Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI PT BERKAT MANUNGGAL JAYA Ningsih Marpaung; Bambang Purwanggono; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.254 KB)

Abstract

PT Berkat Manunggal Jaya merupakan perusahaan make to order yang bergerak di bidang distribusi alat-alat berat seperti genset, mesin diesel, dan produk. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan terdapat banyak tahapan proses kerja di bagian produksi yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerja/operator serta belum pernah dilakukan identifikasi risiko sehingga belum dapat diketahui apa saja potensi bahaya dan risiko yang ada.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan identifikasi risiko dan bahaya pada setiap tahapan proses perakitan genset pada bagian produksi menggunakan Job Safety Analysis (JSA), kemudian melakukan analisis dan penilaian risiko menggunakan metode analisis risiko semi kuantitatif berdasarkan Australian Standard/New Zealand Standard (AS/NZS) 4360: 2004 untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan perakitan genset.Dari penelitian ini diperoleh 5 risiko tertinggi, yaitu bahaya dari bau cat yang menyengat ke pernapasan dan paru-paru dengan nilai risiko 270, mata terkena serbuk besi dengan nilai risiko 180, operator tertimpa material berat dengan nilai risiko 75, seling/selendang dari crane putus/lepas dengan nilai risiko 75, serta jari operator putus terkena blender potong dengan nilai risiko 75  ABSTRACT PT Berkat Manunggal Jaya is a make to order company that runs in the distribution of heavy equipment, such as generators, diesel engines, and products. Based on preliminary studies that have been done that there are many stages of the working process on the production of potentially dangerous for the worker / operator as well as risk identification has not been done on the part of production that is not yet known what the potential dangers and risks inherent in the production.                     This study used a qualitative research method which is to identify the risks and dangers at each stage of the process of assembling the generator on the production using the Job Safety Analysis (JSA), then perform analysis and risk assessment using semi-quantitative risk analysis based on Australian Standard / New Zealand Standard (AS / NZS) 4360: 2004 to determine the level of safety risk on the generator assembly activities.From this research, the 5 highest risk, namely the danger of the smell of paint stinging to respiratory and lungs with the risk value 270, the eyes exposed iron filings with the risk value 180, the operator affected by heavy material with a value of risk 75, alternating / shawl of cranes end / off the value of risk 75, and finger operator broke exposed blender cut in the value of risk 75.
PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL DAN KELELAHAN KERJA TERHADAP KESALAHAN OPERATOR PENGENDALI KERETA DAOP IV SEMARANG Adinda Nurussakinah; Nia Budi Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 PT. Kereta Api Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api memiliki hal utama yang menjadi prioritas yaitu keselamatan, kenyamanan, ketepatan waktu, dan biaya yang ekonomis. Hal tersebut dapat ditunjang salah satunya dengan memiliki sumber daya manusia yang baik. Seperti pada Operator Pengendali Kereta Api (OPK) di DAOP IV Semarang, dituntut untuk mengoptimalkan tingkat konsentrasi dalam menjalankan pekerjaannya agar mengurangi terjadinya kesalahan kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang diberikan kepada 10 responden, diketahui bahwa sebesar 93% responden merasakan kelelahan, dan 90% responden menyatakan beban kerja mental. Dalam penelitian ini, metode yang dilakukan adalaha uji regresi linear berganda untuk meneliti beban kerja mental dan kelelahan kerja terhadap tingkat kesalahan pada masing-masing shift kerja. Hasil pengujian menunjukkan beban kerja mental dan kelelahan kerja berpengaruh secara simultan terhadap tingkat kesalahan pada ketiga shift kerja. Beban kerja mental berpengaruh secara individual pada shift siang, sedangkan kelelahan kerja berpengaruh secara individual di shift pagi dan malam. Variabel yang paling berpengaruh pada shift pagi ialah kelelahan kerja, di shift siang adalah beban kerja mental, dan di shift malam adalah kelelahan kerja. Untuk meminimalisir tingkat kesalahan kerja Operator Pengendali Kereta Api maka diperlukan penambahan jumlah operator, pemberian reward untuk OPK, serta perbaikan pembagian tugas OPK dan pelatihan. Abstract PT. Kereta Api Indonesia as Badan Usaha Milik Negara that present railway services having the main thing that being priority is safety, convenience, punctuality, and less cost. The conclusion can supported by one effort is having a good human resources. As an railway benders operators in DAOP IV  Semarang, are required to optimize concentrations in running his work on cutting error flags work. Based on an introduction study that given to 10 respondents, known that 93 percent of respondents feel fatigue, and 90 % of respondents said load work mental. In the research, using the linear regression of multiple test to scrutinize burden mental work and fatigue work on the blame on each work shift. The results of tests indicating the burden of working mental and fatigue work influential simultaneously on the errors in third work shift. The burden of working mental influential individually on afternoon shift, while overexertion work influential individually on morning and night shift. A variable whose most influential in morning shifts was work fatigue, afternoon shift is mental workload,  and on night shift is work fatigue. To minimize errors work operators benders train then required operators benders the number of railway, the rewards to opk, and repair opk the distribution of duty and training.
USULAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN CALON KARYAWAN BARU MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS DEPARTEMEN PERSONALIA PADA PT KUBOTA INDONESIA) Wisnu Wardhana; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kubota Indonesia merupakan suatu perusahaan yang terjun dalam bidang usaha permesinan dagang merek dagang “Mesin Diesel Kubota”. Proses penerimaan calon karyawan baru pada PT Kubota Indonesia yang dilakukan oleh Departemen Personalia terdiri dari 3 tahapan yaitu Tahap Administrasi, Tahap Akademik Psikotes dan Tahap Wawancara. Ketiga tahapan tersebut memiliki kritera-kriteria penilaian penerimaan calon karyawan baru  pada masing-masing tahapan yang dapat menentukan diterima atau tidaknya seseorang yang melamar pekejaan pada perusahaan tersebut. Identifikasi kriteria pada proses penerimaan calon karyawan baru sangat diperlukan agar dapat menjaring karyawan yang lebih berkompeten dalam bidangnya sehingga dapat memberikan solusi bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Untuk mengetahui kinerja karyawan khusunya bagi karyawan baru, dilakukan penilaian kinerja dengan standar penilaian kinerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Standar penilaian kinerja bagi karyawan baru dilakukan setelah 1 tahun karyawan bergabung dalam perusahaan. Standar tersebut menjadi patokan bagi perusahaan untuk mengukur apakah karyawan baru tersebut layak untuk menjadi karyawan tetap di PT Kubota Indonesia. Pada proses pengambilan keputusan penerimaan calon karyawan baru seringkali pengambilan keputusan dihadapkan pada permasalahan yang bersumber dari ketelitian dalam meminimalisir kesalahan dalam melakukan perekapan data penilaian calon karyawan baru yang masih menggunakan cara manual yaitu dengan fasilitas Microsoft Excel. Maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatasi hal tersebut yaitu salah satunya yang dilakukan penulis dengan memberikan usulan perancangan Sistem Pendukung Kuputusan penerimaan calon karyawan baru dengan menggunakan metode AHP. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam perancangan Sistem Pendukung Keputusan. Fungsi dari AHP adalah memberikan bobot penilaian terhadap kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam proses penerimaan calon karyawan baru pada tahap akademik psikotes dan tahap wawancara. Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode AHP  merupakan cara yang efektif dalam pengambilan keputusan sehingga dapat membantu pihak personalia dalam pengambilan keputusan. Pengujian yang dilakukan terhadap Sistem Pendukung Keputusan menggunakan pengujian alpha dan pengujian beta. Dari pengujian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa secara fungsional sistem sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan dan sistem pendukung keputusan dinilai sudah memenuhi kebutuhan pihak personalia yaitu mempermudah dalam pengambilan keputusan, mudah dipelajari, mudah digunakan, tampilan yang di bangun sudah sesuai, dan menghasilkan laporan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA RESTORAN OEN SEMARANG MENGGUNAKAN METODE CRM SCORECARD Afrizal Putranto; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.788 KB)

Abstract

