Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN SITUS RATU BOKO BERDASARKAN WILLINGNESS TO PAY MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prambudhianto Putro Pamungkas; Abdi Sukmono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.299 KB)

Abstract

ABSTRAK Bangunan purbakala yang tersebar di Indonesia memiliki nilai sejarah yang dapat dijadikan tujuan wisata. Salah satu bangunan purbakala dengan panorama pemandangan indah dan keunikan bentuk bangunan yang dapat dijadikan tujuan wisata adalah Situs Ratu Boko. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibuat Peta ZNEK untuk mengetahui nilai ekonomi kawasan berdasarkan Willingness To Pay dengan  metode TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) pada kawasan tersebut.Pengambilan jumlah sampel yang digunakan dalam tugas akhir ini menggunakan sampling non probability dengan teknik sampling aksidental, yaitu responden yang ditemui secara kebetulan datang berkunjung di Situs Ratu Boko. data yang digunakan berjumlah 70 responden untuk TCM dan untuk CVM berjumlah 90 responden, serta 10 responden tambahan untuk TCM dan CVM yang digunakan untuk validasi model TCM dan CVM. Metode pengolahan data menggunakan analisis regresi linear berganda meggunakan Microsoft Excel dan perhitungan menggunakan Maple 17. Pengujian uji asumsi klasik, validitas dan reliabilitas, uji asumsi  menggunakan SPSS 23 dan dilakukan validasi model dengan menggunakan  Microsoft Excel.Dalam penelitian tugas akhir ini menunjukan, hasil uji asumsi klasik yang dilakukan pada semua data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, terbebas dari autokorelasi dan tidak terdapat multikolineritas. Uji validitas dan reliabilitas menunjukan hasil valid dan reliabel pada model yang digunakan. Pada validasi model, hasil pengujian menunjukan nilai RMSE sebesar 0,087 pada TCM Domestik, pada TCM Mancanegara sebesar 0,073 dan 0,098 pada CVM. Hasil perhitungan nilai total ekonomi didapatkan nilai DUV Domestik sebesar Rp 454.200.000.100, nilai DUV Mancanegara sebesar Rp 3.889.560.053.000,-nilai EV sebesar Rp. 40.263.332.930, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Situs Ratu Boko untuk domestik sebesar Rp 494.463.333.030 dan mancanegara sebesar Rp 3.929.823.385.930.
ANALISIS PERSEBARAN TEMPAT IBADAH DAN KAPASITASNYA BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK BERBASIS SIG (Studi Kasus 5 Kecamatan di Kota Semarang) Kartiko Ardhi Widananto; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.104 KB)

