Saipul Bahri Daulay
Progran Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian USU

Published : 110 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI BERBAGAI LEVEL KECEPATAN RPM PADA ALAT PENYANGRAI KOPI MEKANIS TIPE ROTARI (MODIFIKASI) TERHADAP KUALITAS HASIL (Testing of Several RPM Speed of Mechanical Coffee Roasters Type Rotary on The Quality of The Product) Muhammad Afandi; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.767 KB)

Abstract

ABSTRACT Test ing process of several rpm Speed of mechanical coffee roasters type rotary on the quality of the product, is interesting to note. This research was held to design, construct and  test, ing of the coffee roaster parameters observed ware effective capacity, yield and organoleptic test. It was summerised that the effective capaeity of this equipment was 2.76 kg/hr, the yield percentage was 79.25%, and the organoleptic test was 2.45% (color). Keywords: Coffee, RPM, Effective Capacity, Yield, Organoleptic Test. ABSTRAK Proses uji berbagai level kecepatan RPM pada alat penyangrai kopi mekanis tipe rotari terhadap kualitas hasil, merupakan hal menarik untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat serta menguji, parameter yang diamati adalah kapasitas alat, rendemen dan uji organoleptik.Dari hasil penelitian diperoleh kapasitas alat sebesar 2.76kh/jam, rendemen yang didapat sebesar 79.25% dan Uji organoleptik yang didapat 2,45% (warna). Kata Kunci : Kopi, RPM, Kapasitas Alat, Rendemen, Uji Organoeptik.
UJI BERBAGAI DIAMETER PULI PADA ALAT PENCETAK TERASI (Pulley Diameter Test on the Shrimp Paste Molder) Untung Utoyo; Saipul Bahri Daulay; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.231 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste molder that had been designed previously was not effective in process, so the author suspect that the performance of the machine will be better if pulley with right diameters is used. The research’s purpose is to examine the effect of various pulley diameter on the effective capacity, yield, and the percentage of left material of the shrimp paste molder. This research was conducted in November 2015 to January 2016 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan. The parameter sobserved were effective capacity, yield and the percentage of left material on the shrimp paste molder. The result shows that the highest effective capacity was 106,41 kg/hour at treatment  D1 with 2 inch pulley diameter, the highest yield was treatment D1with 2 inch pulley diameter (66,6%), and the percentage of material left behind was the lowest at treatment of D1 with 2 inch pulley diameter (33,4%). From Duncan Multiple Range Tests it was found that the pulley diameter had highly significant effect on the effective capacity and had significant effect on yield and percentage of material left behind. Keywords: Molder, Pulley, Shrimp Paste ABSTRAK   Alat pencetak terasi yang telah dirancang sebelumnya dinilai kurang efektif dalam pengolahannya, sehingga penulis menduga akan terjadi perubahan kinerja alat apabila digunakan puli dengan diameter yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai diameter puli terhadap kapasitas efektif alat, rendemen, dan persentase bahan tertinggal pada alat pencetak terasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015 hingga Januari 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, rendemen dan persentase bahan tertinggal. Dari hasil penelitian diperoleh kapasitas efektif alat tertinggi terdapat pada perlakuan D1 yaitu dengan diameter puli 2 inci sebesar 106,41 kg/jam, rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan D1 yaitu dengan diameter puli 2 inci sebesar 66,6%, dan persentase bahan tertinggal yang terendah terdapat pada perlakuan D1 yaitu dengan diameter puli 2 inci sebesar 33,4%. Dari pengujian DMRT diperoleh bahwa diameter puli pada alat pencetak terasi memberikan pegaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat dan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap rendemen dan persentase bahan tertinggal.   Kata kunci: Alat Pencetak, Puli, Terasi
RANCANG BANGUN ALAT PENGEPRES MINYAK KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) SEMI MEKANIS (Design and Construction of Semi Mechanic Peanut (Arachis hypogaea L.) Oil Press) Nico Pakpahan; Saipul Bahri Daulay; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.611 KB)

