Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sherly Aeldha Anuzar; Yani Lukmayani; Reza Abdul Kodir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.356 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4298

Abstract

Abstract. Infectious diseases are disorders caused by microorganisms or microbes that cannot be seen with the naked eye and can multiply in the body Based on Gram staining bacteria can be divided into Gram-positive bacteria and Gram-negative bacteria. Treatment of infection can be carried out by the administration of antibacterial substances. One of the plants that has antibacterial potential is banana peel. Compounds contained in banana peels that have the potential to be antibacterial are phenolics, flavonoids, saponins and tannins. The purpose of this study is to analyze banana peel extract as an antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli and the content of active compounds in it. The research method carried out is by using a Systematic Literature Review (SLR). The results obtained in this study banana peel have the potential to be antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Abstrak. Penyakit infeksi merupakan gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme atau mikroba yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata dan dapat perkembang biak pada tubuh Berdasarkan pewarnaan Gram bakteri dapat dibagi menjadi bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan pemberian zat antibakteri. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu kulit pisang. Senyawa yang terkandung pada kulit pisang yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu fenolat, flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis ekstrak kulit pisang sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta kandungan senyawa aktif yang ada di dalamnya. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil yang didapat pada penelitian ini kulit pisang berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Selenicereus monacanthus (Lem.) D.R. Hunt) Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Yuliani Ika Pratiwi; Yani Lukmayani; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.997 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4355

Abstract

Abstract. Free radicals are molecules that have an unpaired electron in their outer orbital, so they are highly reactive. Free radicals can come from cigarette smoke, fast food, burning, excessive sun exposure, and air pollution which can cause chronic and degenerative diseases such as damage to cell wall membranes in all tissues. Free radicals can be fought with antioxidants. One of the natural antioxidants is dragon fruit peel (Selenicereus monacanthus) which contains secondary metabolites, one of which is phenol compounds which are thought to be antioxidants. This study aims to determine the percentage of antioxidant activity, namely the IC50 value of the red dragon fruit peel extract using 96% ethanol: citric acid and aquadest: citric acid as a solvent. Measurement of antioxidant activity was carried out using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. The results of the antioxidant activity test of red dragon fruit peel extract in 96% ethanol: citric acid and aquades: citric acid solvents were 171.785 ppm and 174.381 ppm, respectively. Abstrak. Radikal bebas merupakan suatu molekul yang mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada orbital luarnya sehingga, bersifat sangat reaktif. Radikal bebas dapat berasal dari asap rokok, makanan siap saji, pembakaran, paparan sinar matahari berlebih, serta polusi udara yang dapat timbulnya penyakit kronis dan degeneratif seperti kerusakan pada membran dinding sel hinnga semua jaringan. Radikal bebas dapat ditangkal oleh antioksidan. Salah satu antioksidan alami yaitu kulit buah naga merah (Selenicereus monacanthus) yang mengandung metabolit sekunder salah satunya adalah senyawa fenol yang diduga sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yaitu nilai IC50 dari ekstrak kulit buah naga merah menggunakan pelarut etanol 96%:asam sitrat dan aquadest:asam sitrat. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah naga merah pada pelarut etanol 96%:asam sitrat dan aquadest:asam sitrat berturut-turut yaitu 171,785 ppm dan 174,381 ppm.
Studi Literatur Potensi Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga dan Daun Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack) R. M. Sm.) terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif Mahda Nur Nahjatun Naajiyah; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.6 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4363

Abstract

Abstract. Infection is one of the most common diseases in humans caused by pathogenic microorganisms. Microorganisms that can cause infection are Gram-positive and Gram-negative bacteria. Antibacterial is a compound that can inhibit and kill the growth of bacteria. Kecombrang plant is one of the Zingiberaceae tribe which is useful as an ingredient in Indonesian cuisine, wound healing, increasing breast milk, antioxidant and antibacterial. Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm.) plant contains secondary metabolites that have potential for antibacterial activity. The content of secondary metabolites that have the potential as antibacterial are polyphenols, flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids. This literature search aims to analyze and collect research data related to the potential antibacterial activity of kecombrang leaf and flower extracts against Gram-positive and Gram-negative bacteria and the content of their active compounds. The results showed that kecombrang leaf and flower extract had better potency on Gram-positive bacteria than Gram-negative bacteria. Abstrak. Infeksi merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif. Antibakteri merupakan suatu senyawa yang dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri. Tanaman kecombrang merupakan salah satu suku Zingiberaceae yang bermanfaat sebagai bahan masakan nusantara, penyembuh luka, memperbanyak air susu ibu, antioksidan dan antibakteri. Tanaman kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm.) memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat berpotensi sebagai aktivitas antibakteri. Kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu polifenol, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Penelusuran pustaka ini bertujuan untuk menganalisis serta mengumpulkan data hasil penelitian terkait potensi aktivitas antibakteri ekstrak daun dan bunga kecombrang terhadap bakteri Gram positif dan negatif serta kandungan senyawa aktifnya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dan bunga kecombrang berpotensi lebih baik pada bakteri Gram positif dibandingkan dengan bakteri Gram negatif.
Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit Nisa Rahma Aniyati; Yani Lukmayani; Esti Rachmawati Sadiyah
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.237 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4406

