Saipul Bahri Daulay
Progran Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian USU

Published : 110 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

The Test of Grinder Spacing on the Quality Gnetum of Gnemon chips On the Grain Chips Forming Tool Rio Baruna Sirait; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.822 KB)

Abstract

This study was aimed to test the effect of  spacing on grinder cylinder to the quality of the chips on grain chips .The results showed that the resulting Gnetum gnemon chips categorized on the test grinder quality of 2 , the shape is not uniform, white browny ,  thickness uniform , and can be fried immediately after they are printed . Highest  yield was produced in spacing of cylinder grinder of 3 mm that is equal to 83 % and the lowest in spacing of cylinder grinder 1 mm that is equal to 78.2 %. The highest processing  capacity was found in the spacing of cylinder grinder of 3 mm that is equal to 3.01 kg / hour and the lowest was found in the spacing of cylinder grinder 1 mm that is equal to 2.61 kg / h . The best organoloptic value was found in the spacing of cylinder grinder 1 mm. Keywords : Distance cylinder, Quality Chips
UJI MATA PISAU PADA ALAT PEMBUAT BUBUR KERTAS (Test of Blade Eedged of Paper Pulp Maker) Doli Arlando Manik; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.596 KB)

Abstract

ABSTRACT Processing of recycled paper is solution to sustain the environment,as the recycling of paper can be made from the natural fiber, as from the paper waste which is then converted into a piece of a new paper or thing that has value to sell. The research was aimed to test the effect of the number of blade edge on the unshreded paper, pulp yield and cutting power of the pulp maker. The parameters observed were the percentage of unshreded paper, pulp yield and cutting power. The result of the research show either the percentage of on shreded paper was 3.05%, pulp yield 90.08% and cutting power was 1,48 Hp. Keywords: Paper waste, Water, Processing, Blade edged. ABSTRAK   Pengolahan daur ulang kertas menjadi solusi untuk menjaga lingkungan, sebab pembuatan kertas daur ulang selain dapat dibuat dari serat alami dapat pula menggunakan kertas limbah yang kemudian diubah menjadi selembar kertas baru maupun menjadi benda yang mempunyai nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jumlah mata pisau terhadap persentase bahan tidak tercacah, rendemen pulp dan daya pemotongan yang dihasilkan pada alat pembuat bubur kertas. Parameter yang diamati adalah persentase bahan tidak tercacah, rendemen pulp dan daya pemotongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tidak tercacah sebesar 3,05% dengan 90,08%  rendemen pulp dan dengan 1,48 Hp daya pemotongan.   Kata kunci : kertas, bubur kertas, alat pembuat bubur kertas.
UJI JENIS DEKOMPOSER PADA PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH KULIT DURIAN TERHADAP MUTU KOMPOS YANG DIHASILKAN (Effect of Decomposer Type During Compost Making From Durian Peel Waste On Compost Quality) Ita Sidauruk; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.013 KB)

