Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI GEOMETRI BERDASARKAN FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN PADA PENAMBANGAN BATUGAMPING DI PT SEMEN TONASA Gita Andini Nilasari; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Hariyono Gunawan
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.943

Abstract

Kegiatan penambangan pada PT Semen Tonasa menggunakan metode Quarry dan proses pembongkaran material batugamping menggunakan metode peledakan agar memenuhi target produksi dan memperlancar proses pemuatan dan pengangkutan. Pada setiap peledakan menghendaki ukuran fragmentasi ≤ 80 cm sebesar ≤ 15 % sesuai target perusahaan, powder factor yang optimal, dan digging time yang cepat.Metode yang digunakan untuk menganalisis fragmentasi hasil peledakan dalam penelitian ini yaitu secara teoritis dengan menggunakan metode Kuz-Ram dan metode image analysis dengan menggunakan software Split Desktop. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui persentase fragmentasi hasil peledakan dan memperhitungkan boulder.Hasil dari analisis fragmentasi hasil peledakan yang dilakukan terhadap geometri aktual PT Semen Tonasa didapatkan geometri yang paling optimal adalah geometri dengan burden 4 m, spasi 5,5 m, kedalaman 13,34 m dengan powder factor sebesar 0,33 kg/m3, yang menghasilkan ukuran fragmen rata-rata 38,63 cm, digging time sebesar 8,21 detik, dan bucket fill factor sebesar 66,71 %.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DESAIN DISPOSAL XYZ TAHUN 2016 DI KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Azmi; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i02.918

Abstract

Disposal  atau  tempat  penimbunan harus direncanakan dengan baik untuk mengurangi dampak buruk yang kemungkinan dapat terjadi akibat adanya faktor-faktor yang mengganggu kestabilan lereng disposal. Adanya perubahan geometri lereng dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kestabilan lereng baru yang terbentuk. Kekhawatiran ini disebabkan karena area perluasan disposal akan menimbun kolam lumpur dan settling pond, dimana di dasar kolam tersebut terdapat material hasil sedimentasi (sludge) yang memiliki kekuatan kohesi yang kecil, dimana sludge berpotensi menjadi bidang gelincir di kaki lereng, yang mana dapat menyebabkan  lereng mengalami pergerakan. Untuk menganalisis lereng disposal, maka dilakukan perhitungan terhadap lereng yang berada di daerah penelitian. Nilai faktor keamanan minimum yang direkomendasikan oleh perusahaan adalah 1.2, baik lereng tunggal maupun lereng keseluruhan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kesetimbangan batas yaitu metode Morgenstern-Price yang mana proses analisisnya merupakan hasil dari kesetimbangan setiap gaya – gaya normal dan momen yang bekerja pada tiap irisan dari bidang kelongsoran lereng dengan bantuan software Slide versi 6.0 dari Rocscience.Setelah melakukan perhitungan faktor keamanan lereng terhadap desain disposal tahun 2016, dari 6 sayatan yang dibuat, diperoleh bahwa nilai faktor keamanan lerengnya seluruhnya tidak mencapai 1.2. Untuk lereng keseluruhan sayatan S1-S1’ belum stabil dengan nilai FK sebesar 0.778, untuk sayatan S2-S2’ nilai FK yang dihasilkan sebesar 0.906, demikian pula dengan sayatan S3-S3’ yaitu sebesar 0.81, untuk sayatan S4-S4’ nilai FK nya sebesar 0.65, sayatan S5-S5’ nilai FK nya 0.70 dan untuk sayatan S6-S6’ sebesar 0.69. Dengan hasil ini, maka perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya gangguan kestabilan lereng disposal seperti merancang ulang geometri lereng dan monitoring terhadap lereng. Kata-kata kunci: Disposal, faktor keamanan, kestabilan lereng
Optimasi travel speed alat angkut area North West 2 di PT Saptaindra Sejati Rahmi Maulida; Nurhakim Nurhakim; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i2.3966

