Agus Triantoro
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DALAM PERENCANAAN JANGKA PANJANG PENAMBANGAN PIT CENDANA PT BHUMI RANTAU ENERGI Sigit Prasetyo; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.945

Abstract

Untuk mengetahui keberadaan potensi endapan batubara disuatu daerah, terlebih dahulu perlu dilakukan eksplorasi. Dari data-data hasil eksplorasi yang didapatkan, kita dapat menghitung sumberdaya batubara. Sumberdaya batubara akan menjadi cadangan batubara jika pada saat studi kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang. Berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan oleh tim eksplorasi PT Bhumi Rantau Energi, kajian geologi awal menunjukkan bahwa deposit batubara tersebut bernilai potensial.Penelitian ini dikerjakan dengan bantuan software tambang, daerah pengaruh pemboran dan geometri lereng yang menjadi acuan dalam penentuan batas penambangan. Jumlah cadangan didapat dari intersection topografi dengan desain final pit. Batas penambangan dan perancangan pit mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng yang telah ditentukan oleh perusahaan.Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu mendapatkan permodelan batubara yang dapat dilihat pada gambar-gambar yang ada di peta di dalam laporan tugas akhir, setelah mendapatkan rancangan pit, maka dilakukan perhitungan cadangan dengan cara intersection topografi dengan desain final pit, cadangan pit tersebut sebesar 7.274.572,50 ton dengan nilai SR 2,6.
Evaluasi produksi penambangan batubara di PT Hamparan Mulya, Provinsi Kalimantan Tengah Jery Indrawan; Agus Triantoro; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i2.3968

Abstract

PT Hamparan Mulya memiliki 2 pit, yaitu Pit Alfa dengan luas sebesar 8,4 Ha dan Pit Clara dengan luas sebesar 31,8 Ha. Sebelum melakukan suatu kegiatan penambangan, PT HM membuat perencanaan yang matang serta perancangan suatu sistem dan tata cara penambangan. Setelah itu perlu dilakukannya evaluasi dari perencanaan dan perancangan tersebut yang sudah terlaksana di lapangan untuk mengetahui ada atau tidaknya target produksi yang tidak tercapai dari data mine plan periode Mei 2017, sekaligus mencari faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidaktercapaian tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder memakai dua cara, yaitu pengamatan lapangan dan penggunaan data perusahaan. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan software Ms.Excel 2016, Map Source, ArcGIS ArcMap 10.3, dan Surpac 6.3 dengan melakukan penyusunan laporan yang menyajian peta, gambar, tabel, dan grafik. Analisis data dilakukan terhadap hasil pengolahan data dan analisa pembahasan dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengolahan data dengan masalah yang diteliti.Pembongkaran overburden (OB) pada Pit Alfa dan Pit Clara sudah tercapai sesuai target plan dengan total volume sebesar       341.079 BCM dan 96.063 BCM, sedangkan penggalian batubara (coal) pada Pit Alfa tidak tercapai sesuai target plan dengan total tonase sebesar 42.714,87 ton dan pada Pit Clara sudah tercapai sesuai target plan dengan total tonase sebesar 60.267,69 ton. Target produksi (gabungan kedua pit) untuk pembongkaran overburden (OB) sudah tercapai, sedangkan untuk penggalian batubara (coal) masih belum tercapai dikarenakan adanya ketidaktercapaian target plan perpit pada Pit Alfa. Luas area yang tergali pada kegiatan penambangan di Pit Alfa adalah seluas 7,4 Ha dan di Pit Clara adalah seluas 3,9 Ha. Kata-kata kunci: mine plan, penggalian, pit
STUDI WATER MANAGEMENT PADA AREA PLANT PRODUKSI DI PT SEBUKU IRON LATERITIC ORES (SILO) SITE SUNGAI BALI, KECAMATAN SEBUKU, KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ary Rizki Novandy; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i3.2901

Abstract

PT Sebuku Iron Lateritic Ores memiliki 3 plant produksi untuk proses pengolahan dan pencucian bijih besi yaitu washing plant, crushing plant dan magnetic separator. Proses pengolahan tersebut menggunakan system open cicruit dan media air sebagai pencucian bijih besi, sumber air untuk kebutuhan proses produksi mengunakan air laut, air tampungan hujan dan air sirkulasi hasil dari proses pencucian bijih besi, air tersebut ditampung pada kolam endapan yang ada pada masing-masing plant dengan maksud mengurangi endapan lumpur sisa dari proses pencucian dan mengembalikan air dari proses tersebut untuk digunakan kembali. Tujuan dari penelitian  ini adalah menghitung persen endapan lumpur pada tiap kolam, menghitung debit air yang masuk dan keluar dari tiap kolam, menganalisa hambatan-hambatan yang terjadi, membuat simulasi pembagian kebutuhan air untuk kegiatan produksi, dan penjadwalan pengerukan kolam endapan untuk mencapai kebutuhan air sirkulasi secara maksimal.Perhitungan persen endapan lumpur pada kolam didapatkan dari hasil bottle rolling test, perhitungan pembagian kebutuhan air tambahan dari debit pompa kolam dan perhitungan debit limpasan sesuai curah hujan. Perhitungan jadwal pengerukkan kolam endapan didapatkan dari dimensi kolam dan kecepatan aliran kolam.Air yang masuk pada system open circuit sebesar 860,01 m³/jam dan air yang kembali tersirkulasi sebesar 310,49 m³/jam atau 43,9%. Jumlah endapan yang masuk ke kolam endapan WP sebesar 35% asumsi sampel 1 liter dari debit yang masuk dan 29,33% masuk ke kolam endapan MS. Kebutuhan air tambahan untuk kegiatan produksi dibutuhkan sebesar 396,64 m³/jam atau 56,1%. Jadwal pengerukkan kolam WP 2-3 hari sekali dan MS 1-15 hari sekali. Dengan simulasi rekomendasi kolam endapan baru agar air sirkulasi yang didapat maksimal maka target pengendapan menjadi 99% dan air sirkulasi dari pencucian meningkat menjadi 82% dan hanya membutuhkan air tambahan sebesar 18%. Jadwal pengendapan untuk kolam rekomendasi WP dan MS dapat dilakukan 3 hari sekali.  Kata-kata kunci: plant produksi, kolam pengendapan, system open circuit
EVALUASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI ALAT MEKANIS UNTUK PEMBONGKARAN OVERBURDEN DI PIT 4 PT DARMA HENWA SITE ASAM-ASAM Achmad Achmad; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Tri Okta Maulana
Jurnal Himasapta Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i03.930

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lokasi Pit 4 Barat dan Pit 4 Timur PT Darma Henwa site Asam-Asam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketidaktercapaian produksi alat gali muat dan alat angkut yang digunakan untuk pemindahan overburden pada Pit 4 Barat dan Pit 4 Timur. Proses pemindahan material overburden pada Pit 4 Barat menggunakan 1 unit alat gali muat Komatsu PC1250-8 dan 5 unit alat angkut Komatsu HD785-7 dengan jarak hauling rata-rata yaitu 2771 meter, sedangkan pada Pit 4 Timur menggunakan 1 unit alat gali muat Komatsu PC1250-8 dan 6 unit alat angkut Komatsu HD465-7 dengan jarak hauling rata-rata yaitu 1717 meter. Setelah melakukan kegiatan penggalian maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian target tersebut seperti produksi dari alat mekanis penggalian material overburden.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis faktor-faktor produksi seperti waktu edar (cycle time), efisiensi kerja, bucket fill factor, jumlah passing, jenis material, kondisi front kerja seperti loading point dan dumping point, geometri jalan angkut, grade resistance dan rolling resistance.Berdasarkan data aktual hasil didapatkan data produksi pada fleet 1 sebesar 464.91 BCM/Jam dengan target produksinya 520 BCM/Jam dan tingkat ketercapaiannya 89.41%. Sedangkan produksi pada fleet 2 sebesar 388.69 BCM/Jam dengan target produksinya 450 BCM/Jam dan tingkat ketercapaiannya 86.38%. Berdasarkan data aktual produksi fleet pada bulan juli 2015, target produksi pemindahan overburden belum tercapai sehingga perlu dilakukan evaluasi serta langkah optimasi agar target tercapai. Melalui simulasi perbaikan parameter-parameter produksi dan simulasi perbaikan kondisi jalan angkut Pit 4 Barat dan Pit 4 Timur didapatkan produksi fleet 1 sebesar 660.09 BCM/Jam dan pada fleet 2 sebesar 606.29 BCM/Jam.
EVALUASI SINGKRONISASI ALAT GALI MUAT PC 400 DAN ALAT ANGKUT HINO FM 260 DALAM PENCAPAIAN TARGET PENAMBANGAN BATUBARA Paulina Natalia; Agus Triantoro; Uyu Saismana
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.946

