Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KONSEP DAN IMPLEMENTASI KESETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM (STUDI KASUS DI MTSN 2 KOTA BIMA) Luthfiyah, Luthfiyah; Ruslan, Ruslan; Yaqin, Nurul; Fakhirah, Zakiatul
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i2.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghapus ideologi yang mengharuskan kedudukan perempuan berada dibawah laki-laki dan mengetahui konsep dan implementasi kesetaraan gender dalam pendidikan islam serta dilatarbelakangi permasalahan mengenai ketidakadilan gender yang beredar di kalangan masyarakat awam dan di dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan pada salah satu lembaga Madrasah Tsanawiyah yaitu tepatnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Bima. Penelitian ini pula mengadopsi jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dibantu dengan pedoman wawancara dan rekaman suara menggunakan handphone serta menggunakan pula teknik analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ditemukannya ketidakadilan gender atau dengan kata lain bahwa kesetaraan gender telah diterapkan dalam pendidikan terutama pada pendidikan islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Bima, hal ini yang mengacu pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah yang menjelaskan tidak adanya diskriminasi terhadap perempuan, serta antara laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan dan peran yang sama dihadapan Allah dan didalam kehidupan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SOAL MODEL PISA BERBASIS PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA: OPTIMALISASI KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Fitrah, Muh; Ruslan, Ruslan; Syarifuddin, Syarifuddin; Luthfiyah, Luthfiyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.15-28

Abstract

Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini ialah mengupgrading kemampuan guru matematika dalam menyusun soal model PISA berbasis etnomatematika, membudayakan guru matematika memanfaatkan budaya lokal dalam konteks pembelajaran, serta guru matematika suka dan gembira memilih pendekatan etnomatematika dalam membelajarkan matematika. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam hal ini dapat di identikasikan beberapa permasalahan penting, antara lain: Hasil PISA Indonesia tahun 2018 menurun dibandingkan tahun 2015; Kemampuan Matematika siswa masih belum memenuhi kriteria standar kompetensi minimal; Guru berlum terbiasa dengan soal terintegrasi budaya lokal; Guru lebih suka dengan soal yang instan dari buku pegangan guru, dan Terlihat siswa tidak begitu semangat merespon soal-soal yang kompleks. Maka dalam konteks itulah perlu dilakukan “Pendampingan Penyusunan Soal Model PISA Berbasis Pendekatan Etnomatematika”. Kegiatan pengabdian didesain dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dengan cara tatap muka, workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi online melalui platform WhatsApp yang ditunjukkan bagi guru-guru matematika di SD Muhamamdiyah Gili Panda Kota Bima dan secara keseluruhannya sebanyak 25 orang. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru matematika telah dapat menyusun soal matematika berstandar PISA dengan pendekatan etnomatematika di SD Muhammadiyah Gili Panda Kota Bima dan sampai pada lahirnya soal etnomatematika terintegrasi budaya dan kearifan lokal. Terlepas dari hal itu, bahwa respon guru sangat positif dengan adanya pendampingan sebab sangat memantu dan memudahkan guru matematika dalam membelajarkan matematika dan terlihat porsentase 44%, 50% membantu dan memudahkan guru serta tidak memudahkan sebesar 6%.
Early Adolescent Impulsivity in New Trends and Impact on Psychosocial Development Almuthii'ah, Khadijah; Luthfiyah, Luthfiyah; Nadiya Dewi Syahida
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11350

Abstract

Impulsivity is a personality trait characterized by a lack of careful thought. This trait tends to be dangerous if there are no boundaries, especially in early adolescents who do not yet have a mature prefrontal cortex to think about their actions. This study used a literature review method with data search using the latest scientific journals or articles from PubMed, Google Scholar, and ResearchGate. This review found that impulsivity stems from neurophysiological, neural biological, limbic system, and psychological factors that impact adolescents. Adolescents affected by interpersonal issues may be more likely to engage in risky behaviors and experience increased psychological pressure. Consequently, impulsivity in adolescents has the potential to become an issue if not addressed through preventive measures, such as implementing positive reinforcement, practicing mindfulness, controlling self-control, and Impulsive Decision Reduction Training for Youth (IDRT-Y). It is advisable to prevent impulsivity in early adolescence to promote more mature thinking.
PORTOFOLIO SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN SEIMBANG DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI LEMBAGA PENDIDIKAN UMUM Salmin, Salmin; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5819

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan PAI sering kali belum mampu menghasilkan generasi yang memiliki moralitas yang baik sebagaimana tujuan idealnya. Banyak ahli pendidikan menilai hal ini disebabkan oleh keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran yang kurang tepat sasaran, serta kurangnya kesinambungan antara teori dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran PAI umumnya lebih menitikberatkan pada ranah kognitif, seperti hafalan dan pemahaman teori keagamaan, sementara ranah afektif dan psikomotor yang berkaitan dengan pembentukan sikap dan perilaku religius sering kali terabaikan. Akibatnya, peserta didik mengetahui ajaran Islam secara teori, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten dalam tindakan dan sikap hidupnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model pembelajaran berbasis portofolio dalam Pendidikan Agama Islam dapat menjadi solusi yang efektif. Melalui penerapan portofolio, peserta didik didorong untuk aktif merefleksikan, mengumpulkan, dan menilai hasil belajar mereka secara berkelanjutan. Guru tidak hanya menilai aspek pengetahuan, tetapi juga perkembangan sikap dan perilaku keagamaan peserta didik. Pendekatan ini menumbuhkan tanggung jawab, kesadaran diri, dan pembelajaran yang bermakna, karena melibatkan seluruh ranah pendidikan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, pembelajaran berbasis portofolio berpotensi besar dalam meningkatkan moralitas dan religiusitas peserta didik secara utuh dan berimbang.
Asesmen Berbasis Teknologi Dalam Pembelajaran PAI Fitria, Eila Mawar; Nurhayati, Ati; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2234

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Asesmen tidak lagi terbatas pada tes tertulis konvensional, tetapi berkembang menjadi penilaian berbasis teknologi yang lebih variatif, efisien, dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep asesmen berbasis teknologi dalam pembelajaran PAI dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif dalam konteks digital. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi memberikan efektivitas yang signifikan dalam proses penilaian pembelajaran PAI melalui penyediaan data belajar yang lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi secara sistematis. Instrumen digital seperti Google Form, Quizizz, dan platform e-learning terbukti mampu memperkaya variasi penilaian sekaligus memfasilitasi pemantauan capaian belajar secara real time. Selain itu, asesmen digital mendukung pengukuran kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara lebih komprehensif. Inovasi asesmen digital perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi guru dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Critical Pedagogy and Islamic Education: Curriculum Reconstruction towards Transformative Learning Ruslan, Ruslan; Luthfiyah, Luthfiyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4153

Abstract

This study aims to analyze the relevance of critical pedagogy in Islamic education and to formulate a reconstruction of the Islamic Religious Education (IRE) curriculum towards transformative learning. This research uses a qualitative approach with the type of library research. Data sources in this study consist of primary and secondary data. Primary data consists of main works discussing critical pedagogy, Islamic education, and curriculum theory, while secondary data includes nationally and internationally reputable journal articles, as well as academic books relevant to the research topic. Data analysis techniques are carried out using content analysis, which is interpretive-critical in nature. The research results show that critical pedagogy has strong alignment with Islamic educational values, particularly in the aspects of reflection (tafakkur), dialogue, and self-transformation. The integration of critical pedagogy into the IRE curriculum can be carried out through dialogical, contextual, reflective, and transformative principles. The reconstruction of this curriculum not only changes the learning structure but also the education paradigm from knowledge transmission towards the formation of critical awareness and social action. The implication of this reconstruction is the realization of transformative learning that can develop critical thinking skills, social awareness, and the contextual internalization of Islamic values. This study provides theoretical contributions to the development of an Islamic education curriculum based on critical pedagogy as well as practical implications for strengthening the quality of IRE learning that is more relevant to the challenges of the times.
INTEGRATION OF THE VALUE OF RELIGIOUS MODERATION IN ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM Ruslan, Ruslan; Luthfiyah, Luthfiyah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6730

Abstract

This paper aims to analyze the integration of the value of religious moderation in the Islamic education curriculum as a strategic effort in building inclusive, tolerant, and civilized religious attitudes in the midst of a pluralistic society. Religious moderation is understood as a religious attitude that prioritizes balance, justice, and rejection of extremism, so it is relevant to be internalized in the Islamic education system. This study examines the concept of religious moderation from theological, social, and pedagogical perspectives, and examines the dynamics of the Islamic education curriculum in responding to global and local challenges. The results of the discussion show that the integration of the value of religious moderation can be carried out through strengthening learning objectives, developing contextual teaching materials, applying dialogical and reflective learning methods, and an evaluation system that emphasizes affective and social aspects. In addition, the role of teachers as agents of moderation, strengthening school culture, and implementing hidden curriculum are key factors in the success of internalizing the value of religious moderation. This integration has been proven to contribute to the formation of moderate student character, increasing tolerance, and strengthening democratic values and diversity. Therefore, religious moderation needs to be placed as a conceptual and operational foundation in the development of an Islamic education curriculum that is adaptive to the changing times. The implications of this study emphasize the importance of policy support, strengthening the capacity of educators, and developing a moderation-based learning model to realize Islamic education oriented towards social harmony and mutual benefit.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KESADARAN AGAMA DAN MINAT BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL DI SMAN 2 MONTA Salmin, Salmin; Rahman, Rijalul; Nurhayati, Nurhayati; Luthfiyah, Luthfiyah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan kesadaran beragama serta meningkatkan minat belajar peserta didik di tengah pesatnya perkembangan era digital dan dinamika perubahan sosial masyarakat. Kemajuan teknologi, arus informasi yang terbuka, serta perubahan gaya hidup modern menghadirkan tantangan tersendiri bagi pembelajaran PAI, sehingga menuntut guru untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMAN 2 Monta. Subjek penelitian meliputi guru PAI sebagai informan utama, peserta didik, serta kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan kegiatan keagamaan, serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran dan program sekolah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMAN 2 Monta menerapkan berbagai strategi yang efektif, antara lain keteladanan dalam sikap dan perilaku, pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah, penguatan nilai-nilai spiritual melalui refleksi religius, serta penerapan pendekatan kontekstual dengan mengaitkan ajaran Islam pada realitas kehidupan peserta didik, termasuk pemanfaatan teknologi secara bijak. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran beragama peserta didik, memperbaiki perilaku sosial, serta menumbuhkan minat dan antusiasme belajar terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Implementation of the KADISA Program for Developing Elementary School Students’ Competence in Salat Recitations and Pillars: A Single-Case Study Abubakar, Firah; Luthfiyah, Luthfiyah; Ihlas, Ihlas; Salmin, Salmin
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Issue in Press
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2026.151.69-85

Abstract

Purpose – This study analyzes the implementation of the KADISA “Kakidi Sambea” Program at SDN 05 (Public Elementary School 05) in Rabangodu Utara Urban Village, Bima City, in developing students’ competence in salat recitations and pillars, as well as the observed changes in their knowledge, attitudes, and practices. Design/methods/approach – This study employed a qualitative single-case study design from January to June 2026. The 20 participants comprised one school principal, four Islamic Religious Education teachers, three classroom teachers, and 12 purposively selected students in Grades IV to VI. Data were collected through 24 participant observation sessions, in-depth interviews, and document analysis. The data were analyzed iteratively through data reduction, data display, conclusion drawing and verification, inductive and deductive coding, and source and method triangulation. Findings – The program was implemented through planning, the allocation of teacher roles, daily habituation, recitation and movement practice, collective and individual guidance, and continuous evaluation. The observed changes included greater fluency in recitation, improved understanding of the sequence of the pillars, more orderly movements, and increased student readiness, discipline, and responsibility. Support from the school principal, teacher collaboration, school culture, and periodic evaluation strengthened the program’s implementation, whereas time constraints, variations in ability, and differences in home-based guidance, as perceived by teachers and students, constituted barriers. Student development was not uniform and could not yet be causally attributed to the program. Originality/Value – This study explains salat instruction as a pedagogical and institutional process that connects the indicators of moral knowing, moral feeling, and moral action with immediate correction, formative assessment, and differentiated guidance. Practical Implications – Elementary schools with comparable characteristics may consider allocating dedicated time, distributing responsibilities, using observable indicators, documenting student progress, and providing remedial instruction, enrichment, and communication based on family needs.