Abstract

Di area Pit North West 2 yang terletak di Tutupan area Low Wall, pada saat ini kondisi jalan angkut yang kurang baik dan belum memenuhi standar parameter geometri jalan yang berpengaruh pada travel speed serta sistem lalulintas yang kurang aman yang berpengaruh pada pada safety lalulintas. Adapun beberapa geometri jalan angkut yang masih belum memenuhi desain standar parameter. Geometri jalan angkut aktual di area North West 2 meliputi lebar jalan lurus antara 21.69 – 30.90 meter, lebar jalan tikungan sebesar 30.17 meter, superelevasi sebesar - 0.6% dengan arah kemiringan terbalik serta cross slope yang terbentuk yaitu single cross slope dan masih ada yang kurang dari 2%. Road condition monitoring atau problem jalan yang ditemukan setiap minggu, lebih dominan pada banyaknya spoil yang mengakibatkan penyempitan jalan serta adanya jalan berdebu tebal yang juga berpengaruh pada lalulintas.Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan cara peninjauan lapangan untuk melakukan pengamatan secara langsung terhadap situasi, kondisi, dan aktifitas di lokasi penelitian dan didasarkan pada metode pengukuran aktual di lapangan. Melakukan perhitungan geometri jalan berdasarkan rumus Suwandhi 2004, menganalisis problem jalan berdasarkan 5R (Ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin) standar dari perusahaan serta membuat perbandingan travel speed pada bulan Oktober 2017 dengan bulan November 2017.Adapun rekomendasi desain untuk perencanaan geometri jalan angkut yang sesuai untuk dilewati dump truck Caterpillar 789 C adalah lebar jalan pada jalan lurus 28 meter, lebar jalan tikungan 34 meter, superelevasi maksimal 5%, cross slope 2%-4% dan grade jalan maksimum 8%. Alternatif solusi yang digunakan adalah alternatif A dengan melakukan pelebaran jalan dan menstandarkan geometri jalan angkut. Selalu melakukan 5R pada tiap minggunya serta selalu memperhatikan dan mematuhi rambu-rambu keselamatan kerja yang aman agar tidak terjadinya kecelakaan lalulintas selama kegiatan berproduksi berlangsung. Nilai travel speed pada bulan Oktober 2017 sebesar 18.06 km/jam dan pada bulan November 2017 sebesar 20.69 km/jam. Kata-kata kunci: safety, superel­evasi, cross slope, grade, road condition monitoring
EVALUASI PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI PADA PT PAMA PERSADA NUSANTARA DISTRIK KCMB Hambali Hambali; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i01.937

Abstract

Target produksi overburden yang direncanakan oleh PT Pama Persada Nusantara Distrik KCMB di beberapa bulan sebelumnya belum tercapai. Masalah ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah perbaikan dan perawatan alat-alat berat yang dipakai oleh PT Pama Persada Nusantara Distrik KCMB kadang memakan waktu yang lama. Namun di luar hal-hal tersebut dalam pengoperasiannya ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi overburden.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara menghitung produksi alat gali muat dan alat angkut serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya produksi alat gali muat dan alat angkut dalam pencapaian target pemindahan overburden dan melakukan simulasi perbaikan untuk meningkatkan produksi alat.Berdasarkan simulasi yang dilakukan untuk mencapai target produksi masing-masing front membutuhkan tambahan masing-masing 1 unit alat gali muat. Dengan tambahan unit tersebut produksi pada front EX1072 menjadi 298,195.96 BCM dan pada front EX1073 menjadi 269,032.65 BCM. Simulasi produksi untuk alat angkut pada front EX1073 dapat dilakukan dengan melakukan langkah perbaikan yang terjadi karena kendala operasional seperti wait equipment, dusty dan wait operator. Setelah dilakukan perbaikan total produksi menjadi 202,210.18 BCM.
STUDI PERILAKU DISTRIBUSI BATUBARA PADA ROM X, PT XXX, KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Aprillyani Herdiana Torasila; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Karina Shella Putri
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.912

