Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN KEBIJAKAN OVERHAUL DAN ANALISIS PENGADAAN MESIN STANDBY PADA MESIN HOIST CURING UTARA DAN SELATAN PLANT I-8 (STUDI KASUS PT. WIJAYA KARYA BETON BOGOR) Susatyo Nugroho W P; Rani Rumita; Aditya Wiratama Putra
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wika Beton merupakan bagian dari Divisi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang memproduksi tiang beton dan komponen pracetak lain. Salah satu mesin yang mempunyai peran vital dan sering mengalami kerusakan di lapangan adalah hoist curing dengan kapasitas 10 ton. Untuk mengetahui kebijakan overhaul yang diterapkan PT Wijaya Karya Beton  pada hoist maka diperlukan analisis sistem perawatan dengan metode preventive – corrective maintenance. Sedangkan untuk mengetahui kebijakan pengadaan hoist  yang diterapkan PT Wijaya Karya Beton diperlukan analisis sistem perawatan dengan metode standby machine menggunakan distribusi poisson karena data yang diambil berupa data rata – rata kerusakan dengan frekuensi yang jarang terjadi.  Kerusakan yang terjadi pada hoist curing selama periode Januari 2011 -November 2013 sebanyak 289 hoist baik yang mengganggu produksi secara langsung maupun tidak, dengan rata – rata kerusakan hoist perbulan sebanyak 8 hoist. Menggunakan formulasi preventive mainetanance, didapat biaya  kebijakan preventive mainetanance/overhaul mencapai titik optimalnya pada bulan ke 19,  dengan biaya Rp 1.430.585 per bulan atau Rp 27.181.115/overhaul. Sedangkan analisis  menggunakan formulasi standby machine merekomendasikan  PT Wijaya Karya Beton Pabrik Bogor membutuhkan hoist kapasitas 10 ton dalam kondisi standby sebanyak 2 hoist. Kata Kunci: Breakdown, Overhaul, Preventive Maintenance, Standby Machine
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA DIVISI MILL BOILER (Studi Kasus di PT Laju Perdana Indah PG Pakis Baru, Pati) Hutami Nuke Ardani; Haryo Santoso; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.461 KB)

Abstract

PT Laju Perdana Indah merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi gula yang berlokasikan di desa Pakis kecamatan Tayu kabupaten Pati. Bahan baku tebu ini digiling dengan melalui beberapa tahap seperti milling (penggilingan), purification (pemurnian), evaporation (penguapan), boiling (pemasakan), centrifuge (puteran) dan packaging (pengemasan). Dalam menjalankan aktivitas operasional, pekerja yang langsung berhadapan dengan proses produksi yang terdiri dari banyak mesin mekanik, panas dan tajam, sehingga keselamatan dan kesehatan kerja menjadi penting. Berdasar data historis, telah terjadi kecelakaan kerja yang paling banyak ditemui pada divisi mill boiler. Untuk itu perlu adanya pengelolaan manajemen resiko kesehatan dan keselamatan kerja yang baik untuk mengacu pada zero accident terutama pada divisi mill boiler.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif semi kuantitatif dengan Job safety analysis serta analisis risiko semi kuantitatif AS/ NZS 4360:1999/2004. Maka didapatkan analisis risiko K3 dengan hirarki pengendalian risiko sehingga tiga risiko dengan rating tertinggi dapat direduksi, yaitu terbakar 90%, tertabrak 94% dan low back pain 96%.  AbstractPT Laju Perdana is one of company which engaged in sugars’ production, and it’s located in Pakis village, Pati. The main ingredient of sugar, well known as sugar cane is milled through some stage, i.e milling, purification, evaporation, boiling, centrifuge, dan packaging. In order to make sugar, the labor have to face many overheat and sharp mechanic machine which is dangerous for them. According to the past research, there were many accident in the workplace especially in mill boiler department. In order to make zero accident, the company must manage some risk management and HSE (Health Safety Environment).Reseach method using descriptive semi quantitative with Job safety analysis and risk analysis semi quantitative AS/ NZS 4360:1999/2004. So health and safety work risk analysis can be obtained with hierarchy risk control so that three highest risks reduced, that is afire 90%, hit by vehicle 94% and low back pain 96%.
Perancangan Strategi Bisnis dengan Menggunakan Matriks SWOT (Studi Kasus: Bank Jateng Pusat Semarang) Aditya Bonavasius Purba; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.321 KB)

