Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Software Program Simulasi Komputer Berbasis Praktikum Laboratorium Virtual Bagi Calon Guru Ipa Muh. Tawil; Alimuddin Tampa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1078

Abstract

Permasalahan dalam pengabdian kepada masyarakat (PKM)  ini adalah kurangnya kemampuan calon guru Ilmu Pengetahuan alam (IPA) program studi pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Makassar membuat software program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual untuk memahami materi IPA yang bersifat abstrak dan alat-alat laboratoriumnya tidak tersedia. Tujuan Kegiatan ini  untuk: 1) meningkatkan kemampuan calon guru IPA membuat software  program simulasi komputer berbasis  praktikum laboratorium virtual;  2) meningkatkan keterampilan menerapkan software program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual; 3) mengatasi ketidaktersediaan alat-alat laboratorium gelombang dan optik; 4) mengetahui respon para calon guru IPA terhadap pelaksanaan PKM. Solusi/metode pelaksanaan ini terdiri dari 1) persiapan pelaksaanaan; 2) pelaksanaan dan observasi; 3) refleksi; 4) dan monitoring dan evaluasi. Hasil dan dampak pelaksanaan PKM: 1) terjadi peningkatan kemampuan peserta PKM membuat software program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual sebesar  99.96%; 2) meningkatkan keterampilan menerapkan software program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual 100%; 3) skor rata-rata pemahaman materi difraksi Fraunhofer dan Fresnell yang abstrak 0.99; 4) 100% produk PKM dapat mengatasi ketidaktersediaan alat-alat difraksi Frounhofer dan Fresnell; 5) respon peserta sangat positif terhadap pelaksanaan PKM, yakni yang menyatakan: sangat bermanfaat 100%; banyak memberi keterampilan 100%; sangat membantu memahami materi difraksi Fraunhofer dan Fresnell yang abstrak 100%. Luaran kegiatan menghasilkan produk program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual yang berkualitas. Kesimpulan: 1) Peserta PKM sudah sangat terampil dalam hal: mengidentifikasi; mendisain; membuat dan menerapkan software  produk program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual; 2) meningkatkan pemahaman materi difraksi Fraunhofer dan Fresnell; 3) software  program simulasi komputer berbasis praktikum laboratorium virtual  dapat mengatasi ketidaktersediaan alat-alat praktikum difraksi Fraunhofer dan Fresnell di laboratorium IPA program studi pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Makassar; 4) sangat positif respon calon guru IPA pada pelaksanaan PKM.
Pelatihan Pembuatan Kompos dari Daun dan Ampas Tebu Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Pertanian Irwandi Rahmat; Salma Samputri; Akhmad Syakur; Sahrani U; Muh. Tawil
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i2.80176

Abstract

This community service program aimed to enhance the knowledge, skills, and attitudes of sugarcane farmers around Camming Sugar Factory, Bone Regency, in managing agricultural waste into value-added organic compost. The main problems identified were the farmers’ habitual practice of burning sugarcane residues, which negatively impacts the environment, and their limited technical ability to convert waste into useful products. The training was conducted using a participatory training approach that actively involved the community in all stages, including theoretical instruction, hands-on composting practice, and mentoring in the use of appropriate technology such as a sugarcane leaf chopping machine. The program’s effectiveness was evaluated through pre- and post-tests using a Likert-scale questionnaire to assess improvements in participants’ knowledge, technical skills, and attitudes. The results indicated a significant increase in average scores from the “fair” category (3.0) to “excellent” (4.5), with the highest improvement observed in technical composting skills. This program also contributed to reducing open-burning practices, improving soil fertility, and stimulating the development of micro-enterprises in agricultural waste management. Overall, the activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 2 (Zero Hunger) and Goal 12 (Responsible Consumption and Production), by promoting circular, environmentally friendly, and sustainable agricultural systems.