Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Sylvia Tri Yuliani; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.681 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Pasar tradisional merupakan pasar yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah hingga kini masih mempertahankan keberadaan pasar tradisional ditengah pertumbuhan pasar modern yang semakin pesat. Penyediaan informasi mengenai pasar tradisional kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting guna menyosialisasikan keberadaan pasar-pasar beserta informasi didalamnya. Penelitian ini berupa aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) pasar tradisional di kota Semarang berbasis web.                WebGIS adalah aplikasi sistem informasi geografis yang dapat diakses secara online melalui website. Pembuatan aplikasi ini memanfaatkan software XAMPP sebagai localhost, Dreamweaver dan Notepad++ untuk membuat desain website serta proses coding. Google Maps sebagai peta online yang menampilkan lokasi pasar-pasar.                Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG untuk pemetaan pasar tradisional di kota Semarang berbasis web yang dapat diakses oleh masyarakat secara online. Aplikasi ini juga menampilkan fitur rute terdekat serta fitur pencarian pasar terdekat sehingga kebutuhan informasi untuk setiap pengguna dapat terpenuhi.  Kata kunci : Pasar Tradisional, Semarang, WebGIS, Google Maps  ABSTRACT                 Traditional market is a market that has important role to promoting economic growth in Indonesia. It has a natural competitive advantage. Semarang city as the capital of Central Java is still maintaining the traditional markets while the modern market is rapidly increasing. Provision of information about traditional markets becomes very important to socialize its location and information to the public. This study attempt to create an application of Geographic Information System (GIS) web based about traditional market in Semarang.                WebGIS is a geographic information system applications that can be accessed online through the website. This application using the software XAMPP as localhost, Dreamweaver and Notepad ++ to create a website design and coding process. Google Maps as an online map that displays the location of markets.                 The final result of this research is the application of GISbased web for mapping the traditional market in the city of Semarang that is accessible to the public by online. This application also features by the location of market routes nearby to provide an information for public as well as their needs. Keyword : Traditional Market, Semarang, WebGIS, Google Maps *) Penulis, Penanggung Jawab
EVALUASI KRITERIA KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS ( Studi Kasus :Kecamatan Boja dan Kecamatan Limbangan di Kabupaten Kendal ) Togi Pardo Siagian; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.745 KB)

Abstract

ABSTRAKTersedianya suatu ruang maupun lahan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai lokasi permukiman merupakan suatu jaminan akan kehidupan yang layak bagi setiap masyarakat. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan langkah yang tepat dalam menyajikan solusi tentang aspek spasial (keruangan). Dalam hal ini SIG  digunakan untuk menganalisa proses evaluasi kesesuaian lahan yang sesuai dengan parameter yang digunakan dalam menentukan kawasan permukiman yang ideal, yaitu tata guna lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah  hujan, jarak terhadap jalan  utama dan gerakan tanah.Berdasarkan analisis Sistem Informasi Geografis dan  hasil scoring atau pembobotan menggunakan metode AHP dari peta kemiringan lereng, gerakan tanah, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan serta jarak terhadap jalan utama yang terdapat di Kecamatan Limbangan,  dengan luas 2.213,26 (ha) untuk lahan Sesuai (S2), 4.377,643 (ha) untuk lahan Cukup Sesuai (S3), 1.648,422 (ha) untuk kelas lahan Kurang Sesuai (N1) serta untuk lahan Tidak Sesuai (N2) memiliki lahan seluas 171,99 (ha). Untuk Kecamatan Boja, diperoleh 194,57 (ha) untuk lahan kelas Sangat Sesuai (S2), dan 3.779,58 (ha) untuk lahan Sesuai (S1), 1.945,98  (ha) untuk lahan Cukup Sesuai (S3), 1,5 (ha) untuk kelas lahan Kurang Sesuai (N1) serta untuk lahan Tidak Sesuai (N2) memiliki lahan seluas 9,79 (ha).Kata Kunci : Permukiman, AHP, SIG,Scoring. ABSTRACT                    The availability of area that has the criteria to be used as a residential location is a guarantee of a decent life  for every society. Geographic Information Systems (GIS) is a right choice in presenting  a solution on the spatial aspects (spatial). In this case the GIS was used to analyze land suitability evaluation process in accordance with the parameters used in determining the ideal area to be used as a residential area, in this research used land use, slope, soil