Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING MENGGUNAKAN APLIKASI TELEGRAM TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 7 MAKASSAR Sukmawati Sukmawati; Muh. Tawil; Muhammad Aqil Rusli
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v6i2.22236

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: 1) besar peningkatan hasil belajar IPA peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran E-Learning menggunakan aplikasi Telegram, 2) besar peningkatan hasil belajar IPA peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran E-Learning menggunakan aplikasi WhatsApp 3) perbedaan hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Makassar yang diajar dengan model pembelajaran E-Learning menggunakan aplikasi Telegram dan WhatsApp.Jenis penelitianadalah quasy experiment dengan desainNonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas VIII SMPN 7 Makassar. Sampel dipilih secara purposive sampling dan diperoleh masing-masing 20 peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol.Instrumen berupates hasil belajar yang hasilnya dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) hasil belajar IPA peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran E-Learning menggunakan aplikasi Telegram mengalami peningkatan dengan N-Gain 0,58 pada kategori sedang, 2) hasil belajar IPA peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran E-Learning menggunakan aplikasi whatsapp mengalami peningkatan dengan N-Gain 0,29 pada kategori rendah, 3) terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran E-Learning menggunakan aplikasi Telegram dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP ILMIAH DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 BARRU Nurlaelah Nurlaelah; Muh. Tawil; Ramlawati Ramlawati
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v6i3.22245

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survey yang bertujuan untuk mengetahui: (1) tinggi tingkat sikap ilmiah kelas VIII SMPN 2 Barru, (2) tinggi tingkat keterampilan proses sains kelas VIII SMPN 2 Barru, dan (3) ada tidaknya hubungan yang signifikan antara sikap ilmiah dengan keterampilan proses sains peserta didik pada pelajaran IPA kelas VIII SMPN 2 Barru. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dengan sampel sebanyak 94 peserta didik dari 122 populasi. Instrumen berupa angket sikap ilmiah dan tes keterampilan proses sains berupa soal pilihan ganda melalui link google form yang sudah divalidasi. Analisis kevalidan menerapkan analisis gregory, sikap illmiah dan keterampilan proses sains memperoleh koefisien konsistensi 100% maka instrumen tersebut memiliki tanggapan konsistensi yang kuat. Teknik analisis data yaitu deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian ditemukan: (1) Sikap ilmiah peserta didik kelas VIII SMPN 2 Barru memiliki rata-rata skor keseluruhan sebesar 84,06 termasuk dalam kategori tinggi, (2) Keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMPN 2 Barru memiliki rata-rata skor keseluruhan sebesar 10,44 termasuk dalam kategori rendah, dan (3) terdapat hubungan positif tetapi tidak signifikan antara sikap ilmiah dengan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMPN 2 Barru
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 30 MAKASSAR Nida Alfiah Khazanah; Hasanuddin Hasanuddin; Muh Tawil
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v5i2.26585

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui : (1) Besar hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII sebelum dan setelah diberikan model E-learning menggunakan aplikasi Google Classroom, (2) Besar hasil belajar IPA peserta didik perempuan dan laki-laki kelas VIII sebelum dan setelah   dilakukan  penerapan model E-learning menggunakan aplikasi Google Classroom, (3) Perbedaan hasil belajar IPA peserta didik laki-laki dan perempuan setelah dilakukan penerapan model E-learning menggunakan aplikasi Google Classroom. Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan One Group Pre-test Posttest Design. Populasi peserta didik kelas VIII SMPN 30 Makassar adalah 350 orang, sample dipilih dengan menggunakan teknik puprposive sampling sehingga terpilih 2 kelas sebanyak 40 peserta didik. Instrumen penelitian adalah pretest dan posttest berupa soal pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ditemukan: (1) Rata-rata skor hasil belajar IPA sebelum diajar adalah 46,40 (kategori rendah), (2) Rata-rata skor hasil belajar IPA peserta didik perempuan kelas VIII sebelum diajar adalah 48,46 (kategori rendah) dan setelah   diajar adalah 75,08 (kategori tinggi), (3) Skor hasil belajar IPA peserta didik laki-laki sebelum diajar adalah 42,27 (kategori rendah) dan setelah diajar adalah 71,42 (kategori tinggi), (4) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik laki-laki dan perempuan setelah penerapan model pembelajaran E-learning menggunakan aplikasi Google Classroom.
PENGEMBANGAN PROGRAM SIMULASI KOMPUTER BERBASIS VISUAL BASIC APPLICATION PADA PERKULIAHAN GELOMBANG DAN OPTIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF CALON GURU FISIKA Muhammad Tawil; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i1.810

Abstract

Abstract. This study aimed to increase creative thinking skills prospective teachers on the topic of wave and optical physics and to study the response of physics teacher candidates on a computer simulation based learning. To study how the characteristics of problem-basesd learning on the computer simulation matter wave in enhancing creative thinking skills of prospective teachers of physics? The research method used was a mixed methods research designs Embedded Experimental Model. The results found that there was an increase creative thinking of prospective teacgers on the topic wave physics in the high category and physics teacher candidate responses to learning based on computer simulation of matter wave is very positive as well as prospective physics teachers have no difficulty in following this learning. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika pada topik gelombang dan untuk mengetahui respon calon guru fisika terhadap pembelajaran berbasis simulasi komputer. Masalah penelitian bagaimana karakteristik pembelajaran berbasis simuasi komputer pada materi gelombang dan optika dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika? Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan disain penelitian Model Experimental Embedded. Hasil penelitian ditemukan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika pada topik gelombang dengan kategori tinggi dan respon calon guru fisika terhadap pembelajaran berbasis simulasi komputer pada materi gelombang sangat positif serta  calon guru fisika tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran ini. Kata kunci: simulasi komputer, keterampilan berpikir kreatif, topik gelombang, respon calon guru fisika
KOMPARASI PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR DENGAN UMPAN BALIK TERKOREKSI DAN TANPA TERKOREKSI PADA PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 RANTEPAO Dian Parimba; Aisyah Azis; Muhammad Tawil
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.026 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1461

Abstract

The Comparison between Giving Structured Assignment with Emendation Feedback and Giving Structured Assignment without Emendation Feedback in Physics Teaching towards Motivation and Learing Outcome of Students of XI Grade IPA SMA Negeri 1 Rantepao. This research is true experiment research that aims to know comparation of giving structured assignment with emendation feedback and feedback without emendation towards motivation and result of physics learning of the student class XI IPA SMAN 1 Rantepao Toraja Utara Regency. The research design is Solomon four-group design adaptation. The independent variables of this research are structured assignment with emendation feedback methods and structured assignment with feedback without emendation methods, whereas the dependent variable are motivation and result of physics learning of the students in the subject matter of fluid. The population in this reasearch is all of students at 9 clasess of XI IPA SMAN 1 Rantepao in academic year 2013/2014, meanwhile the sample is class XI IPA2 as an experiment class with 32 students and class XI IPA3 as control class with 32 students. The data were analyzed by t-test. Based on analysis of inferential statistics, t-count for motivation of physics learning = 5,961 while t-count for result of physics learning = 11,694 with t-table = 1,99 were obtained at significance level α = 0,05. These result indicate t-count > t-table and it can be concluded that there were significant differences in the motivation and result of physics learning between students who taught by structured assignment with emendation feedback methods and who taught by structured assignment with feedback without emendation methods. Abstrak: Komparasi Pemberian Tugas Terstruktur dengan Umpan Balik Terkoreksi dan Tanpa Terkoreksi pada Pembelajaran Fisika terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Rantepao. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sesungguhnya yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik terkoreksi dan tanpa terkoreksi terhadap motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain empat kelompok Solomon adaptasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik terkoreksi dan metode pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik tanpa terkoreksi, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik pada materi fluida. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Rantepao tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 9 kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 32 orang dan kelas XI IPA3  sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 32 orang. Data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial, diperoleh thitung untuk motivasi belajar fisika = 5,961 sedangkan thitung untuk hasil belajar fisika = 11,694 dengan ttabel = 1,99 pada taraf nyata α = 0,05. Hasil ini menunjukkan thitung > ttabel dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar fisika yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan metode pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik terkoreksi dan  peserta didik yang diajar dengan metode pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik tanpa terkoreksi.Kata Kunci:  tugas terstruktur, umpan balik, motivasi, hasil belajar
Understanding the Newton’s Motion Concept Through Qualitative and Quantitative Teaching Muhammad Amin Said; Muh. Tawil
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 8 No 1 (2022): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 8 Issue 1, J
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/1.08113

