Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH EFFECTIVE UTILIZATION TERHADAP KETERCAPAIAN PRODUKSI BATUBARA PT SEMESTA CENTRAMAS Ahmad Suryadi; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2828.172 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5674

Abstract

ABSTRAKFaktor yang dianggap memberi pengaruh terhadap pencapaian target produksi adalah effective utilization (EU). Hubungan ini memerlukan analisis secara statistik untuk melihat korelasinya. Nilai mechanical availability (MA), physical availability (PA), dan used of availability (UA) merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai EU. Faktor-faktor tersebut juga memerlukan pengkajian seberapa besar pengaruhnya secara statistik terhadap nilai EU tersebut.Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan statistik, terdiri dari uji korelasi product moment, signifikansi, dan uji regresi linear sederhana. Uji korelasi dan signifikansi dilakukan untuk melihat arah dan keeratan hubungan antar data. Sedangkan uji regresi dilakukan untuk menjelaskan besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Data yang diuji adalah parameter EU terhadap pencapaian produksi. Jika dari hasil pengujian terdapat korelasi yang signifikan, maka data tersebut diuji lagi untuk mengetahui faktor MA, PA, dan UA yang berpengaruh terhadap EU tersebut.Ketercapaian target produksi PC-400-19 minggu ke 11 sebesar 11.,4%, minggu ke 12 sebesar 77%, minggu ke 13 sebesar 54.8%, PC-400-03 minggu ke 11 sebesar 107.4%, minggu ke 12 sebesar 99.5%, minggu ke 13 sebesar 98.1% dan VOLVO-400-02 minggu ke 11 sebesar 103.5%, minggu ke 12 sebesar 96.9%, minggu ke 13 sebesar 95%. Hasil analisis korelasi dan signifikansi pada taraf signifikansi 5%, EU yang berkorelasi secara signifikan terhadap produksi PC-400-19 terjadi pada minggu ke 12 dan 13, PC-400-03 terjadi pada minggu ke 11, dan VOLVO-400-02 terjadi pada minggu ke 11 dan 12. Hasil analisis regresi linear sederhana, pengaruh effective utilization terhadap ketercapaian produksi PC-400-19 minggu ke 11 sebesar 61.3%, minggu ke 12 sebesar 96.5%, PC-400-03, minggu ke 11 sebesar 95.3%, dan VOLVO-400-02 minggu ke 11 sebesar 94.3%, minggu ke 12 sebesar 65,3%.Kata kunci: Effective Utilization, Korelasi, Produksi, Regresi, Signifikansi
ANALISA KELAYAKAN JALAN ANGKUT TAMBANG BERDASARKAN GEOMETRI DAN MATERIAL PERKERASAN JALAN Muhammad Azmi Rahman; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Abrar Briando Noure; Ricky Joetra
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4218

Abstract

PT Saptaindra Sejati (SIS) menerapkan metode tambang terbuka yang erat kaitannya dengan aktivitas pengangkutan di jalan tambang. Oleh karena itu, jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti jalan berlubang dan permukaan jalan tidak mulus. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi jalan yang geometri dan daya dukung tanahnya belum memenuhi standar kelayakan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode pengukuran aktual di lapangan dan di laboratorium yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan masalah menggunakan metode komputasi dan perhitungan disertai data-data berupa peta, gambar, grafik, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Geometri  yang standar untuk dump truck Caterpillar 789C adalah lebar jalan pada jalan lurus 27 meter, lebar jalan angkut pada tikungan 35 meter, superelevasi maksimal 10 %, cross-slope 2%-4% dan grade maksimum 8%. Kondisi Jalan dengan nilai daya dukung 64% masih dibawah target yaitu 80%. Nilai Uji Laboratorium material perkerasan untuk meningkatkan daya dukung jalan yaitu claystone (Nilai CBR 21.5 %) dan Sandyclay (Nilai CBR 20%). Dari kedua material tadi kita mendapatkan 3 simulasi perencanaan perkerasan jalan untuk menambah daya dukung jalan, yaitu simulasi pertama menggunakan subgrade (tanah asli), subbase (sandyclay) dan base (claystone), simulasi kedua menggunakan subgrade (tanah asli) dan subbase (sandyclay), dan yang terakhir simulasi 3 menggunakan subgrade (tanah asli) dan subbase (claystone). Rambu-Rambu diperlukan guna mengantisipasi terjadinya insiden terhadap alat angkut. Kata-kata kunci: CBR, Claystone, Ramp, Sandyclay
Pengembangan Sistem Perekaman dan Manajemen Data Survei Inventarisasi Sumberdaya Mineral MODA-AWA Versi 3.0 Nurhakim Nurhakim
Buletin Profesi Insinyur Vol 3, No 1 (2020): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v3i1.74