type, rainfall, distance to the main road and ground movement.Based on Geographic Information System analysis and the results of scoring  using AHP of maps of slope, ground movement, soil type, rainfall, land use and the distance to the main road located in district Limbangan, with an area of 2213.26 (ha) of  match land class (S2), 4377.643 (ha) of  in quite appropriate land class (S3), 1648.422 (ha) of less suitable land class (N1) as well as for  not match land class (N2) has a land area of 171.99 (ha) , For the District Boja, gained 194.57 (ha) of very match land class (S2), and 3779.58 (ha) of Match land class (S1), 1945.98 (ha) of quite appropriate land class (S3), 1, 5 (ha) of  Less suitable land class (N1) as well as for not match land class (N2) has a land area of 9.79(ha).Keyword: Residential,AHP, GIS,Scoring. *) Penulis, Penanggungjawab
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN KUDUS) Ummi Athiyyah Yuniarti; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu kasus penyakit yang cukup sering melanda wilayah di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Sistem informasi geografis (SIG) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi persebaran penyakit dan membantu menganalisa kondisi suatu daerah terhadap penyakit untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk menangani penyakit. Keberadaan SIG diharapkan mampu memberikan gambaran tentang persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kudus.Untuk menghasilkan aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dibutuhkan data kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus pada tahun 2007 sampai 2008 dan peta Administrasi yang digunakan untuk persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus. Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dimulai dengan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan program menggunakan software  XAMPP untuk server lokal dan basis data MySQL dengan fitur phpMyAdmin di dalamnya, Dreamweaver CS4 untuk proses pembuatan kode program, integrasi basis data dengan Google Maps API.Hasil dari pemrograman diperoleh dari aplikasi persebaran kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus berbasis web yang dapat diakses pada situs http://kudus-gisdbd.com dengan menampilkan lokasi dan informasi yang cukup kompleks yang disajikan melalui peta Google Maps API.Kata Kunci: Persebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue, SIG Berbasis WebABSTRACTOne of the common diseases which often occur in the region in Indonesia is Dengue Hemorrhagic Fever. Geographic information system (GIS) is one of the tools which can be used to deliver information of disease distribution and to help analyze the area’s conditions to determine what actions must be taken to deal with the disease. The existence of the SIG is expected to represent the spread of Dengue Hemorrhagic Fever in Kudus Regency.To produce this web-based Geographic Information System application, the Dengue Hemorrhagic Fever cases data from 2007 until 2008 and the administration map used to represent the spread of Dengue Hemorrhagic Fever in Kudus Regency are needed. This Web-based Geographic Information System is started with the collection of data, followed by the development of software programs using XAMPP for a local server and MySQL database    with phpMyAdmin feature in it, Dreamweaver CS4 to the process of making the program code, database integration with the Google Maps API.The results of programming obtained from the Kudus Regency web based application of the spread of Dengue Hemorrhagic Fever cases which can be accessed on the site http://kudus-gisdbd.com by showing the location and fairly complex information which presented through maps Google Maps API. Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever Spread Disease, Web-Based GIS
PEMETAAN DAERAH RAWAN KRIMINALITAS DI WILAYAH HUKUM POLTABES SEMARANG TAHUN 2013 DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING Gilang Yudistira Hilman; Bandi - Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.998 KB)

Abstract

ABSTRAKKriminalitas adalah permasalahan pelik yang berdampak luas kepada seluruh lapisan masyarakat. Kriminalitas berhubungan dengan beberapa faktor diantaranya kinerja polsek, kepadatan penduduk dan angka kemiskinan. Pada penelitian ini mencoba mengembangkan suatu sistem informasi yang mampu menampilkan serta memetakan jumlah tindak kejahatan yang terjadi di Kota Semarang dalam peta dengan bentuk yang beragam.Untuk membantu proses analisis menggunakan software statistika dan untuk pemetaan menggunakan software SIG. Metode yang digunakan adalah cluster di mana dilakukan pengelompokan untuk menentukan tingkat kerawanan suatu daerah. Pengelompokan diambil berdasarkan kerapatan/density TKP dari tindak kejahatan yang terjadi sehingga output yang dihasilkan diharapkan akan memudahkan pengguna dalam