Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KEDERDAPATAN BIJIH BESI PADA ENDAPAN LATERIT DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Abdillah Rasyid; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.148 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7874

Abstract

Endapan laterit merupakan hasil dari pelapukan lanjut dari batuan ultramafik pada daerah dengan iklim tropis sampai dengan subtropis. Melihat dari sebaran keterdapatan formasi batuan beku mafik hingga ultramafik yang memungkinkan membentuk suatu endapan laterit di wilayah Kabupaten Banjar maka dilakukan kegiatan eksplorasi untuk  menemukan dan menentukan daerah-daerah yang memiliki potensi menghasilkan bahan galian berupa bijih besi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisa data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut hasil yang didapatkan dari pengujian laboratorium yang menggunakan metode X-Ray Fluoresensi (XRF) di Laboratorium Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, kandungan Fe tertinggi terdapat pada TA-01 A dengan persentase 51,41% , dan yang terendah terdapat pada TA-03 B dengan persentase 17,21%. Tipe cebakan bijih besi di Kecamatan Karang Intan termasuk endapan eksogenik yaitu endapan yang terbentuk di permukaan bumi berupa endapan laterit. Kata-kata kunci: Laterit, Fe, X-Ray Fluoresensi
ANALISIS GROUND VIBRATION PADA PEMBONGKARAN OVERBURDEN TERHADAP PERMUKIMAN PENDUDUK DI PIT PARINGIN PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOBSITE PT ADARO INDONESIA Ahmad Zaidan; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Mayati Isabella
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5163

Abstract

Kegiatan peledakan yang dilakukan oleh PT Bukit Makmur Mandiri utama (BUMA) memegang peranan penting dalam kemajuan produksi tambang pada Pit Paringin, namun Pit Paringin memiliki jarak yang dekat dengan daerah kritis (permukiman penduduk) sehingga harus melakukan kontrol terhadap isian bahan peledak agar tingkat ground vibration yang dihasilkan tidak terlalu besar sesuai batas tingkat  ground vibration yang ditetapkan PT Adaro Indonesia di daerah kritis yang tidak boleh lebih dari sama dengan 2 mm/s.Metode analisis yang digunakan adalah dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ground vibration dan melakukan analisis scaled distance melalui software Blastware 10 untuk mendapatkan rumus scaled distance yang akan digunakan untuk memprediksi isian bahan peledak maksimal per lubang dengan variasi jarak aman agar tingkat ground vibration tidak melebihi batas maksimal ketetapan yaitu 1.99 mm/s.Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ground vibration yaitu jarak pengukuran, isian bahan peledak, metode decking, pola peledakan, diameter lubang ledak, burden dan spasi, serta elevasi lokasi peledakan. Hasil prediksi isian bahan peledak maksimal per lubang lokasi Low Wall metode Double Deck geometri 7 m x  8 m jarak terdekat 800 m terhadap permukiman penduduk yaitu sebesar 25 kg dan jarak terjauh 1130 m terhadap permukiman penduduk yaitu sebesar 49 kg, lokasi High Wall metode Single Deck geometri 8 m x 9 m, 9 m x 10 m, 10 m x 11,5 m jarak terdekat 800 m yaitu sebesar 46 kg, geometri 8 m x 9 m jarak terjauh 1120 m yaitu sebesar 90 kg, geometri 9 m x 10 m jarak terjauh 1210 m yaitu 104 kg, geometri 10 m x 11,5 m jarak terjauh 1150 m yaitu sebesar 94 kg, serta lokasi untuk High Wall metode Air Deck geometri 8 m x 9 m, 9 m x 10 m, 10 m x 11,5 m jarak terdekat 800 m yaitu sebesar 46 kg, geometri 8 m x 9 m jarak terjauh 1180 m yaitu sebesar 99 kg, geometri 9 m x 10 m jarak terjauh 1210 m yaitu sebesar 104 kg, geometri 10 m x 11,5 m jarak terjauh 1230 m yaitu sebesar 108 kg dengan nilai koreksi untuk prediksi isian bahan peledak lokasi Low Wall sebesar + 5 kg dan lokasi High Wall sebesar + 4 kg. Kata Kunci : Air Deck, Blasting, Ground Vibration, Peak Particle Velocity, Scaled Distance
STUDI KINERJA POMPA MULTIFLOW 420 PADA SUMP HW BARAT PT SAPTA INDRA SEJATI JOB SITE ADARO MINING OPERATION (ADMO), KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Roghfirli Handayani; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Syahraz Maghribi
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.738

Abstract

PT Sapta Indra Sejati merupakan salah satu kontraktor PT Adaro Indonesia selaku pemegang PKP2B untuk melakukan kegiatan penambangan batubara yang beroperasi pada daerah tambang tutupan. Penambangan batubara PT SIS menggunakan sistem tambang terbuka (open pit) yang pada kegiatan penambangan akan menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front) penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan menghadapi masalah air, kondisi inilah yang mengharuskan PT SIS melakukan penanganan masalah air tambang (mine dewatering). Salah satu cara yang digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam tambang ialah dengan sistem pemompaan akan tetapi air yang akan dipompakan sudah bercampur dengan material lumpur. Untuk mengetahui kinerja pompa tersebut maka dilakukan penelitian berdasarkan RPM yang berbeda-beda agar mengetahui debit optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis kemampuan pompa berdasarkan RPM yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan rekomendasi teknik pemompaan yang baik agar kinerja pompa dapat bekerja secara optimal.Kinerja pompa Multiflow 420 berdasarkan plotting pada grafik yaitu nilai total head dan debit yang dihasilkan, pada RPM 1100 nilai effisiensi kinerja pompa sebesar 47% dan merupakan nilai effisiensi terkecil sedangkan nilai effisiensi kinerja terbesar pada RPM 1300 yaitu 57.5%.
STUDI RENCANA WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH KECAMATAN KAHAYAN TENGAH Agus Tryono; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3901

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia telah mengatur tata cara penetapan Wilayah Pertambangan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2010. Mengacu kepada PP tersebut, Kabupaten Pulang Pisau berencana akan mengusulkan rencana Wilayah Pertambangan Rakyat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Gubernur Kalimantan Tengah.Penelitian ini dilakukan dengan mengkompilasi data pertambangan rakyat di Kecamatan Kahayan Tengah dengan memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 4003 K/30/MEM/2013, Keputusan Menteri  Kehutanan Nomor : SK. 529/Menhut-II/2012, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 5385/MenLHK-PKTL/IPSDH/ 2015 sebagai input, untuk selanjutnya diproses dengan aplikasi SIG. Aplikasi SIG digunakan untuk mengolah data seperti perolehan, verifikasi, penyimpanan, pembaruan, perubahan, manajemen, pertukaran, manipulasi, penyajian, dan analisis sehingga menghasilkan informasi bereferensi geografi.Dari hasil penelitian, terdapat 220,5 Ha lokasi pertambangan rakyat di Kecamatan Kahayan Tengah dimana 112,4 Ha layak diusulkan sebagai Rencana Wilayah Pertambangan Rakyat. Kata Kunci : Geoprocessing, Sistem Informasi Geografis, Wilayah Pertambangan Rakyat.
PERMODELAN ENDAPAN LATERIT DI DESA KIRAM, KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Fuady; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4437

Abstract

Endapan laterit merupakan salah satu sumberdaya alam yang terdapat di Kalimantan Selatan. Pada daerah ini terdapat ini terdapat endapan laterit yang kadar mineral berharganya diperkirakan berpotensi untuk memberikan profit, sehingga perlu dilakukan kajian permodelan endapan bahan galian tersebut agar dapat diketahui distribusi kadar serta bentuknya dan guna mengetahui kuantitas dari bahan galian terssebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisa data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Bentuk endpan laterit menerus mengikuti morfologi permukaan dengan ketebalan antara 1-3 meter, dan didapat sumberdaya keseluruhan lapisan sebesar 500674 m3. Dengan lapisan Lapisan Red Limonite sebesar 218,934m3, dengan Fe 126,697m3, Cr 4,466m3 dan Ni 3,240 m3,Lapisan Yellow Limonite sebesar 152,700m3, dengan Fe 86,917 m3, Cr 4,001m3 dan Ni 2,825 m3, dan Lapisan Transition sebesar 132,197m3, dengan Fe 74,136 m3, Cr 3,953m3 dan Ni 2,472 m3 Kata-kata kunci: Permodelan, Sumberdaya, Kadar
PERENCANAAN QUARRY BLOK B PT PAMA INDO MINING JOBSITE PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA Teguh Hermanto; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim; Yuniar Siska Novianti; Suryadi Suryadi
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4221