Abstract

Abstract. Skin infection becomes one of the most common skin problems in Indonesia. It is usually caused by bacterial infections, fungi, and viruses Antibacterial is a compound used to inhibit and kill pathogenic bacteria, one of the examples is patchouli (Pogostemon cablin Benth.) with one of the ingredients called essential oil. The study examined the antibacterial activity of patchouli leaf essential oil against pathogenic bacteria, namely Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, and Pseudomonas aeruginosa, using literature review method. Analysis performed based on inhibition zone diameter and Minimum Inhibition Concentration (MIC) value resulted from selected papers. The results of this literature study indicate that the better diameter of the inhibitor is to inhibit Staphylococcus aureus bacteria by 22.5 mm at a concentration of 2%. So that patchouli essential oil as an antibacterial is more likely to be against Gram positive bacteria than Gram negative bacteria, with the MIC value of Gram positive bacteria (Staphylococcus aureus) ranging from 250-2000 g/mL, while Gram negative bacteria (Pseudomonas aeruginosa) are in the range of 1200 – > 4000 g/mL. Abstrak. Permasalahan kulit yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah infeksi kulit, biasanya disebabkan karena infeksi bakteri, jamur dan virus. Antibakteri adalah suatu senyawa yang digunakan untuk menghambat dan membunuh bakteri patogen. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri yaitu daun nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan salah satu kandungannya yaitu minyak atsiri. Penelitian ini mengkaji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun nilam terhadap bakteri patogen yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes dan Pseudomonas aeruginosa yang dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder. Kemudian dilakukan pengamatan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat dan nilai KHM. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa diameter hambat yang lebih baik yaitu menghambat bakteri Staphylococcus aureus sebesar 22,5 mm pada konsentrasi 2%. Sehingga minyak atsiri daun nilam sebagai antibakteri lebih berpotensi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan dengan bakteri Gram negatif, dengan nilai KHM bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) berada pada rentang 250-2000 μg/mL, sedangkan bakteri Gram negatif (Pseudomonas aeruginosa) berada pada rentang 1200 - >4000 μg/mL.
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Fazreen Dwi Putri Anggia Fazreen; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.694 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4694

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus (DM) is a chronic condition that occurs when there is an increase in blood glucose levels from normal values. Plants that have activity in lowering blood glucose levels are cherry leaves (Muntingia calabura L.) which come from the Muntingia genus and the Muntingiaceae tribe. The purpose of this literature study is to find out how the potential of cherry leaf extract to reduce blood glucose levels as well as the active compounds that play a role and its mechanism. The method used is to search for literature from articles that have been published in National Journals and International Journals. The results of the literature study showed that cherry leaf extract had antidiabetic activity. Cherry leaves contain flavonoid compounds, tannins, terpenoids, saponins, and alkaloids with the mechanism of increasing tissue glucose absorption that works through the insulin signaling pathway. Abstrak. Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi kronis yang terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa dalam darah dari nilai normal. Tanaman yang memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah yaitu daun kersen (Muntingia calabura L.) yang berasal dari marga Muntingia dan suku Muntingiaceae. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui bagaimana potensi ekstrak daun kersen terhadap penurunakan kadar glukosa darah serta senyawa aktif yang berperan dan mekanismenya. Metode yang digunakan yaitu dengan mencari pustaka dari artikel yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antidiabetes. Pada daun kersen memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan alkaloid dengan mekanisme meningkatkan penyerapan glukosa jaringan yang bekerja melalui jalur pensinyalan insulin.
Penelusuran Pustaka Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) dan Daun Cincau Hitam (Mesona palustris Blume) Abdurrasyid Fadhlurrahim; Livia Syafnir; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4711

