Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Motivasi Belajar Siswa terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Barisan dan Deret Dian Endang Lestari; Amrullah Amrullah; Nani Kurniati; Syahrul Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.719

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan sumber daya manusia sebagai tolak ukur pelatihan pola pikir. Selain itu, jika ada kemauan untuk belajar maka hasil belajar akan optimal. Semakin siswa termotivasi, semakin tinggi hasil belajar yang akan mereka capai. Kenyataannya, di SMAN 7 Mataram  prestasi masih kurang yang diduga diakibatkan oleh keterampilan pemecahan masalah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi MIPA Kelas XI SMAN7 Mataram.  Penelitian Ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XIMIPA SMAN 7 Mataram yang menggunakan teknik purfosive sampling sebanyak 67 subjek yang terdiri dari dua kelas yaitu XI MIPA1 dan XI MIPA3. Teknik pengumpulan data adalah angket (kuisioner), soal tes, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil model persamaan regresi Ŷ = 25,130 + 0,598 X dan hasil perhitungan memberikan nilai = 12,133> 3,99 dan nilai = 3,483 >  = 1,999. Hal ini berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam memecahkan masalah matematika kelas XI MIPA SMAN 7 Mataram. Dari model regresi dapat ditegaskan bahwa untuk setiap kenaikan 1% nilai motivasi belajar maka nilai kemampuan bertambah 0,598 untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, dilakukan analisis koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan kontribusi motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika yaitu sebesar 15,7%.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 5 Kota Bima Tahun Ajaran 2021/2022 Tara Rezika Aliffianti; Nani Kurniati; Nilza Humaira Salsabila; Muhammad Turmuzi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i2.170

Abstract

This study aims to describe mathematical communication skills in terms of visual, auditory, and kinesthetic learning styles on the material of a two-variable linear equation system. The type of research is descriptive research. The research instrument are learning style questionnaire, a mathematical communication skill test, and an interview guide. Taking the subject in this study by purposive sampling, obtained 6 students of class VIII-1 SMPN 5 Bima City where 2 students with visual learning styles, 2 students with auditory learning styles, and 2 students with kinesthetic learning styles. The six students were given questions about mathematical communication skills tests and interviews. The results are mathematical communication skills of students with visual learning style is in the sufficient category, and students with auditory and kinesthetic learning styles had mathematical communication skills which are in less category. This is indicated by students with visual learning style who are able to fulfill the indicators of writing and mathematical expression but are not able to fulfill the indicators of drawing. Students with auditory learning style and kinesthetic learning style are not able to fulfill the indicators of writing, mathematical expression, and drawing.
Peningkatan Profesionalisme Guru-Guru SMAN 7 Mataram Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Nurul Hikmah; Nani Kurniati; Tabita Wahyu Triutami; Ulfa Lu’luilmaknun; Dwi Novitasari
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.577 KB) | DOI: 10.29303/rengganis.v1i2.98

Abstract

This community service activity was carried out with the aim of increasing the professionalism of senior high school teachers at SMAN 7 Mataram through Classroom Action Research (CAR). This training activity is intended for teachers at SMAN 7 Mataram. The implementation of activities is presented in a workshop approach through lectures, discussions, questions and answers, and simulations. The presentation includes material on CAR, data analysis in CAR accompanied by several examples of proposal drafts and scientific publications related to CAR. The very high motivation of the participants was seen during the implementation of community service activities, in addition to the very positive response of the participants with an enthusiasm level of 90% seen during the implementation of this community service. The level of teacher satisfaction is very high with this activity and they have high hopes that further activities will be held as assistance for CAR activities in schools and are able to produce scientific papers that are worthy of publication.
Peningkatan Kemampuan Membuat Petunjuk Penggunaann Alat Peraga Menentukan Luas Daerah Bangun Datar Kepada Para Guru SD Di Kecamatan Labuapi Ketut Sarjana; Muhammad Turmuzi; Nani Kurniati; Nurul Hikmah; Ratna Yulis Tyaningsih
Unram Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.748 KB) | DOI: 10.29303/ujcs.v2i1.23

