Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kompetensi Dasar Pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Kurikulum 2013 Revisi di Tingkat SMP dan SMA Lira Hayu Afdetis Mana
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 7 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i7.191

Abstract

Pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, keterampilan menyimak belum direalisasikan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan media pembelajaran pembelajaran menyimak, adanya anggapan bahwa untuk keterampilan menyimak membutuhkan labor yang canggih. Selain dari itu di dalam kurikulum 2013 Revisi ini tidak menegaskan pembelajaran menyimak itu harus dilakukan, seakan memberi kebebasan kepada guru untuk memilih aspek membaca (reseptif) daripada aspek menyimak (reseptif). Penyebab lainnya yang membuat keterampilan menyimak kurang mendapat perhatian adalah jumlah ketersediaan Kompetensi Dasar (KD) tentang aspek menyimak lebih sedikit dibandingkan keterampilan membaca. Pada penelitian ini peneliti menguraikan KD Menyimak dan Membaca serta perbadingan antara jumlah kedua KD tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan jumlah KD Bahasa Indonesia (aspek menyimak, membaca) yang mana terdapat pada kurikulum 2013 Revisi. Jenis penelitian ini dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif yang berfokus pada analisis dokumen Kurikulum 2013 Revisi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek pembelajaran menyimak di tingkat SMP pada Kurikulum 2013 Revisi berjumlah 40 KD, sedangkan aspek pembelajaran membaca berjumlah 50 KD. Perbandingan aspek menyimak dan membaca di SMP adalah 4:5. Aspek pembelajaran menyimak di tingkat SMA pada Kurikulum 2013 Revisi berjumlah 7 KD, aspek pembelajaran membaca berjumlah 51 KD. Perbandingan aspek menyimak dan membaca di SMA adalah 1:7,3.
Kebutuhan Mahasiswa terhadap Bahan Ajar di Era Pandemi Lira Hayu Afdetis Mana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3651

