Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Tema Desain Berkelanjutan Pada Gelanggang Remaja di Kabupaten Gianyar: Bahasa Indonesia Made Gede Adi Upadana Arsitektur; I Putu Hartawan; I Nyoman Gede Maha Putra; Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.2.9776.1-9

Abstract

Gelanggang Pemuda is a social platform for teenagers which is planned as a place for informal education for teenagers aged 10-22 years for self-development through activities they like, to expand their interests and talents. The planning and creation of this Youth Center is a solution to provide space for teenagers to fill their free time, which can be a place for youth communities and events that are focused and provide benefits. The basic consideration for planning this youth center is to look at existing youth phenom ena, for example juvenile delinquency which can be minimized with the proposed youth center. The function that will be focused on the youth arena also takes into account the interests of teenagers in Gianyar district, which include sports and the arts. This youth center will apply a sustainable design theme with the basic concept of creativity and recreation, this is related to the social behavior of teenagers who like to spend time in interesting places while honing their interests or talents to become more creative.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Pelatihan Sepak Bola di Kabupaten Badung: Bahasa Indonesia Made Natha Sukma Arga; I Putu Hartawan; I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Gede Maha Putra; Kadek Putra Santika Narayana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9805.136-146

Abstract

Football is a popular sport in Indonesia, but experienced stagnation after Dutch colonialism due to lack of facilities and parental support. In Badung Regency, Bali Province, there has been an increase in the development of football, even though some clubs do not yet meet FIFA/PSSI standards. Of the 22 clubs, 18 have their own fields, but 4 clubs have to rent them. This affects player consistency and resource usage. Therefore, the construction of a football training center in Badung Regency is proposed to improve the facilities and quality of football in the area. This center will provide outdoor, indoor fields, changing rooms, fitness center, swimming pool, cafeteria and classrooms with modern designs that pay attention to functional and environmentally friendly aspects. It is hoped that this center will become an example for other regions in Indonesia and fulfill the community's needs in watching and developing football.
Perencanaan Dan Penataan Tukad Mas Di Banjar Teges Kawan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud I Putu Hartawan; I Nyoman Gede Maha Putra; I Gede Surya Darmawan
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tukad Mas adalah salah satu anak sungai yang membentang dari Desa Peliatan sampai ke Desa Mas melalui beberapa banjar antara lain, Banjar Yangloni, Banjar Teges Kawan, dan banjar-banjar di Desa Mas. Tukad Mas mempunyai beberapa potensi yaitu, debit air sungai yang tidak pernah kering, ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau dengan penataan landscape yang baik, serta dapat dibuatkan tempat pemandian warga di bibir tukad. Potensi lain adalah terdapat sumber air dari beji yang mengalir ke Tukad Mas. Perkembangan Ubud mejadi kawasan pariwisata turut memberikan dampak terhadap Tukad Mas di Banjar Teges Kawan. Area pinggir tukad yang pada umumnya terletak di belakang rumah (teba) banyak dimanfaatkan untuk pembangunan akomodasi penginapan. Pembangunan penginapan juga sampai ke area bibir tukad. Berdasarkan observasi awal ditemukan terdapat pembuangan limbah ke aliran air tukad. Hal tersebut menyebabkan keinginan warga sekitar untuk mandi dan mencuci pakian ke tukad berkuarang. Temuan lain adalah area tukad tidak terawat dan banyak warga yang membuang sampah ke area pinggir tukad. Berdasarkan permasalahan tersebut diusulkan beberapa solusi antara lain, pembersihan area tukad, perencanaan akses, penataan area pinggir tukad sebagai ruang terbuka hijau, penambahan artwork dan penggunaan material alami.
Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Dalam Kegiatan KKN-PPM Universitas Warmadewa Di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali I Putu Hartawan
