Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Aplikasi Allimni Al-Arabiyah  dalam Meningkatkan Maharah Al-Kalam Mahasiswi Semester IV (C) Ma`had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar Sumiati Sumiati; Anshar Anshar; Nurul Ilmah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan memberikan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa arab. Pemanfaatan aplikasi berbasis digital menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, khususnya maharah al-kalam, yang sering dianggap sulit oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk mendukung peningkatan maharah al-kalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Aplikasi Allimni Al-‘Arabiyah pada Mahasiswi Semester 4 (C) Sore Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar dan untuk mengetahui Efektivitas Aplikasi Allimni Al-‘Arabiyah dalam Meningkatkan Maharah Al-Kalam Mahasiswi Semester 4 (C) Sore Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah mahasiswi kelas C sore yang dipilih dengan teknik quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Allimni Al-‘Arabiyah dalam pembelajaran bahasa arab berlangsung secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam prosesnya, aplikasi ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan tidak monoton. Mahasiswi menjadi lebih aktif, antusias, serta terlibat langsung dalam praktik berbicara melalui latihan hiwar, pengulangan audio, dan role play. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan aplikasi Allimni Al-‘Arabiyah terbukti secara signifikan dalam meningkatkan maharah al-kalam. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 68,18 (pretest) menjadi 81,36 (posttest), hasil uji Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi < 0,001 < 0,05, serta tidak adanya lagi mahasiswi dalam kategori cukup dan kurang pada hasil posttest 0%. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa aplikasi Allimni Al-‘Arabiyah efektif secara signifikan dalam meningkatkan maharah al-kalam mahasiswi.
Landasan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Analisis Teologis, Filosofis, Psikologis, Sosiologis, dan Teknologis Nurul Ilmi; Sulfiadi Sulfiadi; Andika Fahmil Hamdani Alim; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di berbagai satuan pendidikan formal masih kerap dirancang tanpa mengacu pada landasan yang jelas, sehingga arah, isi, dan proses pembelajarannya rentan tidak relevan dengan kebutuhan peserta didik maupun tuntutan zaman, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian-penelitian terdahulu umumnya membahas landasan kurikulum secara umum atau membahas satu landasan secara terpisah, sehingga integrasi antara landasan naqli (wahyu) dan landasan aqli (ilmiah) secara khusus pada kurikulum PAI belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep landasan pengembangan kurikulum PAI serta keterkaitannya dengan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar epistemologis. Penelitian ini memposisikan diri sebagai pelengkap kajian Al-Toumy dan Zais tentang landasan kurikulum dengan menghadirkan pemetaan eksplisit pada konteks PAI. Penelitian menggunakan desain kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, menghimpun data dari Al-Qur'an, buku, dan artikel jurnal, yang dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) landasan kurikulum PAI adalah pijakan konseptual yang menjamin arah, relevansi, dan kebermaknaan kurikulum; (2) terdapat lima landasan utama, yaitu teologis, filosofis, psikologis, sosiologis, dan ilmu pengetahuan-teknologi; (3) kelima landasan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan ayat-ayat Al-Qur'an tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum PAI yang kokoh menuntut integrasi simultan antara landasan naqli dan aqli, dengan kontribusi praktis berupa kerangka acuan bagi pengembang kurikulum di tingkat satuan pendidikan.
Kurikulum Nasional Dan Kurikulum PAI Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Muh.Akbar; Rukaeni Rukaeni; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep Kurikulum Nasional dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), model-model pengembangan kurikulum, serta kontekstualisasi penerapannya dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pembahasan dilakukan menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur, peraturan, dan referensi ilmiah yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Nasional berperan sebagai acuan dalam mewujudkan standar pendidikan yang bermutu, sedangkan Kurikulum PAI berfungsi mengembangkan kompetensi spiritual, moral, dan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Islam. Pengembangan kurikulum memerlukan model yang sistematis dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Dalam implementasinya, Kurikulum PAI perlu dikontekstualisasikan melalui integrasi nilai-nilai keislaman dengan Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran yang kontekstual, penguatan moderasi beragama, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sinergi antara Kurikulum Nasional dan Kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, kompeten, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.
Pinsip dan Model Pengembangan Kurikulum Sandi Sandi; Nur Aida; Sultan Haerun; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum merupakan proses sistematis yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat pengembangan kurikulum, menguraikan prinsip-prinsip umum yang menjadi landasan dalam penyusunannya, serta menganalisis berbagai model pengembangan kurikulum yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Pembahasan dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum harus berpedoman pada lima prinsip utama, yaitu relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas agar kurikulum mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan zaman. Selain itu, terdapat beberapa model pengembangan kurikulum yang memiliki karakteristik berbeda, di antaranya model administratif, model grass roots, model Beauchamp, model Taba, model Tyler, dan model hubungan interpersonal. Masing-masing model memiliki kelebihan dan keterbatasan sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik lembaga pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, prinsip dan model pengembangan kurikulum perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sehingga tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan spiritual peserta didik. Dengan demikian, pengembangan kurikulum menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.