Abstract

Teaching materials are one of the important components needed in the learning process. With the appropriate teaching materials, it is hoped that it can help the smooth running of learning activities. Likewise with teaching materials in this Pandemic Era. Teaching materials that have been used in learning activities are simple teaching materials made by lecturers. This study aims to analyze student needs for teaching materials in the era of the COVID-19 pandemic, at STKIP PGRI West Sumatra. The subjects in this study were 106 students of STKIP PGRI West Sumatra. The data in this study were obtained from the results of a questionnaire on the analysis of student needs for teaching materials in the Covid 19 pandemic era through the google form that has been provided by researchers to find out student responses regarding the teaching materials that have been obtained so far. The results of the research from the analysis of student needs for teaching materials are: first, students need teaching materials provided by lecturers from e-learning. Second, students understand a teaching material more quickly if the teaching material is provided by the lecturer through e-learning then download and print it. third, students prefer a power point display that is complete with lecturers' explanations. fourth, students like the use of a standard language style, but not rigid of a teaching material. Fifth, the teaching materials that have been given by lecturers during online chasing are sufficient to meet the needs but not maximally, sixth, the teaching materials provided by lecturers during online learning are quite relevant / in accordance with the topic, seventh, the need for students for teaching materials is very high. This shows that students need more detailed information about the lesson in order to gain a deep understanding. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumbar yang. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil angket analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19 melalui google form yang telah disediakan peneliti untuk mengetahui tanggapan-tanggapan mahasiswa mengenai bahan ajar yang diperoleh selama ini. Hasil penelitian dari analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar yaitu: pertama, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang disediakan oleh dosen dari e-learning. kedua, mahasiswa lebih cepat memahami sebuah bahan ajar jika bahan ajar tersebut diberikan oleh dosen melalui e-learning lalu mengunduh dan memprintnya. ketiga, mahasiswa lebih menyukai tampilan power point yang lengkap disertai penjelasan dosen, keempat, mahasiswa menyukai penggunaan gaya bahasa baku, namun tidak kaku dari sebuah bahan ajar. kelima,  bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring selama ini cukup memenuhi kebutuhan namun belum maksimal, keenam, bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring cukup relevan/sesuai dengan topik, ketujuh, kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan informasi yang lebih detail tentang pelajaran  dalam rangka mendapatkan pemahaman yang mendalam.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Sastra Berbasis Konteks Lingkungan di Sekolah Dasar Laspida Harti; Lira Hayu Afdetis Mana; Endut Ahadiat
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i2.10019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru terhadap bahan belajar sastra yang mampu memecahkan masalah kehidupan, mampu berpikir kritis, mampu melaksanakan observasi, serta mampu menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjang melalui pembelajaran. Pembelajaran berbahan sastra yang berbasis konteks lingkungan akan menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas. Pembelajaran sastra dapat membuat siswa memperoleh, mempelajari, menikmati, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan manusia dan kemanusiaan khususnya sastra anak. Pembelajaran sastra yang dapat mudah dijangkau siswa yaitu sastra yang berada di dekat kehidupan siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan siswa terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Dasar (SD) pada kelas V Kota Padang .Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif . Subjek Penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas V dan siswa kelas V sekolah dasar tingkat tinggi (SD Negeri 01 Ulak Karang Selatan kecamatan Padang Utara) dan tingkat rendah ( tingkat rendah) (SD Negeri 52 Parupuk Tabing kecamatan Koto Tangah) . Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari analisis kebutuhan siswa adalah sebagai berikut: Pertama, guru membutuhkan bahan ajar khusus sastra dalam mengajarkan materi sastra ke anak. Kedua, guru membutuhkan panduan untuk membuat RPP khususnya mengenai pembelajaran sastra. Ketiga, guru membutuhkan bahan ajar mengenai pembuatan rpp.Keempat, guru membutuhkan penyediaan bahan-bahan sastra yang akan menjadi isi pembelajaran untuk membantu pembelajaran sastra anak.
CHOOSING TEACHING MATERIALS AND LEARNING MEDIA IN THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM Lira Hayu Afdetis Mana; Laspida Harti
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2022.v4i2.6412

Abstract

This activity aims to provide direction to teachers so they can use various media according to the needs of students and those in the student environment. The teacher's freedom in choosing learning media in the independent curriculum can help students understand the material presented. This activity is a community service activity. This activity was carried out for one day with one meeting at one school. The implementation stages are, (1) introducing and reviewing material about Indonesian language teaching materials and learning media in the independent curriculum, (2) providing examples of teaching materials and learning media and providing training to teachers so they can apply teaching materials and media learning, and (3) teachers can use Indonesian language media and teaching materials in an independent curriculum that has been designed in such a way. The results of this activity show that the success of education depends on the quality of education in a country. The quality of education must be adjusted to the needs of students. To motivate students in the learning process, teacher expertise is needed in innovating teaching materials and learning media in the medical curriculum by paying attention to student characteristics and student learning types. Learning media is divided into three, namely auditory, visual, and kinesthetic.
Analisis Kebutuhan Mahasiswa pada Pembelajaran Menulis Feature Lira Hayu Afdetis Mana; Laspida Harti
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.12542