Abstract

ABSTRACT Durian is a tropical plant which has prickly peel. Durian peel can be utilized as a raw material in compost makings. Compost isa decayed organic matter that is different from its material origin and as a provider of nutrient element for plant. This research was intended to examine decomposer type effect on compost quality. The study was conducted fromMay until August 2015 at agricultural engineeringLaboratory department of Agricultural EngineeringUniversity of North Sumatera and Soil Laboratory, Agricultural Technology Research Agency of North Sumatera. Parameters measured were C/N, acidity (pH), water rate and yield. The results showed that decomposer type had no significant effecton theC/N, acidity(pH), water content, and yield.   Key words: compost, decomposer, durian peel. ABSTRAK   Tanaman durian merupakan tanaman tropis yang memiliki buah dengan  kulit berduri. Kulit durian dapat digunakan menjadi bahan baku dalam pembuatan kompos. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari bahan organik yang sudah dilapukkan menjadi bahan yang berbeda dengan asalnya dan sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jenis dekomposer terhadap mutu kompos yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Parameter yang diamati adalah perbandingan C/N, keasaman (pH), kadar air dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dekomposer  memberikan pengaruh tidak nyata terhadap perbandingan C/N, keasaman (pH), kadar air, dan rendemen.   Kata Kunci: Kompos, Dekomposer, Kulit durian.
UJI KUALITAS TALI SERAT PELEPAH PISANG BARANGAN (Musa acuminata) (Barangan’s Banana (Musa acuminata) Midrib Fiber Rope Tensile Quality Test) Eri Sutiawan; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Banana fiber wet-resistant property and tensile strength are high enough, depending on the type of the plant itself. The characteristics, could be used to make rope that could be used for binding, pulling, trapping, tethering, hanging. The research was aimed to test the quality of Barangan’s banana fiber rope with  and without NaOH solution on the rope tensile test. Results of the research indicated that the straps that were made from Barangan’s banana midrib fiber with the same weight produces different diameters in each treatment with and without 5% NaOH solution treatment for 2 and 4 hours gave different tensile stress, strain, deformation, elasticity and flexibility. The highest result of tensile strength was on the rope with length of  immersion treatment of 5% NaOH for 4 hours (340.5 x 105 N / m2). The highest result of strain was on the rope  with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (0.19). The highest result of deformation was on the rope with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (0.0158 m). The highest result of elasticity was on the ropes with fiber without NaOH treatment (2007 x 105 N / m2). The highest result of flexing was on the rope fiber flexibility with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (19.62%). Key words: Barangan’s banana stems fiber, rope, NaOH, tensile test. ABSTRAK   Serat pelepah pisang memiliki sifat tahan basah dan kekuatan tarik cukup tinggi, tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Sifat-sifat inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu tali yang dapat digunakan untuk mengikat, menarik, menjerat, menambat, menggantung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas tali serat tanaman pisang barangan dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH terhadap uji tarik yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tali yang terbuat dari pelepah pisang barangan dengan berat yang sama menghasilkan diameter yang berbeda pada masing-masing perlakuan dengan dan tanpa larutan NaOH 5% selama 2 dan 4 jam memberikan nilai tegangan tarik, regangan, deformasi, elastisitas dan kelenturan yang berbeda. Nilai tegangan tarik terbesar pada tali serat dengan perlakuan lama perendaman NaOH 5% 4 jam yaitu 340,5 x 105 N/m2. Nilai regangan terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan NaOH 5% selama 4 jam sebesar 0,19. Nilai deformasi terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan  NaOH 5% selama 4 jam sebesar 0,0158 m. Nilai elastisitas terbesar pada tali serat dengan perlakuan tanpa NaOH sebesar 2007 x 105 N/m2. Nilai kelenturan terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan NaOH 5% 4 jam sebesar 19,62 %.   Kata kunci: serat pelepah pisang barangan, tali, NaOH , uji tarik.
UJI VARIASI SUHU PENGERINGAN BIJI KAKAO DENGAN ALAT PENGERING TIPE KABINET TERHADAP MUTU BUBUK KAKAO (Drying Temperature Test of Cocoa beans on Cocoa Powder Quality Using a Cabinet Dryer) Norman Wilson Sidabariba; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.234 KB)

