Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Metode Curah Gagasan (Brainstorming) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Muhammad Aqim Nur Hubi; Febrian Alwan Bahrudin; Reza Mauldy Raharja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6360

Abstract

Abstrak Pertanyaan yang menjadi pusat penelitian ini adalah apakah terdapat dampak dari penggunaan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam materi Kompetensi Dasar Hubungan Internasional terhadap Hasil Belajar peserta didik Kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming terhadap Hasil Belajar kognitif para siswa. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode kuasi eksperimental dan desain Pretest-Postest Control Group. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dokumentasi. Populasi studi meliputi siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang yang berjumlah 352 siswa, dengan 60 siswa dari kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 sebagai sampel. Berdasarkan analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test, diperoleh nilai 0,000, yang signifikan karena lebih kecil dari 0,005. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam pengajaran Kompetensi Dasar Hubungan Internasional memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa. Kata Kunci: Brainstorming, Hasil Belajar Abstract This study examines the impact of implementing the Brainstorming Method on the Basic Competencies in International Relations concerning the Learning Outcomes of eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang. The objective of this study is to determine the influence of the Brainstorming Method on the Cognitive Learning Outcomes among these students. Employing a quantitative research framework, this study adopts a quasi-experimental design specifically utilizing the Pretest-Posttest Control Group Design. The methods for gathering data include both testing and documentation. The study's demographic comprises eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang, with a total population of 352 students. A subset of 60 students from classes XI IPA 2 and XI IPA 3 was sampled. The statistical analysis using the Independent Sample t Test revealed a significant value of 0.000, which is less than the threshold of 0.005. This result indicates a significant effect of the Brainstorming Method on the Basic Competencies of International Relations and the Cognitive Learning Outcomes. Keywords: Brainstorming, Learning Outcomes
KINERJA GURU PAUD DALAM PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 Reza Mauldy Raharja; Roro Dina Kusuma Wardhani; Ratih Kusumawardani
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5 No 2 (2021): (Journal of Childhood Education) September-Februari
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i2.617

Abstract

Menilai perkembangan anak merupakan salah satu kinerja yang harus dilaksanakan oleh guru PAUD untuk mengukur pencapaian lima aspek perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mngetahui kinerja Guru PAUD dalam penilaian perkembangan nak di masa pandemi Covid-19. Dengan menggunakan metode deskripsit dengan pendekatan kuantitatif, kinerja 75 guru di Kota Serang diukur dengan menggunakan angket yang berisikan indikator dari empat komponen penilaian perkembnagan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru membuat laporan penilaian dan evaluasi proses hasil belajar anak saat pembelajaran jarak jauh dengan sangat baik; 2) Guru menentukan lingkup asesmen proses dan hasil pembelajaran pada anak dengan baik; 3) Guru Menggunakan hasil penilaian, pengembangan dan evaluasi program untuk kepentingan pengembangan anak dengan baik; dan 4) Guru melakukan tindakan reflektif, korektif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan baik. Secara umum, guru PAUD di Kota Serang sudah baik dalam melaksanakan proses penilaian dan melaporkan hasil penilaian perkembangan anak kepada orangtua secara berkala.
Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Tunai Di Kota Bandung Evi Nainah; Reza Mauldy Raharja; Siti Padia Hijriyana; Nazwarini Khairunisa; Sarah Ayu Ernawati Pasaribu; Seffi Lolita; May Delia; Ulfa Yuniar; Vivi Reviyanti; Yulistian Yulistian
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2705

Abstract

AbstrakBantuan Sosial Tunai merupakan bantuan sosial yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial dan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mengalokasikan dana bantuan kepada masyarakat dilingkup daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan dana bantuan sosial tunai yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian penelitian ini menyatakan pendapat masyarakat Kota Bandung bervariasi mulai dari masyarakat miskin di perkotaan dan yang berpenghasilan berkecukupan, rencana bantuan sosial tunai ini dilaksanakan dengan memberikan bantuan secara tunai yang disesuaikan dengan data penerima manfaat kepada masyarakat yang sudah atau belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penyaluran dana bantuan sosial tunai dilakukan selama 3 tahap sebesar 500.000/tahap. Fokus dinas sosial terkait bantuan sosial tunai di kota Bandung ini ialah terhadap masyarakat yang terdata atau belum di DTKS dan Bantuan Sosial Tunai dilihat dari hasil wawancara masyarakat didapati belum merata dan kurang sosialisasi di masyarakat.Kata kunci: Pengelolaan, Bantuan Sosial Tunai, Dinas SosialAbstractCash Social Assistance is social assistance issued by the Ministry of Social Affairs and handed over to the Social Service to allocate aid funds to the community in their area. This study aims to determine and analyze the management of cash social assistance funds carried out by the Bandung City Social Service. This study uses descriptive qualitative research methods. The procedure of data collection was done by interview, observation and documentation. The results of this research study state that the opinions of the people of Bandung vary from the poor in urban areas and those with ample income, this cash social assistance plan is implemented by providing cash assistance that is adjusted to the beneficiary data to people who have or have not been registered in the DTKS, distribution cash social assistance funds are carried out in 3 stages of 500,000/phase. The focus of social services related to cash social assistance in the city of Bandung is on people who are registered or not in DTKS and Cash Social Assistance seen from the results of community interviews found that it is not evenly distributed and lacks socialization in the community.Keywords: Management, Cash Social Assistance, Social Service.
Pengaruh Model Pembelajaran Debat Pada Mata Pelajaran PPKn Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang) Dyan Ayu Lestari; Wika Hardika Legiani; Reza Mauldy Raharja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5063

Abstract

Abstrak Model pembelajaran debat adalah sebuah metode dalam proses pembelajaran bagi guru PPKn di SMAN 16 Kabupaten Tangerang untuk menghindari minimnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Berdasarkan studi terdahulu pada wawancara dengan guru PPKn di SMAN 16 Kabupaten Tangerang, dijumpai siswa yang tingkat kecerdasan emosionalnya masih kurang dalam proses pembelajaran debat. Maka dari itu siswa yang memiliki kondisi emosional yang stabil dan suasana hati yang positif dalam memotivasi diri dan mengelola emosi merupakan komponen dalam kecerdasan emosional yang akan mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang, Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik purposive sampling dan kelas yang dijadikan sampel pada penelitian ini ialah kelas XII MIA 2 (kelas eksperimen) dan kelas XII IIS 3 (kelas kontrol). Hasil uji hipotesis penelitian berdasarkan uji Mann-Whitney diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan model pembelajaran debat terhadap kecerdasan emosional berpengaruh pada kelas kontrol yang dibuktikan dengan terkontrolnya emosi diri pada siswa ketika melaksanakan model pembelajaran debat. Kemudian diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,135 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat pengaruh model pembelajaran debat terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Debat, Kecerdasan Emosional, Kemampuan Berfikir Kritis Abstract The debate learning model is a method in the learning process for Civics teachers at SMAN 16 Tangerang Regency to avoid a lack of social interaction in learning. Based on previous studies, in interviews with PPKn teachers at SMAN 16 Tangerang Regency, students were still found to have low or unstable levels of emotional intelligence in the debate learning process. Therefore students who have stable emotional conditions and positive moods in motivating themselves and managing emotions are components of emotional intelligence that will affect students' critical thinking skills. This research is a quasi-experimental study, with a nonequivalent control group design. The population in this study were all class XII students of SMAN 16 Tangerang Regency. The sampling technique used was purposive sampling technique and the classes sampled in this study were class XII MIA 2 (experimental class) and class XII IIS 3 (control class). The results of the research hypothesis test based on the Mann-Whitney test show that the Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.001 <0.05. So, it can be concluded that the results of the Mann-Whitney test show that the debate learning model has an effect on the control class as evidenced by the self-control of students' emotions when implementing the debate learning model. Then it is known that the Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.135 > 0.05. So it can be concluded that the results of the Mann-Whitney test showed that there was no effect of the debate learning model on critical thinking skills in class XII students of SMAN 16 Tangerang Regency. Keyword : Debate Learning Model, Emotional Intelligence, Critical Thingking Ability
Pengaruh Penerapan Metode Curah Gagasan (Brainstorming) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Muhammad Aqim Nur Hubi; Febrian Alwan Bahrudin; Reza Mauldy Raharja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6360

