Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PASIEN APENDISITIS SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI RS HAJI DARJAD SAMARINDA PERIODE 2019-2020 Khamila, Shifa; Limas, Peter Ian
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24833

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan akut pada apendiks vermiformis yang disebabkan oleh obstruksi luminal. Penyebab obstruksi luminal beragam, termasuk fecal stasis, fekalit dan hiperplasia limfoid, neoplasma, dan parasit seperti ascaris yang menyumbat. Indonesia memiliki insiden apendisitis akut tertinggi di Asia Tenggara yaitu dengan prevalensi 0.05%. Saat pandemi terjadi peningkatan penundaan konsultasi dan tindakan operasi yang menyebabkan banyak pasien mengalami komplikasi menjadi gangren, apendisitis perforasi atau pembentukan abses peri-apendikular. Jumlah pasien apendektomi menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan minggu-minggu sebelum Covid-19. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan karakteristik pasien apendisitis sebelum dan saat pandemi Covid-19 di RS Haji Darjad Samarinda periode 2019-2020. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini menggunakan 184 responden yang didapatkan jumlah pasien apendisitis sebelum pandemi COVID-19 yaitu tahun 2019 sebanyak 92 pasien dan jumlah pasien apendisitis saat pandemi COVID-19 yaitu tahun 2020 sebanyak 92 pasien. Diperoleh terdapat perbedaan karakteristik berupa jenis kelamin dan kadar leukosit pasien, dimana pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan dan pasien yang mengalami leukositosis lebih banyak dan dengan nilai p < 0,001 (nilai p < 0,05). Untuk karakteristik yang lain seperti usia (p = 0,672), diare (p = 1), nyeri kuadran kanan bawah (p = 0,684), suhu tubuh (p = 1), denyut nadi (p = 1), dan lama rawat (p = 0,201) tidak terdapat perbedaan pada tahun 2019 dan 2020 karena nilai p > 0,05.
SKRINING ANTROPOMETRI PADA PRIA DAN WANITA USIA PRODUKTIF DALAM RANGKA PENCEGAHAN OBESITAS DI KALAM KUDUS II, KELURAHAN DURI KOSAMBI, JAKARTA Limas, Peter Ian; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Jap, Ayleen Nathalie; Destra, Edwin
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32326

Abstract

Obesity is a condition that occurs when the body has too much fat and is not balanced with the amount of muscle it has. Obesity is an increasing health problem and has a major impact on mortality and morbidity. Anthropometrics has an important role in screening a person's health status, one of which is obesity, so that by carrying out anthropometric screening, it is hoped that prevention and management of a person's health status can be correlated with obesity. This community service activity is carried out using the PDCA method which focuses on anthropometric screening and health education. Anthropometric screening measures parameters such as body weight, height, waist circumference, and hip circumference, which are important indicators for evaluating the risk of developing obesity. Therefore, anthropometry plays an important role in identifying risks and enabling the rapid and effective implementation of early interventions. Education regarding the importance of physical activity and healthy eating habits is included in this activity, so it is hoped that it can become a basis for maintaining and improving the quality of life and long-term health for the community. ABSTRAK Obesitas adalah kondisi yang muncul saat tubuh memiliki jumlah lemak yang terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan jumlah otot yang dimiliki, obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan mempunyai dampak besar terhadap mortalitas dan morbiditas. Antropometri memiliki peran penting dalam skrining status kesehatan seseorang, yang salah satunya adalah obesitas, sehingga dengan dilakukannya skrining antropometri, diharapkan dapat dilakukan pencegahan dan tatalaksana terhadap status kesehatan seseorang yang terkorelasi dengan obesitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode PDCA yang berfokus pada skrining antropometri dan edukasi kesehatan. Skrining antropometri mengukur parameter seperti berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul, yang merupakan indikator penting untuk mengevaluasi risiko terjadinya obesitas. Oleh karena itu, antropometri berperan penting dalam mengidentifikasi risiko dan memungkinkan penerapan intervensi dini secara cepat dan efektif. Edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan sehat diikutsertakan dalam kegiatan ini, sehingga diharapkan dapat menjadi landasan bagi menjaga dan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang bagi masyarakat