Abstract

ABSTRACT The temperature of cabinet dryer is needed to control. The temperature will affect product quality. This research was testing of variation of drying temperature on cocoa powder quality using a cabinet dryer. Research had been conducted by using a non-factorial completely randomized design at 550C, 600C, 650C. Parameters observed were moisture content, fat content, and organoleptic test (aroma and color). The results showed that the temperature had highly significant effect on moisture content and color, had significant effect on fat content, and had no significant effect on aroma. The best treatment was at T2 (600C) which produced 3,13% moisture, 38,53% fat content. Color 2,97 (brown), and  aroma 1,57 (less favored) Keywords : cabinet dryer, temperature, cocoa powder ABSTRAK   Pada alat pengering tipe kabinet pengaturan suhu pengeringan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil pengeringan biji kakao. Penelitian ini adalah pengujian variasi suhu pengeringan pada alat pengering tipe kabinet terhadap mutu kakao bubuk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap non faktorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 550C, 600C, 650C. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar lemak dan organoleptik (aroma dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air dan warna, memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar lemak dan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap aroma. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan suhu 600C yang menghasilkan kadar air 3,13%, kadar lemak 38,53%. Warna 2,97 (cokelat), aroma 1,57 (kurang disukai).   Kata kunci : alat pengering tipe kabinet, suhu, kakao bubuk.
UJI BERBAGAI DIAMETER PULI PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (Pulley Diameter Test of Soybean Extractor) Muhammad Yusuf; Saipul Bahri Daulay; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.616 KB)

Abstract

ABSTRACT There have been many soybean extractor in the market, that have been developed by home industry or university studentThe capacity of soy bean extractor can be improved by testing their parts. This research was about testing pulley diameter of soybean extractor to improve its capacity. This research had been conducted by  using  factorial randomized block design with  pulley diameters of 3, 4 and 5 inches. The observed parameter in this research was effective capacity of equipment, yield and percentage of materials left in appliance. The results showed that pulley diameter had highly significant effect on parcentage of process capacity and yield and had no effect on percentage of materials left in appliance. From this research it, can be concluded that the best pulley diameters was 3 inches. Keywords: soybean extractor, soybean extract, pulley diameter test. ABSTRAK   Alat pembuat sari kedelai telah banyak dipasaran, baik itu yang dikembangkan oleh  rumah industri atau yang dikembangkan oleh mahasiswa. Kapasitas alat pembuat sari kedelai dapat ditingkatkan dengan melakukan pengujian pada beberapa bagian alat. Penelitian ini adalah pengujian berbagai diameter puli pada alat pembuat sari kedelai yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas alat tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial dengan faktor diameter  puli 3, 4 dan 5 inci. Pada  penelitian ini, parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, rendemen dan persentase bahan tertinggal di alat. Hasil penelitian menunjukan bahwa diameter puli pada alat pembuat sari kedelai memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat dan rendemen dan memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap persentase bahan tertinggal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hasil terbaik adalah dengan menggunakan puli berdiameter 3 inci.   Kata kunci: alat pembuat sari kedelai, sari kedelai, uji diameter puli.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT BUBUR KERTAS (Design And Construction Of Pulp Maker) Jerry Simanjuntak; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.539 KB)

Abstract

ABSTRACT Calefaction was  done to fragment waste paper into pulp with a certain degree of smallness  to be more easily processed into other products. Paper calefaction was  aimed to facilitate paper forming back. This research was  aimed  to design,  create and test pulp maker. The parameters observed were the effective capacity of the tools and economic analysis . The results  showed that the effective capacity of the equipment was 16,67 kg/hour. Basic cost to be incurred in  paper calefaction  with the equipment was Rp. 846,42/kg in the 1st year, Rp. 792,01/kg in 2nd year, Rp. 773,91/kg in the 3nd, Rp. 768,89/kg in the 4th and Rp. 759,46/kg in the 5th year. The equipment would  reach the break even point if the  amount of  paper calefected was 316,86kg/year. Net present value of the equipment with an interest rate of 7,5% was Rp. 650.793.843,9 which meant that the business was feasible to run. The internal rate of returns was 41,36%. Key words: paper, pulp, pulp maker  ABSTRAK Peleburan kertas dilakukan untuk menghaluskan kertas bekas menjadi bubur kertas dengan tingkat kehalusan tertentu agar lebih mudah diolah menjadi produk lain. Peleburan kertas bertujuan untuk mempermudah pengerjaan dalam membentuk kertas kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat dan menguji alat pembuat bubur kertas. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas efektif alat 16,67 kg/jam. Biaya pokok yang dikeluarkan dalam peleburan kertas dengan alat ini adalah Rp. 846,42/kg tahun ke-1, Rp. 792,01/kg tahun ke-2, Rp. 773,91/kg tahun ke-3, Rp. 768,89/kg tahun ke-4 dan Rp. 759,49/kg tahun ke-5. Alat ini akan mencapai nilai break even point apabila telah meleburkan kertas sebanyak 316,86 kg/tahun. Net present value alat ini dengan suku bunga 7,5% adalah Rp. 650.793.843,9 yang  berarti usaha ini layak dijalankan. Internal rate of return pada alat ini adalah 41,36%.   Kata kunci : kertas, bubur kertas, alat pembuat bubur kertas.
UJI SUHU UAP PADA ALAT PENYULING MINYAK ATSIRI CENGKEH TIPE UAP LANGSUNG (Temperature Test on Clove Oil Distillator Direct Steam Type) Luthfan Minhal; Lukman Adlin Harahap; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.211 KB)

