang Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat, gaya kepemimpinannya sebagai Bupati Serang, serta perkembangan Kabupaten Serang di bawah kepemimpinannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian diperoleh dari memoar Herinneringen van Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat, arsip kolonial, surat kabar sezaman, dokumen pemerintahan, wawancara, serta berbagai sumber sekunder yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan Teori Sifat (Trait Theory), Teori Perilaku (Behavior Theory), dan Teori Peran Sosial (Role Theory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga bangsawan, pendidikan Barat dan Islam, serta pengalaman birokrasi membentuk karakter kepemimpinan Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat. Selama memimpin Kabupaten Serang, ia menunjukkan kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinannya memberikan dampak terhadap perkembangan pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Serang. Berdasarkan hasil analisis, gaya kepemimpinan Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat dapat dikategorikan sebagai gaya kepemimpinan paternalistik yang memadukan nilai-nilai lokal Banten dengan prinsip administrasi modern pada masa kolonial. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat, Bupati Serang, Kolonial. ABSTRACT This study aims to analyze the leadership style of Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat during his tenure as Regent of Serang from 1901 to 1924. The research is motivated by the importance of examining the leadership of local figures during the colonial era as part of the history of governance in Banten, as well as understanding a leadership character capable of integrating local values with the colonial administrative system. The research questions address Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat’s background, his leadership style as Regent of Serang, and the development of Serang Regency under his leadership. The study employs historical research methods, encompassing the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Research sources include the memoir Herinneringen van Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat, colonial archives, contemporary newspapers, government documents, interviews, and various relevant secondary sources. The analysis utilizes Trait Theory, Behavior Theory, and Role Theory. The findings indicate that his aristocratic family background, Western and Islamic education, and bureaucratic experience shaped Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat’s leadership character. During his leadership of Serang Regency, he demonstrated an adaptive, communicative, and community-welfare-oriented leadership style. His leadership impacted the development of governance, education, the economy, and the social life of the people in Serang Regency. Based on the analysis, Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat’s leadership style can be categorized as paternalistic, blending local Banten values with modern administrative principles of the colonial era. Keywords: Leadership Style, Prince Aria Achmad Djajadiningrat, Regent of Serang, Colonial.