Abstract

Abstrak Pertanyaan yang menjadi pusat penelitian ini adalah apakah terdapat dampak dari penggunaan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam materi Kompetensi Dasar Hubungan Internasional terhadap Hasil Belajar peserta didik Kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming terhadap Hasil Belajar kognitif para siswa. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode kuasi eksperimental dan desain Pretest-Postest Control Group. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dokumentasi. Populasi studi meliputi siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang yang berjumlah 352 siswa, dengan 60 siswa dari kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 sebagai sampel. Berdasarkan analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test, diperoleh nilai 0,000, yang signifikan karena lebih kecil dari 0,005. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam pengajaran Kompetensi Dasar Hubungan Internasional memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa. Kata Kunci: Brainstorming, Hasil Belajar Abstract This study examines the impact of implementing the Brainstorming Method on the Basic Competencies in International Relations concerning the Learning Outcomes of eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang. The objective of this study is to determine the influence of the Brainstorming Method on the Cognitive Learning Outcomes among these students. Employing a quantitative research framework, this study adopts a quasi-experimental design specifically utilizing the Pretest-Posttest Control Group Design. The methods for gathering data include both testing and documentation. The study's demographic comprises eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang, with a total population of 352 students. A subset of 60 students from classes XI IPA 2 and XI IPA 3 was sampled. The statistical analysis using the Independent Sample t Test revealed a significant value of 0.000, which is less than the threshold of 0.005. This result indicates a significant effect of the Brainstorming Method on the Basic Competencies of International Relations and the Cognitive Learning Outcomes. Keywords: Brainstorming, Learning Outcomes
IMPLEMENTASI BUKU TATA TERTIB SEKOLAH DALAM PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMKN 1 KOTA CILEGON Agista Saffa; Ratna Sari Dewi; Reza Mauldy Raharja
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14548

Abstract

The prevalence of student disciplinary infractions in vocational schools necessitates a structured rule-enforcement mechanism utilizing adaptive regulations. This study aims to describe the implementation of school regulations in fostering student discipline at SMKN 1 Cilegon, the resulting outcomes, and the supporting and inhibiting factors. A qualitative case study method was employed, gathering data through observation, in-depth interviews with eight informants (vice-principal, guidance counselor, school discipline coordinator, and students), and document analysis. The findings indicate that the regulations were implemented through the School Environment Introduction Period (MPLS) orientation, morning assemblies, the cultivation of school culture (ROJALI and the DIGITAL slogan), the digitization of regulations via barcodes, and a system of supervision and educational sanctions. This implementation successfully improved punctuality, personal neatness, and adherence to school rules. The study concludes that digitizing regulations, when coupled with teachers setting a good example, is effective in sustainably shaping a disciplined character. ABSTRAK Maraknya pelanggaran disiplin peserta didik di sekolah kejuruan menuntut adanya mekanisme penegakan aturan yang terstruktur melalui media tata tertib yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tata tertib sekolah dalam penanaman karakter disiplin peserta didik di SMKN 1 Kota Cilegon, hasil pencapaiannya, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode kualitatif studi kasus digunakan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 8 informan (wakil kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling, Pembina Penegak Disiplin Sekolah, dan peserta didik), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tata tertib dilakukan melalui sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), apel pagi, pembiasaan budaya sekolah (ROJALI dan slogan DIGITAL), digitalisasi tata tertib berbasis barcode, serta pengawasan dan sanksi edukatif. Implementasi tersebut berhasil meningkatkan kedisiplinan waktu, kerapian, dan kepatuhan aturan sekolah. Implikasi penelitian menegaskan bahwa digitalisasi tata tertib yang diimbangi keteladanan guru efektif membentuk karakter disiplin secara berkelanjutan.