Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STUDI LITERATUR AKTIVITAS DARI EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PENANGANAN TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT TIDAK MENULAR Nadia Rahayu Nadia; Vinda Maharani Patricia; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9022

Abstract

Abstract. Non-communicable diseases are a health problem in Indonesia that significantly increased. Red beetroot extract (Beta vulgaris L.) has benefits in several non-communicable diseases. The purpose of this literature study is to collect information and analyze the results of research on red beet tuber extract from pharmacological activity, content and mechanism of action of active compounds that can be used as a treatment for several non-communicable diseases. The method of this Systematic Literature Review (SLR) where the literature search for research articles comes from National and International Journals and then analyzed based on inclusion and exclusion provisions. The results of the literature study showed that red beet root extract has activity in several non-communicable diseases such as cancer based on a decrease in the percentage (%) of cell viability, alzheimer's disease based on a decrease and inhibition of acetylcholinesterase (AChE) activity, acute renal failure disease based on a decrease in urea and creatinine levels, and gout disease based on the percentage (%) inhibition of xanthine oxidase (XO) activity. The content and mechanism of action of active compounds that play a role in red beetroot extract are flavonoid compounds with a mechanism of action that can induce apoptosis, modulate AChE activity, and prevent XO activity. In addition, a typical compound contained in red beet tubers is betanin, which can inhibit cell growth by preventing cancer cell proliferation. Betasianin compounds can activate the extrinsic apoptotic pathway. Betalain compounds can prevent lipid peroxidation, protect the kidney from nephrotoxic effects, and can inhibit XO activity. Abstrak. Penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L.) memiliki manfaat pada beberapa penyakit tidak menular. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis hasil penelitian mengenai ekstrak umbi bit merah dari aktivitas farmakologi, kandungan dan mekanisme kerja senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai penanganan terhadap beberapa penyakit tidak menular. Metode yang digunakan yaitu Systematic Literature Review (SLR) dimana pencarian literatur artikel penelitian berasal dari Jurnal Nasional dan Internasional kemudian dianalisis berdasarkan ketentuan inklusi dan ekslusi. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak umbi bit merah memiliki aktivitas di beberapa penyakit tidak menular seperti penyakit kanker berdasarkan penurunan persentase (%) viabilitas sel, penyakit alzheimer berdasarkan penurunan dan penghambatan aktivitas asetilkolinesterase (AChE), penyakit gagal ginjal akut berdasarkan penurunan kadar urea dan kreatinin, serta penyakit gout berdasarkan persentase (%) penghambatan aktivitas xanthine oxidase (XO). Kandungan dan mekanisme kerja senyawa aktif yang berperan pada ekstrak umbi bit merah adalah golongan senyawa flavonoid dengan mekanisme kerja dapat menginduksi apoptosis, memodulasi aktivitas AChE, dan mencegah aktivitas XO. Selain itu, senyawa khas yang terkandung di dalam umbi bit merah adalah betanin dapat menghambat pertumbuhan sel dengan mencegah proliferasi sel kanker. Senyawa betasianin dapat mengaktifkan jalur apoptosis ekstrinsik. Senyawa betalain dapat mencegah peroksidasi lipid, melindungi ginjal dari efek nefrotoksik, dan dapat menghambat aktivitas XO.
EDUKASI PENGGUNAAN SUPLEMEN DAN HERBAL PENINGKAT IMUNITAS DI KELURAHAN KARASAK KOTA BANDUNG Fetri lestari; Yani lukmayani; Ratih Aryani; Kiki Mulkiya Yuliawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.860

Abstract

Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung berdampak pada kebutuhan akan peningkatan imunitas tubuh, selain diterapkannya protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penggunaan suplemen dan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh, serta cara mengolah herbal di rumah. Program dilakukan di Kelurahan Karasak, Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung pada bulan April 2021, berupa ceramah dan penayangan video. Evaluasi peningkatan pemahaman peserta berupa  skor tes akhir, dibandingkan dengan skor tes awal.  Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai suplemen dan herbal peningkat imunitas sebesar 36,2% berdasarkan hasil tes. Untuk mendorong keberdayaan warga dalam budidaya TOGA, diberikan 100 bibit jahe merah sekaligus dalam rangka mendukung pendirian Kampung Jahe di Kelurahan Karasak. Selain itu juga diberikan bibit cabe rawit dan set peralatan untuk penanaman secara hidroponik. Setelah dilaksanakannya PKM ini diharapkan agar warga memahami penggunaan suplemen dan herbal yang tepat sebagai upaya menjaga imunitas dan cara mengolah herbal, serta aktif membudidaya TOGA.
Isolasi Senyawa Antioksidan Ekstrak Buah Takokak (Solanum torvum) Tsaniya Fatima Khanza; Kiki Mulkiya Yuliawati; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9082