Abstract

Elementary school teachers in labuapi group II have never made instructions for the use of props. Do not use instructions, props alone have never been made. Knowledge of the manufacture of props and instructions are very poorly obtained and the opportunity to learn is also minimal. The objectives to be achieved in this devotional activity are: (1) Improving the knowledge of the teachers of SD Cluster II in Labuapi Subdistrict about the concept of area area and the principle of area area can be built through the concept of broad immortality; (2) Improve the skill of making instructions for using props to determine the area of data building. Devotion activities are carried out through the deepening of the concepts and principles of the area, especially the parameters of determining the area by means of presentation, demonstration, simulation and practice of designing a broad principle model media, and discussions in working groups and presentations about the media and guidelines that have been designed and demontrasi how it is used. The training results are very effective, this is shown to be a significant average difference between pretest and post-test results. Community Service activities that have been conducted turned out to be very effective, namely a change towards significant improvement. This can be shown by the difference in the pre-test average of 4.08 with a post-test average of 7.35. The test result t shows that = 15,286 > ttab = 2.03 at the signification level of 5 %. This also means that knowledge of the area of flat build area and the skills of designing media and operational guidelines of teachers in Cluster II Labuapi Subdistrict increased convincingly as shown by the average change
Analisis Tingkat Ketercapaian Kurikulum 2013 bidang Matematika pada Siswa SMPN di Kota Mataram Ketut Sarjana; I Nyoman Sridana; Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.217 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v3i1.55

Abstract

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah : menentukan taraf  kemampuan  menye-lesaikan soal cerita  matematika serta mengidentifikasi faktor faktor yang menentukan keberhasilan menyelesaikan soal cerita matematika bagi siswa SMPN menggunakan K13 di Kota Mataram tahun ajaran 2017/2018. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas III SMPN di Kota Mataram yang pelaksanaan pembelajarannya telah meng-gunakan K13 secara penuh. Ukuran sampel dari penelitian ini adalah 411 siswa dengan teknik stratified porposional random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan  tes yang telah bagus  menurut uji Cronbach’s Alpha. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kemampuan siswa kelas III SMPN di Kota Mataram yang menggunakan K 13 masih tergolong sedang. 2) Tinggi rendahnya kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa secara  meyakinkan ditentukan oleh  a) kemampuan verbal dengan sumbangannya  sebesar 47,6 %, b) kemampuan numerik dengan sumbanyanya sebesar  52,5 %, c) kemampuan membuat model matematika dengan sumbangan sebesar 84,6 %, d) kemampuan verbal, numerik dan membuat model matematika menentukan secara meyakinkan simultan sebesar  88,8 %.
Pengaruh Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika dan Kemampuan Numerik Terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Zulia Hartini; Syahrul Azmi; Dwi Novitasari; Nani Kurniati
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Magister, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.276 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of the ability to understand mathematical concepts and numerical abilities on the ability to solve story problems. The study is ex-post facto with a quantitative approach. The population in this study was class VIII SMP Negeri 1 Kopang. The number of samples as many as 36 students were taken by simple random sampling technique. The data collection technique is in the form of a test. The data obtained were analyzed using a prerequisite test analysis, namely normality test, linearity test, multicollinearity test and heteroscedastic test then continued with hypothesis testing, namely simple and multiple linear regression analysis. The results of data analysis show: 1) the level of relationship between the ability to understand mathematical concepts and students' ability to solve story problems is in the very strong category because the correlation coefficient is 0.844 and there is a significant positive effect with a contribution of 71.2%; 2) the level of relationship between numerical ability and students' ability to solve story problems is in the strong category because the correlation coefficient is 0.726 and there is a significant positive effect with a contribution of 52.6%; 3) the level of relationship between the ability to understand mathematical concepts and numerical abilities with students' ability to solve story problems is in the very strong category because the correlation coefficient is 0.869 and there is a significant positive effect with a contribution of 75.6%.
Pengaruh Self-Regulated Learning (SRL) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMAN 1 Masbagik Tsania Ardina Sholiha; Nani Kurniati; Ratna Yulis Tyaningsih; Sudi Prayitno
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.745