Abstract

Abstract. Free radicals are reactive molecules containing unpaired electrons that can trigger degenerative diseases. Antioxidants are needed as neutralizers of oxidation reactions caused by free radicals. Grass jelly is one of the plants known for its use as a food ingredient that has antioxidant activity. This study uses a literature review by reviewing several references with the aim of knowing the antioxidant activity of the two grass jelly, namely Cyclea barbata and Mesona palustris. Several studies have shown the antioxidant activity of both types of grass jelly, namely green grass jelly (Cyclea barbata Miers) and black grass jelly (Mesona palustris Blume). Judging from the extraction method and different types of solvents will produce various IC50 values. Both grass jelly has a class of compounds such as flavonoids, saponins, tannins, alkaloids and steroids. Abstrak. Radikal bebas merupakan molekul yang bersifat reaktif mengandung elektron tidak berpasangan yang dapat memicu penyakit degeneratif. Antioksidan diperlukan sebagai penetralisir dari reaksi oksidasi akibat radikal bebas. Cincau merupakan salah satu tanaman yang dikenal pemanfaatannya sebagai bahan pangan yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan literature review dengan mengkajian beberapa referensi dengan tujuan mengetahui aktivitas antioksidan kedua cincau yakni Cyclea barbata dan Mesona palustris. Beberapa penelitian menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dari kedua macam jenis cincau yaitu cincau hijau (Cyclea barbata Miers) dan cincau hitam (Mesona palustris Blume). Dilihat dari metode ekstraksi dan jenis pelarut yang berbeda beda akan menghasilkan nilai IC50 yang beragam. Kedua cincau tersebut memiliki golongan senyawa seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan steroid.
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri Putri Kurnia Sari; Yani Lukmayani; Kiki Mulkiya
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.025 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4829

Abstract

Abstract. The plants used were leaves and sap of Jatropha (Jatropha multifida L.). Jatropha contains flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and phenolic acids, the compound content in Jatropha has an antibacterial function so that the leaf extract and sap of Jatropha (Jatropha multifida L.) can inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli bacteria. The purpose of this study was to examine the use of Jatropha as an antibacterial, as well as to examine its active compounds. This research was conducted by literature study method using secondary data. Then, data analysis related to the antibacterial activity of castor leaves and latex was carried out. The results of this literature study indicate that the extract of Jatropha leaves and sap have potential as antibacterial. Antibacterial activity testing using disc diffusion and well diffusion methods. Jatropha leaf extract at 100% concentration was better than Jatropha sap in inhibiting Staphylococcus aureus. Water extract and ethanol extract of Jatropha leaves inhibited Staphylococcus aureus (Gram positive) compared to Pseudomonas aeruginosa (Gram negative). Meanwhile, methanol extract and ethyl acetate extract, as well as Jatropha curcas sap inhibited Escherichia coli (Gram negative) bacteria better than Staphylococcus aureus (Gram positive). Abstrak. Tanaman jarak cina, tanaman yang digunakan nya Daun dan getah Jarak cina (Jatropha multifida L.). Jarak cina mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan asam fenolik, kandungan senyawa pada jarak cina mempunyai fungsi sebagai antibakteri sehingga ekstrak daun dan getah jarak (Jatropha multifida L.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan jarak cina sebagai antibakteri, serta mengkaji senyawa aktifnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder. Kemudian data dianalisis terkait dengan aktivitas antibakteri daun dan getah jarak cina. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa ekstrak daun dan getah jarak cina berpotensi sebagai antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Ekstrak daun jarak cina pada konsentrasi 100% lebih baik dari getah jarak cina dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak air dan ekstrak etanol daun jarak cina menghambat bakteri Staphylococcus aureus (Gram positif) dari pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (Gram negatif). Sedangkan ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat, serta getah jarak cina menghambat bakteri Escherichia coli (Gram negatif) lebih baik dari pada bakteri Staphylococcus aureus (Gram positif).
Kajian Potensi Aktivitas Antikanker dari Tanaman Mawar secara In Vitro Khansa Fitrah Shaliha; Yani Lukmayani; Indra Topik Maulana
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8511