Abstract

ABSTRACT Compression process is one step of getting oil from the plant, such as peanut . The postharvest processing’s purpose is to make the agricultural product have a higher economic value compared to the product without processed. The purpose of this research was to design, build and test of semi mechanic peanut oil press. The parameters observed were effective capacity, and economic analysis.The results showed that the effective capacity was 2,79 kg/hour. Main cost in the semi mechanic oil press was Rp 3041,18/kg for first year; Rp 3047,62/kg for the second year; Rp 3054,06/kg for the third year; Rp 3061,12/kg for the fourth year and Rp 3068,69/kg for fifth year. BEP in the semi mechanic peanut oil press was 135,22 kg for first year; 141,96 kg for the second year; 149,09 kg for the third year; 156,71 kg for the fourth year and 164,85 kg for fifth year. NPV at 6,5% semi mechanic peanut oil press was Rp 66.087.806,07/year and internal Rate of Return of this equipment was 45,9 %. Keywords: peanut, pressing tool, peanut oil. ABSTRAK   Pengepresan merupakan salah satu cara untuk mengambil minyak yang terdapat pada tumbuhan, salah satu contohnya kacang tanah. Proses pengolahan pascapanen bertujuan agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat dan menguji alat pengepres minyak kacang tanah semi mekanis. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat sebesar 2,79 kg/jam. Biaya pokok alat pengepres minyak kacang tanah semi mekanis Rp 3041,18/kg untuk tahun pertama; Rp 3047,62/kg untuk tahun kedua; Rp 3054,06/kg untuk tahun ketiga; Rp 3061,12/kg untuk tahun keempat dan Rp 3068,69/kg untuk tahun kelima. BEP pada alat pengepres minyak kacang tanah semi mekanis sebesar 135,22kg pada tahun pertama; 141,92kg pada tahun kedua; 149,09kg pada tahun ketiga; 156,71kg pada tahun keempat dan 164,85kg pada tahun kelima. NPV alat pengepres minyak kacang tanah semi mekanis pada suku bunga 6,5% sebesar Rp 66.087.806,07/tahun dan nilai internal rate of return alat ini adalah sebesar 45,9 %. Kata kunci: kacang tanah, alat pengepres, minyak kacang tanah.
SISTEM INFORMASI TANAMAN PERKEBUNAN KABUPATEN DELI SERDANG BERBASIS ANDROID (Plantation Crops Information System in Deli Serdang Based on Android) Asri Bernitzky Saragi; Saipul Bahri Daulay; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.017 KB)

Abstract

ABSTRACT Mobile devices are now becoming common things used by many people. As many of these mobile devices using Android operating system, therefore many application created and developed to provide convenience for users to access information or performing their daily activities. Plantation is the most developed type of business in society at this time. Surely plantations of information is very important information for people who want to open their plantation area to find out plantation product in a region. This study was aimed to create an information system of plantation crops especially those located in Deli Serdang which can be accessed through the application of mobile devices  using Android operating system. Selected commodities were oil palm, rubber and cocoa, which covered the whole district located in Deli Serdang regency. The applications could show production and the number of workers in each district. In addition, the application also included features that could display the location on a map of the plantation. Keyword : Android, Deli Serdang, Information System, Mobile Device, Plantation ABSTRAK   Perangkat bergerak saat ini sudah menjadi benda yang umum digunakan oleh banyak orang.  Banyaknya penggunaan perangkat bergerak terutama yang menggunakan sistem operasi Android membuat banyak juga aplikasi yang dibuat dan dikembangkan untuk memberi kemudahan bagi pengguna dalam mendapatkan informasi ataupun melakukan aktifitas sehari-hari. Perkebunan merupakan jenis usaha yang paling berkembang dalam masyarakat pada saat ini. Tentunya informasi tanaman perkebunan merupakan informasi yang sangat penting bagi masyarakat  yang akan membuka lahan perkebunan untuk mengetahui tanaman perkebunan yang menghasilkan pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem informasi tanaman perkebunan terkhusus yang berada di Kabupaten Deli Serdang yang dapat diakses melalui aplikasi perangkat bergerak bersistem operasi Android.  Komoditas yang dipilih yaitu kelapa sawit, karet dan kakao. Sedangkan wilayahnya mencakup seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Deli serdang. Dalam uji coba aplikasi yang dibuat dapat menampilkan produksi dan jumlah pekerja yang ada di tiap kecamatan. Selain itu aplikasi juga dilengkapi fitur yang dapat menampilkan lokasi kebun di peta. Kata kunci : Android, Deli Serdang, Perkebunan, Perangkat Bergerak, Sistem Informasi.
UJI BERBAGAI KECEPATAN PUTARAN PADA ALAT PENGGILING TULANG SAPI KERING (Test of Various Rotation Speed of Dry Cow Bone Miller) Dara Dhayanara; Lukman Adlin Harahap; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.942 KB)

