Johny Lumolos
Dosen Program Studi PSP Pascasarjana Unsrat

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PENYEDIAAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DESA LOMPAD BARU KECAMATAN RANOYAPO KEBUPATEN MINAHASA SELATAN Pendong, Gemarya Asri; Lumolos, Johny; Pangemanan, Fanley
JURNAL EKSEKUTIF Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan pemerintah dalam penyediaan air bersih untuk masyarakat saat ini mempunyai peranan yang sangat penting, dimana dalam penyediaanya dapat meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat, peyediaan air bersih mempunyai peranan dalam menurunkan angka penderita penyakit, khususnya yang berhubungan dengan air, dan berperan juga dalam meningkatkan standar atau taraf/kualitas hidup masyarakat.Air merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk hidup di bumi. Manusia tergantung pada air bukan hanya memenuhi kebutuhan domestik rumah tangga melainkan juga untuk kebutuhan-kebutuhan seperti kebutuhan produksi, kebutuhan industri dan kebutuhan lainnya. Seiring berjalannya waktu, meningkatnya jumlah populasi berbanding lurus pada meningkatnya kebutuhan akan air, padahal menurut siklus hidrologi, jumlah air adalah tetap. Hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah di kemudian hari, yakni krisis air. Agar setiap warga mampu menikmati air besih maka pemerintah harus Mengelola melalui pengelolaan yang baik. Dimana dalam pengelolaan atau manajeman, peran dari pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat. Melihat sumber daya yang ada dan dana yang masuk di Desa, sebenarnya pemerintah dapat menyisihkan sebagian dana Desa untuk mengelola sumber mata air yang ada karena pemerintah juga mempunyai kewenangan untuk mengelola dana tersebut. Oleh sebab itu pemerintah Desa harus memperhatikan tuntutan dari masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu bersusah paya untuk mengeluarkan anggaran yang begitu besar dalam memperoleh air bersih.Kata Kunci : Peranan, Pemerintah Desa, Air Bersih
PERANAN PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA SELATAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI AREN DI KECAMATAN KUMELEMBUAI Sorongan, Yangwan; Lumolos, Johny; Pangemanan, Fanley
JURNAL EKSEKUTIF Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani aren atau mereka yang memproduksi produk berbahan pohon aren khususnya di kecamatan Kumelelmbuai kabupaten Minahasa Selatan, dibagi dalam pengolah gula merah atau dikenal dengan gula batu, lalu minuman beralkohol Saguer dan beralkohol tinggao yakni Captikus Beberapa hal yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemberdayaan Petani Aren yakni : Menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang. Memperkuat  potensi  yang  dimiliki  oleh  rakyat  dengan  menerapkan langkah-langkah nyata, Melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Kemudian dapat dirumuskan peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aren Kabupaten Minahasa Selatan terhadap masyarakat petani adalah 1). Pemberdayaan petani dengan melaksanakan  program  pembinaan  dan  penyuluhan,  2).  Pengembangan kemitraan dan usaha agribisnis, 3). Penguatan modal dengan dana bantuan pinjaman  langsung  pada  masyarakat  untuk  modal  usahatani,  4). Peningkatan sarana dan prasarana pertanian, 5). Pengembangan Kelembagaan. Mengingat komoditas  tanaman  padi dan kacang hijau merupakan  komoditas  andalan  dan unggulan. Selain itu, lahan sawah merupakan sumber pendapatan dan penopang hidup  yang  sangat  diandalkan  sebagai  petani.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan dalam pembinaan dan penyuluhan,  berjalan dengan baik selama beberapa tahun.Kata Kunci : Peranan, Pemerintah, Petani Aren
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MINAHASA SELATAN DALAM PENDISTRIBUSIAN BANTUAN UNTUK PENINGKATAN HASIL PERTANIAN AGRIKULTUR DI KECAMATAN MODOINDING Pinasang, Sandy; Lumolos, Johny; Undap, Gustaf
JURNAL EKSEKUTIF Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran yang strategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Pembangunan sektor pertanian akan tolak ukur kemandirian suatu negara dalam menyediakan kebutuhan pangan, pakan, dan energi masa depan dari suatu bangsa. Untuk itu pengelolaan pembangunan pertanian harus benar-benar dapat menjamin perkembangan sektor pertanian dengan baik. Sektor pertanian mencakup segala pengusahaan yang didapat dari alam dan merupakan barang-barang biologis atau hidup, dimana hasilnya akan digunakan untuk memenuhi hidup sendiri atau dijual kepada pihak lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam pendistribusian bantuan di Kecamatan Modoinding. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dimaksudkan untuk mengeksplorasi masalah penelitian agar didapatkan jawaban yang lebih komprehensif, hasil penelitian menunjukkan bahwa Keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk memberikan bantuan adalah melalui ketersediaan kebijakan anggaran yang telah ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun bantuan yang diberikan dari Pemerintah Pusat dibawah koordinasi dengan kementerian pertanian, dimana dalam penditribusian bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing kelompok tani yang diusulkan melalui proposal.Kata Kunci : Strategi, Pemerintah, Pendistribusian, Bantuan, Pertanian, Agrikultur.
