Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Batik Solo Trans Service Area to Schools and Settlements in Surakarta City Syaharini, Jay She; Wijaya, Arwan Putra; Prasetyo, Yudo
Jurnal Planologi Vol 21, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v21i1.33217

Abstract

Surakarta city has public transportation called Batik Solo Trans (BST). Batik Solo Trans has a system of going up or down at certain locations called bus stops. However, the problems that arise are in the form of service and availability of BST stops for schools and settlements. It is necessary to analyze the BST bus stop service areas for schools and settlements in Surakarta City. This research is carry out using the Network Analysis method with a distance of 400 meters to determine the service coverage area from the Batik Solo Trans bus stop to schools and residential areas in Surakarta City. The results of the service area processing show that the service area at the existing BST bus stop can reach 126 elementary schools, 47 middle schools and 21 high schools in the city of Surakarta. Meanwhile, in settlements there are 43 urban villages that can already be served with existing BST bus stops. Then a recommendation is made for the potential of the BST bus stop so that it can serve schools and settlements in Surakarta city. The recommended BST bus stops are 11 stops spread across several locations.
Analysis Of Land Use Changes And Urban Land Value Zone Reviewed From The RDTR Plan Bandung Sulistyo, Mohamad Adityo Ragil; Wijaya, Arwan Putra; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.34402

Abstract

The city of Bandung, which is located in West Java Province, is known as the Flower City and consists of 31 sub-districts. One of the sub-districts in the city of Bandung which has various supporting facilities such as housing, rice fields, shopping centers, hospitals, and schools is Rancasari District. Rancasari Subdistrict, which is located in the south of Bandung City, every year always experiences rapid population growth and development from various aspects. These rapid changes and developments are also inseparable from the influence of detailed urban spatial plans and zoning regulations. The residential area is one of the things that is being considered, followed by other sectors that are starting to be built, such as trade and services, the main road that connects between cities, and the busy traffic causes the area to become congested. As a result, green land such as rice fields is reduced so that there is a lack of useful drainage to prevent flooding. In this study, it will be seen how changes in land value zones are affected by RDTR and zoning, in Rancasari District by referring to the Land Value Zone Map and Land Use Map so that they can identify and map the changes that occur every year to the land. The result of processing, in 2015, the highest land price in Cipamokolan Village was Rp. 2,602,000 namely in the Mixed class, Natural Protection, Public Services, Offices, Local Protection, and Housing.
Analisis Estimasi Zonasi Nilai Tanah Di Kawasan Banjir Rob Dan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Fatimah, Bekty Nur; Wijaya, Arwan Putra; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.40991

Abstract

Kebutuhan terhadap tanah akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah termasuk di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Kecamatan Sayung merupakan wilayah yang rawan terjadi banjir rob. Pada tahun 2022 terjadi pembangunan jalan tol Semarang – Demak Seksi II di sebagian wilayah Kecamatan Sayung. Hal tersebut tentunya menjadi penyebab perubahan penggunaan tanah yang berpengaruh terhadap nilai tanah. Terdapat beberapa variabel bebas dalam pembentukan zona nilai tanah seperti aksesibilitas, penggunaan tanah, fasilitas umum, dan banjir rob. Variabel bebas tersebut kemudian diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan overlay intersect. Hasil perhitungan AHP diperoleh bobot tertinggi adalah banjir rob sebesar 25%, jalan arteri sebesar 12%, permukiman dan jalan kolektor sebesar 9%, tambak sebesar 8%, perdagangan, industri, perkantoran sebesar 7%, jalan lokal sebesar 6%, serta fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan sebesar 5%. Hasil zona yang terbentuk berdasarkan metode AHP dan persebaran sampel harga tanah sebanyak 15 zona yang diklasifikasikan menjadi 8 kelas. Zona yang memiliki nilai tanah tertinggi terdapat pada kelas Rp 1.809.501,00 – Rp 2.068.000,00 yang berada di sekitar jalan arteri sedangkan nilai tanah terendahnya terdapat pada kelas < Rp 285.500,00 yang sebagian besar wilayahnya berupa tambak. Rata-rata NIR tertinggi berdasarkan radius terhadap pintu keluar tol Sayung berada pada radius 250 m – 500 m sebesar Rp 992.230,00 sedangkan radius dengan rata-rata NIR terendah pada radius 0 – 250 m yaitu sebesar Rp 665.000,00.
Analisis Distribusi Spasial Sektor Informal Kuliner Non Platform Super Apps di Ruang Publik (Studi Kasus : Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang) Annaafi, Raihan Deo; Wijaya, Arwan Putra; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37250