Sebagai  salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kuliner, Restoran Toko Oen berusaha agar layanan yang diberikan kepada pelanggan mampu mencapai kepuasan yang tinggi dan mempertahankan tingkat loyalitas para pelanggannya. Dilihat dari banyaknya komplain pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diperoleh dari form guest comment, serta hasil dari penyebaran kuesioner pendahuluan yang menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan yang masih rendah, maka pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga nantinya akan diperoleh kepuasan pelanggan yang optimal. Pengukuran kinerja perusahaan dapat digunakan sebagai tolak ukur kontribusi pencapaian kinerja kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan CRM Scorecard dan metode AHP. Selain itu pengukuran dilakukan dengan OMAX untuk mengetahui nilai pencapaian terhadap target yang telah ditetapkan untuk setiap indikator kinerja.                Perancangan pengukuran kinerja perusahaan dengan kerangka CRM Scorecard menghasilkan 39 Key Performance Indicator (KPI) dengan rincian 2 KPI perspektif kinerja organisasi, 10 KPI untuk kinerja perspektif pelanggan, 9 KPI untuk kinerja perspektif proses, dan 18 KPI untuk perspektif infrastruktur. Dari hasil pengolahan data dan pengukuran kinerja untuk mencapai kepuasan pelanggan diketahui bahwa indeks pencapaian kinerja  Restoran OEN sebesar 4,3 yang masuk dalam skala “sedang” (skala 1-10). Perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja karyawannya sehingga dalam beberapa kurun waktu ke depan kinerja karyawan dapat masuk ke dalam kategori “baik” dan target target yang telah ditetapkan dapat tercapai. ABSTRACT                 As a company engaged in culinary , Oen Reastourant is trying to services provided to customers are able to achieve and maintain a high satisfaction level of the customers loyalty . Judging from the number of customer complaints on the quality of service provided by the guest comments form , as well as preliminary results from the questionnaires showed that customer satisfaction levels are still low , the performance measurement needs to be done to improve the quality of services that will be obtained optimum customer satisfaction . Corporate performance measurement can be used as a measure of the contribution of performance achievement of customer satisfaction . To improve the performance of the company , carried out the study using a CRM Scorecard approach and AHP method . In addition measurements were performed with the OMAX to determine the value of the achievement of the targets set for each performance indicator .                The design of the company 's performance measurement framework using CRM Scorecard produces 39 Key Performance Indicator ( KPI ) with details of 2 KPIs perspective of organizational performance , 10 performance KPIs for a customer perspective , 9 KPIs performance perspective to the process , and 18 KPIs for infrastructure perspective . From the data processing and measurement of performance in order to achieve customer satisfaction in mind that the attainment of the performance index of 4.3 OEN Restaurant are included in the scale of " moderate " ( scale of 1-10 ) . The company should be able to improve the performance of employees so that in some future period to the employee's performance can be fit into the category of " good " and the set target can be achieved .
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA DAN UMUR TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN DENGAN APLIKASI PSYCHOMOTOR VIGILANCE TEST (PVT) (Studi Kasus di PT Polidayaguna Perkasa) Riana Pratiwiningrum; Heru Prastawa; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Poli Dayaguna Perkasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi plastik. Jenis pekerjaan pada bagian produksi PT Polidaya merupakan kombinasi antara pekerjaan fisik dan pekerjaan yang membutuhkan kontrol lebih. Untuk memaksimalkan kapasitas produksinya, PT Polidaya menerapkan  sistem kerja 3 shift yaitu shift pagi mulai pukul 06.00-14.00 WIB, shift kerja siang mulai pukul 14.00-22.00 WIB, dan shift malam mulai pukul 22.00-06.00 WIB. Dalam penerapannya, sering terjadi perbedaan kemampuan kognitif yaitu perbedaan tingkat kewaspadaan pekerja untuk perusahaan yang menerapkan sistem kerja shift. Penurunan tingkat kewaspadaan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja atau banyaknya jumlah produk cacat. Berdasarkan data produk cacat per shift pada bulan Maret 2012, jumlah produk yang cacat pada shift pagi sebanyak 7.423,24 kg, untuk shift siang jumlah produk cacatnya sebanyak 8.764,76 kg dan jumlah produk cacat pada shift malam sebanyak 13.746,99 kg. Faktor umur juga dapat mempengaruhi kelelahan kerja. Semakin tua umur seseorang semakin besar tingkat kelelahan. Oleh karena itu, dilakukan pengujian dengan faktorial model tetap untuk mengetahui pengaruh antara shift dan umur terhadap tingkat kewaspadaan serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara shift dan umur terhadap tingkat kewaspadaan dengan nilai probabilitas (0,048<0,05). Variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan adalah shift malam dan pekerja dengan umur lebih dari 43 tahun. Untuk mengurangi penurunan tingkat kewaspadaan diperlukan penerapan pola hidup kepada pekerja untuk melakukan tidur siang sebelum bertugas pada shift malam, melakukan pengawasan secara berkala khususnya pada shift malam, penerapan rotasi shift kerja pada pukul 07.00-15.00-23.00, dan menempatkan pekerja dengan umur di atas 43 tahun pada shift pagi dan pekerja dengan umur di bawah 43 tahun pada shift malam.
ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA PROSES PRODUKSI TRANSFORMER (Studi Kasus : PT. NIKKATSU ELECTRIC WORKS) Abdurrobi Hanifa; Nia Budi Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.766 KB)

Abstract

PT. Nikkatsu Electric Works adalah perusahaan yang bergerak di bidang  industri manufaktur alat –alat listrik dan lampu hemat energi. Saat perusahaan belum memiliki metode yang tepat untuk mengukur keefektifan mesin pada  proses produksi transformer sehingga proses produksi menjadi tidak maksimal dan berdampak pada tidak tercapainya target produksi perusahaan serta perlu mengidentifikasi terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi keefektifan mesin dan analisis terhadap aktivitas maintenance yang dapat menjadi  bahan  masukan  untuk  penerapan TPM bagi  perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas peralatan total pada proses produksi transformer, menentukan faktor – faktor  apa saja yang  menyebabkan   nilai  Overall Equipment Effectiveness (OEE)  rendah dengan mengidentifikasi kerugian / losses yang terjadi Memberikan usulan perbaikan untuk penerapan TPM. Hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)  mesin winding periode Juli 2012 – Juni 2013 memiliki nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) berkisar dari 74,80% -  81,19% yang dimana nilai ini masih dibawah standar nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) world class yaitu sebesar 85% dan hasil perhitungan six big losses didapat reduced speed loss 42,50%, breakdown loss 21,90%, setup and adjustment 20,20%, quality defect loss 8,67%, dan idle and minor stoppage loss 6,73%. Dengan  menghitung  tingkat  keefektifan peralatan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) yang dengan formula perhitungannya yaitu Overall Equipment Effectiveness (OEE) perusahaan menjadi mengetahui apakah mesin sudah bekerja secara efektif apa belum dan dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM)  dan diharapkan dapat  meningkatkan efektivitas peralatan  yang  dapat mengeliminasi kerugian- kerugian besar bagi perusahaan yang lebih dikenal dengan six Big losses, sehingga semakin mendekati tujuan utama TPM yaitu zero breakdown.  ABSTRACTPT. Nikkatsu Electric Works is a company of manufactures that the product is an electrical equipment and energy saving lamps. At the company  there is no exact methode to measure the effectiveness of the machines on the production process of transformers, it’s make the production process not optimal and impact on not achieving the target production company and need to identify the factors that influence the effectiveness of the machine and analysis of maintenance activities that can be input to the implementation of the Total Productive Maintenance (TPM)  for the company. The purpose of this research to measure the level of effectiveness of the total equipment in the production process of transformers, determine factors which is causing the value of Overall Equipment Effectiveness (OEE) is low by identifying damages / losses that occur and give proposed improvement  for the implementation of TPM. The result  calculation of  Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) for winding machine period July 2012 - June 2013 had a value of Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) ranged from ,80% -  81,19% that is where the value is still below the standard value of Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) world class 85 % and the six big losses calculation results obtained : reduced speed loss 42,50%, breakdown loss 21,90%, setup and adjustment 20,20%, quality defect loss 8,67%, idle and minor stoppage loss 6,73%. With calculating the effectiveness of the equipment using the Total Productive Maintenance ( TPM ) which is the calculation formula is Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) the company will know if the machine has working effectively  or not with Total Productive Maintenance ( TPM ) and be expectedy to increase the effectiveness of equipment that can eliminate large losses for the company, that called as Six Big losses , so it’s make getting closer to the main goal of TPM that is zero breakdown .
ANALISA PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER Raditya Rahman; Rani Rumita; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pemakaian tenaga listrik bukan hanya dari segi kuantitas dan kontinuitas, tetapi juga mencakup kebutuhan akan mutu pelayanan. Salah satu usaha PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melakukan perbaikan sarana dan sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik. Sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik dilaksanakan oleh suatu unit organisasi area di lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi, yaitu Area Pengatur Distribusi (APD) , namun dalam pelaksanaan pekerjaannya, PT. PLN (Persero) APD Semarang masih terdapat program program yang belum sesuai denga target yang telah ditetapkan. Spencer melakukan penelitian mengenai kompetensi terhadap 200 lebih pekerjaan dan menemukan 286 model kompetensi yang muncul dari penelitian tersebut. Dalam tiap  model terdapat 80-98%  yang menunjukan perilaku yang diklasifikasikan menjadi 20 kompetensi. Sehingga kompetensi hasil penelitian Spencer.tersebut dapat digunakan untuk mendiagnosis perilaku secara menyeluruh yang mendasari karyawan menyebabkan hasil  suatu pekerjaan Model kompetensi Spencer tersebut akan digunakan untuk mengetahui kebutuhan kompetensi suatu pekerjaan dalam bentuk indikator, yang diolah menggunakan Analityc Hierarchy Process (AHP). Setelah diketahui bobot kepentingannya, pengukuran kinerja dilakukan dengan Objective Matrix (OMAX) untuk mengetahui nilai pencapaian kinerja tiap indikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja yang masih kurang   dilihat dari perilaku yang mendasarinya atau dinamakan kompetensi. Dari hasil pengolahan dan analisa kinerja dapat diketahui bahwa kelompok yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan hasil pekerjaan adalah berprestasi dan tindakan, karena memiliki bobot  kepentingan terbesar dan indkator dalam kelompok tersebut ada yang termasuk dalam kategori“buruk” (dalam skala 10) yaitu motivasi dalam bekerja. Perusahaan harus meningkatkan kompetensi berprestasi dan tindakan dengan indikator motivasi dalam bekerja sehingga dalam beberapa waktu kedepan, nilai pencapaian kinerja perusahaan dapat masuk dalam kategori “baik”. Namun juga memperhatikan kompetensi lainnya yang berkategori sedang juga mempertahankan kompetensi yang telah berkagori baik.
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Plasa Telkom Dengan Menggunakan Metode Kano Berdasarkan Dimensi Kualitas Marga Harjadiputra; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri jasa adalah sebuah industri yang menggunakan kesuksesan pelayanan dan kepuasan pelanggan sebagai salah satu parameter ukur keberhasilan. menurut Redi&Johnston (2006) faktor terpenting dalam pertumbuhan dan keberhasilan bisnis adalah kepuasan dan loyalitas pelanggan (customer satisfaction and loyalty). Peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat dijadikan sebagai indikator kunci keberhasilan pengembangan institusi serta sebagai prediksi kesuksesan pada masa mendatang. Di samping itu, masukan dari pelanggan terkait dengan kepuasan dan loyalitas dapat digunakan sebagai panduan untuk pengembangan bisnis yang efektif. Service excellence merupakan suatu tuntutan yang sepenuhnya memberikan komitmen terbaik bagi customer, dengan memberikan layanan harapan customer tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan customer satisfaction yang optimal. Sudah jelas bahwa penilaian tinggi rendahnya hal ini  bergantung pada bagaimana pelanggan merasa excellence to service yang diterimanya berada dalam konteks service yang diharapkannya. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi customer antara lain apa yang didengar customer dari customer lain atau word of mouth communication (komunikasi dari mulut ke mulut), pengalaman masa lalu customer ketika menggunakan suatu jasa pelayanan, komunikasi eksternal dari penyedia service, karakteristik individu dengan lingkungannya, dan imbalan atau 'harga' dari suatu bentuk pelayanan tersebut. Penelitian ini diawali dengan menyebar kuisioner kepada 100 responden pelanggan Plasa Telkom Semarang menggunakan dimensi Evans and Lindsay Service Dimension. Yaitu Time, Timeliness, Completeness, Courtesy, Consistency Accuracy, Access and Convenience, dan Responsiveness Dari Evans and Lindsay Service Dimension tersebut, hasil kuisioner tersebut diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Setelah lolos dari uji alat ukur, dimensi tersebut akan diolah dengan menggunakan metode yang sesuai, karena demi mencapai service excellence dibutuhkan suatu metode yang menjadi alat ukur untuk memetakan kebutuhan dan keinginan konsumen   . Jika dilihat dari definisinya, salah satu metode yang tepat dalam menentukan atribut-atribut yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut ialah KANO dengan kategori questionable, reserve, attractive, indefferent, one-dimensional, dan must-be. Dengan menggunakan metode KANO diharapkan memperoleh atribut-atribut yang menjadi alat untuk mengukur mengkategorikan atribut-atribut dari produk maupun jasa berdasarkan seberapa baik produk/jasa tersebut mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Dimana nantinya dapat dilihat atribut-atribut layanan dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.
Perencanaan Sistem Perawatan Mesin Urbannyte Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance II (RCM II) (Studi Kasus di departmen produksi PT. Masscom Graphy, Semarang) Kurniawan Kurniawan; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.231 KB)

Abstract

PT. Masscom Graphy sebagai perusahan percetakan koran pada umumnya sering mengalami kerusakan pada mesin produksi. Berdasarkan data kerusakan pada periode April 2013 sampai dengan Maret 2014, Mesin Urbannyte memiliki frekuensi breakdown terbesar. Reliability Centered Maitenance II adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan perawatan dari setiap komponen mesin. Penerapan metode Reliability Centered Maintenance II mampu memberikan interval perawatan yang lebih baik agar keandalan mesin menjadi lebih baik. Dari hasil nilai Risk Priority Number (RPN) dapat terlihat bahwa terdapat 4 komponen Mesin Urbannyte yang memiliki nilai RPN terbesar yaitu tucker blade sebesar 160, elektromanetik clutch sebesar 150, bearer sebesar 128 dan belt ring sebesar 120. Berdasarkan Logic Tree Analysis (LTA), komponen tucker blade, elektromanetik clutch, bearer dan belt ring tersebut harus dilakukan kegiatan schedulled discard task dan pada analisis karakteristik kegagalan untuk 4 komponen tersebut termasuk dalam fase laju kerusakan yang cenderung tajam atau meningkat yang perlu dikakukan penggantian. Terkait biaya perawatan (Tc) dan interval penggantian untuk meminimalisir downtime pada komponen tucker blade sebesar Rp 2.433.676 per 61 hari, elektromanetik clutch sebesar Rp 2.198.415 per 72 hari, bearer sebesar Rp 1.813.811 per 81 hari dan belt ring sebesar Rp 1.801.597 per 60 hari.    ABSTRACT PT. Masscom graphy as newspaper printing company in most frequently machines breakdown. Based on history for the period April 2013 to March 2014, Urbannyte machine has the largest breakdown frequency. Reliability Centered Maitenance II is one of the methods that can be used to perform maintenance actions. Application of Reliability Centered Maintenance II method is able to provide optimum intervals in order to the reliability of the machine can be better. From the results of the Risk Priority Number can be seen that there are 4 components Urbannyte machine that has the largest value. Tucker blade has 160 point, elektromanetik clutch has 150 point, bearer has 128 point and belt ring has 120 point. Based on Logic Tree Analysis, tucker blade, elektromanetik clutch, bearer and belt ring should be schedulled discard task activities and from the analysis of failure characteristics for the four components should be wear out region classifications which needs to replacement components. Regarding to cost of maintenance and replacement interval to minimize downtime, tucker blade component is Rp 2.433.676  for 61 days, elektromanetik clutch is Rp 2.198.415 for 72 days, bearer is Rp 1.813.811  for 81 days and belt ring is Rp 1.801.597 for 60 days. 
ANALISIS PENGARUH E-CRM DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA MASKAPAI PENERBANGAN LION AIR Fariyanti Novita P; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat persaingan antar industri maskapai penerbangan yang terjadi  mengakibatkan setiap maskapai penerbangan harus dapat mengelola makapainya secara profesional agar terbentuk loyalitas. Loyalitas pelanggan dapat terbentuk karena adanya hubungan yang baik dengan pelanggan dan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Hubungan pelanggan atau customer relationship management dapat dilakukan melalui media elektronik yang disebut e-CRM. E-CRM yang dilakukan Lion Air adalah dengan adanya website. Selain mengetahui e-CRM yang telah dilakukan, melalui website kepuasan pelanggan juga dapat diukur dari kualitas website tersebut. Karena itu dilakukan pengukuran kualitas website dengan metode webqual dan analisis pengaruh e-CRM dengan loyalitas pelanggan dan kepuasan pelanggan dengan loyalitas dengan regresi linier. Berdasarkan pengukuran dengan webqual, kualitas website Lion Air berada pada tingkat yang baik. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan regresi linier berganda menyatakan bahwa E-CRM tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan dan e-CRM mempengaruhi loyalitas pelanggan sebanyak 32%.
Co-Authors Abdurrobi Hanifa Abhimta, Yodha Wasi achmad rachim Adinda Nurussakinah Aditya Bonavasius Purba Aditya Ridwan Wicaksono Aditya Wiratama Putra Aditya Wiratama Putra Afrizal Putranto Agita Pandu Widanti Agus Yuni Kristanto Aisyah, Wahyu Nur Alfarel, Reihan Damario Amelia Kumala Amelinda Sudarto Andini, Anggita Realiza Andriyani, Atika Annisa Rahmawati Arbelinda, Karina Arief Budhiman Aries Susanty Aryssa, Venuschavicino Bambang Purwanggono Bayu Adi Taufan Benraen Pirogo Berutu, Jehezkiel Lolo Sataki Bintang Rachvadani Dzakwan Dentista Puspitawangi Dewanto, Dhuta Tyrone Dewi, Nadia Cynthia Diana Puspita Sari Dinar Ratna Widhia Dwi Rizkiyani Dyah Ika Rinawati Esty Anjelia Pertiwi Gea Fariyanti Novita P Haryo Santoso Heru Prastawa Hery Suliantoro Hutami Nuke Ardani Ida Mawar Dewi Khalis Riyangga Kurniawan Kurniawan Luh Nyoman Widyastuti M Hagi Hamirsa Mahachandra, Manik Manik Mahachandra Manindo Simanjuntak Marga Harjadiputra Martin Lilik A Melani Nurmufidah MOHAMMAD FAHD, MOHAMMAD Nadia Azhari Setyorini Naniek Utami Handayani Nia Budi Puspitasari Ningsih Marpaung Noor Charif Rachman Oktaviani Hadiati Putri Oktian Fajar Abdillah Oriza Wahyu Utami Pandu Martino Panji Maulana Aditya, Panji Maulana Purnawan Adi Wicaksono Putri, Ketut Utari Mustika Qaanita Yuuha M Raditya Rahman Ratna Purwaningsih Riana Pratiwiningrum Rifda Ilahy Rosihan Riko Agisdihan Afifi Sadam Samsudin Sari Veronica Jantitya Sindhu Pradipta Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho Widyo Pramono Wicaksono, Aditya Ridwan Wisnu Wardhana Yedida Christa Pujianti Yuanita Sesariana, Yuanita Zainal Fanani Rosyada