INOVASI KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PEMBANGUNAN DESA (STUDI DI DESA ALO UTARA KECAMATAN RAINIS KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD) Gumolung, Olivia; Lumolos, Johny; Monintja, Donald
JURNAL EKSEKUTIF Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi merupakan suatu langkah menuju pembaharuan yang belum pernah dilakukan sebelumnya guna untuk meningkatkan keadaan dari sebelumnya menjadi lebih baik . Pemerintah Desa boleh dikatakan adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat yang menjangkau lebih detail warga masyarakat sehingga berhadapan langsung dengan permasalahan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Inovasi Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Pembangunan di Desa Alo Utara Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara observasi partisipasi studi dokumen, analisis data ini dilakukan sepanjang penelitian ini berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan belum terlaksana secara keseluruhan, maka dari itu bagaimana Kepala Desa meninjau dan mengatasi hal tersebut. Karena Keberhasilan pembangunan suatu Desa tidak terlepas dari peran Kepala Desa sebagai pemimpin yang ada di Desa, hal ini juga merupakan fungsi dari pemerintah Desa itu sendiri yaitu fungsi pembangunan serta relasi yang baik antara Pemerintah Desa dengan masyarakat sangat menentukan kemajuan Desa tersebut. Lima (5) tingkatan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yaitu melalui memberikan informasi, konsultasi, mengambil keputusan bersama, bertindak bersama , serta memberikan dukungan.Kata Kunci : Inovasi, Kepala Desa, Partisipasi, Pembangunan
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN ANAK ASUH DI KECAMATAN KOTAMOBAGU TIMUR KOTA KOTAMOBAGU Aray, Marisstela; Lumolos, Johny; Sampe, Stefanus
JURNAL EKSEKUTIF Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan sosial merupakan program-program yang dilaksanakan tanpa pertimbangan pasar untuk menjamin suatu tingkatan dasar dan penyediaan fasilitas pemenuhan kebutuhan akan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan untuk melaksanakan fungsi-fungsi, untuk memperlancar kemampuan, untuk menjangkau dan manggunakan pelayanan-pelayanan dan lembaga-lembaga yang telah ada dan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dan keterlantaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Bantuan Anak Asuh Di Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif diharapkan dapat memecahkan masalah penelitian ini, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program dapat dikaji berdasarkan aspek komunikasi, sumberdaya, dan sikap pelaksana yang dibangun dalam rangka implementasi program anak asuh di Kota Kotamobagu khususnya untuk kecamatan Kotambagu Timur berjalan berjenjang, sesuai dengan peraturan walikuota tentang program anak asuh, dimana tim pelaksana program tersebut terdiri dari Unsur pemerintah kota, dinas pendidikan, Badan Pengelola Keuangan dan Unsur Perangkat Desa/ Kelurahan. Masing-masing unsur memiliki tugas masing-masing namun tetap menjaga koordinasi demi tujuan bersama.Kata Kunci : Implementasi, Program Bantuan Anak Asuh.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI KEPADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT DI KELURAHAN MAHAKERET BARAT DAN KELURAHAN MAHAKERET TIMUR KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Kawung, Alive M.; Lumolos, Johny; Sampe, Stefanus
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2020): Ilmu Pemerintahan
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program-program mengenai pengentasan kemiskinan, dimulai oleh pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010, tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Salah satu program yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok adalah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan Pangan Non Tunai ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat melalui pemenuhuan sebagai kebutuhan pangan, memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada Keluarga Penerima Manfaat. Salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan pangan non tunai adalah Kecamatan wenang. Sebagian masyarakat di kelurahan mahakeret barat dan mahakeret timur sudah mendapatkan bantuan pangan non tunai tersebut. Namun sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri sosial No. 25 Tahun 2016 bahwa yang harus mendapatkan program bantuan pangan non tunai yang disebut keluarga penerima manfaat adalah dengan kondisi sosial ekonomi di bawah 25% Akan tetapi realitas Pelaksanaan program bantuan pangan non tunai tersebut justru di terima oleh masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi di atas 25% dengan kata lain penerima bantuan pangan non tunai tidak tepat sasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan program bantuan pangan non-tunai di Kelurahan Mahakeret Barat dan Kelurahan Mahakeret Timur Kecamatan Wenang Kota Manado. Penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Kata Kunci: Evaluasi, Bantuan, Evaluasi Program Bantuan Sosial.
EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DI DESA LEILEM KECAMATAN SONDER KABUPATEN MINAHASA Pua, Andre; Lumolos, Johny; Sampe, Stefanus
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2020): Ilmu Pemerintahan
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Pengembangan Industri Kecil di Kabupaten Minahasa adalah sistem untuk pengembangan industri kecil yang ada di desa Leilem Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa. Dalam hal ini tujuan untuk pengembangan industri kecil adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan industri kecil yang ada. Peneliti dalam hal ini mendapatkan hasil penelitian kebijakan yang ada sudah jelas namun belum di realisasikan oleh dinas terkait, dalam hal ini juga para pelaku industry kecil sangat menyayangkan ketika peraturan daerah yang sudah jelas namun bisa di realisasikan oleh pemerintah daerah. Di lapangan juga masih terdapat banyak masalah yang ada namun masalah tersebur sebenarnya bisa terjawab ketika peraturan daerah tentang pengembangan industry bisa di realisasikan. Dalam segi Efesiensi Adalah perbandingan terbaik antara suatu keadaan dengan keadaan sebelumnya dilihat dari proses pelaksanaan peraturan pemerintah yang didasarkan pada waktu dan biaya. Dalam hal ini, akan dilihat apakah setelah pengembangan kebijakan industri meubel di Desa Leilem Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa telah menimbulkan kemajuan pada industri meubel ini. Dari hasil wawancara peneliti menjelaskan bahwa kebijakan pengembangan industry kecil ini sangat baik dan di harapkan oleh para pelaku industry, namun kenyataan nya peraturan daerah yang ada belum sepenuhnya di realisasikan, dari hasil peneliti juga menjelaskan bahwa sebenarnya kebijakan pengembangan industry kecil ini bisa di realisasikan ketika dinas terkait dan para pelaku industry kecil mempunyai komunikasi yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan pengembangan industri kecil di Desa Leilem Kecamtan Sonder Kabupaten Minahasa. Penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Kata Kunci : Evaluasi, Kebijakan, Pengembangan Industri Kecil.
KOORDINASI PEMERINTAH KECAMATAN DALAM MENGATASI KONFLIK DI KELURAHAN IMANDI DAN DESA TAMBUN KECAMATAN DUMOGA TIMUR Suhing, Rico; Lumolos, Johny; Kumayas, Neni
JURNAL EKSEKUTIF Vol 2, No 5 (2020): Prodi Il. Pemerintahan
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondouw Memiliki Suku Dan Adat-Istiadat Yang Berbeda-Beda Namun Di Iringi Dengan Pluralitas Budaya Yang Majemuk. Sebagaimana Daerah Lainnya, Bolaang Mongondow Sebagai Salah Satu Daerah Di Indonesia Yang Terkenal Dengan Multikulturalnya Menyimpan Sejarah Tersendiri Yang Melatarbelakangi Perkembangan Sosial, Budaya Dan Politik. Sebagai Daerah Dengan Tingkat Kepedulian Daerah Yang Masih Begitu Tinggi, Bolaang Mongondow Terkenal Dengan Sejarah Yang Membentuk Struktur Masyarakatnya Sendiri, Karena Disadari Atau Tidak Terlepas Dari Nilai Moralnya, Norma-Norma Yang Menjelma Dari Kebiasaan Masyarakat Bolaang Mongondow Dengan Sendirinya Akan Terlembagakan. Numun Di Tengah-Tengah Keindahan Multikultural Budaya Di Tanah Bolaang Mongondow Masi Juga Terdapat Gesekan Social Yang Berujung Pada Konflik Sosial. Sepertinya Halnya Konflik Sosial Yang Terjadi Di Kelurahan Imandi Dan Desa Tambun. Konflik Sosial Antar Kedua Pihak Tersebut Terjadi Karena Dendam Lama, Semisal Perebutan Daerah Pertambangan Dan Ujaran Status Di Media Social Yang Saling Memprofokasikan Sehingga Memicu Masyarakat Desa Untuk Saling Dendam. Tercatat Ada Beberapa Konflik Yang Muncul Ke-Publik Di Antaranya; Rabu (2/5/2012) Tawuran Terjadi, Diawali Saling Lempar Batu Dan Saling Sabet Antara Pemuda Desa Imandi Dan Tambun. Nevri Singal, Terkena Sabetan Parang Di Kepala Bagian Belakang Sebelah Kanan. Nevri Meninggal Di Puskesmas Imandi. Senin (28/4/2015) Bentrokan Dua Warga Desa Menyebabkan Korban Luka Luka Berjumlah 24 Orang. Pandangan Ini Justru Mengarah Pada Aspek Penyelenggaraan Pemerintahan Karena Pemerintahlah Yang Mempunyai Otoritas Penting Dalam Mengatur Semua Aspek Kehidupan Sosial Masyarakat. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Bagaimana Koordinasi Pemerintah Kecamatan Dumoga Timur Dalam Mengatasi Konflik Kelurahan Imandi Dan Desa Tambun. Dalam Penelitian Ini Menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif.Kata Kunci: Koordinasi, Konflik, Koordinasi Pemerintah
Peranan Komunikasi Organisasi dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan di Kecamatan Bolaang Itang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Diana, Amna; Lumolos, Johny