Abstract

Di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, masih banyak pelaku UMKM yang belum terintegrasi dengan platform jual-beli online seperti Gojek, Grab dan Shopee. Padahal dengan adanya platform jual-beli online, dapat memperluas pemasaran dari usaha tersebut. UMKM tersebut adalah pelaku ekonomi sektor informal bidang kuliner misalnya pedagang keliling, pedagang kaki lima dan pedagang angkringan. Beberapa tempat yang ada di Kecamatan Banyumanik seperti Pasar Rasamala Jati Banyumanik, Jalan Ngesrep Timur V dan Taman Tirto Agung merupakan beberapa tempat dimana para pelaku usaha sektor informal ini menggantungkan kehidupannya sehari-hari dengan berjualan di sekitar area tersebut. Sehingga dengan adanya hal tersebut, peneliti ingin mengetahui persebaran tempat usaha-usaha (UMKM) di tiga area penelitian yaitu Pasar Rasamala Jati, Jalan Ngesrep Timur V dan Taman Tirto Agung dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Pola persebaran sektor informal kuliner dianalisis dengan menggunakan metode average nearest neighbor dan standard deviation ellips. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui pengaruh kepadatan bangunan terhadap pemilihan rute dagang jaringan jalan dari pedagang keliling dengan menggunakan metode analisis regresi geographically weighted regression. Analisis pola persebaran yang dilakukan berdasarkan dari centroid di setiap area penelitian terhadap sebaran sektor informal kuliner dan analisis regresi pengaruh kepadatan bangunan terhadap rute dagang dari 15 pedagang keliling didasarkan persebaran rute dagang terhadap kepadatan bangunan dari daerah yang dilewatinya. Klasifikasi dan analisis pola persebaran sektor informal kuliner yang dilakukan berdasarkan keseluruhan sektor informal kuliner, kategori terintegrasi super apps, kategori usaha, kategori dagangan, dan kategori waktu usaha, dengan jumlah sektor informal kuliner keseluruhan 179 di ketiga area penelitian. Rute dagang pedagang keliling yang paling sering dilewati di sekitar area penelitian adalah permukiman di Sumurboto, permukiman Durian Raya - Tirto Agung dan permukiman Keruing Raya - Rasamala. Pengaruh kepadatan bangunan masih lemah terhadap pemilihan rute dagang dari 15 pedagang keliling, Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis regresi yang menghasilkan nilai R Square dibawah 0,5 yaitu 0,441 dan nilai R Square Adjusted sebesar 0,364.
Analisis Kekritisan Lahan Sub DAS Rawapening Periode 2017-2022 dengan Sistem Informasi Geografis Putri, Novita; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39512

Abstract

Danau Rawapening merupakan bagian hilir dari Sub DAS Rawapening yang berada di Provinsi Jawa  Tengah. Danau Rawapening masuk kedalam danau prioritas I berdasarkan Kesepakatan Bali tahun 2009 tentang pengelolaan danau berkelanjutan. Permasalahan yang ada pada danau rawa pening adanya kerusakan lahan yang menyebabkan lahan kritis meluas, juga erosi yang semakin tinggi dan meningkat, penggunaan lahan yang tidak sesuai. Danau Rawapening termasuk dalam bagian Sub DAS Rawapening. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kekritisan lahan di wilayah Sub DAS Rawapening tahun 2017-2022 dan juga mengetahui perubahan dari parameter lahan kritis tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembobotan dan overlay berdasarkan Peraturan Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 tentang petunjuk teknis penyusunan data spasial lahan kritis dengan parameter penutupan lahan, tingkat bahaya erosi, kemiringan lereng dan fungsi kawasan hutan. Hasil dari analisis diperoleh terjadi penurunan kekritisan lahan di wilayah Sub DAS Rawapening. Kelas tidak kritis mengalami penurunan sebesar 345,721 ha, kelas potensial kritis mengalami peningkatan sebesar 418,953 ha, kelas agak kritis mengalami penurunan sebesar 86,866 ha, kelas kritis mengalami penurunan sebesar 418,441 ha dan kelas sangat kritis mengalami peningkatan sebesar 2,945 ha. Perubahan juga terjadi pada parameter lahan kritis yaitu tutupan lahan dan tingkat bahaya erosi. Perubahan tutupan lahan paling besar terjadi pada klasifikasi hutan yang mengalami peningkatan. Tingkat bahaya erosi di wilayah Sub DAS Rawapening juga mengalami peningkatan karena adanya peningkatan pada klasifikasi berat sebesar 601,343 ha. Perubahan tutupan lahan dan tingkat bahaya erosi tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan kekritisan lahan di Sub DAS Rawapening.
Analisis Zona Rawan Tanah Longsor Menggunakan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) (Studi Kasus : Kabupaten Boyolali) Aminudin, Azam; Wijaya, Arwan Putra; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37331

Abstract

Pemodelan zona rawan tanah longsor merupakan hal yang penting dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai persebaran zona rawan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan zona rawan tanah longsor di Kabupaten Boyolali berdasarkan analisis MCDM (Multi Criteria Decision Making) dan memberikan referensi metode dalam memodelkan zona rawan tanah longsor yaitu dengan menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) sebagai alat bantu pengambilan keputusan dari data kualitatif. Adapun parameter yang digunakan untuk memodelkan zona rawan tanah longsor di Kabupaten Boyolali yaitu kemiringan lereng, curah hujan, kepadatan drainase, tutupan lahan, geologi, jenis tanah, keberadaan sesar, kerapatan vegetasi (NDVI), dan arah kemiringan lereng (aspect). Berdasarkan hasil pembobotan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), diperoleh nilai bobot diantaranya: kemiringan lereng (27,8%), curah hujan (20,7%), kepadatan drainase (20,1%), tutupan lahan (7,90%), geologi (8%), jenis tanah (5,6%), keberadaan sesar (5,5%), NDVI atau kerapatan vegetasi (3,9%), dan arah kemiringan lereng atau aspect (1%). Hasil peta zona rawan tanah longsor di Kabupaten Boyolali yaitu luas wilayah dengan kerawanan rendah sebesar 10.502,876 ha atau 9,66%, kelas kerawanan sedang sebesar 85.916,143 ha atau 79,03%, kelas kerawanan tinggi sebesar 11.774,626 ha atau 10,83%, dan kelas kerawanan sangat tinggi sebesar 518,016 ha atau 0,48%. Hasil uji akurasi peta zona rawan tanah longsor Kabupaten Boyolali berdasarkan titik kejadian longsor dan nilai kerugiannya adalah sebesar 94,37%. Adapun potensi zona rawan tanah longsor pada kawasan terbangun yaitu luas kawasan terbangun dengan kerawanan rendah sebesar 2,458 ha atau 0,01%, kerawanan sedang sebesar 27.908,549 ha atau 91,10%, kerawanan tinggi 2.357,629 ha atau 7,70% dan kerawanan sangat tinggi sebesar 367,001 ha atau 1,20%.
Pemetaan Kesesuaian Lahan Rumah Sakit Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Banyumas Alfreud, Carl Dylan; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41691

Abstract

Rumah sakit adalah salah satu fasilitas umum yang sangat diperlukan oleh penduduk. Pertumbuhan penduduk yang cepat di suatu daerah menunjukkan peningkatan kebutuhan akan rumah sakit. Penting bagi rumah sakit untuk berlokasi dengan tepat agar dapat memenuhi kebutuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan rumah sakit dengan membandingkan jumlah penduduk di Kabupaten Banyumas dengan kapasitas tempat tidur rawat inap yang telah ada di rumah sakit. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat pentingnya kriteria dalam pemilihan lokasi rumah sakit yang sesuai. Adapun kriteria yang digunakan meliputi kriteria penggunaan lahan, tingkat kemiringan, klasifikasi jalan, terbebas dari banjir, terbebas dari longsor, jarak terhadap TPA dan TPS, tingkat polusi udara, tingkat kebisingan dan kepadatan penduduk. Dari analisis dengan menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing – masing kriteria sebesar klasifikasi jalan 22,003%, penggunaan lahan 19,727%, kerawanan tanah longsor 12,649%, kerawanan banjir 10,658%, untuk polusi udara sebesar 8,966%, untuk tingkat kebisingan sebesar 8,966%, kedekatan dengan pembuangan sampah 8,362% fasilitas (TPA dan TPS), 4,900% untuk kepadatan penduduk dan 3,770% untuk tingkat kemiringan lahan. Dari hasil overlay peta hasil pembobotan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan prasyarat lokasi rumah sakit, dipilih 8 kecamatan yaitu Kecamatan Purwokerto Utara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kecamatan Purwokerto Barat, Kecamatan Cilongok, Kecamatan Sumbang, Kecamatan Baturraden, Kecamatan Kalibagor dan Kecamatan Kembaran. Adapun untuk 25 rumah sakit umum yang berada di Kabupaten Banyumas, analisis kelayakan lahan menunjukkan bahwa 10 rumah sakit masuk dalam klasifikasi sangat sesuai, 14 rumah sakit masuk dalam kategori sesuai dan 1 rumah sakit masuk dalam kelas tidak sesuai. Sedangkan untuk kebutuhan penduduk terhadap rumah sakit di Kabupaten Banyumas pun telah terpenuhi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 3.437 untuk 1.842.582 jiwa penduduk di Kabupaten Banyumas.
Analisis Pengaruh Kawasan Rawan Longsor Terhadap Zona Nilai Tanah di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Wijaya, Arwan Putra; Sinaga, Kepin; Wahyudin, Yasser
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 3, No 2 (2023): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i2.10007

Abstract

Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Berdasarkan data BPBD Kabupaten semarang Pada tahun 2022 telah terjadi 91 kejadian tanah longsor di Kabupaten Semarang 23 diantaranya berada di Kecamatan Banyubiru. Adanya bencana tanah longsor akan berdampak pada harga tanah di kawasan tersebut. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis pengaruh bahaya longsor terhadap harga tanah di Kecamatan Banyubiru. Untuk mengetahui pengaruh dampak bahaya longsor terhadap harga tanah dilakukan perhitungan regresi linier sederhana. Tahun 2019-2021 rata-rata perubahan ZNT pada daerah longsor pada adalah 13%. Rata-rata perubahan ZNT pada daerah bukan rawan longsor pada tahun 2019-2021 adalah 69%. Kenaikan rata – rata ZNT Tahun 2021-2022 pada daerah longsor adalah 9%. Kenaikan rata – rata ZNT Tahun 2021-2022 pada daerah bukan longsor adalah 21%. Hubugan korelasi antara jarak dari daerah rawan longsor ke daerah titik centroid zona nilai tanah   memiliki nilai 0.003. yang artinya jarak dari daerah longsor tidak besar mempengaruhi harga tanah. Hal ini disebabkan oleh daerah di sekitar daerah rawan longsor merupakan daerah permukiman, daerah parawisata dan jalan Kolektor primer.
Pemetaan Kesesuaian Lokasi Pembangunan Kawasan Perumahan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process di Kawasan rawan banjir dan longsor (Studi Kasus: Kabupaten Purworejo) Wijaya, Arwan Putra; Adzim, Hamida Zulfi; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 4, No 1 (2024): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v4i1.12124

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat Satistik, pada tahun 2017 penduduk Indonesia berjumlah 261.355 juta jiwa dan pada tahun 2022 jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai angka 275.773 juta jiwa. Salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan akan tempat tinggal yaitu dengan dibangunnya perumahan. Oleh karena itu, penulis ingin membantu dalam pembuatan peta perencanaan terkait analisis pembangunan lokasi perumahan yang tepat dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dalam penelitian ini menggunakan tujuh parameter, antara lain aksesibilitas jalan, kemiringan lereng, fasilitas umum, kerawanan banjir, kerawanan tanah longsor, ketersediaan air, dan jenis tanah. Wawancara dilakukan kepada tiga narasumber untuk dapat menghitung bobot untuk setiap parameter dengan menggunakan perhitungan AHP. Proses penggabungan semua layer parameter dilakukan dengan menggunakan SIG yaitu overlay. Didapatkanlah peta hasil lokasi perumahan di Kabupaten Purworejo. Hasil yang dari peneltian ini yaitu didapatkan bahwa di Kabupaten Purworejo, seluas 14.4833,41 ha atau sebesar 13,33% dari total luas wilayah di Kabupaten Purworejo masuk kategori sangat sesuai untuk dibangun perumahan. Sedangkan mayoritas wilayah di Kabupaten Purworejo berada di kategori kurang sesuai dengan luas 38.368,11 ha atau sebesar 35,32% dari total wilayah di Kabupaten Purworejo. Wilayah yang tidak sesuai seluas 237,164 ha atau 0,22% dari luas wilayah Kabupaten Purworejo
ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL SEKTOR INFORMAL KULINER NON PLATFORM SUPER APPS DI RUANG PUBLIK (Studi Kasus : Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang) Annaafi, Raihan Deo; Wijaya, Arwan Putra; Wahyuddin, Yasser
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 2 (2022): Volume 05 Issue 02 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16464