Abstract

Jumlah produksi batubara dari suatu tambang perlu memperhatikan kapasitas ROM. Lokasi tempat penimbunan batubara juga harus memenuhi syarat yang ditentukan. PT. XXX mempunyai batubara dengan nama T100, T200, dan T300. Pada bulan Mei 2013 batubara yang masuk sebesar 88,845 ton (T100), 81,965 ton (T200), 47,734 ton (T300). Pada bulan Juni supply sebesar 85,140 ton (T100), 82,370 ton (T200), dan 57,624 ton (T300). Bulan Juli 91,883 ton (T100), 65,298 ton (T200), 35,173 ton (T300). Sedangkan supply batubara yang keluar bulan Mei 74,391 ton (T100), 76,432 ton (T200), 52,383 ton (T300). Bulan Juni 70,185 ton (T100), 89,704 ton (T200), 57,657 ton (T300). Dan bulan Juli 91,198 ton (T100), 53,809 ton (T200), 28,622 ton (T300). Dari hasil perhitungan stok akhir untuk masing-masing produk menunjukkan bahwa stok akhir penimbunan batubara tidak pernah melebihi kapasitas maksimal ROM untuk masing-masing produk batubara. Supply batubara yang masuk ke ROM untuk produk T100, T200, dan T300 selalu lancar tidak ada supply yang kosong selama bulan Mei, Juni, dan Juli. Sedangkan untuk supply yang keluar yang akan menuju port terkadang kosong karena menyesuaikan permintaan.Kata-kata kunci: Supply Batubara, Stok Akhir, Kapasitas Maksimal Penimbunan
KARAKTERISTIK α Fe2O3 DALAM LIMBAH BIJIH MANGAN Ridha Agustina; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4203

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumberdaya mineral mangan dalam jumlah cukup besar namun tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam bentuk cadangan yang kecil dan beragam kualitas. Pemanfaatan bijih mangan lebih banyak diolah menjadi mangan sulfat maupun electrolyte mangan dioxide (EMD). Pengolahan bijih mangan ini menghasilkan produk samping atau limbah yang di dalamnya yang masih terdapat kandungan Fe, Fe ini dijadikan α Fe2O3 yang mana merupakan salah satu bahan baku campuran untuk baterai lithium.Pada penelitian ini akan dilakukan kegiatan penelitian karakteristik α Fe2O3 dalam limbah bijih mangan. Metode yang digunakan untuk menghasilkan serbuk α Fe2O3 adalah metode presipitasi dengan berbagai variasi perlakuan pengujian. Pada proses pelarutan dengan HCl sehingga terbentuk larutan FeCl3. Kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis yaitu pencampuran larutan FeCl3 dengan larutan ammonium hydroksida (Nh4OH) yang menghasilkan endapan Fe(OH)3. endapan Fe(OH)3 ini akan dipanaskan yang   nantinya  akan menghasilkan serbuk α Fe2O3.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk variasi konsentrasi HCl hasil massa optimum yaitu 4,81 gram (H-250) dengan konsentrasi HCl sebesar 6,06 N. Untuk variasi kedua yaitu variasi massa bahan baku, didapatkan hasil massa optimum yaitu 5,01% (M-3) dengan massa bahan baku sebanyak 200 gram. Sedangkan pada variasi temperatur pemanasan, didapatkan hasil massa optimum adalah pada 92,21% (M-100) dengan temperature pemanasan yaitu 100°C. Dari hasil karakteristik dengan Analisa X-Ray Fluorescense besar kandungan Fe2O3 pada limbah bijih mangan sebesar 5,35%. Hasil karakteristik dengan Analisa X-Ray Diffraction tidak ditemukan peak α Fe2O3. Dari hasil karakteristik dengan Analisa Ultraviolet-Visible untuk perlakuan variasi temperatur pemanasan, intensitas yang dihasilkan paling besar adalah 30.000%. Kata-kata kunci: α Fe2O3, Mangan, Baterai Lithium, X-Ray Fluorescense, Analisa Bahan Galian
EVALUASI PRODUKTIVITAS BELT CONVEYOR DALAM PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PENGAPALAN BATUBARA DI PELABUHAN KHUSUS PT MITRATAMA PERKASA DESA MUARA ASAM-ASAM, KECAMATAN JORONG, KABUPATEN TANAH LAUT, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Simon Togap Einstein Siahaan; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Yudo Prakoso
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.743

Abstract

PT Mitratama Perkasa pada tahun 2012 merencanakan peningkatan target produksi pengapalan batubara sebesar 5 juta ton per tahun. Dengan demikian, perlu suatu kajian teknis dan evaluasi agar produktivitas conveyor dapat maksimal dan target produksi tercapaiPada penelitian ini, perhitungan produktivitas conveyor, koefisien section area, sudut inklinasi, koefisien kemiringan, dan cross section area dihitung dengan metode Bridgestone. Belt conveyor pada PT Mitratama Perkasa menggunakan tipe 3 conveyors rolls trough dengan trough angle 35° dan surcharge angle 20°. Koefisien section area sebesar 0.1588, kemiringan sudut inklinasi CV-02 10°, CV-03 10°, CV-04 12°, koefisien belt conveyor dengan kemiringan 10° adalah 0.95 dan untuk kemiringan 12° adalah 0.93, Kecepatan belt conveyor rata-rata CV-02 3.1 m/s, CV-03 3.3 m/s, CV-04 3.3 m/s, densitas batubara 0.94 ton/m³, hasil perhitungan produktivitas teoritis adalah sebesar 2,317.067 ton per jam, produktivitas aktual rata-rata belt conveyor sebesar 1,076.899 ton/jam
KAJIAN PERENCANAAN BACKFILLING KOLAM BEKAS TAMBANG PIT 1 PADA PT SURYA JAYA ENERGY DESA SELALSELILAU KEC. KARANG BINTANG KAB. TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN Diyat Kesuma Alam; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.732