Abstract

ABSTRACT One of the biggest livestock waste is bone. The handling of bone waste that have often been done is by hoarding. Another way that can be done to overcome bone waste problem is by processing them into bone powder. Bone powder is produced through few steps, one of them is by bone milling using bone miller. The aim of this research are to test the effect of rotation speed of dry cow bone miller on processing capacity, yield capacity, and material losses. The results showed that the highest processing capacity was at 5320 RPM that is 12,63 kg/hour, the highest result capacity was at 5320 RPM that is 10,81 kg/hour, and the highest persentage of material left on the device was at 5320 RPM that is 14,33%. Key words: Dry Cow Bone Miller, Rotation Speed of Device, Waste ABSTRAK Salah satu limbah hewan ternak terbesar yaitu tulang. Penanganan limbah tulang yang sering dilakukan yaitu dengan melakukan penimbunan. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan limbah tulang yaitu dengan mengolahnya menjadi tepung tulang. Tepung tulang dihasilkan melalui beberapa tahapan, salah satunya adalah penggilingan tulang yang dilakukan menggunakan alat penggiling tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kecepatan putaran pada alat penggiling tulang sapi kering terhadap kapasitas olah, kapasitas hasil, dan persentase bahan tertinggal di alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas olah tertinggi terdapat pada kecepatan putaran 5320 RPM sebesar 12,63 kg/jam, kapasitas hasil tertinggi terdapat pada kecepatan putaran 5320 RPM sebesar 10,81 kg/jam, dan persentase bahan tertinggal di alat tertinggi terdapat pada kecepatan putaran 5320 RPM sebesar 14,33%.   Kata kunci: Alat Penggiling, Kecepatan Putaran Alat, Limbah, Tulang Sapi Kering
RANCANG BANGUN ALAT PENGGILING TEBU (Saccharum spp) STAINLESS STEEL TIPE MULTI ROLL (Design and Construction of Sugar Cane (Saccharum spp) Stainless Steel Multi Roll Type Grinder) David Halomoan Sidabutar; Achwil Putra Munir; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.316 KB)

Abstract

ABSTRACT Essence of sugar produced from sugar cane plant. Sugar cane milling is the separation of essence of sugar and bagasse. This research was developed to design, build, test, and analyzed the economic value of sugar cane milling. The parameters observed were effective capacity, and economic analysis. This research were conducted from August to October 2016 at the laboratory Agriculture Engineering, Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara. This research shown the effective capacity of the equipment were 80,38 kg/hour. Economic analysis was analyzed just in five years; production cost were Rp. 116.704,37/kg, Rp. 110.059,4173/kg, Rp. 107.847,5003/kg, Rp. 106.743,4643/kg dan Rp. 106.082,4252/kg. Break even point (BEP) were 84,7 kg/year, 45,66 kg/year, 32,66 kg/year, 26,18 kg/year, and 22,29 kg/year. Internal rate of return (IRR) were 46,46 %. Keywords : Design and Construction, Multi Roll Type Grinder, Sugar Cane ABSTRAK   Tebu merupakan tanaman yang mengandung sari gula. Penggilingan tebu adalah pemisahan sari tebu dan ampas tebu. Penelitian ini adalah mengenai merancang, membuat, menguji, serta menganalisis nilai ekonomis alat penggiling tebu. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat adalah sebesar 80,38 kg/jam, sementara analisis ekonomi menunjukkan bahwa biaya pokok untuk tahun pertama sampai tahun kelima berturut-turut yaitu Rp. 116.704,37/kg, Rp. 110.059,4173/kg, Rp. 107.847,5003/kg, Rp. 106.743,4643/kg dan Rp. 106.082,4252/kg. Nilai titik impas (BEP) adalah sebanyak 84,7 kg/tahun, 45,66 kg/tahun, 32,66 kg/tahun, 26,18 kg/tahun dan 22,29 kg/tahun berturut-turut untuk tahun pertama hingga tahun kelima. Internal rate of return (IRR) adalah sebesar 46,46%. Kata Kunci : Alat Penggiling Tipe Multi Roll, Rancang Bangun, Tebu
UJI PENGARUH KONDISI BAHAN DAN LAMA WAKTU PENYULINGAN PADA ALAT PENYULING TIPE UAP DAN AIR TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI TANAMAN KENCUR (Kaempfaria Galanga, L) (Study of The Effect of Material Conditions and Distillation Time (using Essential Oil Steam Dea Annisa Putri; Saipul Bahri Daulay; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.368 KB)