Abstract

Di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, masih banyak pelaku UMKM yang belum terintegrasi dengan platform jual-beli online seperti Gojek, Grab dan Shopee. Padahal dengan adanya platform jual-beli online, dapat memperluas pemasaran dari usaha tersebut. UMKM tersebut adalah pelaku ekonomi sektor informal bidang kuliner misalnya pedagang keliling, pedagang kaki lima dan pedagang angkringan. Beberapa tempat yang ada di Kecamatan Banyumanik seperti Pasar Rasamala Jati Banyumanik, Jalan Ngesrep Timur V dan Taman Tirto Agung merupakan beberapa tempat dimana para pelaku usaha sektor informal ini menggantungkan kehidupannya sehari-hari dengan berjualan di sekitar area tersebut. Sehingga dengan adanya hal tersebut, peneliti ingin mengetahui persebaran tempat usaha-usaha (UMKM) di tiga area penelitian yaitu Pasar Rasamala Jati, Jalan Ngesrep Timur V dan Taman Tirto Agung dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Pola persebaran sektor informal kuliner dianalisis dengan menggunakan metode average nearest neighbor dan standard deviation ellips. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui pengaruh kepadatan bangunan terhadap pemilihan rute dagang jaringan jalan dari pedagang keliling dengan menggunakan metode analisis regresi geographically weighted regression. Analisis pola persebaran yang dilakukan berdasarkan dari centroid di setiap area penelitian terhadap sebaran sektor informal kuliner dan analisis regresi pengaruh kepadatan bangunan terhadap rute dagang dari 15 pedagang keliling didasarkan persebaran rute dagang terhadap kepadatan bangunan dari daerah yang dilewatinya. Klasifikasi dan analisis pola persebaran sektor informal kuliner yang dilakukan berdasarkan keseluruhan sektor informal kuliner, kategori usaha, kategori dagangan, kategori waktu usaha dan kategori terintegrasi super apps, dengan jumlah sektor informal kuliner keseluruhan 179 di ketiga area penelitian. Rute dagang pedagang keliling yang paling sering dilewati di sekitar area penelitian adalah permukiman di Sumurboto, permukiman Durian Raya - Tirto Agung dan permukiman Keruing Raya - Rasamala. Pengaruh kepadatan bangunan masih lemah terhadap pemilihan rute dagang dari 15 pedagang keliling, Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis regresi yang menghasilkan nilai R Square dibawah 0,5 yaitu 0,202 dan nilai R Square Adjusted sebesar 0,061.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adito Maulana Aditya Hafidh Baktiar Adzim, Hamida Zulfi Ahadea Kautzarea Yuwono Ahmad Daniyal Aisah Hajar Akbar, Rizki Maulidi Albani, Ferel Rico Alfian Galih Utama, Alfian Galih Alfreud, Carl Dylan Aminudin, Azam Ammarohman, Fauzi Janu Andri Suprayogi Angga Sapto Aji, Angga Sapto Annaafi, Raihan Deo Ardhian Setiawan Saputra Arief Laila Nugraha Arizal Kawamuna, Arizal Arliandy Pratama Avi Yudhanto Avianta Anggoro Santoso Avini Sekha Rasina Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bastrianto, Regina Widya Dani Nur Martiana Denni Apriliyanto Dian Ayu Saraswati Dwi Nugroho Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Dwi Uzteyqah Exacty Erlangga Putranindya Fahrunnisa Wulandari Adininggar Faizah, Eliya Nur Faizal Hafidz Muslim Fatimah, Bekty Nur Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Gilang Yudistira Hilman Gita Amalia Sindhu P. Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Haniah Haniah Harmeydi Akbar Heranda Ibnu Adhi Ihsan Pakaya Indah Purwanti Kartiko Ardhi Widananto Lilik Kristianingsih Lukman Maulana Manik, Sarah Magdauli Maulvi Surya Gustavianto Mia Anggorowati Karomah Muh Zaki Ulil Albab Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Ibnu Munadi Mutiah Nurul Handayani Nadia Anggraeni Yuristasari Nisa, Afifatun Novita Amelia Nuardi Dwi Pradipta Nur Wahidah Sudarsono, Nur Wahidah Nurfauzi, Irfan Nurhadi Bashit Paundra Ksatrio Wahyutomo Polin Mouna Togatorop Prambudhianto Putro Pamungkas Praptaningtyas, Berliana Dwi Putra, Ikhlas Ika Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Novita Resti Winda Ratriana Rezky Yudhaseno Riana Kristiani Priskila Putri Ridho Alfirdaus Risty Khoirunisa Rosyiidah, Rofi’ Ronaa Ryadi, Michael Vashni Immanuel Sabri, L M Sawitri Subiyanto Sendi Akhmad Al Mukmin Setyo Adhi Nugroho Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Simamora, Enggar Stefan Sinaga, Kepin Siti Khoeriyah Sukomono, Abdi Sulistyo, Mohamad Adityo Ragil Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syaharini, Jay She Sylvia Tri Yuliani Tengku Oki Al Akbar Togi Pardo Siagian Ummi Athiyyah Yuniarti Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wahyudin, Yaser Wahyudin, Yasser Wibisana, Alyawan Satrio widya Prajna Yoga Kencana Nugraha Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky