Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KONSEP DAN IMPLEMENTASI KESETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM (STUDI KASUS DI MTSN 2 KOTA BIMA) Luthfiyah, Luthfiyah; Ruslan, Ruslan; Yaqin, Nurul; Fakhirah, Zakiatul
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i2.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghapus ideologi yang mengharuskan kedudukan perempuan berada dibawah laki-laki dan mengetahui konsep dan implementasi kesetaraan gender dalam pendidikan islam serta dilatarbelakangi permasalahan mengenai ketidakadilan gender yang beredar di kalangan masyarakat awam dan di dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan pada salah satu lembaga Madrasah Tsanawiyah yaitu tepatnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Bima. Penelitian ini pula mengadopsi jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dibantu dengan pedoman wawancara dan rekaman suara menggunakan handphone serta menggunakan pula teknik analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ditemukannya ketidakadilan gender atau dengan kata lain bahwa kesetaraan gender telah diterapkan dalam pendidikan terutama pada pendidikan islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Bima, hal ini yang mengacu pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah yang menjelaskan tidak adanya diskriminasi terhadap perempuan, serta antara laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan dan peran yang sama dihadapan Allah dan didalam kehidupan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SOAL MODEL PISA BERBASIS PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA: OPTIMALISASI KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Fitrah, Muh; Ruslan, Ruslan; Syarifuddin, Syarifuddin; Luthfiyah, Luthfiyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.15-28

Abstract

Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini ialah mengupgrading kemampuan guru matematika dalam menyusun soal model PISA berbasis etnomatematika, membudayakan guru matematika memanfaatkan budaya lokal dalam konteks pembelajaran, serta guru matematika suka dan gembira memilih pendekatan etnomatematika dalam membelajarkan matematika. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam hal ini dapat di identikasikan beberapa permasalahan penting, antara lain: Hasil PISA Indonesia tahun 2018 menurun dibandingkan tahun 2015; Kemampuan Matematika siswa masih belum memenuhi kriteria standar kompetensi minimal; Guru berlum terbiasa dengan soal terintegrasi budaya lokal; Guru lebih suka dengan soal yang instan dari buku pegangan guru, dan Terlihat siswa tidak begitu semangat merespon soal-soal yang kompleks. Maka dalam konteks itulah perlu dilakukan “Pendampingan Penyusunan Soal Model PISA Berbasis Pendekatan Etnomatematika”. Kegiatan pengabdian didesain dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dengan cara tatap muka, workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi online melalui platform WhatsApp yang ditunjukkan bagi guru-guru matematika di SD Muhamamdiyah Gili Panda Kota Bima dan secara keseluruhannya sebanyak 25 orang. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru matematika telah dapat menyusun soal matematika berstandar PISA dengan pendekatan etnomatematika di SD Muhammadiyah Gili Panda Kota Bima dan sampai pada lahirnya soal etnomatematika terintegrasi budaya dan kearifan lokal. Terlepas dari hal itu, bahwa respon guru sangat positif dengan adanya pendampingan sebab sangat memantu dan memudahkan guru matematika dalam membelajarkan matematika dan terlihat porsentase 44%, 50% membantu dan memudahkan guru serta tidak memudahkan sebesar 6%.
PORTOFOLIO SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN SEIMBANG DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI LEMBAGA PENDIDIKAN UMUM Salmin, Salmin; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5819

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan PAI sering kali belum mampu menghasilkan generasi yang memiliki moralitas yang baik sebagaimana tujuan idealnya. Banyak ahli pendidikan menilai hal ini disebabkan oleh keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran yang kurang tepat sasaran, serta kurangnya kesinambungan antara teori dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran PAI umumnya lebih menitikberatkan pada ranah kognitif, seperti hafalan dan pemahaman teori keagamaan, sementara ranah afektif dan psikomotor yang berkaitan dengan pembentukan sikap dan perilaku religius sering kali terabaikan. Akibatnya, peserta didik mengetahui ajaran Islam secara teori, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten dalam tindakan dan sikap hidupnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model pembelajaran berbasis portofolio dalam Pendidikan Agama Islam dapat menjadi solusi yang efektif. Melalui penerapan portofolio, peserta didik didorong untuk aktif merefleksikan, mengumpulkan, dan menilai hasil belajar mereka secara berkelanjutan. Guru tidak hanya menilai aspek pengetahuan, tetapi juga perkembangan sikap dan perilaku keagamaan peserta didik. Pendekatan ini menumbuhkan tanggung jawab, kesadaran diri, dan pembelajaran yang bermakna, karena melibatkan seluruh ranah pendidikan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, pembelajaran berbasis portofolio berpotensi besar dalam meningkatkan moralitas dan religiusitas peserta didik secara utuh dan berimbang.
Asesmen Berbasis Teknologi Dalam Pembelajaran PAI Fitria, Eila Mawar; Nurhayati, Ati; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2234

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Asesmen tidak lagi terbatas pada tes tertulis konvensional, tetapi berkembang menjadi penilaian berbasis teknologi yang lebih variatif, efisien, dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep asesmen berbasis teknologi dalam pembelajaran PAI dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif dalam konteks digital. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi memberikan efektivitas yang signifikan dalam proses penilaian pembelajaran PAI melalui penyediaan data belajar yang lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi secara sistematis. Instrumen digital seperti Google Form, Quizizz, dan platform e-learning terbukti mampu memperkaya variasi penilaian sekaligus memfasilitasi pemantauan capaian belajar secara real time. Selain itu, asesmen digital mendukung pengukuran kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara lebih komprehensif. Inovasi asesmen digital perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi guru dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan era digital.
INTEGRATION OF THE VALUE OF RELIGIOUS MODERATION IN ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM Ruslan, Ruslan; Luthfiyah, Luthfiyah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6730

Abstract

This paper aims to analyze the integration of the value of religious moderation in the Islamic education curriculum as a strategic effort in building inclusive, tolerant, and civilized religious attitudes in the midst of a pluralistic society. Religious moderation is understood as a religious attitude that prioritizes balance, justice, and rejection of extremism, so it is relevant to be internalized in the Islamic education system. This study examines the concept of religious moderation from theological, social, and pedagogical perspectives, and examines the dynamics of the Islamic education curriculum in responding to global and local challenges. The results of the discussion show that the integration of the value of religious moderation can be carried out through strengthening learning objectives, developing contextual teaching materials, applying dialogical and reflective learning methods, and an evaluation system that emphasizes affective and social aspects. In addition, the role of teachers as agents of moderation, strengthening school culture, and implementing hidden curriculum are key factors in the success of internalizing the value of religious moderation. This integration has been proven to contribute to the formation of moderate student character, increasing tolerance, and strengthening democratic values and diversity. Therefore, religious moderation needs to be placed as a conceptual and operational foundation in the development of an Islamic education curriculum that is adaptive to the changing times. The implications of this study emphasize the importance of policy support, strengthening the capacity of educators, and developing a moderation-based learning model to realize Islamic education oriented towards social harmony and mutual benefit.
Implementation of the KADISA Program for Developing Elementary School Students’ Competence in Salat Recitations and Pillars: A Single-Case Study Abubakar, Firah; Luthfiyah, Luthfiyah; Ihlas, Ihlas; Salmin, Salmin
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Issue in Press
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2026.151.69-85

Abstract

Purpose – This study analyzes the implementation of the KADISA “Kakidi Sambea” Program at SDN 05 (Public Elementary School 05) in Rabangodu Utara Urban Village, Bima City, in developing students’ competence in salat recitations and pillars, as well as the observed changes in their knowledge, attitudes, and practices. Design/methods/approach – This study employed a qualitative single-case study design from January to June 2026. The 20 participants comprised one school principal, four Islamic Religious Education teachers, three classroom teachers, and 12 purposively selected students in Grades IV to VI. Data were collected through 24 participant observation sessions, in-depth interviews, and document analysis. The data were analyzed iteratively through data reduction, data display, conclusion drawing and verification, inductive and deductive coding, and source and method triangulation. Findings – The program was implemented through planning, the allocation of teacher roles, daily habituation, recitation and movement practice, collective and individual guidance, and continuous evaluation. The observed changes included greater fluency in recitation, improved understanding of the sequence of the pillars, more orderly movements, and increased student readiness, discipline, and responsibility. Support from the school principal, teacher collaboration, school culture, and periodic evaluation strengthened the program’s implementation, whereas time constraints, variations in ability, and differences in home-based guidance, as perceived by teachers and students, constituted barriers. Student development was not uniform and could not yet be causally attributed to the program. Originality/Value – This study explains salat instruction as a pedagogical and institutional process that connects the indicators of moral knowing, moral feeling, and moral action with immediate correction, formative assessment, and differentiated guidance. Practical Implications – Elementary schools with comparable characteristics may consider allocating dedicated time, distributing responsibilities, using observable indicators, documenting student progress, and providing remedial instruction, enrichment, and communication based on family needs.