membedakan tingkat kerawanan antara daerah satu dan lainnya.Hasil dari penelitian menyatakan keamanan di Kota Semarang cenderung rawan di sekitar pusat kota sedangkan wilayah pinggir kota dengan kepadatan penduduk relatif rendah cenderung lebih aman. Ditinjau dari segi waktu tindak kejahatan dengan intensitas paling tinggi terjadi pada saat larut malam. Berdasarkan hasil analisis, ketiga faktor tersebut mempengaruhi kriminalitas sebesar 55% dan 45% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci : Kriminalitas, SIG, Cluster, Density. ABSTRACTCrime is a complicated issue that affects the whole society wide. Crime related to several factors, including the performance of the police station, overcrowding and poverty. In this study tries to develop an information system that is capable of displaying and map the number of crimes committed in Semarang City on maps with diverse forms.To assist the process of analysis using statistical software and for mapping use GIS software. The method used is a cluster in which the grouping is done to determine the the vulnerability of an area. Grouping are taken by the density of the scene of the crime that happened so that result of the output is expected to be easier for users to distinguish the level of vulnerability between one and the other regions.The results of the study stated security in Semarang prone around the city center, while the suburb with a relatively low population densities tend to be more secure. In terms of a crime with the highest intensity occurs during late night. Based on the analysis, these three factors affect crime of 55% and 45% are influenced by other factors.Key words : Crime, GIS, Cluster, Density.
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN PEDURUNGAN, KOTA SEMARANG Novita Amelia; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.477 KB)

Abstract

ABSTRAKZNT dimaknai sebagai area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama sekumpulan tanah dibidang tanah di dalamnya, yang batasanya bersifat imanijer ataupun atau pun nyata sesuai penggunaan tanah dan mempunyai perbedaan nilai antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventori nilai aset publik maupun aset masyarakat, monitoring nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan NJOP untuk PBB, agar lebih adil dan transparan.   Dalam  penelitian  dibentuk  peta  ZNT  berdasarkan  nilai  tanah  dengan  penilaian  massal menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative) yang di overlay dengan Peta Administrasi Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dan Peta Blok PBB tahun 2013 dan dibandingkan dengan nilai tanah berdasarkan NJOP. Data harga tanah yang dihitung adalah data harga tanah murni dengan nilai bangunan yang sudah dikeluarkan dan penyesuaian sesuai karakteristik kondisi sosial ekonomi daerah.Hasil Penelitian Didapatkan 49 Zona Nilai Tanah dari data NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan data berdasarkan Survey Transaksi Harga Tanah. Sedangkan dari analisis  peningkatan  pendapatan  rata-rata  besarnya  peningkatan  pendapatan  daerah  berdasarkan  perbandingan antara harga transaksi dan nilai NJOP adalah 409,31%.  Kata Kunci : Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pajak Bumi dan Bangunan     (PBB).ABSTRACKLand Value Zone is defined as an area that describes land's value which is similar of the same set of land parcels, in which the characteristic of the boundaries is either imaginary or real according to the appropriate use of the land and it also has a different value between one and another based on the comparison analysis of the market price and the cost .Considering znt based on the market value , znt can be utilized for the tariff determination in service land , reference for the community in  transactions , the determination of redress , inventori for public assets or community assets value, monitoring the value and market of land, and as reference for the NJOP's determination for PBB , to make it more fair and transparent. On the research Land Value Zone is mapped by land's value in mass assessment using sales comperative approach which is overlaid with Administration Map of Pedurungan Subdistric, Semarang and map of field in 2013 which is being compared with the land's value based on Tax Object Sales Value (NJOP). The Computation of land value is pure without any building value and it is also being adjusted with the characteristic of the household economy in the research area.The result on the research shows that there are 49 land value zone from Tax Object Sales Value (NJOP) and also from the Land Value Transaction Survey. As from analysis of local revenue taxation, the average number of the raising according to comparison between transaction's price and Tax Object Sales Value (NJOP)  is 409,31%.Keyword : Land Value Zone, Tax Object Sales Value, Tax on Aquistion of Land and Building.