Abstract

Abstrak. Buah takokak (Solanum torvum) diketahui memiliki potensi senyawa untuk dimanfaatkan dalam pengobatan sebagai antimikroba, antiulserogenik, anti-platelet aggregation, anti inflamatori, modifikasi tekanan darah sistolik, aktivitas sitotoksik, dan antioksidan. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dari buah takokak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi senyawa antioksidan yang terdapat pada buah takokak (Solanum torvum). Simplisia buah takokak (Solanum torvum) diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian di fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair, lalu dilakukan pula pemurnian dan uji kemurnian, serta dilakukan pemantauan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) hingga diperoleh isolat murni. Hasil proses isolasi menggunakan KLT menunjukkan bahwa buah takokak memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan pada nilai Rf 0,4 dengan menggunakan pengembang kloroform dan metnol (9:1). Kata Kunci: Antioksidan, buah takokak (Solanum torvum), DPPH, radikal bebas Abstract. Takokak fruit (Solanum torvum) is known to have potential compounds to be used in medicine as antimicrobial, antiulcerogenic, anti-platelet aggregation, anti-inflammatory, systolic blood pressure modification, cytotoxic activity, and antioxidant. In this study, the isolation of compounds that have antioxidant activity from takokak fruit was carried out. This study aimed to isolate the antioxidant compounds found in takokak fruit (Solanum torvum) fruit.Simplicia of takokak fruit (Solanum torvum) was extracted using the maceration method with 96% ethanol solvent, then fractionated using the liquid-liquid extraction method, purification, and purity testing were also carried out, and antioxidant activity was monitored using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method until pure isolates were obtained. The results of the isolation using prep TLC showed compounds that have the potential as antioxidants at Rf value of 0.4 using chloroform and methanol (9:1). Keywords: Antioxidant, takokak fruit (Solanum torvum), DPPH, free radicals.
Uji Aktivitas Antibakteri Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata (L) R.M. King & H.Rob) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidids dan Escherichia coli serta Penetapan Kadar Fenol Total Novia Nur Islamiati; Yani Lukmayani; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9124

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang diatandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Komplikasi kronis dari diabetes melitus salah satunya adalah ulkus diabetikum. Ulkus merupakan luka yang terjadi karena adanya kelainan pada saraf, pembuluh darah dan infeksi. Bakteri yang dapat menginfeksi ulkus diabetikum salah satunya adalah bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli. Salah satu tumbuhan yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri adalah tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H.Rob). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kirinyuh terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli serta kandungan senyawa fenol total yang terdapat pada ekstrak daun kirinyuh. Metode yang digunakan dalam pembuatan ekstrak yaitu dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan aktivitas antibakteri pada bakteri Staohylococcus epidermidis 1.083 mm zona hambat dikategorikan lemah karena kurang dari 5 mm namun tidak terdapat hambatan pada bakteri Escherichia coli. Kadar fenol total yang terkandung dalam ekstrak daun kirinyuh sebesar 1075 mgGAE/g. Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by in creased blood sugar levels. One of the chronic complications of diabetes melitus is diabetic uclers. Uclers are wound that occur due to abnormalities in the nerves, blood vessels and infection. One of the bacteria that can infect diabetic uclers is Staphylococcus epidermidis and Escherichia coli bacteria. One of the plants that has the potential to inhibit bacterial growth is the kirinyuh plant (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob). This study aims to determine the antibacterial activity of kirinyuh leaf extract against Staphylococcus epidermidis and Escherichia coli bacteria as well as the total phenolic compounds contained in kirinyuh leaf extract. The method used in making the extract is by maceration method using 70% ethanol solvent. Testing the antibacterial activity with the well method with variations in extract concentrations of 5%, 10%, 15% and 20%. The results of the antibacterial activity test showed antibacterial activity on the Staohylococcus epidermidis 1,083 mm zone of inhibition which was categorized as weak because it was less than 5 mm but there were no barriers to Escherichia coli bacteria. The total phenol content contained in kirinyuh leaf extract was 1075 mgGAE/g
KARAKTERISASI DAN PENAPISAN FITOKIMIA SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEJI BELING (Strobilanthes crispa (L.) Blume) Agung Gunawan; Vinda Maharani Patricia; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9163

Abstract

Abstrak. Salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional dalam pencegahan dan pengobat suatu penyakit yaitu tanaman keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan apa saja metabolit sekunder yang terkandung pada simplisia maupun ekstrak daun keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume). Metode karakterisasi meliputi penetapan kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar air, susut pengeringan, kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut asam. Skrining fitokimia pada simplisia maupun ekstrak etanol daun keji beling dilakukan dengan metode kualitatif menngunakan pereaksi spesifik. Hasil penelitian ini diperoleh hasil kadar sari larut air 6,86%, kadar sari larut etanol 17%, kadar abu total 17,75%, kadar abu tidak larut asam 3,35%, kadar air 9,5%, susut pengeringan 9,83% dan bobot jenis ekstrak 1,03 gr/mL. skrining fitokimia simplisia dan ekstrak menunjukkan bahwa daun keji beling mengandung senyawa golongan polifenol, flavonoid, kuinon dan tanin. Kata Kunci: Strobilanthes crispa (L.) Blume, parameter spesifik, skrining fitokimia Abstract. One of the plants that is often used as traditional medicine in the prevention and treatment of a disease is the vile shard plant (Strobilanthes crispa (L.) Blume). The purpose of this study was to determine the characterization of simplicia and what secondary metabolites were contained in both simplicia and keji shard leaf extract (Strobilanthes crispa (L.) Blume). The characterization method includes determination of water soluble extract, ethanol soluble extract, moisture content, drying shrinkage, total ash content and determination of acid insoluble ash content. Phytochemical screening of simplicia and ethanol extract of keji shard leaves was carried out using a qualitative method using specific reagents. The results of this study showed that the water-soluble extract content was 6.86%, the ethanol-soluble extract content was 17%, the total ash content was 17.75%, the acid-insoluble ash content was 3.35%, the water content was 9.5%, the drying shrinkage was 9, 83% and the specific gravity of the extract is 1.03 gr/mL. Phytochemical screening of simplicia and extracts showed that keji shard leaves contain polyphenols, flavonoids, quinones and tannins. Keywords: Strobilanthes crispa (L.) Blume, specific parameters, phytochemical screening
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN GAHARU (Aquilaria Sp.) TERHADAP BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NEGATIF Gina Kurniawati; Thyazen Abdo Hizam Alhakimi; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9501

Abstract

Abstract. Infectious diseases are still the main problem with the high morbidity rate and even cause death, one of which is in Indonesia. Agarwood (Aquilaria Sp.) is one plant that has potential as an antibacterial. This research is in the form of library search using the Systematic Literature Review (SLR) method. This study aims to determine the antibacterial activity of gaharu leaf extract (Aquilaria Sp.) against gram-positive and gram-negative bacteria, to determine the active compounds contained in gaharu leaf extract which have potential as antibacterial. Based on the results of a literature search, gaharu leaf extract (Aquilaria Sp.) can inhibit gram-positive bacteria and gram-negative bacteria, namely Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Eschericia coli, Proteus mirabilis, and Salmonella typhi. Compounds that have potential as antibacterial are flavonoids and tannins. Keywords: Antibacterial activity, antibacterial agarwood leaf extract, gram positive and gram negative bacteria Abstrak. Penyakit infeksi masih menjadi masalah utama terhadap tingginya angka kesakitan bahkan hingga menimbulkan kematian salah satunya di Indonesia. Gaharu (Aquilaria Sp.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Peneletian ini merupakan berupa penelusuran pustaka menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun gaharu (Aquilaria Sp.) terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, untuk mengetahui senyawa aktif yang terkandung pada ekstrak daun gaharu yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka ekstrak daun gaharu (Aquilaria Sp.) dapat menghambat bakteri gram positif dan bakteri gram negatif yaitu Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Eschericia coli, Proteus mirabilis, dan Salmonella typhi. Senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu flavonoid dan tanin. Kata Kunci: Aktivitas antibakteri, antibakteri ekstrak daun gaharu, bakteri gram positif, bakteri gram negatif
Modifikasi Kandungan Natrium Klorida Dalam Media Tumbuh Kultur Dunaliella salina Terhadap Pengaruh Aktivitas Antioksidan dan Kadar -Carotene Siti Romlah; Indra Topik Maulana; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9527

Abstract

Dunaliella salina merupakan salah satu mikroalga hijau spesies chlorophyta. Karena kemampuan dari mikroalga Dunaliella salina yang beradaptasi diberbagai kondisi lingkungan yang ekstrim, hal ini menjadikan mikroalga Dunaliella salina sebagai kandidat baru bahan baku yang dapat dikembangkan. Selain kemampuannya beradaptasi, mikroalga Dunaliella salina memiliki berbagai komponen yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang salah satunya bidang kesehatan seperti antioksidan, antikanker, antivirus, antimikroba, dan lain sebagainya. Pada proses budidaya mikroalga Dunaliella salina terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dari mikroalga Dunaliella salina, salah satunya adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan salinitas dalam media terhadap proses pertumbuhan mikroalga Dunaliella salina dan hasil jumlah panen biomassa yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan salinitas dalam media pertumbuhan kultur mikroalga Dunaliella salina dapat mempengaruhi hasil jumlah panen biomassa mikroalga Dunaliella salina yang dihasilkan.
Penetapan Kadar Fenol Total dan Flavonoid Ekstrak Kulit Pisang 'Kepok' Mentah Devi Zulfitriyana, Devi Zulfitriyana; Yani Lukmayani; Lanny Mulqie
Jurnal Riset Farmasi Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v4i1.3759

Abstract

Abstact. One of the bananas produced in Indonesia is banana kepok (Musa acuminata × Musa balbisiana (ABB Group) 'Kepok'. It is known that kepok banana peel has potential as an antibacterial. Compounds that have antibacterial potential include flavonoids, tannins and saponins. Based on this background, this study aims to determine how much total phenol and flavonoid levels are owned by kepok banana peel. In determining total phenol and flavonoid levels using the Uv-Vis spectrophotometer method. The results showed that total phenol levels were 135.3 mgGAE/g and flavonoids were 88.8 mgQE/g in kepok banana peel extract. Abstrak. Salah satu pisang yang diproduksi di Indonesia yaitu pisang kepok (Musa acuminata × Musa balbisiana (ABB Group) ‘Kepok’. Diketahui kulit pisang kepok memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri diantaranya flavonoid, tannin dan saponin. Berdasarakan latar berlakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kadar fenol total dan flavonoid yang dimiliki oleh kulit pisang kepok. Pada penentuan kadar fenol total dan flavonoid menggunakan metode spektrofotometer Uv-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenol total terdapat 135,3 mgGAE/g dan flavonoid terdapat 88,8 mgQE/g pada ekstrak kulit pisang kepok.
Aktivitas Antibakteri Daun Beluntas (Pluchea indica L.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Wini Dwiyunianti; Yani Lukmayani; Livia Syafnir
Jurnal Riset Farmasi Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v4i1.3889

Abstract

Abstract. Indonesia is a tropical country that has various types of plants. One of the plants that can grow in Indonesia is beluntas. Beluntas are plants that belong to the Asteraceae tribe which can grow wild. Beluntas are generally used as hedges or as additional food such as vegetables and fresh vegetables. One of the benefits of beluntas is as an antibacterial. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method. This study aims to find, collect, and conclude the literature on the antibacterial potential of beluntas leaves (Pluchea indica L) against Staphylococcus epidermidis. . Based on a literature search, beluntas leaf extract has antibacterial activity against the acne-causing bacteria Staphylococcus epidermidis. Abstrak. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki berbagai jenis tanaman. Salah satu tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia adalah beluntas. Beluntas merupakan tanaman yang termasuk kedalam suku Asteraceae yang dapat tumbuh secara liar. Beluntas pada umumnya digunakan sebagai tanaman pagar ataupun sebagai makanan tambahan seperti sayur dan lalapan. Salah satu manfaat dari beluntas adalah sebagai antibakteri. Penelitian ini menggunakan metode Systematik Literatur Review (SLR). Penelitian ini bertujuan untuk mencari, mengumpulkan, dan menyimpulkan literatur tentang potensi antibakteri daun beluntas (Pluchea indica L) terhadap Staphylococcus epidermidis. . Berdasarkan penelusuran pustaka ekstrak daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat Staphylococcus epidermidis.
Pelatihan Teknologi Ekstraksi Rimpang Jahe (Zingiber officinale) pada Masyarakat Kampung Jahe Kelurahan Karasak-Astanaanyar: Ginger (Zingiber officinale) Rhizome Extraction Technology Coaching for the people of Kampung Jahe, Karasak-Astanaanyar Sub District Aryani, Ratih; Yuliawati, Kiki Mulkiya; Lukmayani, Yani; Lestari, Fetri; Sadiyah, Esti Rachmawati; Aprilia, Hilda
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i4.7040

Abstract

The people of Ginger Village at Karasak Urban Village support the urban greening program by planting ginger plants in the yards and roadsides. Ginger is a traditional medicinal plant commodity that has the potential to be cultivated and developed into health products because of its various pharmacological effects. The PkM team has conducted Community Service Activities for active PKK cadres in Jahe village. This activity aims to educate residents of Ginger Village through PKK cadres about the importance of knowing reasonable ginger extraction procedures so that the benefits of ginger can be optimal as a nutritious ingredient with pharmacological effects. The service method is training in processing ginger using the infusion method. The results showed an increase in participants' knowledge of up to 67%, which indicates that PKK cadres could understand how to extract ginger correctly to maintain its quality and properties.