Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA KELAS IX-B DI SMP NEGERI 5 TARAKAN) Gusriyanti Putri, Sri; Listiani, Listiani; Nursia, Nursia
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ptk.v11i1.15872

Abstract

Abstract The low interest in leraning among students in science subject can be partially attributed to the  use of conventional teaching models that do not angage students in the learning process. Therefore, it is necessary to take action to addres this issue by implementing a learning model that actively involves students, namely Problem Based Learning (PBL). Through Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and Mc Taggart model over two cycles, this study aims to enhance the learning interest of students in science subject in Class IX-B at SMP Negeri 5 Tarakan. To assess the implementation of learning and students’ learning interest, instruments such as student activity observation sheets and learning interest questionnaires were utilized. The result of the study indicate that the implementation of the PBL model can increase students’ interest in learning science in Class IX-B at SMP Negeri 5 Tarakan over two learning cycles. Overall, based on the indicators in the reserch instrument, the most significant increase in learning interest was observed in the indicators of interest in the teacher and concentration in learning, while the lowest increase was in the indicator of thoroughness in learning. Observations of student learning activities also showed an increase from the pre-cycle to Cycle I and Cycle I to Cycle II. In Cycle I, 60% of students were active, whereas in Cycle II, 77% of students were active. This indicates an increase in student activeness from Cycle I to Cycle II by 17%. This demonstrates that the implementation of the PBL model is effective in creating an interactive and relevant learning environment, making it a viable alternative strategy for enhancing students’ interest in learning science. Keywords: Student Learning Interest, Student Learning Activities, Science Learning, Problem Based Learning Model   Abstrak Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA dapat disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindak lanjut untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa yaitu Problem Based Learning. Melalui penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan MCTaggart dalam dua siklus, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas IX-B di SMP Negeri 5 Tarakan. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan minat belajar siswa maka digunakan indtrumen berupa lembar observasi aktivitas siswa dan lembar angket minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas IX-B SMP Negeri 5 Tarakan. Setiap indikator minat belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II. Secara keseluruhan berdasarkan indikator dalam instrument penelitian, minat belajar yang mengalami peningkatan paling tinggi, adalah pada indikator tertarik pada guru dan konsentrasi dalam belajar sedangkan indikator dengan peningkatan paling rendah adalah teliti dalam belajar. Hasil obsevasi terhadap aktivitas belajar siswa juga menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 60% sedangkan pada siklus II siswa yang aktif sebanyak 77%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 17%. Hal ini menunjukkan penerapan model PBL efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga dapat diterapkan sebagai strategi alternatif dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci: Minat Belajar Siswa, Aktivitas Belajar siswa, Pembelajaran IPA, Model Pembelajaran Problem Based Learning   
Sosialisasi Pemanfaatan Daun Mangga Harum Manis sebagai Teh Kaya Antioksidan untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat Indramayu Luzyawati, Lesy; Hamidah, Idah; Listiani, Listiani; Asanuri, Nurul; Amanda, Citra; Yasashi, Sanaz
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i2.349

Abstract

Keberlimpahan pohon mangga di Indramayu belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, peluang inovasi usaha terhitung masih kurang. Hal ini dapat ditingkatkan dengan inovasi usaha baru dengan memanfaatkan potensi yang ada tanpa harus modal yang besar seperti melakukan pemasaran melalui digital marketing. Dari permasalahan tersebut dilaksanakannya sosialisasi pemanfaatan daun manga dan pelatihan digital marketing. Tujuan diselenggarakannya sosialisasi dan pelatihan ini yaitu memberikan 1) informasi, pengetahuan, edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan potensi daun mangga harum manis untuk dijadikan teh yang kaya antioksidan serta penuh manfaat yang dapat diterima oleh masyarakat, 2) memberikan informasi, pengetahuan, edukasi dan keterampilan dalam pembuatan teh hijau daun mangga gedong gincu serta analisis usaha sebagai salah satu inovasi usaha untuk meningkatkan ekonomi kreatif. 3) Memberikan informasi, pengetahuan, edukasi dan keterampilan dalam digital marketing berupa branding produk dan pembuatan konten digital. Metode pelaksanaannya yaitu wawancara dan survei, pembuatan produk, sosialisasi pemanfaatan daun mangga, uji daya terima, sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat tentang pembuatan produk, pengemasan, dan pemasaran, serta tahap evaluasi. Adapun hasil yang dicapai yaitu pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan daun mangga mengalami peningkatan signifikan dengan rata-rata sebesar 50 dan pemahaman tentang digital marketing mengalami peningkatan signifikan dengan rata-rata sebesar 51. Dampak nyata terhadap masyarakat adalah adanya inovasi usaha yang dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan daun mangga harum manis menjadi the yang kaya antioksidan.
Penyuluhan Bahaya Perilaku Bullying Pada Siswa/i SMP Negeri 6 Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Iqbal, Mohammad; Usman, Usman; Nuralan, Sitti; Ahmad, Fandi; Listiani, Listiani; Idris, Nuramaliah; Melyani, Melyani
TOLIS MENGABDI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tm.v1i2.531