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah masih belum terpecahkan seiring dengan meningkatnya pertumbahan penduduk di Indonesia. Beberapa upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangipermasalahan sampah, tetapi sampai sekarang belum membuahkan hasil. Permasalahan sampah jugaterjadi pada daerah yang berkembang menjadi kawasan pariwisata seperti di Desa Kelusa, KecamatanPayangan yang termasuk ke dalam Kawasan Pariwisata Ubud. Meliahat permasalahan tersebutUniversitas Warmadewa yang sedang melaksanakan program KKN mengangkat isu tentang sampahsebagai salah satu program kerja KKN. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lapanganditemukan permasalahan sampah disebabkan karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dalammemilah sampah plastik dan megolah sampah organik menjadi pupuk kompos dari lingkunganperumahan. Berdasarkan Analisa permasalahn tersebut mahasiswa KKN membuat program kerjaedukasi dengan metode sosilasasi pengolahan sampah berbasis sumber. Program kerja ini diharapkanmampu mengurangi kurasakan lingkungan karena sampah plastik dan sekaligus dapat mengurangi debitjumah sampah yang dihasilkan masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mahasiswadan masyarakat menyadari bahaya dari sampah jika tidak diperhatikan dengan serius.
PKM Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penataan Beji Pura Dalem Di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten, Gianyar, Bali I Putu Hartawan; Cri Vinantya Laksmi Ida Ayu
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beji sangat berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata karena dipercaya menjadi tempat melukat oleh masyarakat umum untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani. Dalam perkembangannya tempat melukat yang sudah dilengkapi dengan sarana dan fasilitas penunjang banyak didatangi oleh masyarakat sekitar, masyarakat luar desa, dan wisatawan. Desa Lokaserana sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dengan potensi sumber air yang melimpah. Desa ini dilalui oleh Sungai Pakerisan, sehingga terdapat potensi sumber air yang besar di Desa ini. Pada Desa ini terdapat Beji Pura Dalem dengan potensi sumber mata air yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Berdasarkan observasi awal, kondisi fisik Beji Pura Dalem saat ini terdapat beberapa permasalahan seperti, akses sirkulasi yang kurang layak, tidak terdapat fasilitas penunjang jika dikembangkan menjadi tempat melukat, ruang terbuka hijau di sekitar beji yang belum teratata. Melihat permasahan tersebut maka diperlukan penataan Beji Pura Dalem agar dapat dikembangkan menjadi objek wisata dan juga dapat memberikan kenyamanan bagi warga sekitar yang akan sembahyang ke Beji Pura Dalam. Metode yang dugunakan dalam kegiatan ini yaitu survei bersama mitra, diskusi dengan mitra, dan pembuatan gambar penataan Beji Pura Dalem. Adapun solusi awal yang ditawarkan Tim PKM setelah berdiskudi dengan mitra yaitu, penataan akses dan penambahan fasilitas-fasilitas penunjang seperti ruang untuk melukat, ruang ganti, dan toilet. Hasil pengabdian ini adalah dokumen penataan dan perancangan yang nantinya akan dipakai acuan dalam proses kontruksi dan juga untuk membuat usulan pengajuan dana.
Implementation of the Water Park Concept of Traditional Balinese Architecture in Improvement Comfort Thermal at Captain Mudita Bangli Park I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Putu Hartawan
Architectural Research Journal Vol. 3 No. 2 (2023): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.3.2.2023.50-54

Abstract

Comfort thermal is absolute thing for body human, therefore human always try conditioning environment to achieve comfort thermal for his body. Outdoor space is one a place where humans operate. Object in This research is environment planned construction with apply element architecture external supported by architectural concepts traditional Balinese. See condition that, there is opportunity and important to learn characteristics comfort thermal water park. This research aims to find out factor comfort thermal and outdoor factors in the Field Captain Mudita Bangli. Field Captain Mudita Bangli chosen as location study Because own characteristic typical separately, as well role very important as support life people in Bangli. The purpose of This research is to find out spread condition thermal, knowing big influence factor external to condition thermal and the influence of water park spatial models according to Balinese traditional concepts. architecture comfort thermal. The results of this research can be become base for architects to build and design water park that can operate optimally. In this research, method comparison and simulation used to visualize condition comfort thermal on the subject research. From the results of this simulation, it can be used to find out influence factor external and architectural concept traditional Balinese towards comfort thermal object research.
The Concepts of Planning in Architecture and Environtment to Mitigate Tsunami Disaster Case Study: Semawang Beach, Denpasar, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; Putu Hartawan
Architectural Research Journal Vol. 3 No. 2 (2023): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.3.2.2023.55-62