Abstract

Pencapaian pertumbuhan kinerja produk bisnis Bank Jateng masih belum optimal. Hal ini ditandai dengan kredit mengalami kenaikan pertumbuhan pada 2012/2011 namun turun pada 2013/2012, sedangkan DPK (Dana Pihak Ketiga) terus mengalami penurunan pertumbuhan. Diduga hal ini terjadi karena semakin banyaknya bank-bank pesaing di Jawa Tengah yang memiliki modal investasi lebih besar dan jenis layanan produk bisnis lebih menarik, serta belum dimilikinya strategi bisnis yang tepat oleh Bank Jateng. Selama ini, pihak Bank Jateng belum memiliki tool yang digunakan untuk melakukan perencanaan strategis dalam menjalankan bisnisnya, sehingga perencanaan dan target hanya berpatokan kepada performansi Bank Jateng pada tahun sebelumnya.Penentuan mengenai strategi yang akan digunakan oleh Bank Jateng dilakukan dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal Bank Jateng. Kemudian, mengklasifikasikan hasil analisis tersebut kedalam Matriks SWOT untuk menghasilkan strategi-strategi alternatif. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui wawancara secara mendalam dan menyebarkan kuesioner kepada Wakil Kepala Bagian Tim Riset dan Kepala Sub Divisi Pengembangan Pemasaran Bank Jateng Pusat Semarang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 strategi turunan, yaitu Penetrasi Pasar, Pengembangan Pasar, Pengembangan Produk, Diversifikasi Konsentrik, dan Penciutan.  AbstractAchievement of Bank Jateng’s business product performance growth is still not optimal. It was characterized by the increasing credit growth in 2012/2011, but fell in 2013/2012, while the third party funds continued to decline. Allegedly, this happens due to the banks competitors increasing number in Central Java that have greater capital investment and more attractive business products services types, as well as the unavailability of right business strategy by Bank Jateng. For this time, Bank Jateng has not had the tools used to carry out strategic planning in running the business, so that targets and plans only stick to Bank Jateng’s previous performance.The strategy determination is done by analyzing both internal and external Bank Jateng’s environments. Then, classifying those analysis results into SWOT Matrix to generate alternative strategies. Data for this study were obtained by conducting in-depth interviews and distributing questionnaires to the Research Team Deputy Head and Marketing Development Sub Division Head of Bank Jateng Semarang. The result shows there are 5 derivative strategies, which are Market Penetration, Market Development, Product Development, Concentric Diversification, and Retrenchment.
ANALISIS POTENSI BAHAYA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (STUDI KASUS BAGIAN PRODUKSI CV MAJAWANA) achmad rachim; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.527 KB)

Abstract

CV. Majawana merupakan perusahaan yang bergerak dibidang furniture dan permeubelan ukir. CV Majawana berada di Desa Bawu Batealit Jepara dengan jumlah pekerja 467 orang dan melakukan produksi secara massal dan proses produksinya sebagaian besar dilakukan secara Manual Handling, disamping itu juga menerima pesanan khusus dari konsumen. ). Adapun peralatan dan mesin-mesin yang digunakan pada CV. Majawana dalam proses produksinya adalah sebagai berikut : Saw Mill, Kiln Dry, Band Saw, Cyrcle, Router, Spindle, Serut, Bubut, Radial Arm Saw, Jig Saw, Amplas, Bor.Menurut data kecelakaan kerja 2008 - 2012, selama 4 tahun terakhir ini telah terjadi 81 kasus kecelakaan kerja. yang terbagi meliputi : luka ringan, luka sedang dan luka berat. Kecelakaan adalah suatu peristiwa yang tidak diduga dan tidak diharapkan kehadirannya bagi siapa saja maupun pekerja. dimana dapat dijelaskan pada kejadian kecelakaan kerja di bagian produksi meliputi : infeksi saluran pernafasan sebanyak 35 orang, luka tergores atau tersayat alat pemotong sebanyak 20 orang, luka tertimpa objek kerja sebanyak 13 orang, luka terjepit material kayu sebanyak 3 orang, dan kecelakaan lain-lain sebanyak 10 orang (tergelincir, otot kejang, tersetrum, terjatuh, terbentur, terkena benda panas).Berdasarkan hasil penelitian untuk memperoleh Risk Priority tiap stasiun kerja, penanggulangan yang dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA). Tujuannya untuk mengidentifikasi bahaya tiap stasiun kerja yang berpotensi bahaya besar dan melakukan penilaian risiko terhadap bahaya tersebut untuk dapat meminimalkan kecelakaan kerja yang terdapat pada perusahaan. Risk Priority diperoleh dari hasil melakukan estimasi kekerapan atau kemungkinan (likelihood) dan estimasi keparahan atau konsekuensi (severity) terjadinya kecelakaan atau penyakit yang mungkin timbul, maka selanjutnya dapat ditentukan tingkat risiko dari bahaya yang telah diidentifikasi dan dinilai. Cara sederhana adalah dengan dengan membuat matriks risiko (Risk Matrix) dimana peringkat kemungkinan dan keparahan dikalikan dan hasilnya untuk menentukan seberapa besar risiko yang ditimbulkan.  
ANALISA BEBAN KERJA PEGAWAI DAN USULAN PERBAIKAN SISTEM ANTRIAN PADA INSTALASI FARMASI DEPO ASKES RSUD DR SOESELO SLAWI Oriza Wahyu Utami; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.016 KB)

