Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penambatan Molekul Kandungan Eurycoma longifolia Jack. (Pasak bumi) terhadap Human Phosphodiesterase 5 Samsul Hadi; Khoerul Anwar; Amalia Khairunnisa; Noer Komari
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8731

Abstract

Pasak bumi sebagai obat tradisional pria telah digunakan oleh masyarakat melayu, khususnya orang Sumatra dan kalimantan, akan tetapi mekanisme secara molekuler belum dikatahui dengan jelas. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui mekanisme pasak bumi sebagai obat tradisional yang bermanfaat mengatasi disfungsi ereksi adalah penambatan molekul. Penambatan melekul dilakukan dengan cara melihat interaksi ligand dengan reseptor. Ligand yang berasal dari pasak bumi adalah 5-methoxycanthin-6-one, 9-methoxycanthin-6-one, eurycomalactone, eurycomalide A, eurycomanone, eurycomaoside, laurycolactone A, longilactone, niloticin, picrasidine O. Sehingga kesepuluh ligand ini didocking menggunakan salah satu aplikasi docking yaitu PLANTS 1.1 untuk melihat ikatan dengan PDE5. Sebelum dilakukan docking terhadap ligand pasak bumi, terlebih dahulu dilakukan docking terhadap ligand Sildenafil untuk melhat nilai RMSD. RMSD ini diperlukan sebagai alat validasi metode, berdasarkan percobaan, nilai RMSD dari Sildenafil adalah 1,2517 A0. Hasil terbaik dari penambatan molekul pasak bumi adalah niloticin dengan skor doking -97,8802, sehingga nilai interaksinya terhadap reseptor sebesar 93,71% dari Sildenafil.Pasak bumi as traditional male medicine has been used by Malay people, especially Sumatra and Borneo people, but the molecular mechanism is not yet known clearly. One approach that can be used to determine the mechanism of the Pasak Bumi as a traditional medicine that is useful to overcome erectile dysfunction is docking molecules. Molecular docking is done by looking at the interaction of ligands with receptors. Ligands originating from the Pasak Bumi are 5-methoxycanthin-6-one, 9-methoxycanthin-6-one, eurycomalactone, eurycomalide A, eurycomanone, eurycomaoside, laurycolactone A, longilactone, niloticin, picrasidine O. docking application namely PLANTS 1.1 to see the bond with PDE5. Before docking Pasak Bumi ligand, it is first docking Sildenafil ligand to see the RMSD value. The RMSD is needed as a method validation method, based on experiments, the RMSD value of Sildenafil is 1.2517 A0. The best results from docking of the Pasak bumi molecule is niloticin with a doctor score of -97.8802, so interaction skor to the receptor is 93.71% of Sildenafil.Keywords: Pasak Bumi, PDE5, PLANTS
Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bunga Ceguk (Combretum Indicum L.) Tipe Membulat pada Beberapa Wilayah di Kalimantan Selatan Amalia Khairunnisa; Samsul Hadi; Sri Oktaviana Sari
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13859

Abstract

Tanaman ceguk (Combretum indicum L.) memiliki 2 variasi yaitu tipe membulat dan tipe memanjang dan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan bunga ceguk tipe membulat pada beberapa wilayah di Kalimantan Selatan yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kotabaru. Penentuan aktivitas antioksidan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dilakukan dengan menggunakan KLT dan Spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak etanol bunga C. indicum tipe membulat dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Kotabaru secara kualitatif memiliki aktivitas antioksidan yang ditandai dengan adanya bercak kuning dengan latar belakang ungu pada plat KLT setelah penyemprotan reagen DPPH. Adapun nilai IC50 ekstrak etanol bunga C. indicum tipe membulat pada Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Kotabaru masing-masing sebesar 16,358 ppm, 28,445 ppm, dan 20,868 ppm dengan kategori sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian ini bunga C. indicum tipe membulat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi pada wilayah  Kota Banjarbaru.Kata Kunci : Combretum indicum L, bunga ceguk, ekstrak, antioksidan Combretum indicum L. has 2 types, rounded and elongated , as an antioxidant activity. This study aims to determine the antioxidant activity of round-type flowers in several areas in South Kalimantan, such as in Banjarbaru City, Banjar Regency and Kotabaru. Determination of antioxidant activities, qualitatively and quantitatively, was carried out using TLC and UV-Vis Spectrophotometer. The qualitative test of ethanolic extract of round type C. indicum flowers from Banjarbaru City, Banjar Regency, and Kotabaru had antioxidant activity which was indicated by the presence of yellow spots on a purple background on the TLC plate after spraying DPPH reagent. The IC50 values for the ethanolic extract of C. indicum flower type in Banjarbaru City, Banjar Regency, and Kotabaru were 16.358 ppm, 28.445 ppm, and 20.868 ppm with a very strong category antioxidant. Based on the results of this study, the round type of C. indicum flowers had the highest antioxidant activity in the Banjarbaru City area.