JURNAL ILMU ADMINISTRASI (JIA) Vol 8, No 3 (2012): Ilmu-Ilmu Administrasi
Publisher : JURNAL ILMU ADMINISTRASI (JIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aims of this study are to know the role of organizational communication in the improvement of service quality in the West Bolang Itang District, the impact of organizational communication satisfaction, and the factors supporting the communication services organization in the process. The method used in this study put more emphasis on qualitative research methods. The instruments used in this study were a list of questions with emphasis on the various lists of questions that have been circulated to the informant in a structured or unstructured. The data collection techniques were observation and interviews. The observation was conducted in a participatory manner, in which researchers directed the targeted research communities. The analytical techniques used in this study were more emphasis on qualitative analysis.  From this study it can be concluded that a) the role of organizational communication in the organization's service process can be applied through the relationship between superiors and subordinates, to maximize the timeliness of the work, affecting the attitude of openness subordinates in performing duties, affecting the administrative service, increasing the level of professionalism through education, and maximize the implementation of the discipline, b) good organizational communication satisfaction can affect the quality of service that can be seen from the procedure of service satisfaction, satisfaction in meeting the requirements of the various forms of service, satisfaction in the provision of cost of service, and satisfaction with services completion time, c) factors that supports communication between other organizations through service accountability, transparency of service, knowledge and skill factors and factors of discipline in conducting the service. It can be suggested that it is necessary to create  a good working relationship between superior and subordinate, between subordinates with subordinates as well as between the parties nor the providers of service recipients, as well as a need for improvement in facilities and infrastructure to support the intensity of service activity. Keywords: role of organizational communication, service quality
Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Pegawai Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Manado Korua, Michael D; Lumolos, Johny
JURNAL ILMU ADMINISTRASI (JIA) Vol 8, No 2 (2012): Ilmu-Ilmu Administrasi
Publisher : JURNAL ILMU ADMINISTRASI (JIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The research objective was to identify and describe the leadership style and employee motivation to work at the Main Branch of BNI Manado. The research method used was qualitative research by collecting data through interviews, observation and documentation. Informant were obtained based on the consideration of researchers, those who provided an objective and accurate information in accordance with research problems. Informants were drawn from a bank employee BNI Main Branch Manado with the total of 11 consisting of five informants in the frontliner, three from the marketing and three  from the back office. The results showed leadership style inclined toward participatory because accommodate suggestions, proposals and opinions from subordinates by using strict rules and discipline to influence subordinates, employees were required to implement the provisions of service standards for frontliner upon request or demand of management. Most of frontliners were required to meet the demands of the service standards without bargaining for the progress of BNI. Leaders received suggestions and proposals put forward subordinates because subordinates were at the forefront in receiving comments from customers. Motivation of employees currently working was like to achieve the best career, get high salaries, inadequate facilities and getting adequate pensions. It can be suggested that in improving the performance of banks in accordance with the goals, vision and mission of BNI be a participative leadership style tailored to let maintained even listening to what customers want as a customer. Leaders have to noting employees who experienced demotivation caused by too saturated with the situation and working conditions by providing a variety of tasks, and create a conducive atmosphere in the workplace. Keywords : Leadership  Style and Employee Motivation