Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Parasocial Relationship, Promotion, and Perceived Usefulness on Customer Loyalty in TikTok Livestream Atik Zanzabila; Kurniawati Kurniawati; Renny Risqiani
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3 (2026): Juli
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v14i3.10755

Abstract

The rapid growth of social media and e-commerce has positioned TikTok as a prominent platform for livestreaming commerce, with high user engagement in Indonesia. This study aims to examine the effects of parasocial relationship, promotion, and perceived usefulness on purchase behavior and customer satisfaction, and their implications for customer loyalty within the Stimulus–Organism–Response (SOR) framework. A quantitative approach was employed using purposive sampling, involving 308 active TikTok users aged 18 years and above who had watched and purchased through TikTok livestreams. Data were collected via an online questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS Software. The findings reveal that parasocial relationship significantly influence purchase behavior, while purchase behavior and customer satisfaction have significant positive effects on customer loyalty. Promotion significantly affects customer satisfaction, whereas perceived usefulness does not.
Pengaruh Consumer Innovativeness dan Pemasaran Digital terhadap Perilaku Kesehatan Protektif Adelard Davista; Kurniawati Kurniawati; Febri Ardani; Taffania Diva Qur'ana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5402

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Benefits dan Consumer Innovativeness terhadap Health-Protective Behaviors dalam konteks keterlibatan media sosial dan layanan kesehatan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, mencakup pengguna layanan kesehatan digital dan pihak yang memiliki pengalaman terkait layanan kesehatan. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin yang terdiri atas 21 indikator. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling dengan dukungan SPSS dan AMOS 24 untuk menguji validitas, reliabilitas, kesesuaian model, hubungan langsung, dan peran mediasi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan seluruh instrumen memiliki factor loading di atas 0,40 dan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,60 sehingga dinyatakan valid dan reliabel. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Perceived Benefits berpengaruh positif terhadap Health-Protective Behaviors dengan estimasi 0,263 dan nilai p 0,005. Consumer Innovativeness berpengaruh positif terhadap Health-Protective Behaviors dengan estimasi 0,729 dan nilai p 0,000, serta berhubungan positif dengan Perceived Benefits dengan estimasi 0,820 dan nilai p 0,000. Consumer Innovativeness juga memperkuat hubungan Perceived Benefits terhadap Health-Protective Behaviors dengan estimasi 0,774 dan nilai p 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat dan keterbukaan terhadap inovasi digital mendorong konsumen menerjemahkan informasi kesehatan menjadi tindakan protektif. Strategi pemasaran digital perlu menekankan manfaat yang jelas, informasi yang kredibel, interaksi yang mudah, serta peningkatan literasi kesehatan digital untuk mendukung perilaku kesehatan masyarakat.