Abstract

Bullying merupakan tindakan yang berulang-ulang dan disengaja untuk mempermalukan, menyakiti orang lain secara fisik, verbal, atau emosional. Kondisi ini kemungkinan dapat pula terjadi di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara. Tujuan pengabdian adalah  memberikan pengaruh positif kepada siswa agar tidak terjadi perundungan di lingkungan sekolah, keluarga atau masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2023 yang mempertemukan 35 siswa SMP Negeri 6 Tolitoli Utara, dengan mengusung tema “Edukasi bahaya bullying pada siswa sekolah SMP Negeri 6 Tolitoli Utara”. Kegiatan pengabdian ini berjalan efektif. Metode penyuluhan yang dilakukan melalui ceramah, dan tanya jawab terbukti dapat meningkatkan antusias para iswa/siswi SMP Negeri 6 Tolitoli Utara dan memahami dengan apa yang telah disampaikan. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pihak sekolah SMP Negeri 6 Tolitoli Utara dan juga dari Kepala Desa Teluk Jaya. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Factors Influencing Mothers’ Interest In Monitoring Infant Development at Fathya General and Maternity Clinic, Medan Putri, Miranda Sari; Listiani, Listiani; Mahmudiah, Mahmudiah; Tampubolon, Manis Nopel P.; Misma, Misma; Paninsari, Debora
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20087

Abstract

ABSTRACT Monitoring infant development is essential to ensure optimal achievement both physically and cognitively. In Indonesia, the implementation of infant monitoring still faces various challenges, particularly those related to maternal sociodemographic factors. This study aims to identify the sociodemographic factors that influence mothers’ interest in monitoring infant development at Fathya General and Maternity Clinic in Medan in 2024. The study employs a cross-sectional design involving 30 mothers with infants aged 0–12 months, selected using simple random sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed descriptively using SPSS. The results indicate that the majority of respondents belong to the 25–35 years age group (50%), with higher education being the dominant level (43.3%), and 53.3% of the respondents are housewives. The distribution of mothers’ interest in monitoring infant development shows that 50% of respondents stated “Disagree,” 33.3% “Agree,” and 16.7% “Strongly Agree,” with no respondents choosing “Strongly Disagree.” These findings suggest that although most respondents have a high educational background, their interest in monitoring infant development is not optimal. Enhancing educational and socialization programs regarding the importance of infant monitoring is necessary to encourage more proactive participation among mothers. Keywords: Knowledge, Age, Education, Interest, Infant Development ABSTRAK Pemantauan tumbuh kembang bayi sangat penting untuk memastikan pencapaian optimal baik secara fisik maupun kognitif. Di Indonesia, pelaksanaan pemantauan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan faktor sosiodemografi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi minat ibu dalam pemantauan tumbuh kembang bayi di Klinik Umum dan Bersalin Fathya Medan pada tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan, dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 25–35 tahun (50%), dengan tingkat pendidikan yang dominan adalah Perguruan Tinggi (43,3%), serta 53,3% merupakan ibu rumah tangga. Distribusi minat ibu dalam pemantauan tumbuh kembang bayi memperlihatkan bahwa 50% responden menyatakan “Tidak Setuju”, 33,3% “Setuju”, dan 16,7% “Sangat Setuju”, sedangkan tidak terdapat responden yang memilih “Sangat Tidak Setuju”. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, minat dalam pemantauan tumbuh kembang bayi belum optimal. Peningkatan program edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemantauan bayi perlu dilakukan untuk mendorong partisipasi ibu secara lebih proaktif. Kata Kunci: Pengetahuan, Usia, Pendidikan, Minat, Tumbuh Kembang Bayi
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING & SOLVING (PPS) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN NUMERIK SISWA SDN 2 TAMBUN MENGGUNAKAN MEDIA DAKOTA TRADISIONAL Listiani, Listiani; Hamna, Hamna; Mustakim, Mustakim
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34878

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi model pembelajaran Problem Posing & Solving (PPS) dengan menggunakan media dakota di SDN 2 Tambun untuk meningkatkan pemahaman numerik siswa kelas I. Penelitian ini dilakukan karena terdapat siswa yang belum mencapai ketuntasan nilai 70 akibat pemahaman yang kurang dalam berhitung, menyebutkan angka, dan menuliskan jawaban. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan instrumen yang divalidasi oleh ahli dan praktisi. Pada siklus pertama, ketuntasan klasikal adalah 66,6% di pertemuan I dan 37,5% di pertemuan II. Namun, pada siklus kedua, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 75% di pertemuan I dan 87,5% di pertemuan II. Penggunaan media dakota tradisional (dakon matematika) sebagai alat peraga terbukti efektif dalam membantu siswa menghitung penjumlahan dan pengurangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman numerik siswa pada setiap siklus, menjadikannya sebagai landasan yang baik untuk proses kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Tambun.