PEMANFAATAN LIDAR UNTUK EVALUASI KETINGGIAN BANGUNAN DI KAWASAN JALAN PANDANARAN, SEMARANG Aisah Hajar; Arwan Putra Wijaya; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.39 KB)

Abstract

ABSTRAK    Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Kota Semarang terus mengalami perkembangan dan pembangunan kota. Perkembangan dan pembangunan kota yang terjadi menyebabkan berdirinya bangunan gedung secara pesat. Oleh karena itu, pembangunan di Kota Semarang membutuhkan pengontrolan terhadap kesesuaian penataan ruang yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Penataan ruang merupakan suatu sistem perencanaan dan pemanfaatan ruang yang perlu dikendalikan dalam proses pengembangan suatu kawasan.                Penelitian ini berfokus pada tinggi bangunan gedung di kawasan Jalan Pandanaran Kota Semarang, dengan melakukan evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan pendekatan data DEM LiDAR untuk memperoleh tinggi bangunan secara aktual.                Tinggi bangunan yang melebihi ketentuan dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2008 dianggap sebagai bangunan melanggar. Pelanggaran tersebut terjadi pada 3 bangunan gedung, yaitu Bank Panin, Louis Keinne Hotel, dan Menara Suara Merdeka. Nilai pelanggaran yang terjadi untuk ketinggian bangunan di Kawasan Jalan Pandanaran sebesar 2,65 %. Maka nilai kesesuaian hasil evaluasi tinggi bangunan tersebut mencapai dari 97,35 %.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PERSEBARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (Studi Kasus : Kota Semarang) Yuliansyah Rachman Nur Rizky; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.238 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang sebagai ibukota dari provinsi Jawa Tengah menjadi acuan bagi Kabupaten/Kota lain dalam perkembangan di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Semarang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bidang pendidikan di wilayah Kota Semarang. Penyediaan informasi kepada masyarakat mengenai pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Atas, menjadi hal yang sangat penting guna mendukung kegiatan pelayanan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Salah satu media penyampaian informasi yang lengkap dan dapat diakses dengan cepat di mana saja adalah dengan menggunakan website.Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang mampu membantu dinas pendidikan terkait dalam menyediakan sarana informasi geografis pemetaan Sekolah Menengah Atas bagi masyarakat Kota Semarang.Objek penelitian ini yaitu berupa aplikasi sistem informasi tentang pemetaan persebaran Sekolah Menengah Atas ( SMA) di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.  Web-based GIS (WebGIS) adalah aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdistribusi dalam suatu jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografis secara visual pada World Wide Web.Hasil penelitian ini berupa sebuah aplikasi SIG berbasis web yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses sekolah – sekolah mana saja yang bisa dijadikan referensi untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk melihat data – data informasi yang terdapat di suatu sekolah sehingga bisa dijadikan suatu referensi informasi yang tentunya akan sangat berguna bagi masyarakat.Kata kunci : Pendidikan, Sekolah, SMA, WebGIS ABSTRACTSemarang city as the capital of Central Java was the reference for another City in developing various sectors including education. Semarang City Department of Education has the tasks of education services Semarang. Provision of information to the public about education, especially high school, becomes very important to support service activities from Semarang City Department of Education. One of the communication media that can be accessed quickly anywhere is the website. Based on these considerations we need an information system that is able to assist educational agencies in providing the meaning of mapping geographic information for Senior High School distribution in Semarang.The object of this study is an application of mapping information system about distribution of Senior High School in Semarang, Central Java. Web-based GIS (WebGIS) is an application of geographic information systems (GIS) which distributed in a computer network to integrate and disseminate geographic information visually on the World Wide Web. The results of this study is an  a web-based GIS application that makes it easy for the public to access the school which schools can be used as a reference for continuing education. In addition, this application can also be used to view the information contained in a school that could be used as a reference of information that would be very useful for the community.Keywords: Education, School, Senior High School, WebGIS
PENGOLAHAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTI TEMPORAL DENGAN METODE BILKO DAN AGSO UNTUK MENGETAHUI DINAMIKA MORFOMETRI WADUK GAJAH MUNGKUR Denni Apriliyanto; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.841 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Gajah Mungkur merupakan salah satu waduk buatan yang berlokasi kurang lebih 3 km arah selatan Kota Wonogiri tepat di bagian hilir pertemuan kali Keduang. Luas daerah genangan 13.600 ha (Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah DAS Solo Hulu, 1985). Seiring dengan perkembangan kondisi alam yang sangat dinamis, umur pakai waduk diperkirakan hanya tinggal 10-15 tahun lagi. Hal ini disebabkan oleh laju sedimentasi yang sangat tinggi terutama dari 6 Sub Daerah Aliran Sungai yang menyebabkan semakin kecilnya daya tampung air. Kondisi penurunan fungsi waduk yang terjadi akibat sedimentasi dan erosi menyebabkan berbagai macam dampak bagi ekosistem sekitar, khususnya untuk pendayagunaan waduk itu sendiri. Untuk itu perlu dilakukannya pemantauan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya pemantauan yang dapat dilakukan adalah dengan teknologi penginderaan jauh.Pada penelitian ini digunakan metode pengolahan citra satelit Landsat dengan menggunakan metode BILKO yang dikembangkan oleh UNICEF dan metode pemetaan perairan dangkal dari citra (shallow water image mapping) yang dikembangkan oleh Australian Geological Survey Organization (AGSO) yang pernah digunakan oleh Hanifa et.al, 2004, untuk penentuan batas maritim negara yang difokuskan pada penentuan garis pangkal sebagai acuan penarikan garis batas maritim antara Indonesia dan Singapura. Sedangkan untuk penelitian ini kedua metode digunakan untuk menetukan batas antara darat dan air untuk perairan darat, dalam hal ini perairan waduk yang terfokus pada batas antara darat dan air untuk waduk Gajah Mungkur wonogiri dengan tujuan untuk mengkaji dinamika morfometri Waduk Gajah Mungkur Provinsi Jawa Tengah dalam periode ± 5 tahun dimulai dari tahun 1994 sampai dengan awal tahun 2014.Dari uji validasi lapangan hasil pengolahan rumus BILKO dan AGSO menggunakan metode confusion matrix, didapat akurasi sebesar 85,71 % untuk hasil metode BILKO dan 82,86 % untuk hasil metode AGSO, yang berarti kedua metode bisa digunakan untuk penentuan batas perairan waduk.Hasil pengolahan citra Landsat dengan menggunakan metode BILKO pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 1994 – 2000 waduk Gajah Mungkur mengalami sedikit perluasan yaitu sebesar 1.544.400 m2. Sedangkan pada periode 2000 – 2009 waduk Gajah Mungkur mengalami penyempitan yang sangat signifikan dengan total perubahan luas sebesar 14.958.900 m2, dimana arah perubahan waduk Gajah Mungkur terjadi pada arah timur dan selatan waduk, pada bagian timur terjadi pada daerah sub DAS Keduang dan sub DAS Wiroko, dan pada bagian selatan terjadi pada daerah sub DAS Alang dan Solo Hulu. Kemudian untuk periode tahun 2009 – 2014 waduk kembali mengalami perluasan sebesar 1.602.000 m2. Kata Kunci : Waduk Gajah Mungkur, Morfometri, metode BILKO, metode AGSOABSTRACTGajah Mungkur reservoir is one of the artificial reservoir located approximately 3 km south of the Wonogiri town on the lower reaches of the river Keduang. The area of inundation is 13,600 ha (Field Engineering Plan for Land Rehabilitation and Soil