Abstract

Abstract. Rose (Rosa damascena) is a new alternative that can be used as a cancer treatment made from natural materials. Cancer occurs in pathological conditions caused by abnormal and uncontrolled cell growth. This Systematic Literature Review aims to know the potential of rose plant (R. damascena) against any type of cancer and the magnitude of the potential that can occur, as well as the compounds in rose plant (R. damascena) that have potential anticancer activity. The method used in this study was the search of libraries through online databases and books. The results of the study showed that R. damascena was able to provide the most effective anti-cancer activity against liver cancer cells (HepG-2) with an IC50 result of 16.28 µg/mL. It is able to provide the most effective anti-cancer activity against colorectal cancer cells (Caco-2) with an IC50 result of 137.8 µg/mL. R. damascena is able to provide the most effective anti-cancer activity against lung cancer cells (A-549) with an IC50 result of 36.43 µg/mL. Inhibition of cancer cell growth from R. damascena can occur due to the presence of secondary metabolites, including phenolic, flavonoid, and anthocyanin groups. The active compounds that have been identified and analyzed as anticancer agents are phenylethanol, β-citronellol, geraniol, eugenol, and methyl eugenol. Abstrak. Mawar (Rosa damascena) menjadi alternatif baru yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan kanker dari bahan alam. Kanker terjadi pada kondisi patologis yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali. Systemic Literature Review ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman mawar (R. damascena) terhadap jenis kanker apa saja dan besarnya potensi tersebut dapat terjadi serta senyawa pada tanaman mawar (R. damascena) yang memiliki potensi aktivitas antikanker. Metode yang dilakukan pada kajian ini adalah penelusuran pustaka melalui database online dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petal R. damascena mampu memberikan aktivitas antikanker paling efektif terhadap sel kanker hati (HepG-2) dengan hasil IC50 sebesar 16,28 µg/mL. Bagian kalusnya mampu memberikan aktivitas antikanker paling efektif terhadap sel kanker kolorektal (Caco-2) dengan hasil IC50 sebesar 137,8 µg/mL. Bunga R. damascena mampu memberikan aktivitas antikanker paling efektif terhadap sel kanker paru (A-549) dengan hasil IC50 sebesar 36,43 µg/mL. Penghambatan pertumbuhan sel kanker dari R. damascena dapat terjadi karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder, diantaranya golongan fenol, flavonoid, dan antosianin. Senyawa aktif yang telah diketahui dan dianalisis sebagai agen antikanker yaitu fenil etanol, β-sitronelol, geraniol, eugenol, dan metil eugenol.
Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Ornatum N.E.Br.) Giffar Abdiljabbar Najmudin; Yani Lukmayani; Kiki Mulkiya Yuliawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8614

Abstract

Abstract. The red betel plant (Piper ornatum N.E.Br.) has been used empirically and has been shown to have various pharmacological activities. The red betel plant contains various chemical compounds, one of which is flavonoids. The purpose of this study was to determine the levels of red betel leaf flavonoid compounds expressed in QE (Quercetin equivalent). The extraction method used maceration with 96% ethanol as a solvent and the determination of flavonoid content of the ethanol extract of red betel leaves was carried out spectrophotometrically with AlCl3 reagent. The results of determining the levels of flavonoids showed levels of 4.07 mgQE/gram extract with flavonol type flavonoids. Abstrak. Tanaman sirih merah (Piper ornatum N.E.Br.) telah digunakan secara empiris dan terbukti memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi. Tanaman sirih merah mengandung berbagai senyawa kimia, salah satunya flavonoid. Tujuan pada penelitian ini untuk menetapkan kadar senyawa flavonoid daun sirih merah yang dinyatakan dalam QE (Quercetin equivalent). Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut dan penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol daun sirih merah dilakukan secara spektrofotometri dengan pereaksi AlCl3. Hasil penetapan kadar flavonoid menunjukkan kadar sebesar 4,07 mgQE/gram ekstrak dengan flavonoid jenis flavonol.
Penetapan Kadar Fenol Total Ekstrak Etanol Daun Reundeu (Straurogyne elongata (Nees) Kuntze) EGA MULYA PERMATA DEWI; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9008

Abstract

Abstrak. Permukaan kulit, termasuk kulit wajah, punggung, leher, dan dada sering terkena penyakit yang dikenal dengan jerawat. Pori-pori di permukaan kulit biasanya tersumbat saat jerawat pertama kali muncul. Daun reundeu (Straurogyne elongata) merupakan salah satu tanaman yang memiliki sifat antibakteri dan dapat digunakan sebagai obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan kadar fenol total yang terdapat dalam daun reundeu (Straurogyne elongata (Ness) Kuntze). Kadar fenol total pada ekstrak etanol daun reundeu yaitu 100,70 mg GAE/g. Kata Kunci: Daun reundeu (Straurogyne elongata), Jerawat, Fenol total. Abstract. The surface of the skin, including the skin of the face, back, neck, and chest is often affected by a disease known as acne. The pores on the surface of the skin are usually clogged when acne first appears. Reundeu leaves (Straurogyne elongata) is one plant that has antibacterial properties and can be used as medicine. The purpose of this study was to determine the total phenol content contained in reundeu leaves (Straurogyne elongata (Ness) Kuntze). The total phenol content in reundeu leaf ethanol extract is 100.70 mg GAE / g. Keywords: Reundeu leaf (Straurogyne elongata), Acne, Total phenol.