Abstract

ABSTRACT In the clove oil distillation equipment direct steam type, distillation temperature setting must be set properly. The temperature determines the quality of clove oil. This study was testing various temperature levels on clove oil distillation equipment direct steam type on the moisture content, free fatty acids and yield of the clove oil produced. This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Engineering and Food Chemistry Analysis Laboratory, Faculty of Agriculture in November 2015 until completion using a non-factorial completely randomized design usualytemperature of 950C, 1000C and 1050C. Parameters measured were moisture content, free fatty acids and yield. The results showed that the highest water content was in the U1 (15.72%) and the lowest water content we in the U3 (11.23%). The highest level of free fatty acid we in the U1 (5.83%) and the lowes free fatty acid we in the, us (5.60%) the highest yield value we in the U3 (0.54%) and the  lowest yield we in the U1 (0.40%). Keywords: Clove, distillation temperature, clove oil. ABSTRAK Pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung, pengaturan suhu penyulingan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil minyak cengkeh. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat suhu pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung terhadap kadar air, asam lemak bebas dan rendemen minyak cengkeh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian dan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Fakultas Pertanian pada bulan November 2015 sampai selesai dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non  factorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 950C, 1000C dan 1050C. Parameter yang diamati adalah kadar air, asam lemak bebas dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan U1 yaitu 15,72% dan kadar air terendah pada perlakuan suhu U3 yaitu  11,23%. Kadar asam lemak bebas tertinggi terdapat pada suhu U1 yaitu 5,83% dan asam lemak bebas terendah terdapat pada perlakuan suhu U2 yaitu 5,60% Nilai rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan suhu U3 yaitu 0,54% dan nilai rendemen terendah terdapat pada perlakuan suhu U1 yaitu 0,40%.   Kata kunci: Cengkeh, suhu penyulingan, minyak cengkeh.
RANCANG BANGUN MATA PISAU PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (Test of Blades on The Soymilk Maker (Glycine Max) Mhd Fadil; Saipul Bahri Daulay; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.938 KB)

Abstract

ABSTRACT Soybean is a shrubs crop that grow upright. In the form of soy protein, it can be used as an industrial material that is processed into foods, such as: milk, MSG, pastries, candies and edible meat industry. Crusher knife is one of the main components in the soymilk maker, which plays as crusher that crush soybeans into perfect soymilk. This research  was aimed to design, test, analyze and compare the effectiveness between  two types of crusher knives with blades of different shapes to be applied on soymilk maker. The parameters observed were the effective capacity of the tool, yield, economic analysis, cost of digestion of soy beans, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR). The results showed the capacity of the equipment are 6.14 kg/h, the yield obtained in making the soymilk using a non serrated knife was 64.4%, while using a serrated knife was 61.84%, cost of manufacture of soymilk was Rp. 1903.18/kg in the  year 1, Rp. 1813.04/kg in year 2, Rp. 1783.02/kg in year 3, Rp. 1724.18/kg in year 4, and Rp. 1722.72/kg in year 5, break even point it was 31.860 kg/year, Net present value of this equipment with an interest rate of 8% was Rp. 189.285.7881,7 and its internal rate of return was 47%, then the equipment was worth to used. Keywords: blade, soymilk maker. ABSTRAK Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati. Pisau penghancur merupakan salah satu komponen utama pada alat pembuat sari kedelai, dimana pisau penghancur berperan sabagai penghancur kedelai sehingga menjadi sari kedelai yang sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, menguji, menganalisis serta membandingkan tingkat efektivitas antara dua jenis pisau penghancur dengan bentuk mata pisau yang berbeda terhadap penggunaannya pada alat pembuat sari kedelai. Parameter yang diamati adalah Kapasitas efektif alat, Rendemen, Analisis ekonomi, Biaya pelumatan biji kedelai, Break Even Point (Perhitungan Titik Impas), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas alat  6,14 kg/jam, Rendemen yang didapat pada alat pembuat sari kacang kedelai dengan menggunakan pisau tidak bergerigi adalah sebesar 64,4%, sedangkan menggunakan pisau bergerigi adalah 61,84%, biaya pembuatan sari kedelai sebesar Rp. 1.903,18/kg pada tahun pertama, Rp. 1.813,04/kg pada tahun ke-2, Rp. 1.783,02/kg pada tahun ke-3, Rp. 1.724,18/kg pada tahun ke-4, dan Rp. 1.722,72/kg tahun ke-5, break even point apabila telah menghasilkan sari kedelai dengan memproses kedelai sebanyak 31.860 kg/tahun, Net present value alat ini dengan suku bunga 8% adalah Rp. 189.285.7881,7 dan Internal rate of return pada alat ini adalah sebesar 47%, berarti alat ini layak untuk diusahakan. Kata kunci : mata pisau, alat pembuat sari kedelai.
UJI KERAPATAN KERANJANG PENIRIS PADA ALAT PENIRIS TIPE SENTRIFUGAL (Hole Density Test of Centrifugal Drainer) Ryandy Santoso; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.429 KB)

Abstract

ABSTRACT Fruit chips is one of agricultural commodity processing results and also an attempt to extend the shelf-life of the commodity. Therefore, every process in the processing must be optimal , especially in the draining process. The purpose of this research was to test the hole density of basket on centrifugal drainer to see the quality of chips produced. The research was conducted from July to September 2014 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Agricultural Faculty, USU using a simple research design on basket with density of 4 mesh, 16 mesh, 25 mesh, 36 mesh, and 49 mesh. Parameters measured were effective capacity of the drainer, the amount of oil that was drained, and the percentage of defects in draining banana chips. The results showed that the hole density had highly significant effect on the three parameters. The best type of basket density was KK3 ( 25 mesh ) with the effective capacity of 9.6333 kg/h, the amount of the drained oil was 3.6667 % , and the percentage of defects was 9.6667 %. Keywords : chips drainer, basket density, chips quality   ABSTRAK Keripik buah adalah salah satu hasil pengolahan komoditi pertanian yang juga merupakan upaya untuk memperpanjang umur simpan komoditi tersebut. Oleh karena itu setiap proses dalam pengolahannya haruslah optimal, terutama dalam proses penirisannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kerapatan keranjang peniris pada alat peniris tipe sentrifugal terhadap kualitas keripik buah yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2014 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, USU dengan menggunakan model percobaan sederhana yaitu pada jenis kerapatan keranjang 4 mesh, 16 mesh, 25 mesh, 36 mesh, dan 49 mesh. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase minyak yang ditiriskan, dan persentase kerusakan hasil pada proses penirisan keripik pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kerapatan memberikan pengaruh berbeda nyata pada pengamatan ke tiga parameter. Jenis kerapatan keranjang terbaik adalah KK3 (25 mesh) dengan kapasitas efektif alat sebesar 9,6333 kg/jam, banyaknya minyak yang ditiriskan sebesar 3,6667%, dan persentase kerusakan hasil sebesar 9,6667%. Kata Kunci : alat peniris keripik, kerapatan keranjang, kualitas keripik
Co-Authors Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Acwil Putra Munir Adian Rindang Adian Rindang Adian Rindang Adian Rindang Agra Izwan Agus Roy Butar-Butar Ahmad Rizan Fadli Ainun Rohana Ainun Rohana Ainun Rohana Ainun Rohanah Alex Candra Pardede Alin Maya Sari Alvario Kesturi Amanda Buna Satria Siregar Andre Gromico Napitupulu Andreas Sembiring Anthoni Lumbantobing Anwar Manik Arsenius Ardinata Tarigan Asri Bernitzky Saragi Asrita Yohana Siallagan Bela Velila Viska Yunita Bobby Arisandi Chairunnisa Ritonga Dara Dhayanara David Halomoan Sidabutar Dea Annisa Putri Dennis Satria Detyara Imani Didy Hikmah Utama Dita Anastasia Sarah Zurenahusla Dodi Mowo Asmoro Doli Arlando Manik Dwi Ary Ertanto Edi Susanto Elfani Oktianto Elvianty Brahmana Endah Andarini Erdi K.L. Tobing Eri Sutiawan Fachrizal Sinaga Fadli Elsyah Pasaribu Faris Faisal Rahman Febrina Medyanti Sinaga Febriyan Fadli Filli Andriani Freddy Kancan Sembiring Geri Aldian Sagala Gita Ferry Husain Manalu Gusmil Diana Br. Sitepu Hadryanus Simanjuntak Haryanto Rohman Siregar Herdianze Novalina Pasaribu Indri Tamara Pulungan Ira Septiana Pasaribu Irhami Adha Irvan Immanuel Silalahi Ita Sidauruk Ivan Jonathan Ivan Yolessa Butar-Butar Jerry Simanjuntak Jhon Erikson Tarigan Jonathan Austin Pasaribu Jonsion Purba Josafat Simanjuntak Justira Mai Nora Siregar Krisna Tri Prabowo Lourent Sirait Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Luthfan Minhal Luvi Harmayanvi Harahap M.Firdaus Anzala Kahfi Lubis M.Rezeki Murad Maldini Daulay Margaretta Bukit Mhd Fadil Muchlis Raja Uhum Muhammad Adli Resya Muhammad Afandi Muhammad Arif Gilang Pratama Muhammad Bayu Handoko Muhammad Eko Hardiyansyah Muhammad Yandriza Fanni Muhammad Yusuf Mustafa Parlindungan Nasution, Delima Lailan Sari Nazif Ichwan Nazif Ichwan Nazif Ichwan Nency Situmorang Netty Sinaga Nico Pakpahan Norman Wilson Sidabariba Purweni Hardiana Putri Candra Ayu Raja Bagus Hariawan Agung Remon Purba Rika Martineza Angkat Riki Rikardo Sinaga Rio Baruna Sirait Riswanti Sigalingging Riswanti Sigalinggling Rizki Aminullah Lubis Robert Tio Hutagalung Robi Salim Rambe Rossiana Sianturi Ryandy Santoso Safriyanto Safriyanto Samuel Haposan Sari Azhira Siregar Sartono Hasugian Saud Pangihutan Serinita Barus Shella Kairunisa Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggaben Sumono Sumono Sumono Sumono Sumono Sumono Syahnan Riady Nasution T.Anwar Faiz Taufik Rizaldi Untung Utoyo Vanya Aulidya Vovoandwivo Mandatya Winanda Pardhanu Winda Savitri Ritonga Wira Pratama Yuki Febrina Sirait Zulficar Zk Zultix Las Risanta Zulvi Arwana Fakih