Abstract

Saat ini terdapat void seluas 1.9 ha di Pit 1. Rencana PT Surya Jaya Energy (SJE) melakukan penambangan kembali pada Pit 1A untuk mengurangi luasan void di Pit 1 dengan merencanakan dewatering genangan air bekas tambang, merencanakan pengupasan, penggalian, pemindahan tanah penutup dan merancang penimbunan kembali (backfilling) Pit 1, menghitung kebutuhan alat gali muat dan angkut pada penambangan pit 1A, penataan lahan reklamasi bekas tambang, dan mendapatkan gambaran topografi akhir setelah backfilling.Penentuan volume void dan volume air menggunakan metode penampang dengan bantuan perangkat lunak komputer untuk aplikasi pertambangan. Perencanaan dewatering berdasarkan hasil perhitungan volume air dalam void. Perencanaan tahapan backfilling dan kebutuhan alat ditentukan berdasarkan volume void dan swell factor overburden.Dewatering genangan air menggunakan 1 buah pompa multiflow 290. Volume tanah penutup penambangan pit 1A untuk kebutuhan backfilling adalah sebesar 307.692,687 m3. Tanah penutup penambangan Pit 1A digunakan sebagai material backfilling Pit 1. Alat yang digunakan PC300 sebanyak 4 unit dengan pasangan alat angkut tipe Nissan diesel CWB250 sebanyak 3 unit pada bulan pertama dan 6 unit pada bulan kedua. Skema akhir rancangan akan terbentuk topografi baru yang membentuk kemiringan (cross fall) ke arah timur.
PENERAPAN METODE KLASIFIKASI MASSA BATUAN (RMR) DAN KRITERIA RUNTUH HOEK & BROWN DALAM MENENTUKAN FAKTOR KEAMANAN PADA ANALISA KESTABILAN LERENG PT BINUANG MITRA BERSAMA KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Raynanda Zulfikar; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2978.615 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5675

Abstract

ABSTRAKPT Binuang Mitra Bersama merupakan perusahaan pertambangan batubara yang dalam kegiatan penambangannya dilakukan dengan sistem tambang terbuka. Dalam pembuatan jenjang yang hanya menggunakan pendekatan geometri jenjang yang diaplikasikan tambang yang ada sekitarnya tanpa adanya kajian geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisa kestabilan lereng daerah lowwal dengan mengggunakan metode keseimbangan batas dengan kriteria runtuh Hoek-Brown dan Klasifikasi Massa Batuan (RMR). Penelitian ini dilakukan pada empat lokasi berbeda, yaitu batulempung di LW-011 dan LW-012, batupasir di LW-013 dan batubara di LW-02.Nilai RMR yang didapatkn dari pembobotan enam parameter RMR pada masing-masing lokasi adalah LW-011 = 42, LW-012 = 32, LW-13 = 38 dan LW-02 = 58. Nilai GSI merupakan pengurangan 8 dari nilai RMR (Saptono, 2012), sehingga didapatkan nilai GSI pada masing-masing lokasi penelitan adalah LW-011 = 34, LW-012 = 24, LW-13 = 30 dan LW-02 = 50Untuk mendapatkan nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (ϕ) pada massa batuan di lokasi penelitian digunakan pendekatan kriteria keruntuhan Hoek & Brown (2002). Nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (ϕ) secara berurutan pada masing lokasi penelitian adalah LW-011 = 29 kN/m2, 17o , LW-012 = 21 kN/m2, 13o, LW-13 = 73 kN/m2, 37o dan LW-02 = 55 kN/m2, 29o.Analisis kestabilan lereng untuk mendapatkan faktor keamanan (FK) pada massa batuan dengan RMR tertentu, dilakukan pada berbagai ketinggian dan sudut kemiringan lereng. Hubungan antara RMR, sudut kemiringan dan tinggi lereng diinterpretasikan ke dalam grafik stabilitas lereng berdasarkan klasifikasi massa batuan. Grafik tersebut dibuat untuk mempermudah dalam menentukan geometri lereng yang aman pada lokasi penelitian.Kata kunci: GSI, Hoek & Brown, Kestabilan Lereng, Rock Mass (RMR)
EVALUASI SISTEM BELT CONVEYOR DAN ANALISIS SISTEM CRUSHING PADA COAL CRUSHING PLANT Romansius Limbong Damanik; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Azwar Azwar
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4208

