Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SEMAR

Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Branding Produk Hilir Kakao di Suka Agung Bulok Tanggamus Lampung Dayang Berliana; Analianasari Analianasari; Fadila Marga Saty; Rima Maulini; Sutarni Sutarni; Fitriani Fitriani; Kurnia Rimadhanti Ningtyas
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110532

Abstract

Pekon Suka Agung merupakan salah satu pekon di Kecamatan Bulok yang memiliki luas lahan kering tertinggi untuk budi daya kakao. Kelompok tani di Pekon ini telah membudi dayakan kakao sejak tahun 1998 serta memperoleh hibah bantuan Dana Aspirasi berupa Fasilitas Pengelolaan Biji Kakao November 2020. Pembentukan kelompok tani Sido rukun 5 sejak tahun 2016 dengan jumlah anggota kelompok tani berjumlah 24 orang aktif serta luas garapan 37 ha. Sarana prasarana pengolahan produk cokelat yang dimiliki kelompok tani Sido rukun 5 tergolong cukup memadai. Sarpras tersebut berasal dari Bantuan Dana Aspirasi untuk memproduksi bubuk cokelat dan coco butter. Merek produk cokelat yang dihasilkan bernama Kihako. Namun,  kemasan dan label produk belum variatif, inovatif dan menarik.  Promosi maupun penjualan produk bubuk cokelat masih terbatas lokal. Penerapan digital marketing belum dilakukan secara optimal oleh anggota kelompok. Oleh karenanya perlunya penguatan branding produk melalui pengenalan platform pemasaran digital dan pendampingan promosi kepada anggota kelompok. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan menjadikan produk kelompok mampu bersaing secara kompetitif di tingkat regional hingga nasional. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tentang pembuatan desain kemasan dan label produk bubuk cokelat yang variatif, inovatif dan menarik dan meningkatkan pengetahuan kelompok tentang pembuatan materi promosi dan penerapan digital marketing. Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Kelompok Sido Rukun 5 adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa sebanyak 90% peserta PKM setuju adanya peningkatan pengetahuan petani tentang pentingnya kemasan, desain, dan label produk serta 90% juga peserta PKM siap menerapkan  digital marketing dalam meningkatkan daya saing produk anggota poktan.  Kemasan yang dimiliki anggota kelompok setelah adanya kegiatan PKM menjadi lebih variatif dan desainnya lebih menarik. Sebanyak 90% anggota kelompok tani juga siap menerapkan promosi digital pada akun-akun media sosial yang dimiliki.
Circular Economy: Pemanfaatan Limbah Cascara di Sentra Agroforestri Kopi Pesawaran Analianasari Analianasari; Irmayani Noer; Dayang Berliana; Giffary Pramafisi Soeherman; Dina Tri Maryana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110540

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sentra agroforestri kopi pada kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan potensi produksi kopi robusta dan arabika yang signifikan. Proses honey sosoh menghasilkan biji kopi berkualitas, namun juga menimbulkan limbah kulit kopi (cascara) yang belum dimanfaatkan optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Cascara mengandung senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti teh herbal dan eco-enzyme berbasis kulit kopi ceri. Melalui pendekatan circular economy, limbah cascara diubah menjadi sumber daya baru yang mendukung keberlanjutan pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Agroforestri Lestari pada tanggal 26 Juli 2025 melalui metode penyuluhan, demonstrasi cara, dan pelatihan partisipatif. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah cascara menjadi teh herbal serta produk eco-enzyme. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dan antusiasme dalam mengembangkan produk turunan, termasuk sabun, pupuk organik cair (POC), dan sanitizer. Implementasi circular economy pada pengolahan cascara terbukti mampu mengurangi limbah sekaligus mendorong inovasi produk ramah lingkungan yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal.