Agus Triantoro
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN NEIGHBORHOOD NEAREST POINT PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA SEAM-B PIT A2-1 LAWIRAN PT KADYA CARAKA MULIA Andi Syaputra; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i02.960

Abstract

PT Kadya Caraka Mulia yang bergerak di bidang pertambangan batubara telah melakukan perhitungan cadangan batubara menggunakan metode cross section di PIT A2-1 Lawiran. Diperlukan perhitungan cadangan dengan metode lain sebagai referensi  hasil perhitungan cadangan dengan menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan SNI 5015 Tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perhitungan cadangan dengan dua jenis metode serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil estimasi cadangan dengan dua metode tersebut. Perhitungan cadangan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan  metode Nearest Neighbourhood Point (NNP) dan Inverse Distance Weighting (IDW).Hasil estimasi ketebalan endapan batubara menggunakan metode Inverse Distance Weighting yang didapat nilai cadangan sebesar 463,004.71  ton dan metode Neighborhood Nearest Point sebesar 459,971.79 ton. Berdasarkan perhitungan tersebut maka diperoleh persen selisih sebesar .,65 %. Penyebab perbedaan hasil estimasi cadangan tersebut adalah jumlah titik yang berpengaruh dalam suatu blok. Perhitungan dengan metode IDW dihitung berdasarkan titik data yang terdekat dengan titik yang ditaksir, sedangkan perhitungan dengan metode NNP memperhitungkan nilai di suatu blok didasari oleh nilai titik yang paling dekat dengan blok tersebut.
UJI KETAHANAN SUMP PIT WEST DENGAN SIMULASIWATER BALANCE PADA PT ADARO INDONESIA DI KABUPATEN TABALONG, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Andrew Carnegie Hernan; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Jurnal Himasapta Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i1.3439

Abstract

Rencana proses in pit dump pada kegiatan penambangan yang terletak di front penambangan menyebabkan sump yang lama akan ditutup serta dialihkan sehingga perlu dilakukan perencanaan untuk sump yang baru. Berdasarkan hasil pengamatan, sistem penyaliran yang digunakan PT Adaro Indonesia adalah sistem mine dewatering.Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan untuk menentukan uji ketahanan sump di tambang terbuka dengan menggunakan simulasi waterbalance. Penelitian ini diawali dengan penentuan curah hujan rencana yang menggunakan metode distribusi gumbel, untuk menentukan catchment area menggunakan software Surfer 11. Setelah didapatkan curah hujan rencana dan catchment area maka dapat ditentukan jumlah air yang masuk ke dalam sump. Setelah itu dicari kapasitas sump yang direncanakan perusahaan dengan menggunakan software autocad untuk dilakukan analisis dengan menggunakan durasi hujan maksimum sebesar 6,42 jam.Hasil analisis dari penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa sump yang direncanakan sangat mampu menampung jumlah air yang masuk. Baik tanpa maupun dengan pompa, sehingga penelitian ini memberikan rekomendasi mengenai batas critical level aman dengan melakukan simulasi pada elevasi 13 dan 12, maka setelah dilakukan simulasi maka pada elevasi 12 mampu untuk menampung hujan di durasi 6,42 jam. Kata kunci: mine dewatering, catchment area, sump, critical level
EVALUASI KELAYAKAN EKONOMIS TAMBANG PT AJE UNTUK PENERBITAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN OPERASI PRODUKSI DI DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KABUPATEN TANAH BUMBU Aji Ahdinata; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i03.965

Abstract

Dokumen studi kelayakan merupakan salah satu syarat dalam penerbitan IUP Operasi Produksi untuk memperoleh secara rinci seluruh aspek yang berkaitan penentuan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan termasuk dampak lingkungan serta perencanaan pascatambang. Dokumen studi kelayakan dievaluasi dari segi kelayakan ekonomis pada salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Masalah yang diuraikan dalam penelitian ini yaitu evaluasi laporan studi kelayakan dari segi kelayakan ekonomi dalam proses penerbitan IUP Operasi Produksi. Laporan yang dievaluasi adalah laporan yang dilaporkan oleh PT AJE.Proses evaluasi kelayakan ekonomis tambang PT AJE melalui proses evaluasi proyek menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) dan Payback Period (PBP). Selain itu dilakukan pula analisis risiko menggunakan analisis sensitivitas atas perubahan dari perubahan harga jual batubara dan biaya ongkos operasi. Jumlah cadangan diambil berdasarkan data pemboran sebanyak 20 lokasi titik bor yang disampaikan PT AJE dari hasil eksplorasi lanjutan. Total cadangan terbukti adalah 1.211.644,20 ton terdiri dari 4 (empat) seam. Ditargetkan produksi batubara sebanyak  242.329 Ton/Tahun atau  20.194  Ton/Bulan, dengan SR 4 dan faktor kehilangan 10% serta umur tambang perusahaan 5 (lima) tahun. Harga jual batubara dihitung berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) dan Harga Patokan Batubara (HPB) pada rata-rata Tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 999.K/30/DJB/2011adalah Rp572.686/Tonase. Total nilai pinjaman yang diajukan adalah Rp53.678.991.660, yang dipinjam tersebut akan dibayarkan selama jangka waktu 3 tahun, dan bank memberikan bunga pinjaman sebesar 13,5% per tahun.Hasil analisis kelayakan tambang menunjukkan bahwa proyek penambangan batubara ini layak dilanjutkan ke tahap operasi produksi karena memiliki nilai NPV sebesar Rp91.836.172.472 atau bernilai positif, laju pengembalian (DCFROR) sebesar 61,21 % atau lebih besar dari tingkat bunga minimum (15,6%), dan PBP selama 1,65 tahun atau dengan kata lain 3,35 tahun lebih cepat dari umur tambang.
ANALISIS KORELASI STRIPPING RATIO DAN OVERBURDEN RATIO BERDASARKAN KEMIRINGAN LERENG TUNGGAL PADA PERANCANGAN TAMBANG BATUBARA Lofty Rinaldi Sirnipson; Agus Triantoro; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i2.2340

Abstract

Eksplorasi merupakan kegiatan penyelidikan suatu daerah yang diperkirakan atau yang diketahui mengandung endapan batubara sekaligus membuktikan kuantitas dan kualitas dari endapan batubara tersebut. Tahap eksplorasi berikutnya sampai pada menentukan ukuran, bentuk, letak sebaran kuantitas dan kualitas untuk kemudian dapat dilakukan kajian kemungkinan dilakukannya penambangan. Pada umumnya penetapan batas penambangan didasarkan pada kriteria stripping ratio. Tetapi pada perangkat lunak perencanaan dan perancangan minescape misalnya, untuk menggambarkan distribusi stripping ratio diperlukan expression. Sedangkan minescape sendiri menyediakan penggambaran otomatis distribusi overburden ratio untuk menentukan batas penambangan. Dengan penelitian ini saya mencoba menghubungkan keduanya.Penelitian dilakukan di CV Rizki Bintang Pit 1 blok tengah IUP Rizki Bintang yang belum dilakukan kegiatan penambangan. Permodelan batubara, pembuatan tiga variasi sudut lereng tunggal pada tiga variasi kedalaman desain Pityang menggunakan perangkat lunak komputer minescape 5.7 dan perhitungan volume (overburden dan batubara) menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu analisis hubungan nilai overburden ratio terhadap nilai stripping ratiodengan nilai koefisien determinasi secara linear > 0,9 dan nilai koefisien determinasi secara polynomial sama dengan 1. Keyword : Eksplorasi, Perhitungan, Triangulasi, Stripping Ratio, Overburden Ratio
EVALUASI DRAUGHT SURVEY BATUBARA DI ATAS TONGKANG DAN VESSEL PT ADARO INDONESIA SITE KELANIS Muhammad Yusuf; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.29 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.476

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keakuratan data dalam melakukan kegiatan draught survey. Faktor – faktor tersebut dapat mempengaruhi pembacaan draft kapal, deductible maupun perhitungan draught survey tersebut sehingga dapat mengakibatkan cargo losses (kehilangan muatan). Berdasarkan kebutuhan keakurasian data di lapangan, maka perlu dilakukan analisis teknik dan mekanisme mengenai perhitungan volume batubara pada kegiatan pemuatan batubara pada tongkang sebagai penghitungan yang tepat dan akurat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengevaluasi kegiatan draught survey, menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi kegiatan draught survey dan selisih volume muatan tongkang dengan muatan vessel.Berdasarkan data aktual selama penelitian didapatkan data volume muat tongkang sebesar 79.143 MT dan volume muat vessel sebesar 77.000 MT. Berdasarkan data aktual terdapat selisih antara volume muat tongkang dan volume muat vessel sebesar 2.143 MT dari 79.143 MT dengan persentase losses muatan sebesar 2,71 %. Adapun faktor -  faktor yang menyebabkan kehilangan muatan (losses) pada tongkang meliputi faktor cuaca, tumpahan atau kebocoran, kejahatan atau pencurian dan kesalahan dalam pengukuran draft tongkang maupun vessel. Kata-kata kunci : Draught Survey, Draft, Volume, Losses
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PT RIMAU ENERGY MINING SITE JAWETEN, KECAMATAN KAROSEN JANANG, KABUPATEN BARITO TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Alpian Nafarin; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Freddy Aditya
Jurnal Himasapta Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i01.953

Abstract

Pertambangan berkaitan erat dengan kegiatan penggalian yang berada di bawah permukaan bumi. Kegiatan-kegiatan tersebut akan menghasilkan lubang-lubang bukaan yang kemungkinan tergenang oleh air, baik oleh air tanah maupun air hujan. Hal ini juga ditemukan pada wilayah kerja PT Rimau Energy Mining, dimana besarnya debit air terakumulasi yang berasal dari curah hujan menggenangi area kerja pada Pit 1 Blok 12 PT Rimau Energy Mining.  Sehingga  diperlukan sebuah sistem penyaliran agar kuantitas  air pada wilayah penambangan dapat dikendalikan sehingga permasalahan-permasalahan yang muncul akibat air yang masuk tersebut dapat diatasi.Pada penelitian ini, metode penghitungan curah hujan rencana dengan menggunakan Distribusi Log Normal, penentuan Catchment Area menggunakan software Minescape, penghitungan debit limpasan menggunakan metode rasional, perhitungan debit pompa aktual dengan metode discharge, perhitungan sump rencana menggunakan metode water balance.Hasil perhitungan intensitas curah hujan rencana adalah 451,24 mm dengan luas catchment area 12,81 ha. Hasil perhitungan debit air limpasan sebesar 0,24 m3/detik dengan volume limpasan sebesar 2.477,29 m3. Debit aktual rata-rata pompa Sykes HH 160i sebesar 220,42 m3/jam. Rekomendasi volume sump rencana sebesar 6.555,17 m3.
STUDI PENGARUH PENGGUNAAN CAIRAN SURFAKTAN WETTING AGENT PADA PROSES BARGING BATUBARA I Wayan Murdiana; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4436

Abstract

Di Indonesia, kususnya di wilayah Kalimantan selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak sumberdaya batubara. Batubara adalah salah satu energy alternative di Indonesia yang cukup besar cadangannya. Dalam pemanfaatannya, batubara harus diketahui terlebih dahulu kualitasnya, kualitas batubara merupakan faktor dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen untuk memilih produk yang dihasilkan oleh produsen. Untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara antara lain total sulfur (TS), ash content (AC), volatile matter (VM), inherent moisture (IM), fixed carbon (FC), calorific value (CV), dan total moisture (TM).Metode analisa yang digunakan untuk kualitas batubara adalah America Society for Testing (ASTM) meliputi pengujian, menghitung Total Moisture (TM) batubara yang sebelum dan setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent dan menghitung ash Sampel batubara sebelum dan setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent.Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa rata-rata TM batubara sebelum disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 37,762% dan TM batubara setelah disemprot engan cairan surfaktan wetting agent adalah 36,105%. Sedangkan rata-rata nilai ash batubara sebelum disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 5,78% dan nilai ash setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 5,58%. Kata-kata kunci: Batubara, Surfaktan Wetting agent.
EVALUASI PEMBORAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG LIMESTONE Oki Prastio; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Kartini Kartini; Jhon Tohom Y.P
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4212

Abstract

Pembongkaran material di Pit Limestone dan Development PT Pama Indo Mining dilakukan dengan kegiatan peledakan. Sebelum kegiatan peledakan, dilakukan kegiatan pemboran untuk penyediaan lubang ledak dengan geometri dan pola tertentu. Penggunaan alat bor harus dioptimalkan agar alat bor tidak sering mengalami kondisi standby yang akan berpengaruh terhadap produktifitas operator serta menyebabkan efektifitas dari alat bor tersebut rendah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa waktu kerja operator yang didapatkan melalui time sheet harian operator, menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan utilitasi alat bor rendah dan menganalisa kebutuhan alat yang sesuai dengan target pembongkaran material pada pit Limeston dan Development tahun 2015 yang akan dicapai serta mengamati kondisi dari alat bor tersebut dengan menganalisa gangguan yang sering terjadi pada alat bor.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari target produksi  perusahaan tahun 2015 di Pit Limestone dan Development sebesar 3.191.000 Ton, dengan target  8 lubang ledak per jam untuk 2 unit alat, untuk mencapai  target lubang ledak maka diperlukan perbaikan efisiensi kerja menjadi  60 % dari sebelumnya yaitu 51% dengan mengurangi waktu stanby  dari sebelumnya 6 jam menjadi 4 jam.Faktor yang menyebabkan produktifitas alat bor rendah yaitu faktor Engine Low Power pada unit alat bor furukawa 02 19,69% travel maintenance 20,83%. Sedangkan untuk furukawa 03 pergantian bit 28,85% serta pergantian Shift 27,08%. Setelah dilakukan evaluasi kinerja alat bor dan evaluasi jam kerja efektif, maka alat bor yang diperlukan untuk mencapai target produksi Limestone yaitu berjumlah 2 unit alat bor dengan meningkatkan efisiensi alat bor menjadi 60% dengan jumlah lubang yang harus dibor sebanyak 16.620 lubang/tahun dengan kedalaman 72 meter/jam. Kata-kata kunci : Evaluasi pemboran, effective utilization, produktifitas, target lubang.
PERENCANAAN TAMBANG PADA LOKASI PIT EAST DAN PIT WEST DI PT WINGS SEJATI JOBSITE PT BANGUN NUSANTARA JAYA MAKMUR Akhmad Jailani; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5167

Abstract

Rencana PT Wings Sejati membuka lokasi penambangan baru merupakan latar   belakang   penulis   melakukan   penelitian   mengenai   perencanaan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pit dan batas penambangan, menghitung jumlah overburden dan batubara tertambang, membuat tahapan penambangan, rancangan disposal bulanan dan menghitung keperluan alat.Penelitian dikerjakan dengan bantuan software komputer. Pit yang akan dibuat ada dua yaitu Pit East dan Pit West. Batas penambangan, cadangan tertambang, dan volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 10 untuk Pit East dan 13 untuk Pit West. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geometri lereng. Perhitungan volume menggunakan software komputer. Tahapan penambangan mempertimbangkan target produksi perusahaan yaitu 30.000 ton/bulan dan kemampuan produksi tiap alat. Perhitungan kebutuhan alat gali muat dan alat angkut berdasar pada data alat yang tersedia di perusahaan.Hasil penelitian dengan SR 10 untuk Pit East dan 13 untuk Pit West didapatkan batas penambangan Pit East sampai 82 mdpl dengan luas pit 4.68 ha dengan cadangan batubara 59 ribu Ton dan volume OB 600 ribu BCM, batas penambangan Pit West sampai 99 mdpl dengan luas pit 2.68 ha dengan cadangan batubara 18 ribu Ton dan volume OB 260 ribu BCM. Pit yang dapat ditambangan hanya dalam waktu 3 bulan. Pada bulan November OB yang dibongkar sejumlah 272.861 BCM dengan batubara berjumlah 13.046 TON, pada bulan Desember jumlah OB yang dibongkar sejumlah 304.031 BCM dengan batubara sejumlah 30.302 TON, pada Bulan Januari jumlah OB yang dibongkar sejumlah 271.910 BCM dengan batubara sejumlah 34.809 TON. Kapasitas Disposal OB di bulan November sejumlah 272.945 BCM, kapasitas Disposal OB di bulan Desember sejumlah 263.817 BCM dan Bank soil sejumlah 40.512 BCM, kapasitas Disposal OB di bulan Januari sejumlah 273.991 BCM.  Keperluan alat berjumlah 6 alat gali muat CAT 336, 12 buah ADT 740, 7 buah DT HINO dan 4 alat support (dozer). Kata-kata kunci: Perencanaan, Pit, Overburden, Stripping Ratio.
SIMULASI COAL BLENDING PADA KEGIATAN BARGING BATUBARA DI PT DUA SAMUDERA PERKASA Frans Sutrisno Lebangan; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Annisa Annisa
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2927

Abstract

PT Dua Samudera Perkasa adalah salah satu usaha pengelolaan pelabuhan, merupakan usaha yang sangat mendukung kelancaran dan kecepatan distribusi hasil tambang. Adanya permintaan produk batubara yang tidak dimiliki, sehingga perusahaanpun berinisiatif untuk melakukan pencampuran batubara. Tujuannya adalah agar produk batubara dari perusahaan tersebut dapat terjual sesuai dengan permintaan pembeli.Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemisahan terhadap beberapa tipe batubara yang berbeda kualitasnya yang disediakan oleh PT Dua Samudera Perkasa. Mencoba melakukan simulasi coal blending dengan menggunakan perhitungan dengan cara teoritik untuk mengetahui nilai kualitas serta kuantitas batubara yang diinginkan oleh pembeli. Permintaan pembeli untuk nilai kualitas batubara adalah CV 5.500 Kcal/Kg, TM ≤ 38%, TS ≤ 1%, dan Ash  ≤ 8%, serta dengan kuantitas sebesar 55.000 ton.Dari hasil simulasi blending untuk semua tipe batubara yaitu dari tipe 1 hingga tipe 4 batubara, maka didapatkan pada simulasi tipe 1 dan tipe 3 menghasilkan 2 produk batubara, pada tipe 1 dan tipe 4 menghasilkan 5 produk batubara, dan pada simulas tipe 2 dan 4 menghasilkan 4 produk batubara dengan nilai calorific value, total moisture, total sulphur dan Ash yang sesuai dengan kriteria pembeli dan 9 produk lainnya tidak sesuai dengan kriteria permintaan pembeli. Dari semua produk yang telah didapatkan, maka diperoleh juga hasil simulasi yang paling direkomendasikan, yaitu pada simulasi batubara tipe 1 dan tipe 4 dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg dan penggunaan batubaranya untuk tipe 1 sebesar 41.733 ton dan tipe 4 sebesar 13.267 ton, sehingga didapatkan harga dasar Rp. 259.859/ton. Dilihat dari harga dasar yang diperoleh dengan harga jual yang telah ditetapkan perusahaan sebesar Rp. 355.000/ton maka perusahaan memperoleh keuntungan maksimal sebesar Rp. 95.141/ton. Kata-kata kunci: Batubara, Tipe Batubara, Blending, Simulasi. 
Co-Authors Abbas Abbas Abdul Khair Abdurrahman Hanafi Achmad Achmad Adip Mustofa Afif Irfandy Afrizi Rahman Aggraini Wahyu Saputri Agung Dwi Prasetyo Agus Arie Yudha Ahmad Syahid Aji Ahdinata Akhmad Jailani Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andreas Bayu Bangalino Andrew Carnegie Hernan Andri Toding Angga Al Rasyid Anggriano Sagar Annisa Annisa Annisa Rizky Nur Adzmi Ary Murgiantoro Ary Rizki Novandy Daniel Silalahi Deddy J. Sitio Dedy Handoko Simatupang Devrin Aprilius Munthe Dewangga Jabal Putra Didi Kasi Setiawan Dimas Saputra Eka Sandi Prakasa Yuda Eko Santoso Evri Ferdiansyah Fauzan Nuzuliansyah Ferry Ariadi Wardhany Fikri, Hafidz Noor Frans Sutrisno Lebangan Freddy Aditya I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta I Wayan Murdiana Imam Imam Irham Nurhafidz Jery Indrawan Jhon Tohom Y.P Kartini Kartini Lofty Rinaldi Sirnipson M. Advan Kamarullah M. Rian Musadat Mahdi Salam Marselinus Untung Dwiatmoko Mazhar Satryo Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Fawzi Muhammad Hafidz Daniah Muhammad Rizani Zain Muhammad Rizwan Rozali Muhammad Yusuf Muslaini Muslaini Nadya Yessica Noor Wahidatul Jannah Nur Rochim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Paulina Natalia Putri, Karina Shella Raka Lesmana Sumarno Rakhman Silvika Maksum Riswan Riswan Rizki Tri Cahyana Rizky Andhika Romla Noor Hakim Romla Noor Noor Hakim Sari Melati, Sari Sigit Prasetyo Subianto Subianto Suryadi Suryadi Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wahyu Permadi Winda Winda Yosua Dinata Olla Zuan Eka Prawita