Abstract

ABSTRAK Tempat peribadatan merupakan hal penting yang harus ada di setiap kota. Sarana tempat peribadatan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat beragama dalam melaksanakan kewajiban beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini berlaku juga untuk kota Semarang yang selain banyak dikunjungi karena tempat tempat wisatanya juga dikenal akan ketaatan beribadah para penduduknya sehingga di kota Semarang banyak terdapat tempat-tempat peribadatan seperti masjid, gereja, pura, vihara dan klenteng. Mengingat pentingnya informasi persebaran lokasi tempat ibadah yang dibutuhkan di Kota Semarang, maka perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan informasi persebaran lokasi tempat ibadah di Kota SemarangPada penelitian ini memanfaatkan data koordinat yang didapat dari survei lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membuat peta persebaran lokasi tempat ibadah dengan menggunakan software SIG yaitu ArcGIS. Penelitian ini menghasilkan sebuah peta persebaran lokasi tempat ibadah dan juga persentase kapasitas tempat ibadah terhadap jumlah pemeluk agama,yang diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Semarang dalam pembangunan tempat ibadah dan dapat menjadi pertimbangan pemerintah Kota Semarang dalam memberikan ijin terhadap pembangunan tempat ibadah.Dari penelitian yang telah dilakukan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa masjid, gereja Katholik, dan vihara memiliki rata-rata persentase kapasitas yang dianggap masih kurang untuk memenuhi kuota pemeluk agama yang berada di wilayah tempat ibadah tersebut. Sedangkan gereja Kristen dan klenteng memiliki rata-rata kapasitas yang tinggi sehingga dapat memenuhi kuota yang dibutuhkan oleh pemeluk agama tersebut Kata Kunci : Agama, GIS, GPS, Tempat Ibadah, Kota Semarang ABSTRACT The place of worship is an important thing that should exist in every city. Worship places means was built to meet the spiritual needs of religious communities in implementing the obligation to worship God Almighty. This also applies  to the city of Semarang that besides much visited as a tourist spot is also known for the worship acts of the inhabitants so that in the city of Semarang there are many places of worship such as mosques, churches, temples, monasteries and pagoda. Given the importance of information distribution needed for a place of worship in the city, it is necessary to do research to generate place of worship information distribution in the city of SemarangIn this research using coordinate data obtained from field surveys using a handheld GPS. The next step is to create a worship places distribution map by using GIS software. This research’s result is to produce a worship places distribution map and the percentage of capacity to the number of followers of the religion, which is expected to help the government of Semarang in the construction of worship places and can be considered by the government of Semarang in giving consent to the construction of worship places.From the research can be concluded that the mosques , Catholic churches , and monasteries had an average percentage that is considered to be lacking in capacity to meet the religion quota in the area of the worship places . Whilst the Christian church and the temple had a high average capacity that meet the quota required by the followers of the religion. Keyword : GIS, GPS, Place of Worship, Religions, Semarang City  *) Penulis, Penanggung Jawab
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DISTRIBUSI SUHU PERMUKAAN DAN KETERKAITANNYA DENGAN FENOMENA URBAN HEAT ISLAND Sendi Akhmad Al Mukmin; Arwan Putra Wijaya; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.42 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Cirebon merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Bertambahnya jumlah penduduk adalah salah satu penyebab perubahan tutupan lahan. Bertambahnya jumlah penduduk mangakibatkan semakin meningkatnya pemukiman, berkembangnya pusat perdagangan dan industri serta sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas penduduk. Perubahan tutupan lahan, terutama perubahan dari vegetasi menjadi lahan terbangun, dapat mempengaruhi distribusi spasial suhu permukaan dan menyebabkan terjadinya Urban Heat Island. Metode penginderaan jauh dapat digunakan untuk menghitung perubahan luasan tutupan lahan, indeks vegetasi dan distribusi suhu permukaan Kota Cirebon dan daerah sekitanya tahun 1999, 2007 dan 2014 serta menganalisis keterkaitannya dengan fenomena Urban Heat Island.Pada penelitian ini, analisis menggunakan citra satelit Landsat 5 tahun 1999 dan tahun 2007 serta Landsat 8 tahun 2014. Nilai suhu permukaan didapat dari pengolahan kanal termal citra satelit Landsat yang kemudian dikorelasikan dengan perubahan tutupan lahan menggunakan uji regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 1999 kelas suhu permukaan yang mendominasi adalah kelas 29°C-30°C, namun kelas tersebut semakin berkurang pada tahun 2007 dan 2014  dan kelas 33°C-34°C mendominasi akibat semakin meningkatnya lahan terbangun. Hasil uji regresi sederhana antara perubahan luas lahan terbangun terhadap suhu permukaan didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 99%. Sedangkan hasil uji regresi sederhana antara perubahan luas sawah terhadap suhu permukaan didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 99%. Suhu tinggi yang terdapat di wilayah pusat kota yang kemudian menurun ke arah pinggiran kota sampai ke desa, dengan selisih ±1-3°C, membuktikan adanya fenomena Urban Heat Island di Kota Cirebon. Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Suhu Permukaan, Tutupan Lahan, Urban Heat Island.  ABSTRACT Cirebon city is one of area in West Java with a large population growth. The increasing population is one of the causes of land cover changes. It causes the increasing of residentials, the expansion of trade center and industries and also various types of infrastructures that support the citizens activities. Land cover changes, especially the changing of vegetation area into built-up area, affected the distribution of land surface temperature and causes the Urban Heat Island. Remote sensing method can be used to calculate land cover changes, vegetation index and land surface temperature distribution of Cirebon city and the surrounding area in 1999, 2007 and 2014 and to analyze the correlation with Urban Heat Island.                In this study, analysis was performed using Landsat 5 satellite image in 1999 and in 2007 and Landsat 8 in 2014. The value of land surface temperature obtained from the processing of thermal band of Landsat satellite image which then correlated with land cover changes using simple regression test.The results show that in 1999, land surface temperature class that dominate is 29°C-30°C, but this class decrease in 2007 and 2014 because the increses of built-up area and causing 33°C-34°C class dominate. A simple regression test between built-up area with land surface temperature obtained the value of the coefficient regression (R2) of 99%. A simple regression test between rice field area with land surface temperature obtained the value of the coefficient regression (R2) of 99%. The high temperature that occur in the urban area which then decreases towards suburban to rural, prove that Urban Heat Island occur in Cirebon City. Key Words: Land Cover, Land Surface Temperature, Remote Sensing, Urban Heat Island. *)Penulis Penanggung Jawab
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kawasan Tamansari Yogyakarta) Ardhian Setiawan Saputra; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.758 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Jogjakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang  mempunyai  banyak  tempat  wisata  yang  menarik  untuk  di  kunjungi. Tamansari adalah salah satu tempat wisata yang ada di Kota Jogjakarta yang selain mempunyai potensi akan keindahannya juga menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW). Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk mengetahui nilai ekonomi berdasarkan metode TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) pada kawasan tersebut.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik sampling insidental yaitu untuk responden yang secara kebetulan ditemui dilokasi wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungannya menggunakan perangkat lunak Maple 17.Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan yang memiliki surplus konsumen domestik sebesar Rp 2.734.791,-, surplus konsumen mancanegara sebesar Rp 237.615.621,- dan  nilai WTP sebesar Rp 43.833,- untuk CVM sehingga diperoleh nilai ekonomi total Tamansari Domestik sebesar Rp 1.112.139.115.700,- dan Tamansari Mancanegara sebesar Rp 15.963.237.947.900,- (nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2015). Kata kunci : Tamansari, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Maple 17. ABSTRACT Jogjakarta is a city in Indonesia which has a lot of interesting tourism place to be visited.Tamansari is one of tourism places in Jogjakarta which does not only have potential in their beauty, but also became one tourist destination areas. Based on this thing, region economic value zone map (ZNEK) is needed to figure out economic value based on TCM (Travel Cost Method) and CVM (Contingent Valuation Method) in that region.The respondent withdrawal method used in this final project is non probability sampling with incidental sampling technique which is for the respondents who are accidentally met at the location. The data processing method is multiple linear regression analysis and calculated using Maple 17 software.In this final project research, the result was region economic value zone map which had consumer surplus domestic of Rp 2.734.791,-, consumer surplus foreign tourist of Rp 237.615.621,- and   WTP value of Rp 43.833,- for CVM, so that it was obtained that the total economic value of Tamansari domestic was Rp 1.112.139.115.700,- and total economic value of Tamansari foreign tourist was Rp 15.963.237.947.900,-   (consumer surplus value per individual multiplied by number of visitors on 2015). Keywords : Tamansari, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zone Economic Value Zone, Maple 17. *) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU DENGAN INDEKS KAWASAN TERBANGUN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS : KOTA SURAKARTA) Mutiah Nurul Handayani; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.385 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terus berkembang dalam hal pembangunan. Pembangunan tersebut dapat dilihat dengan adanya mall, apartemen dan pemukiman baru. Pembangunan dapat mengakibatkan perubahan kawasan terbangun sehingga terjadi perubahan suhu permukaan di Kota Surakarta. Perubahan suhu diperlukan untuk melihat seberapa besar pengaruh peningkatan kawasan terbangun dengan perubahan suhu tersebut. Pemantauan suhu permukaan dapat dideteksi dengan menggunakan citra satelit.Citra satelit dengan metode penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau dan mendeteksi perubahan kawasan terbangun yang sering terjadi di daerah perkotaan dan pinggiran kota sebagai konsekuensi dari gencarnya urbanisasi, serta hubungannya dengan penyebab terjadinya perubahan suhu permukaan. Kawasan terbangun dapat dipetakan melalui algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Perubahan suhu permukaan dapat diperoleh menggunakan algoritma Mono-window Brightness Temperature dengan menggunakan data citra Landsat. Perubahan kawasan terbangun dan suhu permukaan dilakukan korelasi dengan persamaan regresi linear sederhana untuk menghitung seberapa besar pengaruh perubahan yang terjadi di tiap tahun yang berbeda.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubugan antara perubahan kawasan terbangun dengan suhu permukaan di tiap tahun pengamatan. Uji matriks konfusi pada pengolahan NDBI menghasilkan nilai overall accuration sebesar 74% serta hasil persamaan regresi pada pengolahan LST dengan suhu lapangan menghasilkan nilai koefisen determinasi sebesar 45,11% dan 51%. Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh menyatakan bahwa terdapat hubungan antara NDBI dan LST ditiap tahunnya dengan nilai koefisian lebih dari 50%. Pada tahun 2008 menghasilkan persamaan y = 6,454x + 26,354 (55,680%). Pada tahun 2013 menghasilkan persamaan y = 13,578x + 38,795 (69,050%). Pada tahun 2015 menghasilkan persamaan y = 10,267x + 37,861 (65,140%), sedangkan ditahun 2017 menghasilkan persamaan y = 13,140x + 37,787 (57,990%).
Pembuatan Peta Ortofoto dan Digital Surface Model Kawasan Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Berbasis Fotogrametri Qoyimah, Shofiyatul; Wijaya, Arwan Putra; Yusuf, Muhammad Adnan
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.2061