Abstract

Inventarisasi sumberdaya mineral adalah kegiatan pencatatan, penggambaran, perekaman, pengambilan dan manajemen data serta informasi sumberdaya mineral, baik data primer maupun sekunder, yang diperoleh dari hasil kegiatan eksplorasi. Data dan informasi yang dikelola dalam kegiatan inventarisasi didapatkan dari proses bisnis Sistem Informasi Eksplorasi (Exploration Information System - EIS), yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu input, pengelolaan, dan pemutakhiran data.  Penulis telah mengembangkan dua versi sistem perekaman data EIS, yaitu MODA-AWA Versi 1.0 (berbasis dBase) dan Versi 2.0 (berbasis MS-Access).  Kedua versi ini dijalankan single-user secara offline di komputer stand-alone.  Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan praktis di lapangan, Penulis mengembangkan Versi 3.0. Versi ini dikembangkan dengan mengoptimalkan fitur yang dimiliki Form online dan diintegrasikan dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis, dengan mempertimbangkan standar yang diatur dalam regulasi  dan pedoman yang berlaku di Indonesia. Pada saat awal pengembangan MODA-AWA Versi 3.0 ini, data lokasi didapatkan berdasarkan koordinat yang terdapat pada gadget. Namun dari beberapa kegiatan percobaan di lapangan, koordinat yang terbaca pada gadget kurang akurat dan presisi bila dibandingkan dengan koordinat yang didapatkan dari GPS. Untuk mengantisipasi hal ini, dilakukan modifikasi terhadap formulir survei, dimana data koordinat diinput secara manual dengan data yang didapatkan dari GPS dan menambahkan sesi kontrol. Kata kunci: Survei Lapangan, Inventarisasi, Sumberdaya Mineral, Exploration Information System (EIS)
Estimasi kualitas batubara dengan Metode Sequential Gaussian Simulation di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Dwi Martiwi; Nurhakim Nurhakim; Hafidz Noor Fikri
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6435

Abstract

Eksplorasi merupakan suatu kegiatan penyelidikan atau pencarian yang bertujuan untuk mencari endapan bahan galian berharga yang memiliki nilai ekonomis untuk di tambang. Di daerah penelitian dilakukan kegiatan pemboran yang mendapatkan data nilai kualitas dari masing-masing seam dengan parameter kualitas yang telah ditentukan. Penelitian ini melakukan estimasi ordinary kriging dan sequential gaussian simulation kualitas batubara pada 5 seam dengan 82 titik informasi dan 10 parameter kualitas batubara yaitu Ash content (ASH), Calorific Value (CV), Fixed Carbon (FC), Hardgrove Grindability Index (HGI), Inhern Moisture (IM), Relative Density (RD), Relative Density insitu (RD_ins), Total Moisture (TM), Total Sulfure (TS), Volatile Matter (VM). Simulasi sequential Gaussian menunjukkan bahwa fluktuasi lokal pada distribusi spasial terlihat lebih saat simuasi dilakukan sedangkan pada estimasi Ordinary Kriging kualitas terlihat lebih smooth hal tersebut disebabkan pengaruh smoothing effect.
Pemanfaatan foto udara untuk penyusunan peta desa dan pemetaan potensi desa berbasis sistem informasi geografis Adi Saputra; Nurhakim Nurhakim; Ahmad Ali Syafi’i
Jurnal Himasapta Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i3.7500

Abstract

Dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Kemendes PDTT) menurunkan SDGs Nasional menjadi SDGs Desa. SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan. Untuk mewujudkan SDGs Desa, Kemendes PDTT telah menerbitkan Peraturan Menteri Desa PDTT No 13/2020, yang menyatakan Rp 72 triliun dana desa tahun 2021 diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan SDGs Desa. Pembangunan berkelanjutan merupakan konsep pembangunan dengan mempertimbangkan berbagai aspek sehingga tidak mengganggu kondisi alam dan tetap dapat memenuhi kebutuhan selanjutnya. Agar tujuan ini dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, perlu kajian dan inventarisasi awal terhadap potensi yang dimiliki oleh suatu desa, dan hal ini dapat dilakukan dengan menyajikannya dalam bentuk peta dasar berbantuan aplikasi Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan untuk pembuatan peta dasar dalam rangka menginventarisasi potensi desa adalah dengan dilakukan dengan survei lapangan dan foto udara dengan bantuan pesawat tak berawak (drone). Hasil studi ini menunjukkan kondisi riil dan peta foto udara desa yang menjadi target kegiatan. Keberadaan peta peta dasar ini selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam inventarisasi potensi desa, perencanaan dan pelaksanaan program SDGs, serta monitoring pelaksanaan dan evaluasi program pembangunan desa.
Hidrologi dan limnologi danau bekas tambang aluvial Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Anisa Anisa; Nurhakim Nurhakim; Yuniar Siska Novianti
Jurnal Himasapta Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i3.7501

Abstract

Adanya aktivitas penambangan akan meninggalkan lubang bekas tambang yang menimbulkan perubahan lingkungan sehingga akan menjadi danau buatan, keadaan mempengaruhi kualitas air pada daerah tersebut terutama nilai pH dan karakteristik geokimia air. Kualitas air pada area bekas tambang akan mempengaruhi kondisi kualitas air tanah di sekitar danau bekas tambang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arah aliran air tanah, kualitas air dan mengetahui bentuk tipe danau bekas tambang aluvial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan dan pengujian di laboratorium. Permodelan arah air tanah dan model limnologi menggunakan aplikasi Software. Parameter yang di ukur di lapangan adalah koordinat easting dan norting suhu, kedalaman dan DO. Sedangkan kualitas yang di ukur di laboratorium adalah pH, TDS, TSS, ORP, EC HCO3, CO2, CaCO3 dan H+. Arah aliran air tanah masuk di danau bekas tambang aluvial akan mempengaruhi kondisi air danau bekas tambang aluvial. Namun, kondisi danau terlihat sudah tunak (steady-state) dimana air danau hanya dipengaruhi oleh presipitasi dan evaporasi lingkungan di danau tersebut. Keadaan ini mempengaruhi nilai pH air danau, sungai dan sumur yang disekitar danau. Danau bekas tambang aluvial memiliki nilai pH asam 3,81. Danau ini bersifat monomictic, karena mengalami penurunan suhu, DO dan nilai pH pada setiap kedalaman.
Perencanaan penataan lahan bekas penambangan batubara untuk area reklamasi di PT Tunas Inti Abadi Nopita Sari Br Ginting; Nurhakim Nurhakim; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8722

Abstract

Lahan bekas tambang yang ditinggalkan tidak tertata dan tidak tertanami sehingga dapat menyebabkan lahan tersebut terjadi terdegradasi, tidak produktif dan menjadi marjinal. Oleh karena itu harus diadakannya reklamasi yang bertujuan memperbaiki dan menata kegunaan lahan yang terganggu akibat adanya proses kegiatan pertambangan agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Pada lokasi inpit dump yang digunakan untuk memampung material overburden dapat terisi dengan volume sekitar 5.629.071,50 BCM dan tanah pucuk sekitar 416.510 BCM yang akan dibuat jenjang untuk area reklamasi. Kegiatan penimbunan top soil untuk penataan lahan menggunakan sistem perataan tanah. Sedangkan untuk mengurangi biaya untuk pengangkutan overburden maka dibentuk jenjang dengan rancangan desain tebal top soil 0,8 m–1,2 m, jenjang bench 6 m, lebar bench 20 m, single slope 300 dengan toe 2%. Pembongkaran top soil menggunakan satu Excavator 390FL, dengan kapasitas produksi excavator 390FL 825,37 BCM/jam. Serta pengangkutan tanah pucuk menggunakan Off-Highway Truck 773E dengan kapasitas produksi 178,15 BCM/jam. Untuk Pembongkaran overburden menggunakan satu Excavator 390FL, dengan kapasitas produksi excavator 390FL 773,86 BCM/jam, pengangkutan overburden menggunakan Off-Highway Truck 773E dengan kapasitas produksi 247,71 BCM/jam. Sehingga, perkiraan waktu pada area reklamasi seluas 34,71 Ha membutuhkan waktu penataan lahan 90 jam untuk top soil dan 1.212 jam untuk overburden. 
Evaluasi pengolahan air pada settling pond: studi kasus PT Hasnur Riung Sinergi Sheila Ulfah Hendinie; Nurhakim Nurhakim; Yuniar Siska Novianti
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9953

Abstract

Proses pengolahan air limbah dari kegiatan penambangan dilakukan dengan proses mengendapkan padatan tersuspensi dan menetralkan pH air limbah. Proses pengolahan air limbah tersebut dilakukan agar air yang dialirkan sesuai dengan baku mutu dari KepMenLH No.113 Tahun 2003. Proses pengolahan air tersebut dilakukan pada settling pond atau kolam pengendapan yang pembuatan unit sedimentasi atau bak pengendap (settling pond) telah diatur dalam SNI 6774:2008 tentang Tata cara perencanaan paket instalasi pengolahan air dengan beberapa kriteria umum. Pada penelitian ini, proses pengujian kualitas air dilakukan dalam skala laboratorium dimana air diambil dari settling pond, waktu pengendapan material menggunakan perhitungan detention time, untuk mengetahui jenis aliran digunakan persamaan Bilangan Reynold dan Bilangan Froude. Hasil penelitian dan pengolahan data menunjukkan pada inlet zone settling pond nilai pH 5,2, nilai Total Suspended Solid (TSS) 910 dan pada outlet zone settling pond nilai pH 6,4, nilai Total Suspended Solid (TSS) 11, dan total waktu yang diperlukan untuk mengendapkan material selama 12 jam 16 menit. Sedangkan hasil bilangan Reynold sebesar 336,18 dan hasil dari bilangan Froude sebesar 0,0324. Hal ini mengindikasikan bahwa unit sedimentasi (kolam pengendapan) telah memenuhi standar umum sesuai dengan SNI 6774:2008.
Co-Authors Abdillah Rasyid Abrar Briando Noure Adi Saputra Adip Mustofa Afriko Afriko Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Agustian Aspiannur Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Suryadi Ahmad Syahid Ahmad Syarif Ahmad Zaidan Akhmad Rahmadi Akhmad Rezni Ilhami Akhmad Ridha Aldi Ade Rakhmawan Ali Akbar Velayati Anisa Anisa Anissa Anissa Annisa Annisa Aprillyani Herdiana Torasila Ardiantho D Rado Asti Puspita Nurahma Azwar Azwar Balya Muhammad Akbar Basri Basri Christian Londong Dimas Aditya Pratama Ditta Listine Diyat Kesuma Alam Dwi Martiwi Eko Santoso Emma Rahmi Excelsior T P Farida Kesumawati Febri Amri Oktaviantono Febri Asawindow Y. Marit Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdiyan Chrissandi Girsang Fikri, Hafidz Noor Fitria Handayani Amar Gasca Gutata Gita Andini Nilasari Hadjeri Syapariadi Haipan Haipan Hambali Hambali Hariyono Gunawan Heri Wibowo Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Komang Ediyana Jaka Guruh Wicaksono Johan Eka Saputra Kartini Kartini Kartini Kartini Khairul Akbar M. Arief Rahman Himawan M. Arif Jaka Sutirja M. Faisal Ramadhani Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mayati Isabella Misdianto Misdianto Moch Aufa Alfarizi Muhammad Azmi Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fawzi Muhammad Fuady Muhammad Roghfirli Handayani Mula Janang Muslikin Muslikin Nona Herlina Hendita Tasya Nopita Sari Br Ginting Novi Yardallah Novianti, Yuniar Siska Noviar Rahmatillah Philip Toh Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rahmat Rizali Rahmi Maulida Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rando Rando Raynanda Zulfikar Ria Rizky Khairunnisa Ricky Joetra Ridha Agustina Rismailina Erliani Riswan Riswan Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Said Adi Firdaus Sari Buana Sari Melati, Sari Sariffudin Sariffudin Sheila Ulfah Hendinie Simon Togap Einstein Siahaan Suryadi Suryadi Syahraz Maghribi Tacjudin Nor Teguh Hermanto Teguh Wijaya Subriyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Uyu Saismana Wendly Wiwin Yudo Prakoso Yuliana Yuliana