Articles
Pengaruh Aktivitas Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler dan Perilaku Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa
Yinsix Tamala;
Arjudin Arjudin;
Muhammad Turmuzi;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.789
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun dalam proses pembelajaran matematika disekolah, rendahnya keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dikelas, dan kebiasaan siswa yang tidak baik dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Sembalun Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas VIII dengan jumlah 45 siswa. Sampel yang digunakan adalah total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan metode angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar matematika sebesar 47 ; (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan perilaku belajar terhadap prestasi belajar matematika sebesar ; (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika dengan sumbangan efektif sebesar dan sumbangan efektif masing-masing variabel berturut-turut dan %. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) Siswa Kelas IX
Aftina Rabbani;
Baidowi Baidowi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.815
Salah satu mata cabang ilmu pengetahuan adalah matematika dan salah satu aspek kemampuan yang penting dalam matematika adalah kemampuan pemecahan masalah. Siswa memiliki perbedaan kemampuan dalam memecahkan masalah, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) siswa kelas IX MTs Negeri 1 Mataram Tahun Ajaran 2022/2023. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek artisan hanya mampu melaksakan 2 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian. Subjek idealist sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Subjek guardian hanya mampu melewati 1 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah. Subjek rational sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Jadi, disimpulkan bahwa subjek berkepribadian idealist dan rational memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari subjek berkepribadian artisan dan guardian.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Disposisi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 24 Mataram Pada Materi Persamaan Garis Lurus Tahun Ajaran 2021/2022
Aprilianti Aprilianti;
Sripatmi Sripatmi;
Nilza Humaira Salsabila;
Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.820
Kesulitan siswa dalam belajar matematika bukan merupakan masalah yang baru, salah satunya ditunjukkan dengan kurang kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, siswa harus memiliki sikap afektif seperti disposisi matematis untuk membantu siswa agar lebih percaya diri, berpikir terbuka, bertekad kuat serta minat dan keingintahuan siswa terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMPN 24 Mataram tahun ajaran 2021/2022 dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus berdasarkan disposisi matematis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster sampling dan subjek penelitian yang terpilih pada penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIIIA SMPN 24 Mataram. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, tes dan wawancara. Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu dengan angket disposisi matematis dan tes kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari disposisi matematis. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu 2 siswa dengan disposisi matematis kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori baik sekali. Kemudian 2 siswa dengan disposisi matematis kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori cukup. Selanjutnya 2 siswa dengan disposisi matematis kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan yang berbeda yaitu kurang dan kurang sekali. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah dengan kategori sangat baik. Selanjutnya siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masaalah dengan kategori cukup. Kemudian siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan yang kurang dan kurang sekali.
Pengaruh Pemberian Scaffolding dalam Penyelesaian Masalah Materi Jarak dalam Ruang Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar
Riza Alipvia;
Sripatmi Sripatmi;
Baidowi Baidowi;
Arjudin Arjudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.871
Matematika adalah ilmu universal yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu. Untuk memperoleh hasil pembelajaran matematika yang optimal diperlukan peranan guru, penerapan model pembelajaran serta bantuan belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh pemberian scaffolding dalam penyelesaian masalah materi jarak dalam ruang terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas XII SMAN 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain true experimental. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XII IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa scaffolding dan kelas XII IPA 2 sebagai kelas kontrol yang diberikan latihan soal dan diskusi. Instrumen penelitian terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), angket motivasi belajar dan soal tes. Teknik analisis data berupa uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Terdapat perbedaan rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. (2) Rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih besar, yaitu 45,94 berada pada kategori sedang dan 80,71 yang berada pada kategori cukup. Adapun rata-rata motivasi dan hasil belajar yang diperoleh kelas kontrol yaitu 43,11 berada pada kategori sedang dan 73,60 pada kategori cukup. Besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian scaffolding terhadap motivasi belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,57 atau sebesar 33%. Sedangkan besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian scaffolding terhadap hasil belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,73 atau sebesar 43%.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Relasi dan Fungsi