Abstract

RSUD Dr Soeselo Slawi adalah satu-satunya rumah sakit pemerintah yang terdapat di Kabupaten Tegal, sehingga pada kondisi-kondisi tertentu, seringkali terjadi keluhan pelanggan berupa lamanya waktu tunggu. Untuk menanggulangi permasalahan ini, dilakukan penelitian terhadap penyebab lambatnya pelayanan obat. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi adalah kekurangan tenaga kerja, variasi kerja antar personel, adanya waktu tidak produktif, keterlambatan dokter, tingkat pendidikan pasien rendah, kurangnya mesin peracik obat serbuk, terjadinya kehabisan stok obat saat pelayanan, kurangnya penyuluhan mengenai SOP pelayanan obat dan metode penyampaian peraturan antrian kepada pasien yang kurang komunikatif serta model antrian yang kurang efektif. Dari beberapa penyebab ini diambil dua penyebab yang dianggap paling signifikan yaitu kurangnya tenaga kerja dan tidak efektifnya model antrian. Untuk meneliti lebih lanjut diadakan perhitungan beban kinerja pegawai serta dilakukan simulasi terhadap model antrian untuk mengevaluasi fenomena antrian, sehingga akan dihasilkan solusi optimal dan proses pelayanan obat dapat dirancang agar lebih efektif dan efisien. Perhitungan beban kinerja pegawai menggunakan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN), simulasi antrian dilakukan dengan pemodelan menggunakan software extend r4.    Abstract  ANALYSIS OF EMPLOYEES WORK LOAD AND PROPOSED IMPROVEMENT SERVICE SYSTEM INSTALLATION OF PHARMACEUTICAL DRUGS ON HEALTH INSURANCE DISPENSARY IN PUBLIC HOSPITAL DR SOESELO SLAWI. Hospital Dr Soeselo Slawi is the only governmental public hospital located in Tegal, because of that, in certain conditions, often occurs some customer complaints of long waiting time.  To overcome this problem, researcher do an examination of the causes of slow drug services. From the research, it was found that the factors that influence is a shortage of labor, variation of work among personnel, the unproductive time, delay the doctor, the level of patient education is low, a lack of drug powder engine maker, the stock out of medicine in busy time, lack of education about SOP (Standard Operational Procedure) drug services and delivery methods queue rules to patients who are less communicative. Of the few things that are known, held employee performance load calculation and simulation of the queuing model to evaluate the phenomenon of the queue, that will produce the optimal solution and service process drugs can be designed to be more effective and efficient. Calculation of employee performance load are using Workload Indicators Staffing Needs (WISN), simulation of queuing is done by modeling using r4 extend software.
ANALISIS PENYEBAB TERJADI WASTE PADA KARUNG PEMBUNGKUS DAN MINIMASI DENGAN PENDEKATAN PENGENDALIAN KUALITAS TEKNIK FIVE WHYS ANALYSIS Agita Pandu Widanti; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.282 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan waktu dan semakin canggihnya teknologi saat ini membuat kompetensi perusahaan semakin meningkat dengan tujuan ingin memberikan kualitas terbaik dari produk yang ditawarkan. Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama yang ingin selalu dipenuhi oleh setiap perusahaan. Salah satu langkah untuk mendapatkan produk yang memiliki kualitas terbaik adalah dengan melakukan pengendalian kualitas terhadap produk yang dipasarkan. Langkah pengendalian kualitas salah satunya adalah dengan metode Statistical Quality Control (SQC). Perusahaan Pupuk Kujang adalah perusahaan yang sangat maju dibidang memproduksi produk pupuk yang berguna bagi petani Indonesia. Akan tetapi setiap harinya perusahaan mengalami beberapa kerugianan salah satunya adalah mendapatkan produk karung pembungkus yang tidak sesuai spesifikasi perusahan. Hal ini membuat perusahaan harus meneliti dan menyisihkan produk yang seharusnya dapat langsung dipasarkan, akan tetapi harus dikembalikan ke awal packaging dengan mengganti pembungkus yang lebih layak. Sehingga perlu disarankan apabila perusahaan melakukan pengendalian kualitas pada karung pembungkus yang di supplai oleh anak perusahaan. Tools pada SQC juga dapat digunakan peta kendali dan fishbone diagram dan analisa permasalahan dengan five whys methods. AbstractRoot Cause Analysis Occurred In Bag Packaging and Waste Minimization Approach Quality Control. Along with the time and the more sophisticated the technology today to make competence the company has increased with the aim to provide the best quality of products offered. Customer satisfaction is the main goal to always be met by each company. One of the steps to get a product that has the best quality is to conduct quality control of the products being marketed. Quality control measures one of which is the method of Statistical Quality Control (SQC). Cleaver Fertilizer Company is a company that is very advanced in the field of producing useful fertilizer for farmers Indonesia. But every day the company experienced some kerugianan one of them is getting sacks wrapping products that do not fit company specifications. This makes the company must investigate and eliminate the products that would otherwise be directly marketed, but must be returned to the beginning of the wrapping packaging by replacing more viable. So it is suggested that if the company needs to control the quality of the sack wrapper in supplai by subsidiaries. Tools on SQC can also use control charts and fishbone diagrams and analysproblems with five whys methods.
ANALISA MODA DAN EFEK KEGAGALAN UNTUK MENGURANGI RISIKO TERJADINYA CACAT MIX UP PADA PAKAN TERNAK (Studi Kasus di PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA - semarang) Noor Charif Rachman; Dyah Ika Rinawati; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.699 KB)

Abstract

PT. Charoen Pokphand Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembuatan pakan ternak. Dalam  melakukan aktivitas produksinya tersebut  perusahaan mengalami masalah tentang kualitas produk. Pada bulan februari, maret, juli, agustus, september, oktober, november dan desember tahun 2012 jumlah cacat telah melebihi target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 400.000 kg/bulan. Mix up merupakan jenis cacat yang paling dominan pada tahun 2012, dengan jumlah keseluruhan adalah 4.293.900 kg/tahun atau 60,29 % dari jumlah cacat keseluruhan. Dampak mix up terhadap hewan  ternak yaitu dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada ternak serta kematian ternak. Untuk mengidentifikasi risiko terjadinya cacat mix up pada produk pakan, maka dalam penelitian ini digunakan metode FMEA. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas kegagalan dari terjadinya cacat mix up dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi risiko cacat mix up pada pakan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai RPN dapat dilihat bahwa moda kegagalan kecepatan vibrator berkurang dan roll pellet aus memiliki nilai RPN tertinggi yaitu masing-masing sebesar 105. Rekomendasi untuk kegagalan kecepatan vibrator berkurang yaitu dengan mengganti selang yang bisa menahan tekanan angin sebesar 5 bar secara berkala serta membuat prosedur pemasangan selang vibrator, sedangkan untuk roll pellet aus yaitu dengan mengganti roll pellet secara berkala serta membuat prosedur pemasangan roll pellet.
ANALISIS PENGARUH GRAPHIC HEALTH WARNING (GHW) PADA BUNGKUS ROKOK TERHADAP INTENSI UNTUK BERHENTI MEROKOK (Studi Kasus pada Mahasiswa UNDIP) Ida Mawar Dewi; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.932 KB)

Abstract

Label peringatan (GHW) yang tertera pada bungkus rokok  menggambarkan secara grafis mengenai bahaya merokok. Angka perokok di Indonesia masih cukup tinggi serta intensi untuk berhenti merokok pun masih rendah. Penelitian ini ingin melihat pengaruh pencantuman GHW (Graphic Health Warning) terhadap intensi berhenti merokok pada mahasiswa UNDIP dan mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh intensi berhenti merokok pada mahasiswa UNDIP menggunakan Theory of Planned Behaviour (TPB), serta masukan berupa perbaikan kemasan rokok berdasarkan variabel dari model VIEW, yaitu daya tarik visual (Visibility), sistem labeling (Information), daya tarik pembeli (Emotional Appeal), serta fungsi secara teknik (Workability) yang diharapkan dapat mempengaruhi intensi membeli produk rokok. Metode survei digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penambahan GHW berpengaruh terhadap intensi merokok. Perceived behavioural control merupakan faktor yang paling mempengaruhi intensi berhenti merokok, serta sebaiknya menambah variasi gambar-gambar yang lebih menyeramkan lagi dari sebelumnya sehingga dapat lebih menarik perhatian perokok dan penambahan ukuran tulisan peringatan keterangan dari GHW. ABSTRACTWarning labels (GHW) on cigarette packs depict graphically about the dangers of smoking. Number of smokers in Indonesia is still quite high and intention to quit smoking is still low. This study wanted to see the effect of the inclusion of GHW (Graphic Health Warning) to the intention to quit smoking at Diponegoro University students and identify the factors that most influence the intention to quit smoking at Diponegoro University students using the Theory of Planned Behaviour (TPB), as well as the input of cigarette packaging improvements based on variables VIEW model, namely the visual appeal (Visibility), labeling systems (Information), the appeal of the buyer (Emotional Appeal), as well as technical function (Workability) are expected to affect the intention to buy tobacco products. Survey method used in this study. Based on the survey results revealed that the addition of GHW effect to the intention of smoking. Perceived behavioral control are the factors that most influence the intention to quit smoking, and should increase the variety of images that is more sinister than ever to attract more smokers and increase the size of written warnings from GHW description.
PENERAPAN PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BESI COR PART HANDLE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi Kasus : CV Surya Cipta Inti Pratama, Semarang) Benraen Pirogo; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.774 KB)

Abstract

CV Surya Cipta Inti Pratama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha supply mesin, Perusahaan ini memproduksi mesin Rotogravure yaitu alat print otomatis kemasan. Pada awalnya, kriteria pemilihan di CV Surya CIP hanya didasarkan pada harga yang ditawarkan dan kecepatan pengiriman yang dijanjikan dalam melakukan pemilihan supplier. Adanya pengembangan kriteria menyebabkan proses pengambilan keputusan pemilihan supplier menjadi lebih kompleks. Oleh karena itu, diperlukan suatu rancangan pemilihan supplier sehingga proses penentuan supplier akan lebih mudah dan lebih objektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja bahan baku dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan kriterianya berdasarkan Vendor Indicator Performance (VPI) yang memiliki 5 kriteria yaitu Quality, Cost, Flexibility, Delivery, Responsiveness dan satu kriteria tambahan yang diusulkan oleh pihak CV Surya CIP yaitu Honesty. Hasil rancangan sistem evaluasi menghasilkan 12 VPI yang dari masing-masing kriterianya memberikan 2 Vpu I. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dan bantuan software expert choice ver.2000 diperoleh bobot kepentingan kriteria Quality (0,334), delivery (0,162), cost (0,074), flexibility (0,063), responsiveness (0,047), dan kriteria Honesty (0,032). Hal ini dapat diartikan bahwa kriteria Quality merupakan kriteria utama yang dianggap paling penting dalam menentukan pilihan supplier. Sedangkan hasil dari evaluasi supplier menunjukan kinerja UD Dwi Karya mendapatkan bobot paling tinggi (0,563), dilanjutkan dengan UD Barokah (0,296) dan terkahir UD Surya Teknik (0,141). Hasil evaluasi supplier ini dapat digunakan perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan pengadaan material bahan baku dari masing-masing supplier pada periode berikutnya. Abstract [Implementation Of   Iron Cast Raw Material Handle Part supplier selection Using Analytical Hierarchy Process (Case Study: CV Surya Cipta Inti Pratama, Semarang)]. CV Surya Cipta Inti Pratama is one company on the job the engine supply, this company manufactures machine tools, it called Rotogravure automatic print packaging. In the beginning, the selection criteria in CV Surya CIP is based only on the price offered and the speed of delivery promised. The development of criteria led to decision making process become more complex. Therefore, it is needed a plan thus the supplier selection process will be easier and more objective. The aim of this study is to evaluate the performance of the raw material by using Analytical Hierarchy Process (AHP) with criteria based Vendor Indicator Performance (VPI) which has five criteria: Quality, Cost, Flexibility, Delivery, Responsiveness and the additional criteria proposed by the CV Surya CIP was honesty. Results of the evaluation system design generates 12 VPI that of each criterion gives 2 VPI. Based on the results of data processing by using Analytical Hierarchy Process (AHP) and the help of a software expert choice ver.2000, It gained importance weight criteria Quality (0.334), Delivery (0.162), Cost (0,074), Flexibility (.063), (0.047), and the criteria of Honesty (0.032).  It implied that the criteria Quality is the main criteria considered most important in determining the choice of supplier. While the results show the performance of the supplier evaluation Dwi Karya UD get the highest weight (0.563), followed by UD Barokah (0,296) and the last UD Surya Teknik (0.141). Supplier evaluation results can be used by companies as a material consideration in determining the raw materials procurement policy of each supplier in a subsequent period.
ANALISIS KEBISINGAN UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN PEKERJA PADA AREA KERJA APRON GROUND HANDLING (Studi Kasus di Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang) Khalis Riyangga; Ratna Purwaningsih; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan faktor lingkungan fisik yang dapat mengganggu baik dalam aktivitas bekerja maupun dalam segi kesehatan dengan tingkat kebisingan yang tinggi bagi para pekerja yang terkena paparannya. Masalah seperti ini sangat mudah ditemui di area bandara penerbangan manapun karena pesawat memliki suara mesin yang sangat bising dari turbin yang dapat menyentuh angka 100 dBA. Hal ini juga terjadi pada Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, tepatnya pada area apron ground handling. Para pekerja dituntut bekerja pada paparan bising yang tinggi dengan tingkat perlindungan safety yang dirasa kurang untuk mengantisipasi kebisingan tersebut langsung terpapar ke telinga para pekerja, sehingga terjadi gangguan komunikasi dan pendengaran yang dirasakan oleh para pekerja area apron ground handling. Hal ini disebabkan karena para pekerja tidak terlalu mengerti akan tingginya tingkat kebisingan pada area tersebut dan batasan yang dianjurkan. Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pun hanya sebatas pemakaian rompi K3, untuk pekerja yang berada di area apron ground handling. Hasil perhitungan tingkat kebisingan ekivalen untuk masing-masing jenis pesawat yang ada menunjukan angka diatas 85 dBA dan nilai tertinggi terdapat pada pesawat boeing 737-200 dengan rata-rata kebisingan ekuivalen sebesar 103,8 dBA serta perhitungan TWA (Time Weighted Average) dimana untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperkenankan untuk para pekerja dengan tingkat (intensitas) kebisingan tertentu dimana hasil yang didapatkan nilai TWA tertinggi sebesar 101,85 dengan durasi waktu kerja selama 0,1 jam atau 6 menit pada area tersebut. Selain dua metode perhitungan tersebut ditambahkan lagi pembuatan peta kontur kebisingan untuk masing-masing jenis pesawat pada area apron ground handling dari pengukuran nilai kebisingan ekivalen pada masing-masing titik yang telah ditentukan yang nantinya akan ditujukan untuk para pekerja dan pengguna area tersebut pada umumnya untuk mengerti tingkat kebisingan pada area tersebut dengan tingkat aktivitas penerbangan yang tinggi. Abstract The noise is the physical environmental factors that can disrupt the work or activity in both in terms of health with high noise levels for workers who are exposed to such noise exposure. This problems like are easily found in any area of the airport the flight because the plane has a very noisy engine noise from turbines that can touch 100 dBA. This also happens to Ahmad Yani international airport in Semarang, precisely on the apron areas of ground handling. The workers are required to work on a high noise exposure with the level of protection of safety where the noise to anticipate less directly exposed to the ear of the workers, so the event of a failure of communication and hearing loss felt by the apron area workers ground handling. The workers are not too understand the high noise level in the area and restrictions recommended. The use of personal protection (Protective Equipment) was only limited to wearing vests K3, for workers who were in the area of the apron of ground handling. Results calculation of the equivalent noise levels for each aircraft type that shows the numbers above 85 dBA and the highest value is present on the boeing 737-200 aircraft with an average noise equivalent of 103,8 dBA as well as calculation of TWA (Time Weighted Average) in which to find out how long are allowed for workers with noise levels (intensity) where certain results obtained the highest of TWA value 101,85 with the duration of working time during 0.1 hour or 6 minutes in the area. In addition to the two methods of calculation were added again making noise contour maps for each type of aircraft on apron areas of ground handling of measurement equivalent noise values at each point of the set that will be devoted to the workers and users of the area in General to understand the level of noise in the area with a high level of aviation activity.
Co-Authors Abdurrobi Hanifa Abhimta, Yodha Wasi achmad rachim Adinda Nurussakinah Aditya Bonavasius Purba Aditya Ridwan Wicaksono Aditya Wiratama Putra Aditya Wiratama Putra Afrizal Putranto Agita Pandu Widanti Agus Yuni Kristanto Aisyah, Wahyu Nur Alfarel, Reihan Damario Amelia Kumala Amelinda Sudarto Andini, Anggita Realiza Andriyani, Atika Annisa Rahmawati Arbelinda, Karina Arief Budhiman Aries Susanty Aryssa, Venuschavicino Bambang Purwanggono Bayu Adi Taufan Benraen Pirogo Berutu, Jehezkiel Lolo Sataki Bintang Rachvadani Dzakwan Dentista Puspitawangi Dewanto, Dhuta Tyrone Dewi, Nadia Cynthia Diana Puspita Sari Dinar Ratna Widhia Dwi Rizkiyani Dyah Ika Rinawati Esty Anjelia Pertiwi Gea Fariyanti Novita P Haryo Santoso Heru Prastawa Hery Suliantoro Hutami Nuke Ardani Ida Mawar Dewi Khalis Riyangga Kurniawan Kurniawan Luh Nyoman Widyastuti M Hagi Hamirsa Mahachandra, Manik Manik Mahachandra Manindo Simanjuntak Marga Harjadiputra Martin Lilik A Melani Nurmufidah MOHAMMAD FAHD, MOHAMMAD Nadia Azhari Setyorini Naniek Utami Handayani Nia Budi Puspitasari Ningsih Marpaung Noor Charif Rachman Oktaviani Hadiati Putri Oktian Fajar Abdillah Oriza Wahyu Utami Pandu Martino Panji Maulana Aditya, Panji Maulana Purnawan Adi Wicaksono Putri, Ketut Utari Mustika Qaanita Yuuha M Raditya Rahman Ratna Purwaningsih Riana Pratiwiningrum Rifda Ilahy Rosihan Riko Agisdihan Afifi Sadam Samsudin Sari Veronica Jantitya Sindhu Pradipta Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho Widyo Pramono Wicaksono, Aditya Ridwan Wisnu Wardhana Yedida Christa Pujianti Yuanita Sesariana, Yuanita Zainal Fanani Rosyada