Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN SKALA USAHATANI JAGUNG DI DESA SINGGAMANIK KECAMATAN MUNTE KABUPATEN KARO Christhoper Eka Trasta; Marlinda Apriyani; Teguh Budi Trisnanto; Sutarni Sutarni
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.8945

Abstract

This study aims to determine the level of income and the use of production factors on corn production in Singgamanik Village. This research was carried out from February 2021 to May 2021. Sampling used the slovin formula, which is a formula or formula to calculate the minimum number of samples if the behavior of a population is not known with certainty. Data analysis uses income analysis and Cobb-Douglass function analysis. The results showed that maize farming in Singgamanik Village was profitable and feasible to run because it had an R/C ratio of 2.37. The average income of corn farmers is Rp. 17,245,865 per hectare. Production factors of land area, seeds, urea, NPK, and pesticides have a simultaneous effect on corn production, while labor does not simultaneously affect corn production with a percentage of production variation of 97.5%. The corn production process in Singgamanik Village is at an increasing level of business (increasing return to scale), meaning that if an addition is made to the use of production factors, it will produce additional production with a larger proportion.
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Padi Sawah tanpa Pestisida Kimia Sutarni Sutarni; Annisa Fitri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.055 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1168

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia dan melakukan studi kelayakan finansial usahatani padi sawah di Desa Rejoasri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kriteria investasi dengan indikator NPV, IRR, dan Net BC ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang digunakan dalam usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia sebesar Rp 11.999.194,69 per ha per siklus, dengan penerimaan sebesar Rp 29.017.476,92 per ha per siklus. Keuntungan yang diperoleh dalam usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia sebesar  Rp 17.018.282,23 per ha per siklus, dengan R/C rasio diperoleh sebesar 2,4182 artinya bahwa setiap  satu rupiah biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia akan memperoleh penerimaan (TR) sebesar 2,42,.  Usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia di Desa Rejo Asri menggunakan tiga indikator kriteria investasi NPV, IRR, dan Net B/C ratio menunjukkan bahwa usaha tersebut memiliki prospek yang baik dan layak (feasible) untuk dikembangkan.   
Analisis Keuntungan Dan Titik Impas (Break Even Point) Industri Rumah Tangga Tahu Di Kecamatan Punggur Muhammad Zaini; Sutarni Sutarni; Teguh Budi Trisnanto
Jurnal Ilmiah ESAI Vol 1 No 1 (2007)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/esai.v1i1.1365

Abstract

The gool of this research is to calculate the total of cost, total of revenue and advantage of effort, determining amount of tired output time and of condition BEP, determining influence of price change of output and input to amount output and assess the BEP, and also determine the amount produce the minimum and price sell normal. Research at home industry in Sidorahayu Punggur Lampung Tengah with the method survai.  Result of research indicate that the mean produce the soybean cake reach 8.919,53 cutting per day, at the price of selling soybean cake of mean Rp 71,18,- per cutting, Advantage obtained in home industry know equal to Rp 1.913.343,98,- per month, with the total expense equal to Rp 17.373.060,38,-. per month. Condition BEP reached at the time of home industry productive soybean cake equal to 96.080,23 cutting per month, and sell the output of equal to Rp 6.838.849,77 per month. If producer wish the profit of equal to 30 % from total expense hence minimum sale have to reach 630.088,23 cutting per month or Rp 44.832.406,43 per month. Price sell normal if producer wish the profit 30% total expense equal to Rp 84,40,00. If input price go up 15 % and price output remain to hence home industry at condition do not profit. Kata Kunci:  Pedapatan, Titik Impas, Industri rumahtangga
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Branding Produk Hilir Kakao di Suka Agung Bulok Tanggamus Lampung Dayang Berliana; Analianasari Analianasari; Fadila Marga Saty; Rima Maulini; Sutarni Sutarni; Fitriani Fitriani; Kurnia Rimadhanti Ningtyas
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110532

Abstract

Pekon Suka Agung merupakan salah satu pekon di Kecamatan Bulok yang memiliki luas lahan kering tertinggi untuk budi daya kakao. Kelompok tani di Pekon ini telah membudi dayakan kakao sejak tahun 1998 serta memperoleh hibah bantuan Dana Aspirasi berupa Fasilitas Pengelolaan Biji Kakao November 2020. Pembentukan kelompok tani Sido rukun 5 sejak tahun 2016 dengan jumlah anggota kelompok tani berjumlah 24 orang aktif serta luas garapan 37 ha. Sarana prasarana pengolahan produk cokelat yang dimiliki kelompok tani Sido rukun 5 tergolong cukup memadai. Sarpras tersebut berasal dari Bantuan Dana Aspirasi untuk memproduksi bubuk cokelat dan coco butter. Merek produk cokelat yang dihasilkan bernama Kihako. Namun,  kemasan dan label produk belum variatif, inovatif dan menarik.  Promosi maupun penjualan produk bubuk cokelat masih terbatas lokal. Penerapan digital marketing belum dilakukan secara optimal oleh anggota kelompok. Oleh karenanya perlunya penguatan branding produk melalui pengenalan platform pemasaran digital dan pendampingan promosi kepada anggota kelompok. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan menjadikan produk kelompok mampu bersaing secara kompetitif di tingkat regional hingga nasional. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tentang pembuatan desain kemasan dan label produk bubuk cokelat yang variatif, inovatif dan menarik dan meningkatkan pengetahuan kelompok tentang pembuatan materi promosi dan penerapan digital marketing. Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Kelompok Sido Rukun 5 adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa sebanyak 90% peserta PKM setuju adanya peningkatan pengetahuan petani tentang pentingnya kemasan, desain, dan label produk serta 90% juga peserta PKM siap menerapkan  digital marketing dalam meningkatkan daya saing produk anggota poktan.  Kemasan yang dimiliki anggota kelompok setelah adanya kegiatan PKM menjadi lebih variatif dan desainnya lebih menarik. Sebanyak 90% anggota kelompok tani juga siap menerapkan promosi digital pada akun-akun media sosial yang dimiliki.