Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDAMPINGAN TEKNOLOGI HYDRO MINI GARDEN BERBASIS BUDIDAYA TANAMAN POLIKULTUR SECARA HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN KELUARGA DI MASA PANDEMI (Studi Pendampingan Pada Ibu-Ibu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Merjosari, Kota Malang) Septia, Erfan Dani; Maftuchah, Maftuchah; Manshur, Hanif Alamudin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1719-1729

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan utama dasar masyarakat khususnya di masa pandemi saat ini. kondisi tersebut menyebabkan terganggunya sistem pangan Indonesia. Selain kondisi tersebut Indonesia juga dihadapkan dengan kondisi jumlah penduduk usia lanjut mengalami penurunan akibat tingginya angka kematian akibat Covid -19 dan peningkatan jumlah angka kehamilan saat pemberlakuan work from home. Sehingga peranan keluarga menjadi hal penting dalam menjaga anggota keluarganya dalam kondisi sehat. Sehingga ibu rumah tangga merupakan sasaran untuk meningkatkan keterampilan dalam menyediakan kebutuhan pangan keluarga dalam kondisi pademi dan lesunya perekonomian saat ini. Oleh karena itu hydro mini garden dengan system budidaya polikultur hidroponik adalah solusi dalam permasalahan tersebut yang sesuai dengan kebutuhan keluarga yang relatif menginginkan pemenuhan kebutuhan yang cepat. Sistem budidaya polikultur hidroponik ini sesuai untuk beberapa jenis tanaman pangan dan hortikultura, khususnya sayuran dan buah. Hal ini dikarenakan konsumsi sayur dan buah akan membantu peningkatan imunitas dan kesehatan keluarga
PENDAMPINGAN PETANI BERBASIS LITERASI TEMATIK DAN DIVERSIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN KOPI SEBAGAI INISIASI PANGEMBANGAN AGROTOURISM DI DESA KAUMREJO, NGANTANG, MALANG Erfan Dani Septia; Maftuchah Maftuchah; Agus zainudinn; Aulia Zakia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3047-3056

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi kopi terbesar ke empat di dunia, selain brazil, Vietnam dan kolombia, berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS 2019 menyatakan bahwa produksi kopi meningkat tiap tahunnya dan pada tahun 2019 mencapai 729,1 ribu ton dengan nilai ekspor produk kopi olahan senilai USD 610,89 Juta. Nilai tambah kopi bisa dikembangkan dari produk hilir dimulai dari proses budidaya yang dihasilkan di pedesaan kemudian dikonversi menjadi kopi bubuk skala industri. Diperlukan alternative solusi pendampingan produk unggulan desa yaitu kopi agar dapat menjadikan kopi dipedesaan berkembang melalui agrowisata. Hal ini  memberikan nilai tambah kopi dan wawasan terhadap penikmat kopi. Pengembangan agrotourism dikawasan kopi juga menjadikan konsep ini sebagai panggung transaksi kopi. Desa kaumrejo merupakan desa pada kawasan wisata namun pengembangan produk unggulan desa belum optimal salah satunya kopi. Produksi kopi di desa kaum rejo sangat berpotensi yaitu dengan luas lahan produksi 145 ha dan hasil produksi sebesar 29 ton/ha. Hal ini mungkin tidak banyak diketahui bahwa kopi ngantang tidak kalah dengan buah durian yang merupakan produk unggulan daerah. Kopi yang terdapat disana sekitar 70 persen merupakan varietas robusta, dan 30 persen lainnya adalah Arabica, excels dan liberika. Oleh karena itu diperlukan pendampingan para petani kopi agar dapat menjadikan kopi produk unggulan daerah selain durian melalui pengembangan agrotourism di desa kaum rejo, agrowisata pada prisnsipnya merupakan integrase antara sistem pertanian dan agro industry ke dalam pawisata yang memiliki daya Tarik bagi wisatanwan. Kawasan agrowisata pada perkebunan kopi perlu dirancang beberapa zonasi yang terhubung secara sistemik membentuk agregat kesatuan. adapun metode pelaksanaan tersebut dimulai dari sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi program yang di berikan untuk pengembangan agrotourism kopi berbasis literasi tematik dan deversivikasi produk unggulan daerah di desa kaumrejo.
PENDAMPINGAN INOVASI PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS URINE SAPI PADA PETANI NANAS KECAMATAN NGANCAR, KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR Erfan Dani Septia; Fatimah Nursandi; Untung Santoso; Fauziyah Fauziyah; Ilmam Zulfahmi; Iqbal Maulana Zulfan; Akhmad Rizal Oktafian; Pinarci Handes Saputra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3893-3900

Abstract

Program "Pendampingan Inovasi Produksi Pupuk Organik Cair Berbasis Urine Sapi pada Petani Nanas Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur" adalah upaya yang bertujuan untuk meningkatkan pertanian nanas yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan teknis, dan sosialisasi penggunaan pupuk organik cair inovatif yang berbasis urine sapi. Melalui pelatihan dan pendampingan teknis, petani nanas diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memproduksi pupuk organik cair dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di wilayah mereka, seperti urine sapi, bekatul, molase, decomposer, dan empon-empon. Hasil produksi pupuk organik cair ini telah membawa peningkatan hasil panen, pengurangan biaya produksi, serta mempromosikan praktik pertanian yang ramah lingkungan. Selain itu, program ini telah berhasil menyebarkan pengetahuan tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pupuk organik cair melalui seminar, workshop, dan media sosial. Ini memperkuat kesadaran komunitas petani tentang praktik pertanian yang berkelanjutan dan perlunya melindungi lingkungan setempat. Dengan peningkatan hasil pertanian, pengurangan dampak lingkungan negatif, dan peningkatan kesadaran komunitas, program ini memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan petani nanas dan menjadikan pertanian berkelanjutan sebagai pijakan untuk masa depan yang lebih cerah.