Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PKM Pelatihan Bagi Guru SD Inpres 12/79 Biru I Watampone Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Makmur Nurdin; Satriani DH; Muhammad Amin; Muhammad Amran
KARYA: Journal of Educational Community Service Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/karya.v1i1.36282

Abstract

Mitra program pengabdian ini adalah Guru SD Inpres 12/79 Biru I Watampone. Permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian masyarakat (PKM) adalah (1) Pemahaman mitra tentang konsep pendidikan karakter berbasis kelas perlu ditingkatkan, (2) Keterampilan mitra dalam mengembangkan desain dan mengevaluasi pembelajaran karakter berbasis kelas perlu ditingkatkan. Metode yang digunakan adalah: ceramah, diskusi, tanya jawab dan pelatihan. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya pemahaman mitra tentang konsep pendidikan karakter berbasis kelas dan meningkatnya keterampilan mitra dalam mendesain dan mengevaluasi pembelajaran berbasis karakter dikelas. 
Community Service Program on Innovative Digital Content for Elementary School Teachers to Strengthen the Pancasila Student Profile Passalo, Nurfaizah Andi; Hotimah; Amin, Muhammad; Nurhaedah; Amrah
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1194

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to enhance the abilities of elementary school teachers in developing innovative digital content to support learning based on the values of the Pancasila Student Profile. The program is implemented through three main stages: socialization, intensive training, and evaluation. The first stage is the program socialization, which introduces the background, objectives, benefits, and mechanisms of the activity to the teachers and stakeholders in the target area. Subsequently, intensive training is conducted over two days with a practical approach, where teachers are trained to use digital tools such as the Canva design application, microsite creation using s.id, and the utilization of Augmented Reality (AR) technology to create engaging and relevant learning content aligned with the values of Pancasila. This training is participatory and collaborative, with direct guidance from education experts. Evaluation at the end of the program is carried out using feedback questionnaires. The evaluation results indicate that the training successfully improved the teachers' digital skills and their understanding of integrating Pancasila character values into learning media. This program is expected to serve as a training model that can be applied in other regions and support the transformation of education through technology and character-based learning in elementary schools.
Implementasi Program Anti-Perundungan untuk Mewujudkan Sekolah Humanis Agus, Andi Aco; Amin, Muhammad; Pada, Amir; Rahman, Amri; Rahmat
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v3i2.3026

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap anti-perundungan siswa di lingkungan sekolah sebagai upaya mewujudkan budaya sekolah yang humanis. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMP Telkom Makassar, yang menghadapi permasalahan berupa masih ditemukannya perilaku perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, di kalangan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Oktober 2025 dengan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi, simulasi peran, dan refleksi nilai. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran moral, empati serta sikap saling menghargai antar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dan dampak perundungan, diikuti dengan perubahan sikap menuju perilaku yang lebih empati dan inklusif. Selain itu, muncul komitmen bersama di antara siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan saling menghormati. Kesimpulannya, program ini efektif dalam menumbuhkan empati, tanggung jawab sosial, dan penguatan nilai-nilai humanis di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pendidikan karakter berbasis nilai humanis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan pada jenjang sekolah menengah pertama.
Pendekatan Pedagogic dan Skema Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Mempromosikan Kewarganegaraan Ekologi Fitriah Artina; Muhammad Amin
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i3.26431

Abstract

Environmental problems as a world issue require the importance of preparing citizens to have the ability to prevent environmental problems. This research aims to present a study of pedagogical approaches and citizenship education learning schemes in strengthening the integration of ecological citizenship into education as an effort to provide a foundation for citizenship education to develop ecological citizenship in schools. This research uses a comprehensive literature review research method, involving analysis and synthesis of findings from various literature to gain an understanding of the ecological citizenship education learning scheme. The research results show that the pedagogical landscape of ecological citizenship education can be packaged in learning approaches (1) place-based learning; (2) problem-based learning; (3) environmental justice pedagogy; (4) ecological citizenship education; (5) action competency learning; (6) learning to serve; (7) participatory action research; (8) socio-scientific inquiry-based learning (SSIBL). the pedagogical approach to ecological citizenship education includes six (6) stages: (1) inquiry; (2) planning action; (3) critical and active involvement; (4) community participation and networking on a scale (local, national, global), (5) maintaining environmental and social change, and (6) evaluation and reflection.
Digital Literacy through a Web-Based Application: Addressing Polarization and Promoting Social Integration among Islamic Senior High School Students Fitriah Artina; Muhammad Amin; Maria Lufransiya Bribin; Nurlaili Handayani
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 6, No 1 (2027): AJERT: VOLUME 6, ISSUE 1, March 2027
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital literacy encompasses not only technical skills but also an understanding of social dynamics such as polarization and the need for social integration in digital environments. This study aims to examine the effectiveness of a web-based Mobile Polarization and Social Integration application in improving students’ digital literacy. A quasi-experimental design with a control group was employed, involving students from an Islamic senior high school. Data were collected using a validated test and analyzed through comparative statistical methods. The application significantly enhances students’ digital literacy and supports their awareness of polarization and social integration. This study highlights the potential of web-based learning applications to strengthen digital citizenship and encourage responsible and inclusive participation in digital spaces.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Etika dan Tanggung Jawab Digital: Studi pada Mahasiswa PPKn Universitas Mataram Fitriah Artina; I Nengah Agus Tripayana; Muhammad Amin
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v5i3.3998

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan etika dan tanggung jawab digital mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Mataram (n = 135), menggunakan desain kuantitatif survei dan analisis regresi bootstrapping. Hasil menunjukkan pengaruh positif sedang antara penggunaan media sosial dengan etika digital (R² = 0,206) dan tanggung jawab digital (R² = 0,183), menandakan sekitar 18–20% variasi kedua konstruk dapat dijelaskan oleh interaksi daring. Etika digital berperan sebagai mediator kritis, sedangkan tanggung jawab digital melibatkan aspek moral, kesadaran sosial, dan refleksi pribadi, yang dimoderasi oleh karakter individu. Mahasiswa PPKn menunjukkan orientasi personally responsible, dengan potensi partisipatif yang dapat diperkuat melalui pengalaman praktik digital. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan perlu mengintegrasikan praktik digital reflektif seperti studi kasus, simulasi, dan diskusi daring untuk membangun internalisasi nilai, kesadaran etis, dan tanggung jawab digital.
Analysis of Character Development, Religious, Nationalistic, and Global Perspective Through Civic Education Andi Aco Agus; Muhammad Amin; Dalilul Falihin; Khaedir Khaedir; A. Rizal
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 17 No. 2 (2025): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v17i2.8123

Abstract

This study aims to analyze how civic education can develop students' characters in terms of religious, nationalistic, and global perspectives. The research method employed is a descriptive qualitative approach. Research data were collected through interviews and observations, and then analyzed using data triangulation, adapted from Miles and Huberman, which involved data reduction, data presentation, and data/conclusion verification with MAXQDA 24 software. The results of this study found that the development of the characters of religious, nationalistic, and global perspectives in students through civic education learning is built through the simultaneous interaction of five main elements, namely: (1) the role and competence of teachers; (2) diverse learning models and methods; (3) the integration of religious, nationalistic, and global perspective values; (4) holistic assessment and evaluation; and (5) learning environment and school culture. This model offers a conceptual renewal for the revitalisation of civic education in the 21st century, while strengthening the Pancasila Student Profile as citizens who are faithful, love their country, and have a global perspective.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN GEMINI AI BAGI GURU DAN MAHASISWA PADA PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DI SD Nurhaedah Nurhaedah; Muhammad Asri; Rahmawati Patta; Muhammad Amin; Muhammad Nur Abdullah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14891

Abstract

Asistensi Mengajar di SD merupakan program kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra untuk mendekatkan mahasiswa pada konteks pendidikan dasar. Salah satu kegiatannya adalah pendampingan guru dan mahasiswa dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gemini AI) sebagai inovasi pembelajaran melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru SD Kartika 21 Makassar dan mahasiswa peserta AMSD dalam mengintegrasikan AI dalam pembelajaran. Kegiatan meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan intensif selama dua hari, dan pendampingan pasca-pelatihan. Pelatihan berfokus pada teknik prompt engineering untuk menyusun perangkat ajar, bahan ajar interaktif, dan evaluasi formatif berbasis Gemini AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang AI generatif dan kepercayaan diri guru dalam merancang pembelajaran inovatif. Pendampingan berkelanjutan disarankan untuk mendukung integrasi AI di sekolah.