Baiq Ajeng Aprilia Ulymaz;
Baidowi Baidowi;
Eka Kurniawan;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.996
Kemampuan mengkomunikasikan gagasan matematika secara tepat dan efektif merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Selain itu, hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematik salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi matematis siswa. Dimana kemampuan komunikasi matematis dapat mempermudah pertukaran informasi atau penyampaian gagasan dalam pembelajaran matematika. Sehingga terlihat pentingnya siswa menguasai kemampuan komunikasi matematis. Namun, siswa SMPN 4 Gerung terlihat memiliki kemampuan komunikasi matematis rendah terlihat dari hasil belajar pada mata pelajaran matematika yang tergolong kurang terutama dalam mengerjakan soal berbentuk narasi dengan permasalahan sehari-hari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan setiap tingkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMPN 4 Gerung tahun ajaran 2022/2023 dalam menyelesaikan soal cerita materi Relasi dan Fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dimana instrumen yang digunakan adalah tes tulis berupa dua butir soal uraian berbentuk soal cerita dengan materi Relasi dan Fungsi yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu, menggambar, menulis, dan menggunakan simbol matematika dan juga instrumen berupa pedoman wawancara. Data hasil tes tulis akan diperjelas dengan wawancara semi terstruktur dan dilakukan analisis data penskoran dan pemberian kategori berdasarkan pedoman penskoran. Kemudian data yang didapat akan dianalisis berdasarkan Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapat siswa berkemampuan komunikasi matematis dengan kategori rendah memiliki persentase terbanyak dan disusul berkategori sedang dan tinggi. Dimana dapat disimpulkan bahwa siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi sebanyak 29,63% dan mampu menguasai ketiga indikator dengan kategori tinggi. Siswa dengan kemampuan komunikasi matematis sedang sebanyak 33,33% dan mampu menguasai ketiga indikator namun tidak sempurna dengan kategori sedang. Dan siswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah sebanyak 37,04% dan kurang bahkan tidak mampu menguasai ketiga indikator dengan dua kategori rendah dan indikator menggambar berkategori sedang.
Pengembangan Komik Matematika Digital pada Materi Aritmetika Sosial Kelas VII SMP
Feby Attina Sari;
Sripatmi Sripatmi;
Baidowi Baidowi;
Amrullah Amrullah
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/griya.v2i3.179
This research was a development research which was aimed to producing a new product in the form of digital mathematical comic. Digital mathematical comic developed through four stages according to the 4D model procedure which are define, design, develop, and disseminate. The instrument in this study was a questionnaire used to assess the feasibility of comics and student responses. The feasibility of comics was assessed by 2 lecturers as media experts and 2 teachers as material experts. The media expert’s give an average score of 70.50 out of a total average of 80.00 with very feasible category and the material expert’s give an average score of 48.00 out of a total average of 52.00 with very feasible category. Subsequently, a trial was conducted on 26 seventh grade students at SMPN 8 Mataram. According to the student response questionnaire an average score of 14.27 was obtained from a total average of 15.00 with very feasible category. So it can be concluded that digital mathematical comics are declared very feasible for use in math learning in the classroom.
Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Daring Menggunakan Aplikasi Whatsapp Group dan Google Classroom
Nurul Khotizah;
Nani Kurniati;
Sripatmi Sripatmi;
Syahrul Azmi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/griya.v2i3.214
This study aims to determine the difference in learning achievement of class VIII students of SMP Negeri 4 Mataram through online learning using the WhatsApp Group and Google Classroom applications for the 2020/2021 academic year. This research is an experimental study with a posttest-only non-equivalent group design used . Determination of the sample using probability sampling technique with the sample being class VIII 2 students receiving online learning using the WhatsApp Group application as an experimental class 1 and class VIII 3 students receiving online learning using the Google Classroom application as an experimental class 2. The instrument used in this study was an instrument The test is in the form of a post-test on the Pythagorean theorem and constructing flat-sided spaces. Data analysis was used using t-test. The results showed that there was no difference in learning achievement between students who received online learning using the Whatsapp Group and Google Classroom applications.