Abstract

PT Pama Indo Mining merupakan kontraktor PT Indocement Tunggal Prakasa Jobsite Tarjun, yang melaksanakan kegiatan operasi produksi penambangan limestone, clay dan laterite dengan metode quarry di Blok B. Saat ini Blok B telah memasuki tahapan operasi produksi, namun belum memiliki rancangan akhir dan rencana penambangan, sehingga diperlukan adanya upaya yang sistematis agar penambangan dapat berlangsung dengan baik dan efisien.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey kondisi topografi eksisting di lapangan dengan proses pemecahan masalah menggunakan metode komputasi dan analisa disertai data-data berupa peta, gambar, grafik, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari penelitian ini didapatkan bahwa cadangan limestone yang terdapat pada blok B adalah 8.360.000 m3 high-grade, 2.070.000 m3 medium-grade dan 1.940.000 m3 low-grade. Dimensi single slope quarry adalah perancangan adalah 70°, safety berm 0,8 m dan tinggi 10 m. Elevasi terendah 25 mpdl. Geometri pada perancangan adalah 9 m untuk lebar jalan lurus dan 11 m untuk lebar ditikungan dengan grade maksimum 12 %. Produksi limestone dilakukan selama 8 tahun dengan proses pengambilan sistematis dengan proses blending. Kata-kata kunci: Perencanaan, Perancangan, Cadangan, Blending
PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PIT TIMUR DI PT PADA IDI DESA LUWE HULU KALTENG Heru Cahyo Prasakto; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Karina Shella Putri
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2932

Abstract

PT Pada Idi memerlukan perencanaan dan perancangan tambang pada area prospek yang telah dilakukan eksplorasi sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penambangan, mengurangi ketidakpastian dan pemilihan kemungkinan terbaik.Penelitian dikerjakan dengan bantuan software. Batas penambangan, cadangan tertambang, volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 7, 9 dan 10. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng perusahaan. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi 100.000 ton/bulan.Hasil penelitian dengan SR 9 yaitu : pit limit sampai elevasi -10 mdpal, luas pit 128.08 Ha, cadangan  tertambang 2.84 juta ton, volume OB 25.99 juta BCM, umur pit 2 tahun 8 bulan. Hasil penelitian dengan SR  7 yaitu : pit limit sampai elevasi -5 mdpal, luas pit 103.05 Ha, cadangan  tertambang 2.80 juta ton, volume OB 19.72 juta BCM, umur pit 2 tahun 11 bulan. Hasil penelitian dengan SR  10 yaitu : pit limit sampai elevasi -25 mdpal, luas pit 182.3 Ha, cadangan  tertambang 3.93 juta ton, volume OB 39.17 juta BCM, umur pit 3 tahun 10 bulan. Kebutuhan alat mekanis pit SR 9 adalah 7 unit Excavator PC-400, 2 unit Excavator PC-200, 28 unit Dump Truck Nissan CWB dan 10 unit Dump Truck Hino FM260. Kata-kata kunci: Pit, Stripping Ratio, Pit Limit, Cadangan, Alat Mekanis 
STUDI KETERDAPATAN BIJIH KROMIT PADA ENDAPAN LATERIT DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Akhmad Rezni Ilhami; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3356.552 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5714

Abstract

ABSTRAK Kromit (FeCr2O3) adalah satu-satunya mineral yang dapat digunakan menjadi sumber logam kromium. Kromit bisa terbentuk sebagai endapan primer, yaitu sebagai cebakan stratiform dan juga podiform, atau menjadi endapan sekunder berupa pasir hitam dan juga tanah laterit. Keterdapatan kromit di Indonesia lebih sedikit jika dibandingkan negara-negara lain di dunia seperti Kazakhstan, Turkey, Kanada, Afrika Selatan, Finland, Brazil, India, dan Zimbabwe. Meskipun demikian, potensi kromit di Indonesia cukup besar, hal ini dikarenakan kromit terbentuk pada batuan induknya yaitu ofiolit, sedangkan penyebaran ofiolit di Indonesia diperkirakan lebih dari 80 ribu km2.Metode dalam penelitian ini berdasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses memecahkan masalah yaitu menggunakan metode komputasi dan analisa data - data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut hasil yang didapatkan dari pengujian laboratorium yang menggunakan metode X-Ray Fluoresensi (XRF) di Laboratorium Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, kandungan Cr tertinggi terdapat pada TA-01 B dengan persentase 2,42% , dan yang terendah terdapat pada TA-03 B dengan persentase 0,68%.Kata-kata kunci: Kromit, Laterit, X-Ray Fluoresensi
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT Said Adi Firdaus; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana; Tacjudin Nor
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4200

Abstract

Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis. Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek yang memuat detil teknis setiap tahapan penambangan (mine sequences). Perencanaan tambang jangka panjang bertujuan menentukan batas penambangan, merancang open pit, menghitung volume overburden dan sumberdaya batubara yang akan ditambang, merancang disposal, dan merancang jalan tambang. Perencanaan tahapan penambangan bulanan yang diuraikan dalam tulisan ini bertujuan menentukan batas-batas penambangan agar perbandingan antara overburden dengan batubara (stripping ratio) setimbang pada angka ±8 dalam rangka menjaga kesetimbangan aliran dana. Rancangan akses jalan tambang ke setiap sequence harus dirancang untuk memastikan penambangan dapat dilakukan sesuai tahapan yang telah direncanakan.Model batubara yang diolah dari data log bor dikombinasikan dengan model topografi permukaan untuk menghitung sumberdaya batubara yang bisa ditambang sampai SR 8 sekaligus menentukan batas-batas penambangan dengan mempertimbangkan kriteria desain lereng pit yang aman secara geoteknik. Disposal dirancang berdasarkan kapasitas yang diperoleh dari hasil perhitungan volume overburden dan desain lereng disposal yang aman secara geoteknik. Tahapan penambangan bulanan disusun berdasarkan target penambangan 50,000 ton/bulan. Akses jalan tambang ke setiap sequence dirancang menurut batas-batas tahapan penambangan bulanan dan alat angkut yang akan melewatinya.Batas penambangan direncanakan sampai elevasi 22.15 mdpl, dengan panjang dan lebar 710 m x 253 m serta luas 15.11 Ha. Sumberdaya batubara yang bisa ditambang sebanyak 411,223.79 Metrik Ton (MT) dengan overburden 3,370,518.33 BCM. Umur tambang direncanakan 8 bulan dengan tahapan penambangan dimulai pada awal tahun 2016 dari sisi barat daya ke timur laut. Stripping ratio bulanan bervariasi antara 7.31 – 8.7.  Setiap sequence penambangan terdiri beberapa blok kerja (jenjang kerja) dengan ukuran panjang 100 m, lebar 50, dan tinggi 10 m. Lebar minimal pada jalan lurus adalah 8.92 m dan lebar jalan pada tikungan adalah 19.9 m. Rencana, rancangan, dan tahapan penambangan hasil penelitian ini dapat diterapkan pada tahun 2016 untuk memenuhi target penambangan 50,000 MT/bulan. Kata-kata kunci : Perencanaan tambang, perancangan tambang, tahapan penambangan
ANALISIS PRODUKSI DAN BIAYA ALAT WHEEL LOADER PADA KEGIATAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN BAHAN GALIAN BIJIH BESI DI PT PACIFIC HAN MININDO DESA TAMPANG KEC. PELAIHARI KAB. TANAH LAUT KALSEL Akhmad Rahmadi; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Philip Toh
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.739