Abstract

Tercapainya tujuan pembelajaran memerlukan peran aktif siswa dalam merencanakan dan mengatur strateginya dalam belajar. Kemampuan siswa dalam meregulasi diri dalam membuat proses belajar yang efektif disebut self-regulated learning (SRL). Keberhasilan siswa dalam belajar turut dipengaruhi oleh SRL yang siswa miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-regulated learning (SRL) terhadap hasil belajar matematika siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Masbagik Tahun Ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan adalah penelitian ex post facto. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistika inferensial meliputi analisis regresi linear sederhana dan uji koefisien determinasi. Hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh persamaan regresi . Selain itu, diperoleh nilai t hitung  t tabel  dan nilai signifikansi data 0,00 yang lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 sehingga hipotesis diterima yaitu self-regulated learning (SRL) berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil uji koefisien determinasi yang diperoleh sebesar  Dapat disimpulkan bahwa self-regulated learning (SRL) berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Masbagik Tahun Ajaran 2021/2022. Siswa yang memiliki SRL yang tinggi cenderung akan memiliki hasil belajar matematika yang tinggi pula.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022 Fitriani Fitriani; Nani Kurniati; Ratna Yulis Tyaningsih; Baidowi Baidowi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.817

Abstract

Komunikasi matematis dapat diartikan sebagai kemampuan mengekspresikan ide dan proses matematika dengan jelas, baik secara lisan maupun tertulis, Kemampuan komunikasi matematis dapat berperan penting pada hard skill peserta didik, karena sifatnya yang universal sehingga dapat dipahami dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram 2021/2022, Jenis penelitian ini merupakan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram, dalam menentukan sampel teknik  yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dari penelitian ini  yaitu 6 siswa kelas  VIII (A). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai tingkat kemampuan komunikasi matematis pada kategori baik (17,64%), kategori cukup (47,05%), dan kategori kurang (35,30%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa  kelas VIII SMPN 8  Mataram  tahun ajaran 2021/202 berada pada kategori cukup.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Disposisi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 24 Mataram Pada Materi Persamaan Garis Lurus Tahun Ajaran 2021/2022 Aprilianti Aprilianti; Sripatmi Sripatmi; Nilza Humaira Salsabila; Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.820

Abstract

Kesulitan siswa dalam belajar matematika bukan merupakan masalah yang baru, salah satunya ditunjukkan dengan kurang kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, siswa harus memiliki sikap afektif seperti disposisi matematis untuk membantu siswa agar lebih percaya diri, berpikir terbuka, bertekad kuat serta minat dan keingintahuan siswa terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMPN 24 Mataram tahun ajaran 2021/2022 dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus berdasarkan disposisi matematis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster sampling dan subjek penelitian yang terpilih pada penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIIIA SMPN 24 Mataram. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, tes dan wawancara. Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu dengan angket disposisi matematis dan tes kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari disposisi matematis. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu 2 siswa dengan disposisi matematis kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori baik sekali. Kemudian 2 siswa dengan disposisi matematis kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori cukup. Selanjutnya 2 siswa dengan disposisi matematis kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan yang berbeda yaitu kurang dan kurang sekali. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori sangat baik. Selanjutnya siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masaalah dengan kategori cukup. Kemudian siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan yang kurang dan kurang sekali.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Ditinjau dari Teori SKEMP Materi Segi Empat Suci Fatmala Sari; Amrullah Amrullah; Nani Kurniati; Syahrul Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.873

Abstract

Kemampuan memahami matematika merupakan hal yang penting dan harus dikuasai oleh siswa. Namun, banyak siswa kesulitan untuk memahami dan memecahkan masalah. Pemahaman matematis yang dapat digunakan guru untuk memastikan pemahaman siswa dan untuk mengidentifikasi siswa yang benar-benar paham  atau tidak adalah teori Skemp. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pemahaman matematis siswa ditinjau dari teori Skemp materi segi empat pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pemahaman tinggi memenuhi semua indikator pemahaman matematis, mampu menjelaskan, dan masuk ke dalam pemahaman relasional. Siswa dengan pemahaman matematis  sedang memenuhi 6 dari 7 indikator pemahaman matematis, mampu menjelaskan dan masuk ke dalam pemahaman relasional. Siswa dengan pemahaman matematis rendah memenuhi 4 dari 7 indikator pemahaman matematis, tidak mampu menjelaskan dan masuk ke pemahaman instrumental. Dengan demikian, siswa dengan pemahaman matematis  tinggi dan sedang memiliki pemahaman relasional. Sedangkan, siswa dengan pemahaman matematis rendah memiliki pemahaman instrumental.