Abstract

ABSTRACT   Kaempfaria Galanga, L is one of the medicinal plant and has been widely recognized in Indonesia. This plant also one of the essential oil resources which is being developed because of its high economic value. This research was aimed to know the effect of dried material condition and distillation time on the yield of the oil. The Kaempfaria Galanga oil was isolated by steam and water distillation. Treatments in this research were dried material condition by 3 level (18, 20 and 22 hours), and distillation time by 3 level (3, 4 and 5 hours). This experiment used three repetitions using factorial complete random design. Based on this research, it was summarized that the best yield was 0,28% with condition of 20 hours drying and 3 hours distillation. The colour of Kaempfaria Galanga oil was yellow-red and solubility in alcohol 90% was (1 : 1 –      1 : 2,5). Keywords : Kaempfaria Galanga, Essential oil, Yield. ABSTRAK   Kencur merupakan salah satu jenis tanaman obat dan merupakan tanaman yang sudah dikenal luas di Indonesia. Tanaman ini juga merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang sedang diusahakan untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi kering bahan dan lama penyulingan terhadap rendemen minyak yang dihasilkan. Isolasi minyak kencur dilakukan dengan metode penyulingan uap dan air. Perlakuan dalam penelitian ini adalah kondisi kering bahan dengan 3 taraf (18, 20 dan 22 jam) dan lama penyulingan dengan 3 taraf (3, 4 dan 5 jam). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh rendemen minyak terbaik dari kombinasi perlakuan kondisi bahan pengeringan 20 jam dan lama penyulingan 3 jam dengan rendemen 0,28%. Warna minyak kencur adalah kuning-merah dan kelarutan dalam alkohol 90% 1 : 1.   Kata Kunci : Kaempfaria Galanga, L., Minyak Atsiri, Rendemen.
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS DEKOMPOSER DAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT SEBAGAI AKTIVATOR (The Compost Making from Empty Fruit Bunch Using Several Decomposer and Palm Oil Mill Effluent As Act Dennis Satria; Ainun Rohana; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.193 KB)