Conservation of Solo Hulu Watershed, 1985). Along with the high dynamic of natural conditions’s development , lifespan reservoirs probably only 10-15 years away. This is due to the very high rate of sedimentation, especially from 6 sub Watershed which causes water capacity has narrowed. Reservoir function decline that occurs as a result of sedimentation and erosion make any kind of impact to the surrounding ecosystem, especially for the utilization of the reservoir itself. So that should be monitoring from year to year. One of the monitoring efforts that can be done is by remote sensing technology.In this study used Landsat satellite image processing methods using BILKO which developed by UNICEF and shallow water mapping methods using imagery which developed by the Australian Geological Survey Organization (AGSO) that have been used previously by Hanifa et.al, 2004, for the determination of the maritime’s boundary of countries focused on the determination of the base line as a withdrawal’s reference of maritime’s boundary between Indonesia and Singapore. While for this study, two methods are used to determine the boundary between land and water for inland waters, in this case which focused on the boundary between land and water in the Gajah Mungkur reservoir wonogiri with the aim to assess the dynamics of morphometry of Gajah Mungkur reservoir Central Java Province within ± 5 year period starting from 1994 to early 2014.From the field validation test for the results of two processing formula, BILKO and AGSO, using confusion matrix method, obtained an accuracy is 85.71% for the results for BILKO method and 82.86% for the results of AGSO method, which means that both methods can be used for the determination of the maritime’s boundary of reservoirs.In this study, Landsat image processing results using the BILKO method show that in the period of 1994 - 2000 Gajah Mungkur reservoir having a little expansion in the amount of 1.544.400 m2. While in the period of 2000 - 2009 Gajah Mungkur reservoirs suffered significant narrowing with total area of 14.958.900 m2 changes, which the direction changing of Gajah Mungkur reservoir occurs in the eastern and southern reservoirs, occur in the eastern part of the Keduang sub-watershed and Wiroko sub-watershed, and occurs in the southern part of the Alang and Solo Hulu sub-watershed. Then, for the period of 2009 - 2014 the reservoir expanded again by 1.602.000 m2.Keywords : Gajah Mungkur Reservoir, Morphometry, BILKO method, AGSO method
KADASTER 3D UNTUK PENGOPTIMALAN PENDAFTARAN TANAH TERHADAP PENGGUNAAN HAK MILIK ATAS SATUAN RUMAH SUSUN (HMASRS) (Studi Kasus : Best Western Star Hotel and Apartement, Semarang) Rezky Yudhaseno; Sutomo Kahar; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.864 KB)

Abstract

ABSTRAK            Meningkatnya kegiatan pembangunan khususnya di wilayah perkotaan menyebabkan orientasi pembangunan mengarah secara vertikal pada pemanfaatan ruang baik diatas maupun dibawah permukaan tanah. Atas hal tersebut, aspek keruangan menjadi hal yang sangat penting dalam bangunan bersusun. Sudah saatnya pemetaan kadastral dua dimensi yang diterapkan pada bangunan bersusun dikembangkan ke arah tiga dimensi. Dimana pendekatan Kadaster 3 Dimensi memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memilih posisi virtual dalam peta, keakuratan yang lebih baik dalam menginterpretasikan peta, serta dapat menampilkan bentuk yang lebih perpektif. Dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya secara lengkap terhadap bidang tanah dan hak-hak lain, sehingga dapat mempermudah dalam memberikan status hukum dan memberikan informasi yang lengkap terhadap bidang tanah dan pemanfaatan ruang baik diatas maupun dibawah permukaan tanah. Di Indonesia, Konsep Pendekatan Kadaster 3 Dimensi diperkuat dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun. Dalam undang-undang ini mengatur tentang kepemilikan bukan hanya pada bidang tanah, tetapi juga status kepemilikan atas ruang dengan adanya Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (HMASRS).            