Abstract

This research aims to analyze the influence of qualitative teaching and quantitative pursuit on understanding the concept of motion Newton Student of Science Education Study Program of FMIPA UNM. The main objectives of this study were to obtain information: 1) the characteristics of pretest and post-test results of understanding of Newton’s motion concepts of students following qualitative teaching, 2) characteristics of pretest and post-test results of understanding of Newton’s motion concepts of students following quantitative teaching, 3) student activities, and 4) a significant difference understanding of Newton’s motion concepts of students who follow qualitative teaching and who follow quantitative teaching. The research method used is mixed. The embedded experimental model, the population of 100 student’s odd semester of 2019/2020 divided into group A of 50 students and group B of as many as 50 students. The techniques used for data collection were interviews and tests, and the data were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study were found in group A: 1) initial understanding of Newton’s concept based on Aristotelian’s theory of 30 students (60 percent), Impetus 15 students (30 percent), and Newton’s five students (10 percent). The post-test result of understanding Newton’s concept of motion is based on the theory of Aristotle for one student (2 percent), impetus’s theory for four students (8 percent), and Newton’s theory for 45 students (90 percent). In group B: 2) early understanding of Newton’s motion concept based on Aristotelian theory for 35 students (70 percent), Impetus theory for ten students (20 percent), and Newton’s theory for five students (10 percent). The post-test result of understanding Newton’s concept of motion based on the theory of Aristotle for five students (10 percent), Impetus theory for 35 students (70 percent), and Newton’s theory for ten students (20 percent); 3) student activity in following learning included in the high category, and 4) There is a significant difference understanding of Newton motion concept of students who follow qualitative teaching and who follow quantitative teaching. The study found that strict mathematical formulations do not foster the ability to comprehend the physical concept qualitatively. Students are generally only interested in solving physics problems that are manipulating numbers and equations. They are not passionate about the qualitative aspects of mathematical formulations.
Ekstrapolasi Keterampilan Ilmiah Melalui Penerapan Pembelajaran Projek Berbasis Presentasi Pada Calon Guru Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Di Masa Pandemic Covid-19 Muh. Tawil; Muhammad Aqil Rusli; Hasanuddin Bakara
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to explore the scientific attitudes and scientific skills of Natural Sciences teacher candidates by implementing presentation-based project learning. The number of research samples was 98 prospective teachers for the 2022/2023 academic year in the Science Education Study Program at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Makassar State University. The research method applied is quasi-pre-experimental method. The results of the descriptive statistical analysis found that: 1) 100 percent of science teacher candidates were active in participating in presentation-based project learning during the Covid-19 pandemic; 2) the responses of prospective science teachers to the implementation of project-based learning were very positive, 3) the average score of scientific attitudes was 49.49 which was included in the high category, 4) the average score of scientific skills was 91.54 which was included in the high category. The conclusion of presentation-based project learning can develop the scientific attitude of science teacher candidates. Recommendations: 1) presentation-based project learning can be applied in developing scientific attitudes and scientific skills, 2) presentation-based project learning can activate practicum activities during (online) during the Covid-19 pandemic.
Pelatihan Praktikum Sederhana Berbasis KIT IPA Fisika bagi Peserta Didik Kelas XII SMA Negeri 2 Campalagian Arie Arma Arsyad; Muh. Tawil; Muhammad Aqil Rusli
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 8 (2023): November (In Progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10143392