Abstract

ABSTRACT Compost is a result of plant waste decomposition due to the microorganism decomposition. Therefore it needs a decomposer to fasten organic decomposition. This research was done in March until August 2016 in Palm Oil Research Centre Laboratory of North Sumatera and Agricultural Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, USU, Medan, using non factorial completely randomized design with 2 types of MOL, i, e, Microbe-Lift MOL and EM-4 MOL. Measured parametres were comparison of C/N, pH, yield and moisture. The result showed that there was no significant different between the Microbe-Lift MOL and EM-4 MOL in the case of C/N, pH, yield and moisture. Key words: Compost, Decomposer, Empty Fruit Bunch, Palm Oil ABSTRAK   Kompos merupakan hasil pelapukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Oleh sebab itu perlu adanya dekomposer untuk mempercepat penguraian bahan organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2016 di Laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit Sumatera Utara dan Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU, Medan, dengan menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 2 jenis MOL yaitu Microbe-Lift dan Larutan EM-4. Parameter yang diamati adalah perbandingan C/N, pH, rendemen dan kadar air. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh pemberian MOL Microbe-Lift dan MOL Larutan EM-4 dalam hal perbandingan C/N, pH, rendemen dan kadar air.   Kata kunci: Dekomposer, Kelapa Sawit, Kompos, Tandan Kosong
UJI KOMODITI PADA ALAT PENCACAH SAMPAH ORGANIK (Test of Some Commodities on Organic Waste Grater) Jonathan Austin Pasaribu; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.661 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was aimed to test the types of commodity on organic waste grater. The research was conducted to determine the types of commodity to get optimal effectiveness and efficiency of the equipment, the percentage of deposit on the equipment and percentage of losses. The research was conducted using non-factorial randomized block design with types of commodity of corn cob, cocoa pod husk and oil palm empty fruit bunch . Observed parameters were the effective capacity of the grater, yield, percentage of material deposited on the equipment and the percentage of losses. The results showed that the types of commodity had significantly affected the effective capacity, the percentage of material deposited on the grater and the percentage of losses and had no effect on yield. The highest effective capacity was obtained on corn cob i.e. 104,25 kg/hour with the yield of 90%, the percentage of material deposited on the equipment was 5,33% and the percentage of losses was 4,67%. Keywords : The Types of Commodity, Organic Waste Grater. ABSTRAK   Penelitian ini adalah uji komoditi pada alat pencacah sampah organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis komoditi yang baik hingga mendapatkan efektifitas dan rendemen yang optimal, serta persentase bahan tertinggal dan persentase kehilangan bahan yang rendah. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yaitu jenis komoditi tongkol jagung, kulit kakao dan tandan kosong kelapa sawit. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, rendemen, persentase bahan tertinggal dan persentase kehilangan bahan. Hasil penelitian menunjukkan jenis komoditi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat, persentase bahan tertinggal, dan persentase kehilangan bahan dan berbeda tidak nyata terhadap rendemen. Jenis komoditi yang terbaik dari hasil pengujian ini adalah pada tongkol jagung yaitu kapasitas efektif alat sebesar 104,25 kg/jam dengan rendemen 90%,  persentase bahan tertinggal 5,33%, dan persentase kehilangan bahan 4,67%.   Kata kunci: Jenis Komoditi, Pencacah Sampah Organik.
UJI VARIASI UKURAN LUBANG SARINGAN PADA ALAT PENGGILING TULANG SAPI KERING (The Effect of Sieve Hole Size Variation of Dry Cow Bone Miller) Shella Kairunisa; Lukman Adlin Harahap; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.628 KB)