Abstract

PT Pacific Han Minindo site Desa Tampang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan telah membangun satu unit lokasi pengolahan bijih besi. Target produksi pada tahun 2011 sebesar 270 ton per jam belum tercapai, sehingga pada tahun 2012 direncanakan peningkatan produksi pengolahan bijih besi dalam rangka memenuhi target produksi tersebut. Hal ini melatarbelakangi untuk mengadakan analisa ketercapaian target produksi tahun 2011 dan kajian teknis guna memenuhi target produksi tahun 2012 pada serangkaian unit pengolahan, khususnya unit untuk proses pemuatan PT Pacific Han Minindo.Pencapaian target produksi sangat bergantung pada produktivitas unit pengolahan dan permurnian. Oleh karena itu, metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor pendukung produktivitas pemuatan seperti cycle time alat muat, spesifikasi alat, kondisi ROM dan stockpile, faktor-faktor penyebab loss time seperti delay dan breakdown time pada tahun 2011.Setelah dilakukan penelitian dan pengambilan data untuk analisa ketercapaian produksi unit pengolahan pada PT Pacific Han Minindo, didapat produktivitas sebesar 255.18 ton per jam dan belum memenuhi target produksi tahun 2011. Untuk memenuhi target produksi tahun 2012 sebesar 270 ton per jam dilakukan analisis terhadap alat muat wheel loader (CAT 980 dan CAT 966 E), cost (biaya produksi), dan design ROM agar produksi unit pemuatan bisa ditingkatkan.
Co-Authors Abdillah Rasyid Abrar Briando Noure Adi Saputra Adip Mustofa Afriko Afriko Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Agustian Aspiannur Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Suryadi Ahmad Syahid Ahmad Syarif Ahmad Zaidan Akhmad Rahmadi Akhmad Rezni Ilhami Akhmad Ridha Aldi Ade Rakhmawan Ali Akbar Velayati Anisa Anisa Anissa Anissa Annisa Annisa Aprillyani Herdiana Torasila Ardiantho D Rado Asti Puspita Nurahma Azwar Azwar Balya Muhammad Akbar Basri Basri Christian Londong Dimas Aditya Pratama Ditta Listine Diyat Kesuma Alam Dwi Martiwi Eko Santoso Emma Rahmi Excelsior T P Farida Kesumawati Febri Amri Oktaviantono Febri Asawindow Y. Marit Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdiyan Chrissandi Girsang Fikri, Hafidz Noor Fitria Handayani Amar Gasca Gutata Gita Andini Nilasari Hadjeri Syapariadi Haipan Haipan Hambali Hambali Hariyono Gunawan Heri Wibowo Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Komang Ediyana Jaka Guruh Wicaksono Johan Eka Saputra Kartini Kartini Kartini Kartini Khairul Akbar M. Arief Rahman Himawan M. Arif Jaka Sutirja M. Faisal Ramadhani Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mayati Isabella Misdianto Misdianto Moch Aufa Alfarizi Muhammad Azmi Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fawzi Muhammad Fuady Muhammad Roghfirli Handayani Mula Janang Muslikin Muslikin Nona Herlina Hendita Tasya Nopita Sari Br Ginting Novi Yardallah Novianti, Yuniar Siska Noviar Rahmatillah Philip Toh Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rahmat Rizali Rahmi Maulida Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rando Rando Raynanda Zulfikar Ria Rizky Khairunnisa Ricky Joetra Ridha Agustina Rismailina Erliani Riswan Riswan Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Said Adi Firdaus Sari Buana Sari Melati, Sari Sariffudin Sariffudin Sheila Ulfah Hendinie Simon Togap Einstein Siahaan Suryadi Suryadi Syahraz Maghribi Tacjudin Nor Teguh Hermanto Teguh Wijaya Subriyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Uyu Saismana Wendly Wiwin Yudo Prakoso Yuliana Yuliana