Abstract

Bali won the title of “World's Favorite Tourist Destination Destination” at the 2020 PVK Award. This title is inseparable from the many natural and cultural tourist objects that attract local and foreign tourists to visit Bali, one of which is Semawang Beach, Denpasar. The wide, white and shallow coastal area, calm sea conditions, a favorite place to enjoy the sunrise, the many gazebos and tourism accommodations, the location near Ngurah Rai International Airport is the main attraction for tourists. However, according to information from the Head of the National BMKG Prof. Dwikorita Karnawati said that the southern region of East Java and Bali, including Semawang Beach, has the threat of an earthquake accompanied by a tsunami in the future which we cannot predict exactly when it will occur. Based on this, it can be concluded that what is the solution, especially from the engineering side, especially architecture, which creates beaches that are safe for tourists to visit in the form of permeable architectural and environmental models that support tsunami disaster mitigation. Specifically for the first year, the existing model will be evaluated first so that it is hoped that in the second year a permeable design model will be produced. This study uses a descriptive qualitative approach using observation data, surveys, and documents. The research instruments were coastal base maps, total station tools, laser meters, stationery, autocad and 3d sketchup software, cameras and computers. The research which is planned for 9 months in the first year is expected to produce findings of evaluation of existing permeable architectural and environmental models in supporting tsunami disaster mitigation in the Semawang Beach area, Denpasar in terms of evacuation rescue routes, protective areas, safe zones, open spaces, facilities general disaster response, and determinants of disaster response in spatial planning and buildings.
PKM Pengempon Pura Dalam Penyusunan Masterplan Penataan Pura Bungli Di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali I Putu Hartawan; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani; I Nyoman Gede Maha Putra
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Bungli terletak di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Berdsarkan wawancara dengan pemangku, Pura Bungli adalah salah satu Pura yang dikelola oleh soroh Bendesa Manik Mas yang bermukin di Desa Peliatan dan Desa Mas. Dalam perkembangannya banyak masyarakat sekitar yang sembahyang ke Pura ini dan juga banyak terdapat soroh Bendesa Mas yang diluar dari Desa Mas dan Desa Peliatan mulai sembahyang ke Pura ini, sehingga diperlukan ruang sembahyang yang lebih luas dan fasilitas pendukung kegitan ritual. Ditinjau berdasarkan kondisi eksiting, pada Pura ini hanya terdapat satu pelinggih utama dengan beberapa prasasti di dalamnya. Kondisi pelinggih ini sudah memprihatinkan, dan bangunan pelinggih harus segera diperbaiki. Terdapat beberapa identifikasi permasalahan antara lain, pada area utama (jeroan) diperlukan pelinggih untuk prasasti dan bale penunjang, diperlukan fasilitas penunjang seperti toilet, gudang, dan ruang untuk parkir kendaraan, diperlukan perencanaan akses menuju ke area parkir, terdapat beberapa akses yang rusak dan ruang terbuka yang belum tertata dengan baik. Metode yang dugunakan dalam kegiatan ini yaitu survei bersama mitra, FGD, dan pembuatan gambar masterplan penataan Pura Bungli. Adapun solusi awal yang ditawarkan Tim PKM setelah berdiskudi dengan mitra yaitu, penambahan pelinggih dan bale penunjang di area utama, perencanaan ruang penunjang di area belakang pura, perencanaan akses di menuju di pinggir pura, penataan ruang terbuka disekitar area pura.