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Berbantuan Whatsapp terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 13 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022
Aji Ramdana Siling;
Nyoman Sridana;
Nani Kurniati;
Sripatmi Sripatmi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/griya.v2i3.220
This study aims to determine the effect of the WhatsApp-assisted realistic mathematics learning model (PMR) on the mathematics learning outcomes of seventh grade students of SMPN 13 Mataram in the 2021/2022 academic year. This type of research is a quasi-experimental study with Posttest Only Control Group Design which is a form of research method. Experiment. The population in this study were seventh grade students of SMPN 13 Mataram, the sample technique used was cluster random sampling. The samples of this study were students of class VII (I) as the experiment class and class VII (J) as the control class with a total of 33 students. The instruments used are lesson plans and student learning outcomes test sheets (posttest) on the set material. The data analysis used was the t test to see differences in learning outcomes, and the effect size test to see how much influence the realistic mathematics learning model (PMR) had on students' mathematics learning outcomes. Based on the results of the posttest data analysis using the t-test, it was found that t_count = 2.1457 > t_table = 1.1998 with a significant level of 5%, so H_0 was rejected and the effect size test was d = 0.5408 (medium). So it can be concluded that learning using the realistic mathematics learning model (PMR) assisted by WhatsApp has a significant effect on the mathematics learning outcomes of seventh grade students of SMPN 13 Mataram in the 2021/2022 academic year.
Hubungan Komunikasi Matematis Dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMPN 2 Kuripan Tahun Ajaran 2020/2021
Airma Nurmalasari;
Arjudin Arjudin;
Nani Kurniati;
Sripatmi Sripatmi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/griya.v2i3.226
This study aimed to determine the relationship between mathematical communication and problem solving skills and the level of mathematical communication skills and problem solving abilities of seventh grade students of SMPN 2 Kuripan for the academic year 2020/2021. This type of research was ex-post facto research with a quantitative approach. The population in this study were all seventh grade students of SMPN 2 Kuripan with a total of 126 students. The sampling technique used is a non-probability sampling technique with purposive sampling type. Collecting data used were tests to obtain mathematical communication data and problem solving ability data. Data analysis technique used was Pearson product moment. The results of this study indicated that the level of mathematical communication of class VII C students of SMP Negeri 2 Kuripan in solving math problems on the set material as a whole was in the medium category with an average of 12.3. it was found that 6 students had good communication skills or with a percentage (25%), 8 students had moderate communication skills or with a percentage (33.3) 10 students were less capable or with a percentage (41.7) Problem Solving Communication Level students of class VII C SMP Negeri 2 Kuripan in solving math problems on the set material as a whole was in the medium category with an average of 18.21. it was found that 5 students had good problem-solving abilities or with a percentage (20.8%), 10 students had moderate problem-solving abilities or with a percentage (41.7), 9 students had poor problem-solving abilities or with a percentage (37.5). While the results the hypothesis test was 0.337 indicating that there was no significant relationship between mathematical communication and problem solving abilities of class VII students of SMPN 2 Kuripan for the academic year 2020/2021.
Pendampingan Pengembangan Soal Matematika Berkarakteristik Kemampuan Berpikir Kritis pada Guru-Guru Matematika SMP/MTs di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat
Arjudin Arjudin;
Sripatmi Sripatmi;
Sudi Prayitno;
Ratna Yulis Tyaningsih;
Nilza Humaira Salsabila
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/rengganis.v2i2.229
This community service activity aims to increase the knowledge of Mathematics teachers of SMP/MTs in Labuapi, Lombok Barat about critical thinking skills and improve skills in developing mathematical problems characterized by critical thinking skills. This community service activity was carried out in September 2022. Community service was carried out in the form of activities consisting of (1) Focused FGD (Focus Group Discussion) increased knowledge about critical thinking skills, and (2) Workshops and assistance in developing mathematical questions characterized by critical thinking skills. This activity is expected to be useful for mathematics teachers at SMP/MTs in Labuapi and impact increasing professional competence, namely increasing knowledge about critical thinking skills and developing skills with critical thinking characteristics. The results and outputs of this community service activity are (1) positive responses from workshop participants about the usefulness of community service activities that have been carried out, (2) there is an increase in the knowledge of workshop participants about critical thinking skills and skills in developing math problems characterized by critical thinking skills, and (3) the output of mathematical questions with the characteristics of critical thinking skills developed by Mathematics teachers of SMP/MTs in Labuapi, Nusa Tenggara Barat.