Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDAMPINGAN PETANI BERBASIS LITERASI TEMATIK DAN DIVERSIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN KOPI SEBAGAI INISIASI PANGEMBANGAN AGROTOURISM DI DESA KAUMREJO, NGANTANG, MALANG Erfan Dani Septia; Maftuchah Maftuchah; Agus zainudinn; Aulia Zakia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3047-3056

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi kopi terbesar ke empat di dunia, selain brazil, Vietnam dan kolombia, berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS 2019 menyatakan bahwa produksi kopi meningkat tiap tahunnya dan pada tahun 2019 mencapai 729,1 ribu ton dengan nilai ekspor produk kopi olahan senilai USD 610,89 Juta. Nilai tambah kopi bisa dikembangkan dari produk hilir dimulai dari proses budidaya yang dihasilkan di pedesaan kemudian dikonversi menjadi kopi bubuk skala industri. Diperlukan alternative solusi pendampingan produk unggulan desa yaitu kopi agar dapat menjadikan kopi dipedesaan berkembang melalui agrowisata. Hal ini  memberikan nilai tambah kopi dan wawasan terhadap penikmat kopi. Pengembangan agrotourism dikawasan kopi juga menjadikan konsep ini sebagai panggung transaksi kopi. Desa kaumrejo merupakan desa pada kawasan wisata namun pengembangan produk unggulan desa belum optimal salah satunya kopi. Produksi kopi di desa kaum rejo sangat berpotensi yaitu dengan luas lahan produksi 145 ha dan hasil produksi sebesar 29 ton/ha. Hal ini mungkin tidak banyak diketahui bahwa kopi ngantang tidak kalah dengan buah durian yang merupakan produk unggulan daerah. Kopi yang terdapat disana sekitar 70 persen merupakan varietas robusta, dan 30 persen lainnya adalah Arabica, excels dan liberika. Oleh karena itu diperlukan pendampingan para petani kopi agar dapat menjadikan kopi produk unggulan daerah selain durian melalui pengembangan agrotourism di desa kaum rejo, agrowisata pada prisnsipnya merupakan integrase antara sistem pertanian dan agro industry ke dalam pawisata yang memiliki daya Tarik bagi wisatanwan. Kawasan agrowisata pada perkebunan kopi perlu dirancang beberapa zonasi yang terhubung secara sistemik membentuk agregat kesatuan. adapun metode pelaksanaan tersebut dimulai dari sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi program yang di berikan untuk pengembangan agrotourism kopi berbasis literasi tematik dan deversivikasi produk unggulan daerah di desa kaumrejo.
PENDAMPINGAN INOVASI PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS URINE SAPI PADA PETANI NANAS KECAMATAN NGANCAR, KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR Erfan Dani Septia; Fatimah Nursandi; Untung Santoso; Fauziyah Fauziyah; Ilmam Zulfahmi; Iqbal Maulana Zulfan; Akhmad Rizal Oktafian; Pinarci Handes Saputra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3893-3900

Abstract

Program "Pendampingan Inovasi Produksi Pupuk Organik Cair Berbasis Urine Sapi pada Petani Nanas Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur" adalah upaya yang bertujuan untuk meningkatkan pertanian nanas yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan teknis, dan sosialisasi penggunaan pupuk organik cair inovatif yang berbasis urine sapi. Melalui pelatihan dan pendampingan teknis, petani nanas diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memproduksi pupuk organik cair dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di wilayah mereka, seperti urine sapi, bekatul, molase, decomposer, dan empon-empon. Hasil produksi pupuk organik cair ini telah membawa peningkatan hasil panen, pengurangan biaya produksi, serta mempromosikan praktik pertanian yang ramah lingkungan. Selain itu, program ini telah berhasil menyebarkan pengetahuan tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pupuk organik cair melalui seminar, workshop, dan media sosial. Ini memperkuat kesadaran komunitas petani tentang praktik pertanian yang berkelanjutan dan perlunya melindungi lingkungan setempat. Dengan peningkatan hasil pertanian, pengurangan dampak lingkungan negatif, dan peningkatan kesadaran komunitas, program ini memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan petani nanas dan menjadikan pertanian berkelanjutan sebagai pijakan untuk masa depan yang lebih cerah.
Potensi Komunitas Bakteri Simbion Cacing Tanah Vermiwash dalam Memproduksi Fitohormon IAA pada Jagung Oktafian, Akhmad Rizal; Septia, Erfan Dani; Nursandi, Fatimah
Agrotechnology Research Journal Vol 7, No 2 (2023): Agrotechnology Research Jurnal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v7i2.81348

Abstract

Bacteria living in the digestive system of earthworms (Eudrilus eugeniae) can play a role in transforming organic compounds found in the organic matter digested by the worms into simple compounds, including compounds containing indole. During the fermentation process in vermiwash, bacteria will consume the organic matter in worm waste and produce IAA as a byproduct of metabolism. This research aims to analyse the potential symbiotic bacterial communities in vermiwash from earthworms (African Night Crawler) in producing the plant hormone IAA (Indole Acetic Acid). The research method involves collecting vermiwash from earthworms and analysing its symbiotic bacterial composition. Symbiotic bacterial isolates from vermiwash were tested for their ability to produce IAA through biochemical techniques, followed by bioinformatic analysis. The research results show that vermiwash contains a potential symbiotic bacterial community capable of producing IAA. Three isolates out of 10 types of symbiotic bacteria yielded positive results by showing a pink colour change after adding the Salkowski reagent. Therefore, these symbiotic bacteria can be utilized as a source of the plant hormone IAA, which can be used as organic fertilizer. Increased IAA production in vermiwash, can accelerate plant growth, enhance root formation, and optimize overall plant production. The application of a bacterial consortium can significantly influence the plant height, leaf area, and root length while having a non-significant impact on the stem diameter of corn.