Abstract

ABSTRACT The esixtance of livestock bone waste in Indonesia is high enough due to high consumption of livestock meat. The amount of bone waste can pollute the environment if not addressed further. One of the usage of bone waste is through processing into bone powder. Bone powder was produced by milling using bone miller. The aim of this research was to test effect of sieve hole size of dry cow bone miller on water content of bone powder, yield, material losses and the fineness of bone powder. The results showed that the lowest water content of bone powder was at sieve hole size of 250 mesh i.e. 0,203 %, the highest yield was at sieve hole of 150 mesh i.e. 96,667 %, the lowest material losses was at sieve hole of 150 mesh i.e.2 % and the highest  uniformity of bone powder was at sieve hole of 200 mesh i.e. 52,767 %. Keywords: Dry Cow Bone Miller, Bone Waste, Size Of Sieve Hole. ABSTRAK   Keberadaan limbah tulang ternak di Indonesia cukup tinggi akibat tingginya total konsumsi daging hewan ternak. Banyaknya limbah tulang dapat mencemari lingkungan apabila tidak dilakukan penanganan lebih lanjut. Salah satu pemanfaatan limbah tulang yaitu dengan cara diolah menjadi tepung tulang. Tepung tulang dapat dihasilkan dengan cara digiling menggunakan alat penggiling tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ukuran lubang saringan pada alat penggiling tulang sapi kering terhadap kadar air tepung tulang, rendemen, bahan tertinggal dan kehalusan saringan tepung tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tepung tulang terendah terdapat pada ukuran lubang saringan 250 mesh sebesar 0,203 %, rendemen tertinggi terdapat pada ukuran lubang saringan 150 mesh sebesar 96,667 %, bahan tertinggal terendah terdapat pada ukuran lubang saringan 150 mesh sebesar 2 % dan keseragaman tepung tulang tertinggi terdapat pada ukuran lubang saringan 200 mesh sebesar 52,767 %   Kata kunci: Alat penggiling tulang sapi kering, Limbah tulang, Ukuran lubang saringan.
Co-Authors Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Acwil Putra Munir Adian Rindang Adian Rindang Adian Rindang Adian Rindang Agra Izwan Agus Roy Butar-Butar Ahmad Rizan Fadli Ainun Rohana Ainun Rohana Ainun Rohana Ainun Rohanah Alex Candra Pardede Alin Maya Sari Alvario Kesturi Amanda Buna Satria Siregar Andre Gromico Napitupulu Andreas Sembiring Anthoni Lumbantobing Anwar Manik Arsenius Ardinata Tarigan Asri Bernitzky Saragi Asrita Yohana Siallagan Bela Velila Viska Yunita Bobby Arisandi Chairunnisa Ritonga Dara Dhayanara David Halomoan Sidabutar Dea Annisa Putri Dennis Satria Detyara Imani Didy Hikmah Utama Dita Anastasia Sarah Zurenahusla Dodi Mowo Asmoro Doli Arlando Manik Dwi Ary Ertanto Edi Susanto Elfani Oktianto Elvianty Brahmana Endah Andarini Erdi K.L. Tobing Eri Sutiawan Fachrizal Sinaga Fadli Elsyah Pasaribu Faris Faisal Rahman Febrina Medyanti Sinaga Febriyan Fadli Filli Andriani Freddy Kancan Sembiring Geri Aldian Sagala Gita Ferry Husain Manalu Gusmil Diana Br. Sitepu Hadryanus Simanjuntak Haryanto Rohman Siregar Herdianze Novalina Pasaribu Indri Tamara Pulungan Ira Septiana Pasaribu Irhami Adha Irvan Immanuel Silalahi Ita Sidauruk Ivan Jonathan Ivan Yolessa Butar-Butar Jerry Simanjuntak Jhon Erikson Tarigan Jonathan Austin Pasaribu Jonsion Purba Josafat Simanjuntak Justira Mai Nora Siregar Krisna Tri Prabowo Lourent Sirait Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Lukman Adlin Harahap Luthfan Minhal Luvi Harmayanvi Harahap M.Firdaus Anzala Kahfi Lubis M.Rezeki Murad Maldini Daulay Margaretta Bukit Mhd Fadil Muchlis Raja Uhum Muhammad Adli Resya Muhammad Afandi Muhammad Arif Gilang Pratama Muhammad Bayu Handoko Muhammad Eko Hardiyansyah Muhammad Yandriza Fanni Muhammad Yusuf Mustafa Parlindungan Nasution, Delima Lailan Sari Nazif Ichwan Nazif Ichwan Nazif Ichwan Nency Situmorang Netty Sinaga Nico Pakpahan Norman Wilson Sidabariba Purweni Hardiana Putri Candra Ayu Raja Bagus Hariawan Agung Remon Purba Rika Martineza Angkat Riki Rikardo Sinaga Rio Baruna Sirait Riswanti Sigalingging Riswanti Sigalinggling Rizki Aminullah Lubis Robert Tio Hutagalung Robi Salim Rambe Rossiana Sianturi Ryandy Santoso Safriyanto Safriyanto Samuel Haposan Sari Azhira Siregar Sartono Hasugian Saud Pangihutan Serinita Barus Shella Kairunisa Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggaben Sumono Sumono Sumono Sumono Sumono Sumono Syahnan Riady Nasution T.Anwar Faiz Taufik Rizaldi Untung Utoyo Vanya Aulidya Vovoandwivo Mandatya Winanda Pardhanu Winda Savitri Ritonga Wira Pratama Yuki Febrina Sirait Zulficar Zk Zultix Las Risanta Zulvi Arwana Fakih