Abstract

Permasalahan yang umumnya timbul pada operasi penambangan adalah masalah ketidaktercapaian  target produktivitas alat gali muat yang terkendala faktor-faktor teknis ataupun ketidaksesuain terhadap armada. Sehingga perlu adanya evaluasi untuk mengkaji secara lebih detail faktor-faktor apa saja yang menjadi permasalahan sehingga evaluasi tersebut bisa dijadikan sebagai acuan untuk perencanaan serta pelaksanaan kegiatan produksi di periode berikutnya.Berdasarkan itulah makadilakukan evaluasi pencapaian target produktivitas alat gali muat pada bulan Maret 2015 serta faktor–faktor yang mempengaruhi pencapaian target produktivitas alat gali muat bulan Maret 2015 yang dapat digunakan sebagai acuan untuk pencapaian target produksi bulan selanjutnya.Hasil penelitian telah dilakukan didapatkan hasil produktivitas alat angkut aktual sebesar 10,05 ton/jam dan target untuk alat gali muat adalah 27 ton/jam per unit. Sehinggadilakukan perbaikan terhadap cycle time alat angkut, peningkatan bucket fill factor, peningkatan jumlah MA dan peningkatan EU. Dari perbaikan tersebut didapatkan peningkatan nilai produktivitas alat angkut menjadi 27,69 ton/jam. Sedangkan dari data produktivitas aktual untuk alat gali muat adalah 148,01 ton/jam dengan target sebesar 210 ton/jam makadilakukan usaha untuk mengurangi jumlah cycle time serta peningkatan efisiensi kerja. Sehingga terjadi peningkatan produktivitas alat angkut menjadi 213,19 ton/jam. Hal tersebut berpengaruh terhadap match factor yang sebelumnya adalah 0,74 meningkat menjadi 0,84.
EVALUASI KONDISI JALAN TAMBANG BERDASARKAN GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS ALAT ANGKUT PADA PT MADHANI TALATAH NUSANTARA Nur Rochim; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i1.3437

Abstract

Pada kegiatan operasi penambangan dan pemindahan overburden memerlukan jalan tambang sebagai sebagai penghubung lokasi-lokasi penting di wilayah tambang, sebaiknya pada saat desain dan konstruksi, geometri jalan tambang diperhatikan dan dibuat sesuai kebutuhan alat angkut terbesar yang melintas. Fungsinya untuk mengurangi hambatan dan gangguan pada kegiatan operasi pengangkutan. Pada jalan tambang dijumpai beberapa geometri jalan tambang yang belum memenuhi standar, diantaranya jalan kurang lebar dan grade yang melebihi 8%, sehingga diperlukan evaluasi untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dan peningkatan kecepatan alat angkut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis geometri jalan tambang dan faktor-faktor keselamatan jalan. Setelah dilakukan analisis, diambil kesimpulan bahwa perlu dilakukan pelebaran jalan dan pengurangan nilai grade dengan metode cut and fill.Penelitian dimulai dengan pengambilan data geometri jalan aktual kemudian membandingkan dengan standar geometri secara teoritis. Idealnya untuk alat angkut HD 785-7 lebar jalan kondisi lurus sebesar 13,77 meter, lebar jalan pada tikungan sebesar 16,72 meter, crosslope sebesar 3% serta grade 8%. Dapat diketahui kecepatan alat angkut aktual bermuatan sebesar 12,66 km/jam, kecepatan tersebut dibawah rencana yaitu 18-20 km/jam. Salah satu yang berpengaruh terhadap kecepatan adalah grade terlalu besar. Setelah dilakukan simulasi kecepatan alat angkut dapat dipercepat hingga 19,30 km/jam dengan cara melakukan pelebaran dan penimbunan pada segmen A, B dan C, serta dilakukan pemotongan pada segmen D dan E. dari pengurangan grade diperoleh peningkatan produktifitas alat angkut dari 141 bcm/jam menjadi 185 bcm/jam. Simualasi tersebut dapat dipakai sebagai acuan pencapaian target produktifitas alat angkut. Kata-kata kunci: geometri, jalan tambang, grade, cut and fill
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP SIFAT MEKANIK BATUAN DAN TANAH RESIDUAL BREKSI VULKANIK FORMASI PITANAK DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Adip Mustofa; Agus Triantoro; Irham Nurhafidz; Eko Santoso
Jurnal Himasapta Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i01.935

Abstract

Formasi Pitanak merupakan salah satu Formasi batuan yang tersusun oleh beberapa jenis batuan vulkanik seperti andesit, breksi vulkanik dan jenis batuan konglomerat. Pada batuan batuan tersebut sering di temukan jebakan mineral logam, sehingga pada Formasi ini berkemungkinan terbentuk cebakan endapan logam ekonomis untuk dilakukan kegiatan penambangan.Pada tahapan awal penambangan, prasarana jalan sangat penting dalam kegiatan pembangunan (mine development). Pembuatan jalan tambang memerlukan perhitungan dan perancangan material perkerasan jalan baik itu subgrade jalan maupun material perlapisannya. Penelitian perlapisan batuan hasil pelapukan batuan vulkanik di Formasi Pitanak memberikan 6 kelas pelapukan batuan dengan tingkat kekerasan material rata rata 0.03-0.6 MPa untuk tanah residual dan 2-30 MPa untuk material lapuk hingga batuan. Klaster pelapukan pada batuan hasil pelapukan batuan vulkanik di Formasi Pitanak diketahui dengan menggolongkannya berdasarkan 3 sistem klasifikasi  yaitu menurut Sadisun dkk. 1998, ISRM 1981 dan NEH 601.03.
OPTIMASI PENCAMPURAN BATUBARA MELALUI SIMULASI BERDASARKAN KRITERIA PARAMETER BATUBARA Agung Dwi Prasetyo; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Wahyu Permadi; Hafidz Noor Fikri
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.908

Abstract

Pencampuran (blending) batubara merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan parameter kualitas batubara yang dijual agar sesuai dengan kriteria yang diharapkan pembeli. Pencampuran menggunakan batubara yang berasal dari beberapa perusahaan tambang memberikan banyak kemungkinan produk baru dengan parameter kualitas yang bervariasi. Simulasi pencampuran perlu dilakukan dalam menentukan beberapa opsi rumusan pencampuran untuk memenuhi kriteria parameter kualitas batubara. Dari beberapa opsi tersebut dipilih yang menghasilkan nilai produk paling optimum.Penelitian dilakukan pada Unit Pemrosesan Batubara/Coal Processing Plant (CPP) yang terletak di Desa Lepasan Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Simulasi pencampuran menggunakan pendekatan teoritik yang didasari atas parameter permintaan pembeli. Kriteria parameter kualitas produk yang diharapkan adalah nilai kalori (CV) 4,100-4,300 kkal/kg, kelembaban total (TM) 32-35%, total sulphur (TS) 0.8-1%, dan kandungan abu (AC) 6-8%. Lima simulasi dilakukan terhadap tiap batubara yang berasal dari 5 lokasi tambang, yaitu  CPPA, CPPB, DK, BPR, dan GS. Opsi rumusan pencampuran yang memerlukan biaya pembelian terendah dan harga penjualan tertinggi dipilih sebagai yang paling optimum.Simulasi pencampuran batubara CPPA-DK menghasilkan 5 produk, batubara CPPA-BPR menghasilkan 2 produk, batubara CPPB-PT BPR menghasilkan 3 produk, dan batubara CPA-GS menghasilkan 5 produk batubara yang berada dalam batas permintaan pembeli. Sehingga dari 20 simulasi diperoleh 15 produk yang sesuai kriteria, sedangkan 5 sisanya tidak memenuhi kriteria. Rumusan pencampuran yang paling optimal didapat pada simulasi terhadap batubara CPPA-CVDK dengan perbandingan 6,924 ton batubara CPPA dan 576 ton batubara DK. Parameter kualitas batubara optimal yang diperoleh  adalah nilai kalori 4,100 kkal/kg, TM 32.79%, TS 0.11%, AC 6.93%. Harga dasar batubara untuk pencampuran ini sekitar IDR 289,177. Harga penjualan IDR 375,000/ton memberikan keuntungan IDR 85,824/ton. Kata-kata kunci: Pencampuran, Simulasi, Blending Batubara, Parameter Kualitas Batubara
STUDI PENGOLAHAN MINERAL ZIRCON (ZrO²) MENJADI ZIRCONIA PADA PT KALIMANTAN ZIRCON INDUSTRI DI DESA GOHONG KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU Abbas Abbas; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i2.2337

Abstract

Konsentrat zircon di PT Kalimantan Zircon Industri diproses melalui metode pengolahan gravity consentration menggunakan meja goyang, magnetic separation, dan elektrostatic separation. PT Kalimantan Zircon Industri menarget produksi sebanyak 80 ton per hari pada shif siang  mulai pukul (07.00 – 16.00 WIB) dan shif malam (16.00 – 01.00 WIB).Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung di lapangan dan mengkompilasi data tersebut dengan literatur berdasarkan teori yang berkaitan dengan pengolahan bahan galian khususnya mineral zircon menjadi zirconia. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2012 tanggal 6 Februari 2012 mengamanatkan bahwa pelaku usaha yang bergelut di bidang pengolahan mineral zircon diwajibkan melakukan peningkatan nilai tambah mineral melaui pengolahan dan pemurnian dengan kadar mineral zirconia berupa produk akhir 65,6 %. Rangkaian proses pengolahan ini dimulai dari pengolahan pada sluice box, meja goyang,  magnetic separation, dan elektrostatic separation dan pengulangan pengolahan pada pada sluice box, meja goyang, magnetic separation, dan elektrostatic separation serta mengkaitkan pengaruh kecepatan air tipis pada permukaan meja goyang dan peningkatan feed dalam pencapaian target produksi 80 ton per hari dan menganalisid hubungan pencapaian target produksi tersebut dengan feed, material balance dan  recovery.Dari hasil penelitian, sebanyak 86 ton material pasir zircon diperlukan untuk mendapatkan konsentrat zirconia 81,8 ton per hari, dengan kecepatan feed 2,384 kg/m, recovery 76,3 %, kecepatan aliran tipis air pada permukaan meja goyang 3,164 m/s, dan volume fluida 48,675 m/s. Kata-kata kunci : feed, konsentrat, pengolahan, zircon
EVALUASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA AKTIVITAS PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PIT1 BLOK15 PT RIMAU ENERGY MINING, SITE PUTUT TAWULUH Abdul Khair; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Wahyu Nur Hidayat
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.62 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.474

Abstract

Dalam kegiatan penambangan batubara, peralatan mekanis seperti alat gali muat digunakan untuk pembongkaran overburden. Ketidaktercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut sangat berpengaruh terhadap biaya pembongkaran overburden. Ada beberapa parameter yang menyebabkan ketidaktercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut tersebut. Oleh karena itu, objek penelitian ini ditekankan untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada Pit. 1 Blok 15 PT Rimau Energy Mining untuk pencapaian target produktivitas berdasarkan analisis nilai waktu edar (cycle time), kondisi front kerja, tinggi jenjang, pola pemuatan, efisiensi kerja, geometri jalan angkut, grade resistance dan rolling resistance.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkanpada metode pengukuran actual dilapangan yang bertujuan mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan masalah menggunakan metode komputasi dan analisis disertai data-data berupa peta, gambar, grafik dan table yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari Target Produktivitas alat gali muat PC 800 SE-7 Komatsu sebesar 265 BCM/Jam dan alat angkut ADT 40F Volvo sebesar 65 BCM/Jam pada blok 15 bulan Desember 2016. Produktivitas aktual alat gali muat PC 800 SE-7 Komatsu sebesar 247,25 BCM/Jam dengan tingkat ketercapaian 93,30% dan produktivitas aktual alat angkut ADT 40F Volvo sebesar 49,36 BCM/Jam (perunit) dengan tingkat ketercapaian 75,92%  pada Blok 15 bulan Desember 2016. Upaya peningkatan produktivitas alat gali muat dan alat angkut dilakukan dengan simulasi yaitu: a. Simulasi peningkatan produktivitas dengan cara mengganti kapasitas bucket aktual sebesar 4,6m3 menjadi sebesar 4,95 m3 pada alat gali muat PC 800 SE-7 sehingga produktivitas alat gali muat menjadi 266,06 BCM/Jam dengan pencapaian terhadap target sebesar 100,04%. b. Simulasi peningkatan produktivitas alat angkut dengan cara simulasi penambahan jumlah alat angkut, sehingga produktivitas alat angkut menjadi 76,05 BCM/Jam perunit pencapaian terhadap target produktivitas 117. Kata-kata kunci : cycle time, pemindahan overburden, produktivitas
Co-Authors Abbas Abbas Abdul Khair Abdurrahman Hanafi Achmad Achmad Adip Mustofa Afif Irfandy Afrizi Rahman Aggraini Wahyu Saputri Agung Dwi Prasetyo Agus Arie Yudha Ahmad Syahid Aji Ahdinata Akhmad Jailani Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andreas Bayu Bangalino Andrew Carnegie Hernan Andri Toding Angga Al Rasyid Anggriano Sagar Annisa Annisa Annisa Rizky Nur Adzmi Ary Murgiantoro Ary Rizki Novandy Daniel Silalahi Deddy J. Sitio Dedy Handoko Simatupang Devrin Aprilius Munthe Dewangga Jabal Putra Didi Kasi Setiawan Dimas Saputra Eka Sandi Prakasa Yuda Eko Santoso Evri Ferdiansyah Fauzan Nuzuliansyah Ferry Ariadi Wardhany Fikri, Hafidz Noor Frans Sutrisno Lebangan Freddy Aditya I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta I Wayan Murdiana Imam Imam Irham Nurhafidz Jery Indrawan Jhon Tohom Y.P Kartini Kartini Lofty Rinaldi Sirnipson M. Advan Kamarullah M. Rian Musadat Mahdi Salam Marselinus Untung Dwiatmoko Mazhar Satryo Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Fawzi Muhammad Hafidz Daniah Muhammad Rizani Zain Muhammad Rizwan Rozali Muhammad Yusuf Muslaini Muslaini Nadya Yessica Noor Wahidatul Jannah Nur Rochim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Paulina Natalia Putri, Karina Shella Raka Lesmana Sumarno Rakhman Silvika Maksum Riswan Riswan Rizki Tri Cahyana Rizky Andhika Romla Noor Hakim Romla Noor Noor Hakim Sari Melati, Sari Sigit Prasetyo Subianto Subianto Suryadi Suryadi Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wahyu Permadi Winda Winda Yosua Dinata Olla Zuan Eka Prawita