Abstract

Pembelajaran IPA Fisika di SMA Negeri 2 Campalagian masih belum pernah menggunakan KIT sehingga dalam mengajarkan pemahaman materi fisika kepada peserta didik masih sebatas penejelasan di kelas saja. Kondisi ini mendasari tim pengabdi dalam membantu guru mata pelajaran fisika di sekolah tersebut untuk menyiapkan peserta didik terampil dalam kegiatan praktikum. Metode yang digunakan untuk mencapai kegiatan tersebut adalah metode demonstrasi dan latihan mandiri. Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 23 orang dengan kegiatan praktikum sebanyak 6 unit, yaitu pengukuran, hukum Archimedes, suhu dan kalor, bidang miring, hukum Ohm, dan ayunan sederhana. Melalui kegiatan demosntrasi dan latihan mandiri, peserta didik mampu merangkai alat dan bahan untuk kegiatan praktikum, melakukan pengamatan dengan benar, dan menyimpulkan hasil praktikum berdasarkan data hasil pengamatan dengan benar. Hasil ini menunjukkan bahwa mitra terampil melakukan kegiatan praktikum berbasis KIT pada 6 uni percobaan.
Pelatihan Praktikum IPA Fisika bagi Peserta Didik di SMPN 1 Tinambung Muhammad Aqil Rusli; Muh. Tawil; Hasanuddin Hasanuddin
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 1 Number 1 Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v1i1.40147

Abstract

Pembelajaran IPA di SMPN 1 Tinambung semenjak pandemi Covid-19 sampai semester ganjil 2022 belum pernah memanfaatkan KIT IPA dalam mengajarkan keterampilan proses sains (KPS) kepada peserta didik. Kondisi ini yang mendasari tim pengabdi dalam membantu guru mata pelajaran IPA di sekolah tersebut untuk menyiapkan peserta didik yang terampil dan dapat diberdayakan sebagai tutor sebaya bagi peserta didik yang lain dalam kegiatan praktikum IPA. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode demonstrasi dan latihan mandiri. Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 6 orang dengan kegiatan praktikum sebanyak 4 unit percobaan, yaitu: gerak lurus berubah beraturan; kesetimbangan momen gaya; tekanan hidrostatis dan hukum pembiasan cahaya. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa peserta didik belum mengenal alat-alat praktikum, dan tidak mampu merangkai alat dan bahan untuk melakukan kegiatan praktikum IPA pada unit tersebut. Melalui kegiatan demonstrasi dan Latihan mandiri, peserta didik mampu: 1) merangkai alat dan bahan untuk kegiatan praktikum; 2) melakukan pengamatan dengan benar; 3) menyimpulkan hasil percobaan berdasarkan data hasil pengamatan dengan benar. Hasil ini menunjukkan bahwa mitra terampil melakukan kegiatan praktikum IPA fisika pada 4 unit percobaan.
Workshop Pengolahan Kedelai menjadi Soyghurt pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Bioteknologi Soyghurt MGMP IPA Kabupaten Maros Nurhayani H. Muhiddin; Sitti Rahma Yunus; Sitti Saenab; Muh. Tawil
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 2 Number 2 Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/jkm.v2i2.54458

Abstract

This Community Partnership Program implementation activity was carried out with the aim of providing education to the community, especially science teachers within the scope of the Maros Regency Science MGMP. This activity specifically aims to increase the knowledge and skills of science teachers in developing biotechnology for processing soybeans into fermented soy milk (Soyghurt). Evaluation of knowledge through filling out questionnaires. The results of the evaluation of service activities show that the average participant response to the process of making Soyghurt from the training material aspect is in the strongly agree (58%) and agree (42%) categories, while the training method aspect is in the strongly agree (68%) category. and the agree category (32%). Thus, it was concluded that overall, the training materials and methods of implementing service were considered useful and very effective in achieving training objectives, as well as providing positive learning experiences to participants.