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2023 dilaksanakan di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang untuk menghasilkan peta ortofoto dan Digital Surface Model (DSM). Luaran didapatkan dari pengolahan 72 foto udara yang diambil dari wahana pesawat udara tanpa awak (PUTA), menggunakan teknik fotogrametri. Luas area yang dipetakan sebesar 0,0307 km2, resolusi ortofoto dan DSM berurutan sebesar 1,45 cm/piksel dan 2,91 cm/piksel, serta kerapatan titik tinggi sebesar 0,118 titik/cm2. RMSE peta pada arah X,Y,XY (r), dan Z berturut–turut adalah 2,702 cm, 2,079 cm, 3,409 cm dan 2,440 cm. Nilai ini memenuhi standar ketelitian peta pada skala 1:1000 dengan kelas 1. Pada ortofoto, timbunan tanah dan lumpur yang terbawa oleh banjir teridentifikasi sebagai objek berwarna cokelat muda. Tanggul sementara yang dibangun ditunjukkan sebagai objek berwarna putih yang memanjang pada sisi tenggara perumahan yang berbatasan dengan sungai. DSM menunjukkan bahwa area perumahan ini, memiliki ketinggian tanah yang relatif datar (warna biru muda hingga hijau muda). Area yang cukup tinggi berada mengelilingi perumahan, yang secara nyata dapat ditemui pada obyek: tanggul buatan, pepohonan, dan ladang (warna kuning hingga merah). Luaran ini di kemudian hari dapat digunakan untuk mengestimasi luasan area terdampak serta menentukan titik kumpul evakuasi saat terjadi bencana banjir.
Analysis the Effect of Landslide Hazard on Land Value Zone in Boyolali Regency Nurfauzi, Irfan; WIjaya, Arwan Putra; Wahyudin, Yaser
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 9 No. 1 (2023): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/bhumi.v9i1.666

Abstract

Landslides are disasters that often occur in mountainous areas. According to Regional Disaster Management Agency Boyolali Regency from 2019-2021 there were recorded 25 landslides in Selo District. As a result, it has an impact on the loss of both lives and the economy. Indirectly impact on land prices in the area. Therefore, it is necessary to analyze the land values changes??in Selo District in landslide hazard areas. In this study, the land value is obtained based on a land price survey. The results are the land value of Selo District in 2022 can be divided into 113 zones with the highest price of IDR 1,150,240 in zone 1787 and the lowest price of IDR 37,013 in zone 1777. The land value at low landslide hazard has an average of IDR 709,970, the land value at medium landslide hazard has an average of IDR 317,089 and the land value at high landslide hazard has an average of IDR 111,160. By using linear regression obtained the correlation r=-0.880. Shows that if the landslide hazard increases, land prices will decrease. Keywords: Land Value Zone, Landslide Hazard, Land Value changes, Linear Regression, Selo District
Analysis of Changes in The Erosion Level and Sedimentation in The Tempuran Reservoir Catchment Area of Blora Year 2017-2021 Wijaya, Arwan Putra; Rosyiidah, Rofi’ Ronaa; Bashit, Nurhadi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v26i1.47302

Abstract

Tempuran Reservoir is one of the existing water supply reservoirs in the Jratun Seluna River Basin located in Blora Regency. This reservoir has an important role to store water in the rainy season, provide raw water, and irrigate around 420 ha of surrounding land, so it is necessary to maintain its management so that it can continue to function optimally. However, sedimentation is often the main problem for the reservoir, which occurs as a result of the erosion process in the Tempuran Reservoir Catchment Area which then settles to the bottom of the reservoir. In addition, climatic conditions are thought to be a factor that greatly influences erosion. This is exacerbated by the fact that Blora Regency is an area that often experiences drought due to low rainfall. Therefore, this study aims to determine the development of erosion rates and the level of erosion hazard in the Tempuran Reservoir catchment area in 2017-2021, and to predict the sediment yield flowing into Tempuran Reservoir in 2017-2021. The method used to predict erosion results is the Universal Soil Loss Equation (USLE) and utilizes the Sediment Delivery Ratio (SDR) to predict sediment yield entering the reservoir. The results showed a decrease in the erosion rate of -1773,357 tons/ha/year in 2019 and continued to decrease by -66,694 tons/ha/year in 2021. The most influential factor in reducing the erosion rate in the Tempuran Reservoir catchment area is the rain erosivity factor. Meanwhile, sedimentation carried to Tempuran Reservoir in 2019 decreased by -117,344 tons/ha/year and in 2021 there was also a decrease of -4,413 tons/ha/year.
Analisis Perubahan Zona Nilai Tanah serta Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga Tanah di Kecamatan Tawangmangu dengan Sistem Informasi Geografis Wijaya, Arwan Putra; Manik, Sarah Magdauli; Ammarohman, Fauzi Janu
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88249

Abstract

Nilai tanah dapat ditentukan dari banyak aspek, mulai dari fisik maupun non fisik. Penelitian ini didasari dari Kecamatan Tawangmangu yang merupakan sebuah kawasan wisata yang banyak terdapat lahan ekonomi. Penelitian ini menggunakan Peta Zona Nilai Tanah 2016,  2022 dan 2023. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Nilai Indikasi Rata-rata pada perhitungan nilai tanah untuk melihat perubahan nilai tanah tahun 2016 dan 2023. Kecamatan Tawangmangu memiliki banyak objek wisata dengan kelerengan yang berbeda-beda sehingga pada penelitian ini melakukan analisis pengaruh dari jarak sentroid zona ke objek wisata dan klasifikasi kelerengan terhadap harga tanah dengan menggunakan metode pemodelan matematis linear regression model . Keberadaan objek wisata dan kelerengan membuat penawaran dan permintaan berbeda-beda. Pada penelitian ini dilakukan analisis penawaran dan permintaan menggunakan kurva penawaran dan permintaan agar mengetahui bagaimana kurva penawaran dan permintaan harga tanah di sepuluh desa tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan nilai indeks rata-rata tertinggi terdapat pada zona 28 di Kelurahan Kalisoro sebesar Rp. 5.253.000,- dikarenakan berada di Jalan Raya dan NIR terendah terdapat pada zona 41 sebesar Rp. 42.000,- di kelurahan Tawangmangu. Hasil analisis pengaruh jarak objek wisata dan kelerengan sebesar 35,7% atau R Square sebesar 0,357. Dan harga penawaran tertinggi terletak di kelurahan kalisoro dengan harga tertinggi sebesar Rp. 6.500.000,-/m2 dan dengan harga permintaan tertinggi sebesar Rp. 6.000.000,-/m2 sedangkan Penawaran dan  Permintaan Harga Tanah yang terendah berada di desa Tengklik sebesar Rp. 1.800.000,-/m2 untuk harga penawarannya sedangkan harga permintaannya sebesar Rp. 200.000,-/m2.
Analisis Potensi Kawasan Industri dengan Fuzzy Analytical Hierarchy Process Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Madiun) Bastrianto, Regina Widya; Wijaya, Arwan Putra; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.90691

Abstract

Kabupaten Madiun merupakan kabupaten di Jawa Timur yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokasi yang strategis menjadikan Kabupaten Madiun sebagai wilayah incaran para investor untuk menanamkan modal serta mendirikan industri. Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Disnaker menanggapi dengan positif kebutuhan tersebut dengan menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) tahun 2023-2043 dan memetakan sektor industri guna penentuan kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan menilai potensial lokasi kawasan industri di Kabupaten Madiun serta dapat digunakan sebagai data pendukung dalam perencanaan dan pengembangan kawasan industri berkelanjutan bagi pemerintah. Penelitian ini menggunakan bantuan sistem informasi geografis melalui proses overlay pada setiap parameter penyusunnya dengan scoring dan pembobotan. Adapun parameter yang digunakan, meliputi penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jalan utama, fasilitas umum, jaringan sungai, dan kerawanan banjir. Pembobotan pada setiap parameter dilakukan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dan analisis kesesuaian potensi lahan dengan RTRW dilakukan dengan menggunakan analisis intersect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang berpotensi menjadi kawasan industri di Kabupaten Madiun adalah Kecamatan Pilangkenceng, Balerejo, Saradan, Mejayan, Wonoasri, Madiun, Sawahan, Jiwan, Wungu, Geger, Dolopo, dan Dagangan. Tingkat kesesuaian kelas SS “sangat sesuai” sebesar 2 %, kelas S “sesuai” sebesar 14 %, kelas CS “cukup sesuai” sebesar 60 %, kelas KS “kurang sesuai” sebesar 24 %, dan kelas TS “tidak sesuai” sebesar 0 %. Kawasan dengan kesesuaian tertinggi sebagai kawasan industri yang mengacu terhadap pola ruang industri dalam RTRW Kabupaten Madiun terletak di Kecamatan Pilangkenceng.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adito Maulana Aditya Hafidh Baktiar Adzim, Hamida Zulfi Ahadea Kautzarea Yuwono Ahmad Daniyal Aisah Hajar Akbar, Rizki Maulidi Albani, Ferel Rico Alfian Galih Utama, Alfian Galih Alfreud, Carl Dylan Aminudin, Azam Ammarohman, Fauzi Janu Andri Suprayogi Angga Sapto Aji, Angga Sapto Annaafi, Raihan Deo Ardhian Setiawan Saputra Arief Laila Nugraha Arizal Kawamuna, Arizal Arliandy Pratama Avi Yudhanto Avianta Anggoro Santoso Avini Sekha Rasina Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bastrianto, Regina Widya Dani Nur Martiana Denni Apriliyanto Dian Ayu Saraswati Dwi Nugroho Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Dwi Uzteyqah Exacty Erlangga Putranindya Fahrunnisa Wulandari Adininggar Faizah, Eliya Nur Faizal Hafidz Muslim Fatimah, Bekty Nur Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Gilang Yudistira Hilman Gita Amalia Sindhu P. Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Haniah Haniah Harmeydi Akbar Heranda Ibnu Adhi Ihsan Pakaya Indah Purwanti Kartiko Ardhi Widananto Lilik Kristianingsih Lukman Maulana Manik, Sarah Magdauli Maulvi Surya Gustavianto Mia Anggorowati Karomah Muh Zaki Ulil Albab Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Ibnu Munadi Mutiah Nurul Handayani Nadia Anggraeni Yuristasari Nisa, Afifatun Novita Amelia Nuardi Dwi Pradipta Nur Wahidah Sudarsono, Nur Wahidah Nurfauzi, Irfan Nurhadi Bashit Paundra Ksatrio Wahyutomo Polin Mouna Togatorop Prambudhianto Putro Pamungkas Praptaningtyas, Berliana Dwi Putra, Ikhlas Ika Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Novita Resti Winda Ratriana Rezky Yudhaseno Riana Kristiani Priskila Putri Ridho Alfirdaus Risty Khoirunisa Rosyiidah, Rofi’ Ronaa Ryadi, Michael Vashni Immanuel Sabri, L M Sawitri Subiyanto Sendi Akhmad Al Mukmin Setyo Adhi Nugroho Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Simamora, Enggar Stefan Sinaga, Kepin Siti Khoeriyah Sukomono, Abdi Sulistyo, Mohamad Adityo Ragil Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syaharini, Jay She Sylvia Tri Yuliani Tengku Oki Al Akbar Togi Pardo Siagian Ummi Athiyyah Yuniarti Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wahyudin, Yaser Wahyudin, Yasser Wibisana, Alyawan Satrio widya Prajna Yoga Kencana Nugraha Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky