Agus Triantoro
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH TOTAL RESISTANCE TERHADAP KECEPATAN ALAT ANGKUT DUMP TRUCK HD 785 DALAM KEGIATAN PENGANGKUTAN OVERBURDEN PADA JALAN ANGKUT PIT S12GN MENUJU DISPOSAL MOA PADA PT KITADIN SITE EMBALUT, KALIMANTAN TIMUR Daniel Silalahi; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.879 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5671

Abstract

ABSTRAKKelancaran kegiatan pengangkutan overburden berhubungan dengan erat dengan kondisi jalan angkut yang dilaluinya. Selain geometri jalan angkut yang ideal, hambatan gulir dan hambatan kemiringan pada jalan angkut akan mempengaruhi kecepatan alat angkut yang melintasi jalan tersebut. Semakin besar total resistance (grade resistance dan rolling resistance) yang dialami alat angkut maka kecepatan alat angkut tersebut akan semakin kecil. Penelitian dilakukan pada jalan angkut overburden dari pit S12GN menuju disposal MOA di PT Kitadin site Embalut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh total resistance terhadap kecepatan alat angkut HD 785 dan berhubungan pada produktivitas pengangkutan  alat angkut tersebut.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah menganalisis dan mengevaluasi pengaruh total resistance terhadap kecepatan alat angkut HD 785 berdasarkan standar teoritis melalui pembacaan grafik “travel performance curve power mode” (Handbook Komatsu, 2007 :4A-31) serta melakukan simulasi perbaikan total resistance pada jalan angkut guna meningkatkan produktivitas pengangkutan overburden.Berdasarkan hasil penelitian, produktivitas aktual alat angkut HD 785 dengan kondisi geometri jalan angkut aktual adalah 106,36 BCM/jam, kemudian setelah dilakukan simulasi perbaikan total resistance berupa grade resistance dan rolling resistance pada jalan angkut sebagai berikut: grade maksimum teoritis sebesar 8%, dan rolling resitance 75,10 lb/ton untuk jalan angkut bermuatan dan 63,40 lb/ton untuk jalan angkut kosongan sesuai nilai rolling resistance aktual terkecil dilapangan. Setelah dilakukan simulasi perbaikan total resistance pada jalan angkut maka kecepatan alat angkut meningkat menjadi 18,4 Km/jam saat kondisi bermuatan dan 25 Km/jam untuk kondisi kosongan sehingga  produktivitas HD 785 meningkat menjadi 119,67 BCM/jam..Kata-kata Kunci : Grade resistance, rolling resistance, produktivitas
STUDI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS BIOBRIKET CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Agus Triantoro; Adip Mustofa; Muhammad Hafidz Daniah
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.277 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7824

Abstract

Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa merupakan bahan bakar padat alternatif yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, industri kecil ataupun menengah. Biobriket ini juga mempunyai keuntungan ekonomis karena dapat diproduksi secara mudah dan sederhana, memiliki nilai kalor yang tinggi, dan ketersediaan bottom ash batubara cukup banyak di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan sehingga dapat bersaing dengan bahan bakar lain. Bottom ash berasal dari sisa pembakaran batubara pada PLTU sedangkan arang tempurung kelapa merupakan hasil dari olahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan keterdapatannya di Kalimantan Selatan banyak melimpah. Beberapa permasalahan yang kerap di jumpai briket bottom ash batubara adalah lamanya penyalaan, bau yang tidak sedap pada saat dibakar dan briket mudah pecah. Tujuan dari penelitian Mengetahui kualitas terbaik biobriket  campuran bottom ash batubara dan  arang tempurung kelapa berdasarkan komposisi campuran, dan ukuran partikel. Metode penelitian dilakukan dengan uji eksperimen. Parameter uji eksperimen adalah karakteristik briket yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, nilai kalor, waktu pembakaran dan kecepatan pembakaran dengan variasi komposisi bahan baku dan binder serta variasi ukuran partikel arang tempurung kelapa dan bottom ash batubara. Kualitas biobriket terbaik adalah biobriket tipe F dengan komposisi bottom ash batubara 25 %, tempurung kelapa 55 %  dan damar 15 %  serta kapur 5 % dengan  hasil analisa Inherent Moisture 5,77%, Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta durasi pembakaran 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Briket, arang
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA Karina Shella Putri; Uyu Saismana; Agus Triantoro
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4204

Abstract

Pit penambangan PT Darma Henwa, Tbk memiliki tiga daerah tangkapan hujan yang masing-masing memiliki satu sump yaitu Sump I, Sump II, dan Sump III. Sejalan dengan kemajuan tambang, pada lokasi Sump III dilakukan kegiatan penggalian batubara sehingga air yang seharusnya masuk ke Sump III dialirkan menuju Sump I. Hal ini menyebabkan air yang masuk melebihi daya tampung Sump I. Penelitian ini juga mengevaluasi Sump II,  untuk mencegah meluapnya air dari Sump II menuju Sump I.Metode yang digunakan untuk pengolahan data curah hujan rencana dan intensitas curah hujan adalah Log Person tipe III dan Mononobe. Sedangkan perhitungan debit limpasan permukaan, debit saluran, daya tampung sump menggunakan Persamaan Rasional, Manning, dan Water Balance. Luas daerah tangkapan hujan dan volume aktual sump didapatkan dengan bantuan software Autodesk LDD 2004.Curah hujan harian rencana maksimum daerah Asam Asam sebesar 110,52 mm dengan intensitas curah hujan sebesar 268,07 mm/jam. Debit total yang masuk yaitu 15,28212 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan I dan 4,16392 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan II. Volume maksimal Sump I (504,85 m3) memiliki ketahanan selama 0,55 menit dan volume maksimal Sump II (538,31 m3) memiliki ketahanan selama 2,17 menit. Penambahan volume untuk Sump I menjadi 5.915,5 m3 dan Sump II menjadi 1.610,5 m3. Pompa Volvo Penta SE-405 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0778 m3/detik pada total head 52,214 m dengan efisiensi 76% dan daya poros sebesar 54 kW. Pompa Multiflo MF 160 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0254 m3/detik pada total head 24,107 m dengan efisiensi 25% dan daya poros sebesar 46 kW. Terdapat 1 parit yang perlu perbaikan dimensi. Kata-kata kunci: Sump, Log Person, Mononobe, water balance, head
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA PADA PIT BRAVO PT PRO SARANA CIPTA Dewangga Jabal Putra; Agus Triantoro; Rakhman Silvika Maksum
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4432

Abstract

PT Pro Sarana Cipta pada saat dilakukan penelitian belum memiliki sump dan sistem penyaliran yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah air limpasan yang masuk ke dalam front kerja dan dapat menganggu aktifitas penambangan yang dilakukan pada pit Bravo.Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung dengan menggunakan metode Monobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode Rasional, perhitungan kapasitas dan ketahanan sump juga kebutuhan pompa menggunakan metode water balance, dan penentuan luas cacthment area serta pembuatan rencana sistem penyaliran menggunakan software Autocad Land Desktop 2009.Hasil perhitungan curah hujan rencana diperoleh nilai curah hujan rencana untuk periode  ulang 5 tahun yaitu 156,07 mm, intensitas curah hujan per jam sebesar 22,42 mm/jam dengan debit limpasan sebesar 1,90 m3/detik. Luas cacthment area sebesar 34 Ha. Air yang terakumulasi sesuai pompa yang direkomendasikan yaitu kombinasi pompa multiflo 160 dan pompa multiflo 180 sebesar 1.598,4 m3/hari. Desain volume sump sebesar 1.858,63 m3. Sump berbentuk trapesium, panjang 28 m kedalaman 4 m, panjang dasar (alas) 18,47  m  dan  lebar  20 m. Rancangan elevasi inlet 23 mdpl elevasi outlet 46 mdpl dengan panjang pipa 104,56 m. Kata Kunci : Curah Hujan Rencana, Intensitas Hujan, Debit Limpasan, Cacthment Area, Pompa, Sump
PENGARUH KOMPOSISI BRIKET BATUBARA NON-KARBONISASI TERHADAP PARAMETER KUALITAS DAN KARAKTERISTIK PEMBAKARAN Syafira Dian Sari; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5164

Abstract

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar, untuk menghasilkan briket batubara dengan kualitas yang baik maka perlu dilakukan analisis terhadap parameter kualitas dan karakteristik pembakaran dari briket yang telah diolah. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan briket batubara yang diharapkan memiliki kualitas yang dapat menunjang penggunaan energi panas yang dihasilkan dari briket.Metode analisis yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalori dan karbon tertambat. Serta melakukan pembakaran briket untuk mengetahui waktu nyala api, waktu nyala bara dan waktu pembakaran.Hasil analisis parameter kualitas dengan kadar air terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar air sebesar 9,69%. Kadar abu terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar abu sebesar 3,50%. Kadar zat terbang tertinggi terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 2,38 mm), kadar zat terbang sebesar 61,90%. Nilai kalori tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai kalori sebesar 6586,5 kkal/kg. Karbon tertambat tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai karbon tertambat sebesar 37,97%. Serta waktu pembakaran briket terlama didapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 2,38 mm) dengan waktu nyala api 50 menit 31 detik, waktu nyala bara 1 jam 25 menit 45 detik dan waktu pembakaran 2 jam 16 menit 16 detik. Kata-kata Kunci : Batubara, Briket, Non-Karbonisasi, Kualitas, Ukuran Partikel
OPTIMALISASI RECOVERY JIG UNTUK PRODUKSI TIMAH DI KEPULAUAN RIAU Rizky Andhika; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.656 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7747

Abstract

Pada kapal isap produksi sebagai alat penggalian dan pencucian timah menggunakan alat berupa jig yang terbagi 2 jig primer dan jig sekunder yang memiliki tingkat recovery kurang. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengingkatkan kadar recovery pada jig.Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan produksi pada kapal isap produksi, melakukan perhitungan recovery pada masing-masing jig, sertta rekomendasi untuk meningkatkan recoverynya dengan cara merubah pengaturan pada jumlah pukulan dan panjang pukulan jig.Hasil perhitungan produksi pada kapal isap produksi bulan Februari  38,8 t dan bulan Maret  25,3 t. Perhitungan recovery pada jig adalah 97,03 %, ditingkatkan dengan cara pengaturan ulang jig yang dilakukan pengaturan jig pada variabel jumlah pukulan dan panjang pukulannya.  Kata-kata kunci: produksi kapal isap produksi, recovery jig, panjang pukulan jig, dan jumlah pukulan jig
STUDI PEMANFAATAN CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN SERBUK KAYU DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BIOBRIKET DITINJAU DARI PARAMETER KUALITAS Agus Triantoro; Adip Mustofa; Aggraini Wahyu Saputri
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.10235

Abstract

Sisa hasil pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar pada PLTU menghasilkan limbah  fly ash dan bottom ash dalam jumlah yang cukup banyak dan belum ada pemanfaatan dari limbah PLTU, jadi dikawatirkan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Limbah yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah fly ash, sedangkan untuk bottom ash masih minim pemanfaatannya. Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa bisa menjadi alternatif bahan bakar baik digunakan untuk rumah tangga maupun industry kecil. Keunggulan yang dimiliki biobriket ini adalah murah dan ekonomis karena dapat untuk memproduksinya dapat dilakukan dengan sederhana dan mudah, panas yang dihasilkan nantinya juga cukup tinggi, serta bottom ash batubara yang tersedia cukup melimpah yang berasal dari beberapa PLTU yang ada di Kalimantan Selatan. Arang tempurung kelapa berasal dari hasil dari pengolahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan potensi tempurung kelapa di Kalimantan Selatan cukup banyak. Serbuk kayu merupakan sisa olahan dari kayu yang dibuat bahan bangunan atau mebel. Beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pemanfaatan biobriket bottom ash  adalah adanya bau yang kurang enak saat pembakaran, proses penyalaan yang lama serta ketahanan briket yang masih kurang sehingga mudah pecah. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil  kualitas  biobriket terbaik yang berasal dari  bottom ash yang dicampur bersama serbuk kayu dan arang tempurung kelapa, yang didasarkan pada ukuran partikel serta komposisi biobriket. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan uji analisa yang dilakukan di laboratorium. Parameter kualitas  uji yang digunakan yaitu  kandungan moisture, kandungan volatile matter, kandungan ash, calorific value, uji pembakaran  dengan yang dilihat dari  komposisi biobriket dan variasi ukuran partikel. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan biobriket terbaik terdapat  pada ukuran partikel 80 mesh dengan kandungan bottom ash 40%, arang tempurung kelapa 20%, serbuk kayu 20% perekat 15% serta persentase kapur 5% dengan  hasil analisa parameter kualitas untuk kandungan inherent moisturenya adalah 5,77%,   kandungan Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta waktu  pembakaran yang dibutuhkan adalah 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Biobriket, arang, Serbuk kayu
PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DAN PERMODELAN PIT PADA PT GLOBAL INDONESIA MANDIRI, KABUPATEN TAPIN, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Rizwan Rozali; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko; Agus Triantoro; Fauzan Nuzuliansyah
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.735

Abstract

PT Global Indonesia Mandiri (GIM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara, Di dalam melakukan kegiatan penambangannya PT Global Indonesia Mandiri memerlukan desain tambang sebagai pedoman atau pegangan agar dapat mencapai sasaran dan tujuannya. PT GIM untuk memenuhi sasaran dan tujuannya itu maka memerlukan design pit dan perhitungan cadangannya sebagai pedoman. Hal yang diperlukan untuk itu di antaranya adalah ; perhitungan sumberdaya, permodelan endapan batubara, design pit, perhitungan cadangan tertambang dan penentuan batas pit limit yang dalam hal ini adalah batas IUP PT Global Indonesia Mandiri sehingga didapat kondisi dan gambaran untuk perencanaan tambang yang baik. Perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara, permodelan endapan batubara dan penentuan batas penambangan mengacu pada batas IUP PT Global Indonesia Mandiri serta perancangan pit mengacu kepada data rekomendasi geoteknik yang telah ditentukan perusahaan.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sumberdaya pada daerah IUP PTGlobal Indonesia Mandiri sebesar 3,474,424 ton, permodelan batubara berupa kontur roof dan floor serta perancangan pit sehingga didapat cadangan batubara tertambang pada Pit A sebesar 904,242.85 ton dengan SR 14.57 dan Pit B sebesar 1,512,072.46 ton dengan SR 8.67.
STUDI GEOTEKNIK RANCANGAN LERENG PENAMBANGAN EMAS DI PIT NORTH KUNING PT KASONGAN BUMI KENCANA KALIMANTAN TENGAH Dedy Handoko Simatupang; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.157 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5715

Abstract

ABSTRAKLereng merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam penambangan terbuka. Adanya perubahan geometri lereng dapat menimbulkan resiko terhadap kestabilan lereng. Kegiatan penambangan selalu berkaitan dengan lereng seperti penggalian akan menyebabkan terjadinya perubahan gaya-gaya dan mengakibatkan terganggunya kestabilan lereng dan akhirnya terjadi longsor, maka perlu adanya pendekatan khusus yang dilakukan untuk analisis kestabilan lereng. Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai faktor keamanan (FK) adalah Metode Kesetimbangan Batas dengan pendekatan Bishop dan Janbu untuk sayatan model memanjang (sepanjang garis sayatan) dan model setengah (membagi dua sayatan menjadi hanging wall dan foot wall) dalam kondisi setengah jenuh . Nilai faktor keamanan untuk batas aman minimum yang digunakan adalah 1,3, untuk batas potensi longsor atau kritis adalah 1,0 – 1,29 dan untuk batas tidak aman adalah < 1,0.Pada kasus pit North Kuning terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap nilai faktor keamanan (FK) seperti : jenis model yang digunakan, geometri lereng, muka air tanah dan ketebalan oksdasi. Dari hasil FK yang didapat diperlukan upaya mencegah terjadinya longsor dengan cara desain ulang geometri lereng.Kata-Kata Kunci : Faktor Keamanan, Pit North Kuning, Hanging wall, Foot wall, Kesetimbangan Batas
EVALUASI MANAJEMEN TUMPUKAN BATUBARA PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA JOBSITE PORT SUNGAI PUTING Raka Lesmana Sumarno; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2924

Abstract

PT Kalimantan Prima Persada jobsite port sungai puting memiliki masalah dengan desain tumpukan batubara pada area Stockpile conveyor K, desain yang telah ada dinilai belum optimal untuk pemuatan batubara kedalam tongkang, sehingga menyebabkan ketidaktercapaian waktu pemuatan tongkang berkapasitas 7.700 Ton yaitu selama 6 jam 30 menit.Dari hasil pengolahan data perbaikan desain Stockpile dibuat dengan 2 opsi yaitu opsi desain A dan opsi desain B.  Desain A dibuat dengan penyesuaian terhadap produktivitas pendekatan statistik alat support, sedangkan desain B dibuat dengan penyesuaian produktivitas pendekatan maksimal alat support yang pernah dicapai. Dimensi tumpukan katagori sedang desain A dan B sama yaitu dengan panjang 25,58 meter dan lebar 15,90 meter, hanya tinggi yang berbeda yaitu 6 meter untuk desain A dan 6,5 meter untuk desain B. sedangkan untuk katagori kecil desain A dan B juga memiliki dimensi yang sama yaitu dengan panjang 9,20 meter dan lebar 4,74 meter, namun berbeda tinggi tumpukan yaitu 5 meter untuk desain A dan 6 meter untuk desain B. untuk kapasitas tumpukan katagori sedang desain A yaitu 1.265,19 Ton, sedangkan untuk desain B 1.364,39 Ton. Untuk kapasitas tumpukan katagori sedang desain A yaitu 116,71 Ton sedangkan desain B 138,16 Ton. Dengan demikian perlu adanya pemilihan desain perbaikan yang tepat dan mudah diaplikasikan untuk digunakan pada area Stockpile conveyor K. Kata-kata kunci: Stockpile, Desain Stockpile, Produktivitas,Tongkang 
Co-Authors Abbas Abbas Abdul Khair Abdurrahman Hanafi Achmad Achmad Adip Mustofa Afif Irfandy Afrizi Rahman Aggraini Wahyu Saputri Agung Dwi Prasetyo Agus Arie Yudha Ahmad Syahid Aji Ahdinata Akhmad Jailani Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andreas Bayu Bangalino Andrew Carnegie Hernan Andri Toding Angga Al Rasyid Anggriano Sagar Annisa Annisa Annisa Rizky Nur Adzmi Ary Murgiantoro Ary Rizki Novandy Daniel Silalahi Deddy J. Sitio Dedy Handoko Simatupang Devrin Aprilius Munthe Dewangga Jabal Putra Didi Kasi Setiawan Dimas Saputra Eka Sandi Prakasa Yuda Eko Santoso Evri Ferdiansyah Fauzan Nuzuliansyah Ferry Ariadi Wardhany Fikri, Hafidz Noor Frans Sutrisno Lebangan Freddy Aditya I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta I Wayan Murdiana Imam Imam Irham Nurhafidz Jery Indrawan Jhon Tohom Y.P Kartini Kartini Lofty Rinaldi Sirnipson M. Advan Kamarullah M. Rian Musadat Mahdi Salam Marselinus Untung Dwiatmoko Mazhar Satryo Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Fawzi Muhammad Hafidz Daniah Muhammad Rizani Zain Muhammad Rizwan Rozali Muhammad Yusuf Muslaini Muslaini Nadya Yessica Noor Wahidatul Jannah Nur Rochim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Paulina Natalia Putri, Karina Shella Raka Lesmana Sumarno Rakhman Silvika Maksum Riswan Riswan Rizki Tri Cahyana Rizky Andhika Romla Noor Hakim Romla Noor Noor Hakim Sari Melati, Sari Sigit Prasetyo Subianto Subianto Suryadi Suryadi Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wahyu Permadi Winda Winda Yosua Dinata Olla Zuan Eka Prawita