Abstract

Kecepatan, daya, dan tegangan belt conveyor perlu dilakukan optimasi apabila terjadi masalah pada power factornya. Selain pertimbangan pada power factornya. Selain pertimbangan pada power factor, optimasi juga dilakukan atas pertimbangan produktivitas. Sistem crushing pada PT Pamapersada Nusantara ditrik KCMB saat ini dapat dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan guna memaksimalkan primary crusher sebagai salah satu kompoen sistem crushing. Optimasi yang dilakukan pada sistem crushing saat ini berdasar pertimbangan aspek teknis seperti power factor dan produktivitas.Penelitian ini dilakukan pendekatan secara teoritis menggunakan referensi tentang belt conveyor. Selain itu juga menggunakan data yang secara langsung diambil dari lapangan yang kemudian guna dilakukan perhitungan dan analisa untuk ditentukan evaluasi terhadap hasil penelitian.Belt conveyor pada sistem crushing PT Pamapersada Nusantara distrik KCMB sebaiknya dilakukan optimasi guna memperbaiki nilai power factor yang kecil. Perbaikan dapat dilakukan dengan menambah daya yang tersedia pada motor penggerak pulley. Sistem crushing juga dapat dilakukan perbaikan dengan menambah komponen-komponen sistem crushing guna mengoptimalkan kinerja tiap-tiap komponen tersebut. Kata-kata kunci: Belt conveyor, power factor, optimasi, sistem crushing
Co-Authors Abdillah Rasyid Abrar Briando Noure Adi Saputra Adip Mustofa Afriko Afriko Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Agustian Aspiannur Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Suryadi Ahmad Syahid Ahmad Syarif Ahmad Zaidan Akhmad Rahmadi Akhmad Rezni Ilhami Akhmad Ridha Aldi Ade Rakhmawan Ali Akbar Velayati Anisa Anisa Anissa Anissa Annisa Annisa Aprillyani Herdiana Torasila Ardiantho D Rado Asti Puspita Nurahma Azwar Azwar Balya Muhammad Akbar Basri Basri Christian Londong Dimas Aditya Pratama Ditta Listine Diyat Kesuma Alam Dwi Martiwi Eko Santoso Emma Rahmi Excelsior T P Farida Kesumawati Febri Amri Oktaviantono Febri Asawindow Y. Marit Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdiyan Chrissandi Girsang Fikri, Hafidz Noor Fitria Handayani Amar Gasca Gutata Gita Andini Nilasari Hadjeri Syapariadi Haipan Haipan Hambali Hambali Hariyono Gunawan Heri Wibowo Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Komang Ediyana Jaka Guruh Wicaksono Johan Eka Saputra Kartini Kartini Kartini Kartini Khairul Akbar M. Arief Rahman Himawan M. Arif Jaka Sutirja M. Faisal Ramadhani Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mayati Isabella Misdianto Misdianto Moch Aufa Alfarizi Muhammad Azmi Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fawzi Muhammad Fuady Muhammad Roghfirli Handayani Mula Janang Muslikin Muslikin Nona Herlina Hendita Tasya Nopita Sari Br Ginting Novi Yardallah Novianti, Yuniar Siska Noviar Rahmatillah Philip Toh Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rahmat Rizali Rahmi Maulida Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rando Rando Raynanda Zulfikar Ria Rizky Khairunnisa Ricky Joetra Ridha Agustina Rismailina Erliani Riswan Riswan Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Said Adi Firdaus Sari Buana Sari Melati, Sari Sariffudin Sariffudin Sheila Ulfah Hendinie Simon Togap Einstein Siahaan Suryadi Suryadi Syahraz Maghribi Tacjudin Nor Teguh Hermanto Teguh Wijaya Subriyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Uyu Saismana Wendly Wiwin Yudo Prakoso Yuliana Yuliana