Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Korosifitas Baja Ringan dengan Metoda Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) Siti Raudatul Jannah; Ni Nyoman Ratini; Windarjoto Windarjoto; Hery Suyanto
Kappa Journal Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v5i1.3446

Abstract

Method has been carried out. Research is done on mild steel zincalume type with immersion treatment (NaCl 3.5%) for 10 days, and 30 days and without immersion. Mild steel is laser irradiated (Nd-YAG 1064 nm, 7 ns) with energy of 120 mJ, and the data is taken with an accumulation of 3, delay time of 0.5 µs. Elements identification is done by taking data from up to 75 μm from the surface. The results of the analysis with LIBS showed immersion for 10 days, the corrosion rate and hardness of mild steel increased with 30 days immersion. The increase in the corrosion rate of mild steel is indicated by decreasing the value of dissolved oxygen intensity, the electrochemical reaction is fast. The decrease in the corrosion rate is indicated by the increase in the intensity value of Zn and Al elements associated with the formation of a passive film on the metal surface as a protective layer to protect further corrosion attacks.DOI : 10.29408/kpj.v5i1.3446
INTENSIFIKASI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN AIR BAWAH TANAH (RENCANA PROYEK PERCONTOHAN DI SUBAK SAYEHAN JASRI KARANGASEM I N. Simpen; N. N. Ratini; I M. S. Wibawa; I. B. M. Suryatika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.808 KB)

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam usaha intensifikasi lahan pertanian adalah mengairi sawah dengan air bawah tanah pada musim kemarau atau pada saat air sungai sudah tidak ada. Di Subak Sayehan Jasri Karangasem hendak melakukan proyek percontohan intensifikasi lahan pertanian menggunakan air bawah tanah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menentukan titik pengeboran untuk mendapatkan air bawah tanah yang paling efektif. Titik pengeboran dicari dengan metode geolistrik. Hasilnya telah didapatkan titik pengeboran, pada jarak 115-126 m dari pinggir jalan, diperkirakan kedalaman 13 m sudah ditemukan air, pengeboran direkomendasikan sampai kedalaman 25 m.
PENGELOLAAN LABORATORIUM DAN PENGETAHUAN GURU IPA DALAM MEMBUAT MODUL PRAKTIKUM DI SMP TAMAN SASTRA JIMBARAN G. N. Sutapa; N. N. Ratini; I. M. Yuliara; I. G. A. Kasmawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.987 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2020.v19.i01.p23

Abstract

Hasil identifikasi keberadaan tenaga laboratorium IPA di SMP Taman Sastra Jimbaran Kuta Selatan, Badung adalah sekolah swasta yang menunjukkan bahwa umumnya kualifikasi pendidikan tenaga yang ditugaskan di laboratorium IPA belum memenuhi persyaratan standar tenaga laboratorium sekolah. Data yang diperoleh dari interview dengan guru IPA di SMP Taman Sastra Jimbaran, menyatakan bahwa sebagian besar guru IPA masih mengalami masalah untuk melakukan praktikum tentang topik-topik tertentu, tidak semua konsep-konsep IPA eksperimental dapat diajarkan dengan praktikum karena keterbatasan alat-alat dan bahan yang tersedia. Salah satu kendala yang menghambat kelancaran pelaksanaan pembelajaran IPA di laboratorium adalah terbatasnya jumlah dan/atau jenis alat yang tersedia dan belum memiliki petunjuk praktikum yang tersusun secara permanen (dalam bentuk Modul). Hasil pengabdian ini telah mengasilkan beberapa alat praktikum sederhana dan dilengkapi dengan modul praktikum yang telah tersusun dengan baik. Diakhir kegiatan alat praktikum dan modul prkatikum diserahkan kepada SMP Taman Sastra Jimbaran. . Kata kunci : Laboratorium, alat praktikum, modul praktikum
ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis) DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF Gusti Ngurah Sutapa; Ni Nyoman Ratini; Gde Antha Kasmawan
Jurnal Biologi Udayana Vol 20 No 1 (2016): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.481 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis)dengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi) selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer) radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk), mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis) yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32
SISTEM INFORMASI VISUAL PENENTUAN WAKTU PENYINARAN HARIAN KANKER UNTUK TEKNIK S.A.D. Putu Wida Gunawan; A.A Ngurah Gunawan; Ni Nyoman Ratini
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.07 KB)

Abstract

Sistem informasi komputer visual   untuk menghitung waktu penyinaran harian kanker dengan teknik source to axis distance telah diciptakan.   Data pasien dapat disimpan dalam sistem ini sehingga proses perhitungan dapat dipermudah dan dipercepat.   Hasil perhitungan yang didapat juga mendekati darihasil manual yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah Sub Divisi Radioterapi dengan selisih 0,033 hingga 0,334 detik untuk teknik S.A.D., dan 0,01 hingga 0,61 detik untuk teknik S.S.D.Kata kunci : Waktu penyinaran harian kanker, S.A.D., S.S.D.
PENGENALAN TEKNOLOGI PENGERINGAN CABAI UNTUK KELOMPOK TANI DI SEKARTAJI TABANAN I.G.A. Kasmawan; G. N. Sutapa; I. M. Yuliara; N. N. Ratini; W. T. Baskoro; N. L. P. Trisnawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.045 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i03.p03

Abstract

Harga cabai yang turun saat panen melimpah tentu sangat merugikan petani. Hal tersebut perlu segera ditangani dengan cara memperlama masa simpan cabai menggunakan tekonologi tepat guna melalui program pengabdian kepada mayarakat. Tujuan program tersebut adalah memperkenalkan teknik pengeringan cabai menggunakan alat pengering cabai. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode ceramah interaksif dan praktek tentang teknologi pengolahan produk cabai mentah hingga menjadi cabai kering menggunakan alat pengering cabai. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya alat pengering cabai sederhana berbahan bakar gas. Alat tersebut dibangun menggunakan kombinasi bahan logam (90%) dan kayu (10%) berukuran 80 x 50 x 120 cm3, dengan daya tampung hingga ± 7 kg cabai rawit mentah. Cabai rawit merah dan cabai rawit hijau mengalami penyusutan berat masing-masing sekitar 80% dan 90% dengan warna produk sangat kontas. Proses pengeringan dengan alat pengering lebih cepat (6 jam) dibandingkan dengan cara konvensional (7-10 hari). Berdasarkan hasil kuisioner, tingkat keberhasilan pelaksanaan program pengabdian tersebut di atas 90%.
Analisis Electron Beam Output Constancy pada Pesawat Linear Accelelator (LINAC) Elekta Precise di Instalasi Radioterapi RSUP Sanglah Denpasar Made Aditya Jaya Mahardika; Ni Nyoman Ratini; I Wayan Balik Sudarsana; Fitriyani Mus Mulyadi
Kappa Journal Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v6i2.6325

Abstract

An analysis of the electron beam output constancy has been conducted on the Elekta Precise Linear Accelerator (LINAC) aircraft at the Radiotherapy Installation at Sanglah Hospital, Denpasar. The energy variations used are 8 MeV and 10 MeV. The analysis of the electron beam output constancy is determined by the standard deviation value obtained. The results of this study were obtained at an energy of 8 MeV with a large deviation value of 0.083% - 1.041%, and an energy of 10 MeV with a large deviation value of 0.022% - 0.695%. Based on the calculation results that the deviation value is still below the tolerance limit set by the AAPM. So that the LINAC Elekta Precise aircraft at the Radiotherapy Installation at Sanglah Hospital Denpasar is suitable to operate to receive patients. 
Analisis Dosis Keluaran Berkas Sinar-X Pesawat Linac Varian Clinac CX Berdasarkan Protokol Dosimetri IAEA TRS 398 Komang Sugiarta; Ni Nyoman Ratini; Hery Suyanto; Syarifuddin Syarifuddin
Kappa Journal Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v6i2.6327

Abstract

Research has been conducted on the Analysis of the X-ray beam output of the Linac varian Clinac CX based on the TRS 398 IAEA. This analysis aims to determine the condition of Linac in Bali Mandara Hospital with reference to the value of 1 cGy equal to 1 MU obtained from the analysis of the ionization chamber, temperature, pressure, polarity effect and ion recombination. The research was conducted with variations of X-ray energy 6 MV and 10 MV. The size of the irradiation field used is (10 x 10) cm with a Source to Surface Distance (SSD) of 100 cm. Based on the results of absolute measurements of the output dose of the Linac Varian Clinac CX X-ray beam at the Radiation Oncology Sub-Installation of the Bali Mandara Hospital with two variations of energy used, the output dose value at 6 MV energy is 1,00138 ???/?? and at 10 MV energy 0,99456 ???/?? with a large deviation of 0,138 % and 0,544 %, respectively, with the obtained deviation meeting the TRS 398 IAEA tolerance limit of ± 3%.
Analisis Tingkat Perubahan Vegetasi Hutan Mangrove Terhadap Tingkat Salinitas Menggunakan Citra Landsat Ramadhan, Rafly Rizqyta; Baskoro, Winardi Tjahyo; Sumaja, Kadek; Suarbawa, Komang Ngurah; Indrayana, Putu Tedy; Ratini, Ni Nyoman
Kappa Journal Vol 8 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v8i2.23729

Abstract

Research on the analysis of the level of changes of mangrove forest vegetation on the level of seawater salinity has been conducted with remote sensing methods by using Landsat 8 imagery in Tahura Ngurah Rai. The data used in this research is secondary data from the official website of the USGS (United States Geological Survey). This study aims to determine the levels of changes in mangrove forest vegetation cover in Tahura Ngurah Rai and to determine how much influence the level of mangrove forest vegetation cover has on the level of salinity in Tahura Ngurah Rai. The vegetation values were obtained by processing the NDVI index data and the salinity values were obtained by processing the SI, NDSI and VSSI index. from the results of the analysis that has been conducted, vegetation cover greatly influences the NDSI index with an increase in the total NDVI value of 25,48% and a decrease in the total NDSI value of -25,48%, with a correlation coefficient and determination of NDVI-NDSI 0.998 and 0.996 respectively.
Analisis Laju Dosis Radiasi di Area Ruang CT_Scan di Instalasi Radiologi RSU Bali Mandara Prameswari, Else Putri Ayu; Sutapa, Gusti Ngurah; Ayu Ratnawati, I Gusti Agung; Ratini, Ni Nyoman; Artawan, I Nengah; Trisnawati, Ni Luh Putu
Kappa Journal Vol 8 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v8i2.25211

Abstract

Research has been carried out on radiation dose rate analysis in the CT-SCAN area of the radiology room at RSU Mandara Bali. The data used in this research is quantitative data observed from the radiation rate from the CT-SCAN aircraft. This study aims to determine the radiation dose rate in the radiology area and its rationalization based on regulations regarding radiation NBD (dose limit values) that apply to occupational safety and health. The research data is the actual radiation dose rate determined from the dose rate and calibration factors. The results of data calculations show that the highest dose rates are respectively at T2, 30 cm, 50 cm and 100 cm (door) with values of 1.95, 0.94 and 0.05 μSv/year, while the lowest dose rates are respectively at T4, 30 cm, 50 cm and 100 cm (waiting room) with values of 0.08, 0.06 and 0.05 μSv/year. The research results show that the dose rate at each measurement point is still considered safe for radiation workers where the NBD received is still below 20 μSv/year, while the dose rate is classified as safe for the general public at measuring distances of 50 cm and 100 cm, where the NBD received is below 1 μSv/year assuming the community concerned acts as a patient or patient's family with an interest in the radiology room area.
Co-Authors A. A. Ngurah Gunawan Alit Paramarta, Ida Bagus Anandika Putra, I Made Raditya Artawan, I Nengah Ayu Ratnawati, I Gusti Agung Balik Sudarsana, I Wayan Baskoro, Winardi Tjahyo Br Barus, Ema Vinesia Buana, Muhammad Candra Feriandanu Hakim Fitriyani Mus Mulyadi Girsang, Dhea Vonisa Grace Christine Djara Gusti Ngurah Sutapa Hanzani, Asril Hendrata Wibisana Hery Suyanto I Gde Antha Kasmawan I Gede Erix Krisna Adi Pramartha I Gusti Agung Ayu Ratnawati I Gusti Agung Ayu Ratnawati I Ketut Putra I Ketut putra, I Ketut I M. S. Wibawa I Made Yuliara I Made Yuliara I Nengah Sandi I Putu Eka Juliantara I Wayan Balik Sudarsana I Wayan Balik Sudarsana I Wayan Balik Sudarsana I Wayan Balik Sudarsana I Wayan Supardi I Wayan Supardi I. M. Yuliara I. M. Yuliara Ida Bagus Made Suryatika Ida Bagus Made Suryatika Ida Bagus Putu Priastana Bawa Indrayana, Putu Tedy Irhas, Rozi Jaya, I Putu Wesa Angga Kasmawan, I. G. Antha Keintjem, Regina Gabriel Komang Ngurah Suarbawa Komang Sugiarta Made Aditya Jaya Mahardika Maghfirotul Iffah Marcellino, Nathaniel Mberato, Anastasia Jessing Gamalita Mberato, Anastasya Jessning Gamalita Mberato N. L. P. Trisnawati Nabilla Fatimah Ni Kadek Nova Anggarani Ni Kadek Nova Anggarani Ni Komang Tri Suandayani Ni Luh Putu Trisnawati Ni Putu Aprillia Artanti Phalosa Ni Putu Winiayu Veramika Ni Wayan Mega Savira Utami Nurmalasari Nurmalasari Nyoman Wendri pandu lukito Paramarta, I. B. Alit Pingki Setyowati Dewi Prameswari, Else Putri Ayu Pramitha, Ni Luh Emy Puja Satwika Luh Gede Putu Irma Wulandari Putu Wida Gunawan Ramadhan, Rafly Rizqyta Rozi Irhas Satriya Wibawa, I Made Selvi Marcellia Sismanto Siti Raudatul Jannah Suandayani, Ni Komang Tri Sudarsana, Wayan Balik Sumaja, Kadek Syarifuddin Syarifuddin Trisnawati, Ni Luh Putu Wahyulianti Wahyulianti Wayan Balik Sudarsana Winardi Tjahyo Baskoro Windarjoto Windarjoto Windarjoto Windarjoto Windarjoto Windarjoto Windarjoto, Windarjoto Windaryoto, Windaryoto Wiwik Kurniawati Yuli Nurfadhillah Yuliara, I Made