Dalam penelitian ini menggunakan Pendekatan konsep model Hybrid Cadastre dengan alternatif Registration of Physical Object, yang mana sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997. Dalam peraturan ini menjelaskan bahwa HMASRS merupakan salah satu obyek Pendaftaran Tanah, yang pada saat ini kegiatan pendaftaran tanah terhadap HMASRS masih dilakukan dengan pendekatan secara 2 dimensi, hanya dengan informasi yang terbatas dan aspek keruangan belum dapat terpenuhi. Sehingga pembentukan Kadaster 3 Dimensi untuk Pengoptimalan Pendaftaran Tanah sangat tepat dalam menyediakan informasi yang lengkap dan memberikan kepastian hukum terhadap obyek HMASRS.Kata Kunci : Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (HMASRS), Kadaster 3 Dimensi, Pendaftaran Tanah ABSTRACTIncreased development activities especially in the urban areas, causes the development orientation to focus vertically on the use of the space both above and under the land surface. Therefore, the spatial aspect is becomes very important in building of stack houses. It’s time for cadastral mapping are applied to the two-dimension (2D) composite building developed into a three-dimension (3D). Which the 3D Cadastre approach makes it easy for users to choose a virtual position in the map, better accuracy for interpreting the map, and can display a more perspectives of the object. Can depict the real condition completely of the land and other rights, so that it makes to providing legal status and provide detailed information of the land and the use of space both above and under the land surface. In Indonesia, the concept of 3D Cadastre approach reinforced by the issued of the law number 20 year 2011 about the stack houses. In this law, regulating the proprietary not only of the land, but also the proprietary of the space by having proprietary right of stack houses unit (hak milik atas satuan rumah susun). In this research uses the concept approach Hybrid Cadastre models with alternative Registration of Physical Object, which is relevant to Government Rule number 24 year 1997. In this rule, explain that HMASRS is one of the Land Registration, which the activity of land registry to HMASRS is still carried out with two-dimension (2D), only with limited information and spatial aspects can not accomodated. So that the formation of three-dimension (3D) cadastre for optimization of the land registry is very appropriate in providing the complete information and provide the legal certainty of HMASRS object. Key Words : Proprietary Right Of Stack Houses Unit (HMASRS), Three-Dimension Cadastre, Land Registry
EVALUASI TATA LETAK BANGUNAN TERHADAP GARIS SEMPADAN JALAN DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT KOTA SEMARANG Erlangga Putranindya; Sutomo Kahar; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.021 KB)

Abstract

Abstrak            Central Business District (CBD) Kota Semarang yang terdiri dari Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Thamrin, dan Jalan Gajahmada yang terletak pada Bagian Wilayah Kota I (BWK I) merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai wilayah perkantoran, perdagangan, dan jasa. Dalam hal ini banyak bangunan atau kavling yang bangunan terluarnya (seperti pagar, dll) berdiri tidak sesuai dengan Perda No.14 Tahun 2011, maka dari itu menarik penulis untuk melakukan evaluasi bangunan-bangunan di kawasan tersebut yang melanggar/ tidak sesuai dengan Perda Kota Semarang No.14 Tahun 2011.            Evaluasi tata letak bangunan Garis Sempadan Jalan (GSJ) merupakan suatu proses penilaian tentang tata letak bangunan terluar dari kavling tersebut yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah yang diatur dengan jarak tertentu suatu bangunan terluar dengan as jalan/ tengah jalan. Dalam melakukan tugas akhir ini penulis memerlukan data yang berkaitan dengan penelitian tersebut seperti: Citra Satelit; Peta Jaringan Jalan. Untuk data sekunder penulis melakukan digitasi dari tiap-tiap kavling yang didapat dari interpretasi Citra Satelit resolusi tinggi, serta membuat garis evaluasi dengan jarak tertentu dari as jalan.            