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa dalam hal materi pembelajaran menulis kreatif khususnya menulis feature yang lebih lengkap dan bimbingan dari dosen untuk menghasilkan feature yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran menulis kreatif, khususnya menulis feature di Universitas PGRI Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester ganjil 2021/2022 yang mengambil mata kuliah menulis kreatif. Sampel penelitian ini adalah sesi C yang terdiri dari 38 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berdasarkan: (1) kebutuhan mahasiswa (needs) terhadap pembelajaran menulis feature, (2) kekurangan atau kelemahan mahasiswa (lacks) dalam pembelajaran menulis feature, dan (3) keinginan atau harapan mahasiswa (wants) terkait pembelajaran menulis feature. Kuesioner diisi oleh siswa pada google form dan disebarkan melalui grup WhatsApp (WA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan siswa untuk pengajaran menulis feature adalah: (1) sebagian besar siswa membutuhkan kebebasan dalam menentukan topik feature dengan persentase 63%, (2) sebagian besar siswa sangat membutuhkan konsep lengkap penulisan feature dengan persentase 76%, (3) sebagian besar mahasiswa membutuhkan bimbingan dosen dalam menulis feature dengan persentase 72%, (4) sebagian besar mahasiswa menginginkan lebih banyak materi tentang feature dengan persentase 85%. Kesimpulannya, dapat dinyatakan bahwa siswa membutuhkan informasi yang lebih detail tentang pembelajaran penulisan feature untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam.
PENGARUH MODEL FLIPPED CLASSROOM TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII SMPN 24 PADANG Nurdi Layli; Dina Ramadhanti; Lira Hayu Afdetis Mana
METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya Vol. 16 No. 1 (2023): METAMORFOSIS Edisi Bulan April 2023| Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Penga
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.191 KB) | DOI: 10.55222/metamorfosis.v16i1.889

Abstract

ABSTRAK  Tujuan penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh model Flipped Classroom terhadap pembelajaran menulis persuasi siswa kelas VII SMPN 24 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Yusuf (2007:94), metode eksperimen diartikan sebagai metode penelitian yang lebih akurat/teliti dan dapat menemukan bukti kebenarannya dibandingkan dengan penelitian yang lain. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Quasi-experimentdalam bentuk The Non Equivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 24 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2021/2022. Jumlah siswa 256 orang yang tersebar pada 8 kelas. Sampel penelitian, kelas yang terpilih adalah kelas VIII Bsebagai kelas kontrol dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen. Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah model pembelajaran flipped classroom dan variabel terikat pada penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks persuasi. Variabel terikat (Y) pada penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks persuasi. Hasil Penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran menulis teks persuasi siswa kelas VIII SMPN 24 Padang dengan menggunakan model flipped classroom. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model flipped classroom berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis teks persuasi.
CHOOSING TEACHING MATERIALS AND LEARNING MEDIA IN THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM Lira Hayu Afdetis Mana; Laspida Harti
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.254 KB) | DOI: 10.22202/rangkiang.2022.v4i2.6412

Abstract

This activity aims to provide direction to teachers so they can use various media according to the needs of students and those in the student environment. The teacher's freedom in choosing learning media in the independent curriculum can help students understand the material presented. This activity is a community service activity. This activity was carried out for one day with one meeting at one school. The implementation stages are, (1) introducing and reviewing material about Indonesian language teaching materials and learning media in the independent curriculum, (2) providing examples of teaching materials and learning media and providing training to teachers so they can apply teaching materials and media learning, and (3) teachers can use Indonesian language media and teaching materials in an independent curriculum that has been designed in such a way. The results of this activity show that the success of education depends on the quality of education in a country. The quality of education must be adjusted to the needs of students. To motivate students in the learning process, teacher expertise is needed in innovating teaching materials and learning media in the medical curriculum by paying attention to student characteristics and student learning types. Learning media is divided into three, namely auditory, visual, and kinesthetic.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA PANDEMI Lira Hayu Afdetis Mana
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.846 KB) | DOI: 10.22202/rangkiang.2021.v3i2.5486

Abstract

Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada 9 Januari 2021 dan dilaksanakan dengan MGMP Kabupaten Solok.Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan alternatif media pembelajaran di era pandemi antara lain dengan memanfaatkan media sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Peserta pengabdian ini adalah guru-guru perwakilan MGMP di Kabupaten Solok. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan informasi bahwa sebagian besar guru di MGMP di Kabupaten Solok tersebut belum menggunakan media pembelajaran yang bervariasi dan belum mengetahui secara mendalam tentang penggunaan media sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia di era pandemi. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan akan memberikan alternatif dan kemudahan sehingga guru tersebut lebih menggunakan media sosial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan siswa merasa senang serta bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan. Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan adalah (1) Tahap persiapan berupa observasi, pemantapan dan lokasi sasaran, dan komunikasi dengan mitra ; (2) Tahap pelaksanaan beruapa paparan materi dan simulasi; dan (3) Tahap evaluasi diberikan secara virtual dengan hasil pelaksanaan kegiatan secara zoom kemudian dikomentari oleh pemateri menggunakan Whatapp. Hasil akhir kegiatan menunjukkan bahwa melalui pelatihan yang dilakukan kompetensi guru-guru meningkat dalam menggunakan media sosial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
SCIENCE AND TECHNOLOGY FOR SMAN 7 AND SMAN 8 PADANG IN LEARNING SKILLS USING LEARNING MEDIA CHARACTER BASED Lira Hayu Afdetis Mana; Titiek Fujita Yusandra; Upit Yulianti
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.015 KB) | DOI: 10.22202/rangkiang.2020.v2i2.4316

Abstract

Nilai bahasa Indonesia siswa di SMAN 7 dan SMAN 8 Padang masih banyak berada di bawah KKM. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menyimak dan masih banyak guru yang belum menggunakan media dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diadakan IbM (Iptek bagi Masyarakat) dengan menggunakan media pembelajaran berbasis karakter.  Tujuan pelaksanaan IbM ini adalah: (a) memberikan media pembelajaran berbasis karakter yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia, (b) meningkatkan pemahaman tentang konsep pembelajaran menyimak dalam kurikulum 2013, (c) memberikan pelatihan terhadap guru untuk ikut membuat dan mengaplikasikan media pembelajaran berbasis karakter. Metode yang digunakan pada kegiatan Iptek bagi Masyarakat  ini adalah pelatihan atau pembimbingan terhadap guru SMAN 7 dan SMAN 8 Padang untuk dapat menggunakan media pembelajaran menyimak berbasis karakter. Media pembelajaran berbasis karakter tersebut tersedia dalam bentuk audiovisual yang bisa didapatkan dari internet namun terdapat nilai pendidikan karakter di dalamnya. Media tersebut ditranskripkan  dalam modul pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan kali pertemuan pada masing-masing sekolah dan melibatkan empat orang guru bahasa Indonesia dari masing-masing sekolah tersebut. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah guru bahasa Indonesia di SMAN 7 dan SMA 8 Padang dapat menggunakan media pembelajaran berbasis karakter dalam pembelajaran menyimak.
SCHOLARLY TEXT WRITING WORKSHOP: THE INVESTIGATION OF METACOGNITIVE KNOWLEDGE AND ITS IMPACT ON WRITING ARTICLE Dina Ramadhanti; Lira Hayu Afdetis Mana
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.48 KB) | DOI: 10.22202/rangkiang.2021.v3i2.5446

Abstract

ABSTRACTWriting research articles has become an absolute obligation for lecturers, researchers, and students to publish their research results. A total of 21 participants attended a scientific article writing workshop and attended an article writing coaching clinic. In addition, a survey was conducted to determine the metacognitive knowledge of the workshop participants in writing articles. An in-depth analysis of the workshop participants' articles shows the effect of metacognitive knowledge in writing articles. The results of the analysis of the metacognitive knowledge questionnaire showed that the metacognitive knowledge of the workshop participants was high. However, this needs to be supported by frequent practice in writing. To develop metacognitive knowledge in writing articles, several solutions are given, namely: being able to plan writing well and systematically, making small notes when understanding the sources read to facilitate paraphrasing and quotations, and using certain applications to facilitate citations and writing references for avoiding plagiarism. In addition, writing articles continuously and publishing them helps the development of metacognitive knowledge in writing scientific articles.Keywords: scholarly text, workshop, metacognitive knowledge, writing