Hasil penelitian tersebut nantinya akan memberikan informasi bangunan-bangunan yang melanggar dengan luas-an (m2) pelanggaran di Jl. Pemuda; Jl. Pandanaran; Jl. Thamrin; Jl. Gajahmada yang diatur dalam Perda Kota Semarang.Kata Kunci : Citra Satelit, Central Business District, Garis Sempadan JalanAbstract             Central Business District (CBD) consisting of Semarang City Pemuda, Pandanaran, Thamrin and Gajahmada street is located in the Urban Area Part I  is an area that has a function as an office area, trade, and services. In this case many of the buildings or building plots outer (such as fences, etc.) don’t stand in accordance with Regulation No.14 of 2011, and therefore interesting authors to evaluate buildings in the region that violates / does not comply with regulation Semarang No.14 of 2011.            For secondary data, the authors conducted digitization of individual plots obtained from the interpretation of high-resolution satellite imagery, as well as making a line of evaluation with a certain distance from the axle path.            Evaluation of building layout Line Border Roads  is a process of assessment of the outer building layout of the plots that have been on the local regulation is governed by a certain distance to the outer buildings as road / middle of the road. In doing this thesis the author requires data related to the study such as: Satellite Imagery; Road Network Map.            The results of these studies will provide information that violates buildings with an area (m2) violations at Pemuda; Pandanaran; Thamrin; Gajahmada street set forth in the regulation of Semarang.Keywords: Satellite Imagery, Central Business District, Line Border Roads*)Penulis Penanggung Jawab
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adito Maulana Aditya Hafidh Baktiar Adzim, Hamida Zulfi Ahadea Kautzarea Yuwono Ahmad Daniyal Aisah Hajar Akbar, Rizki Maulidi Albani, Ferel Rico Alfian Galih Utama, Alfian Galih Alfreud, Carl Dylan Aminudin, Azam Ammarohman, Fauzi Janu Andri Suprayogi Angga Sapto Aji, Angga Sapto Annaafi, Raihan Deo Ardhian Setiawan Saputra Arief Laila Nugraha Arizal Kawamuna, Arizal Arliandy Pratama Avi Yudhanto Avianta Anggoro Santoso Avini Sekha Rasina Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bastrianto, Regina Widya Dani Nur Martiana Denni Apriliyanto Dian Ayu Saraswati Dwi Nugroho Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Dwi Uzteyqah Exacty Erlangga Putranindya Fahrunnisa Wulandari Adininggar Faizah, Eliya Nur Faizal Hafidz Muslim Fatimah, Bekty Nur Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Gilang Yudistira Hilman Gita Amalia Sindhu P. Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Haniah Haniah Harmeydi Akbar Heranda Ibnu Adhi Ihsan Pakaya Indah Purwanti Kartiko Ardhi Widananto Lilik Kristianingsih Lukman Maulana Manik, Sarah Magdauli Maulvi Surya Gustavianto Mia Anggorowati Karomah Muh Zaki Ulil Albab Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Ibnu Munadi Mutiah Nurul Handayani Nadia Anggraeni Yuristasari Nisa, Afifatun Novita Amelia Nuardi Dwi Pradipta Nur Wahidah Sudarsono, Nur Wahidah Nurfauzi, Irfan Nurhadi Bashit Paundra Ksatrio Wahyutomo Polin Mouna Togatorop Prambudhianto Putro Pamungkas Praptaningtyas, Berliana Dwi Putra, Ikhlas Ika Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Novita Resti Winda Ratriana Rezky Yudhaseno Riana Kristiani Priskila Putri Ridho Alfirdaus Risty Khoirunisa Rosyiidah, Rofi’ Ronaa Ryadi, Michael Vashni Immanuel Sabri, L M Sawitri Subiyanto Sendi Akhmad Al Mukmin Setyo Adhi Nugroho Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Simamora, Enggar Stefan Sinaga, Kepin Siti Khoeriyah Sukomono, Abdi Sulistyo, Mohamad Adityo Ragil Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syaharini, Jay She Sylvia Tri Yuliani Tengku Oki Al Akbar Togi Pardo Siagian Ummi Athiyyah Yuniarti Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wahyudin, Yaser Wahyudin, Yasser Wibisana, Alyawan Satrio widya Prajna Yoga Kencana Nugraha Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky