Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of corn cob particle size on oil yield and production rate in pyrolysis-based waste-to-energy conversion Simamora, Tigor; Gamayel, Adhes; Zaenudin, Mohamad
JTTM : Jurnal Terapan Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2025): JTTM: Jurnal Terapan Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jttm.v6i2.1678

Abstract

The global energy crisis caused by the limits of oil reserves urging the needs for alternative energy solution, including a pyrolysis-based oil energy. In this study, we investigate the pyrolysis of corn cob biomass with varying particle sizes (3 mesh, 5 mesh, 7 mesh, and 10 mesh) to evaluate its effect on product yields and physical properties. Each experiment was conducted for 90 minutes using 300 grams of feedstock, pre-dried in a microwave oven at 120°C for 2 hours. The results revealed that the bio-oil yield decreased with smaller particle sizes, from 31.52% at 3 mesh to 26.12% at 10 mesh. Conversely, bio-char yield increased from 37.48% to 46.47%, while bio-gas yield decreased from 31.00% to 27.42%. This suggests that excessively small particle sizes reduce bio-oil yield due to uncontrolled reactions despite their higher surface area. The bio-oil density ranged between 1.0235 and 1.0353 g/ml, indicating consistent physical properties across particle sizes. The inlet and outlet temperatures of the reactor (T1 and T2) and condenser (T3 and T4) remained relatively increasingly stable, indicating consistent condensation of pyrolysis gases into liquid bio-oil. This study has successfully provided an insight into the optimization of particle size of the waste processing of corn cob into energy by using the pyrolysis method.
Non-destructive test examination of shielded metal arc welding of SS400 steel plate for pressure vessel application Indra, Ida Bagus; Monanov, Murodih; Zaenudin, Mohamad; Saleh, Yasya Khalif Perdana
JTTM : Jurnal Terapan Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2025): JTTM: Jurnal Terapan Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jttm.v6i2.1685

Abstract

The global energy crisis caused by the limits of oil reserves urges the need for alternative energy solutions, including pyrolysis-based oil energy. In this study, we investigate the pyrolysis of corn cob biomass with varying particle sizes (3 mesh, 5 mesh, 7 mesh, and 10 mesh) to evaluate its effect on product yields and physical properties. Each experiment was conducted for 90 minutes using 300 grams of feedstock, which had been pre-dried in a microwave oven at 120°C for 2 hours. The results revealed that the bio-oil yield decreased with smaller particle sizes, from 31.52% at 3 mesh to 26.12% at 10 mesh. Conversely, bio-char yield increased from 37.48% to 46.47%, while bio-gas yield decreased from 31.00% to 27.42%. This suggests that excessively small particle sizes reduce bio-oil yield due to uncontrolled reactions despite their higher surface area. The bio-oil density ranged between 1.0235 and 1.0353 g/ml, indicating consistent physical properties across particle sizes. The inlet and outlet temperatures of the reactor (T1 and T2) and condenser (T3 and T4) remained relatively stable, indicating consistent condensation of pyrolysis gases into liquid bio-oil. This study has successfully provided insight into the optimization of a particle size of the waste processing of corn cob into energy by using the pyrolysis method
Pelatihan dan Pendampingan Produk Olahan Singkong dan Ubi Jalar Putih untuk Peningkatan Nilai Tambah Hasil Pertanian Iznilillah, Wilna; Hanifah, Ishmah; Zaenudin, Mohamad; Nursalsabila, Putri; Dzikrillah, Herry Muhammad; Aminullah; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21449

Abstract

Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, memiliki potensi agraris yang signifikan terutama pada komoditas singkong dan ubi jalar putih. Namun, hasil panen sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah sehingga berdampak pada rendahnya nilai tambah dan ketergantungan petani terhadap tengkulak. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong dan ubi jalar menjadi produk bernilai jual, khususnya keripik, melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi teoritis, demonstrasi langsung proses produksi, hingga praktik mandiri peserta dengan bimbingan real-time. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan teknis masyarakat, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengirisan seragam, pengaturan suhu penggorengan, hingga penerapan varian rasa (original, balado, barbeque, sapi panggang, cokelat). Produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu, higienis, serta memiliki daya tarik pasar lebih luas. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai tambah, terbukanya peluang usaha rumah tangga, dan berkurangnya ketergantungan pada tengkulak. Keberlanjutan program ini diharapkan terwujud melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan dukungan pemasaran digital sehingga produk keripik dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dengan demikian, pengolahan pangan berbasis singkong dan ubi jalar dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pengaruh Variasi Fraksi Massa Bio-Fiber dengan Perlakuan Alkalisasi NaOH Terhadap Kekuatan Tarik Material Komposit Yusuf, Alfian Rachman; Zaenudin, Mohamad; Fikri, M. Luqman Saiful
JURNAL CRANKSHAFT Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i3.15759

Abstract

Kebutuhan akan komposit ramah lingkungan mendorong pemanfaatan bio-fiber sebagai penguat. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi massa serat resam (Dicranopteris linearis) dan ijuk (Arenga pinnata) serta perlakuan alkalisasi NaOH 5% (2 jam) terhadap kekuatan tarik komposit bermatriks epoksi. Spesimen dibuat dengan metode hand lay-up sesuai ASTM D638 Tipe I pada tiga tingkat massa serat (1, 2, 3 g) untuk dua kondisi (tanpa alkalisasi dan beralkalisasi), masing-masing dua replikasi (total 24 spesimen). Hasil pengujian menunjukkan respons yang berbeda antara kedua serat. Pada ijuk, perlakuan alkalisasi menghasilkan tren kenaikan kekuatan tarik yang linier dan stabil seiring meningkatnya massa (27,42 → 31,88 → 34,59 MPa; R² ≈ 0,98), sekaligus menurunkan variasi data (coefficient of variant (CV) kelompok ≈11,6%). Tanpa alkalisasi, kekuatan material cenderung lebih lemah (29,07 → 19,08 → 36,06 MPa; R² ≈ 0,17) dengan variasi yang lebih tinggi (CV ≈30,4%). Pada resam, alkalisasi menghasilkan nilai optimum pada fraksi massa 2 g (22,43 MPa) namun menurun di 3 g (16,10 MPa), sedangkan tanpa alkalisasi nilainya moderat (16,53; 19,38; 16,12 MPa) dengan konsistensi lebih baik (CV ≈ 10,27% vs 18,61% beralkali). Seluruh kekuatan tarik melebihi acuan SAE J1717 (8,09 MPa).
DESAIN DAN ANALISA VELG MOBIL 15 INCH TIPE ALUMINIUM ALLOY 6061 MELALUI SIMULASI PENGUJIAN DYNAMIC CORNERING FATIGUE SESUAI STANDAR SAE J 328 Gamayel, Adhes; Ikhsannudin, Moh. Nova; Zaenudin, Mohamad
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.3867

Abstract

The rim is the part of the wheel that gets the force and tension because of holding the vehicle's weight in a stationary or moving position. Wheels have a critical zone related to force and stress in the area called the spoke. This study aims to compare several wheel models that have been modified to find the minimum critical value. The wheels that were analyzed consisted of model 1 wheels with a spoke radius of 4 mm, model 2 wheels with a spoke radius of 8 mm and model 3 wheels with a spoke radius of 12 mm. The research method was carried out using a static structural analysis method with a reverse engineering approach. The research was carried out in several stages related to dynamic cornering fatigue testing and loading. The results of this test are compared with the standard of the Society of Automotive Engineers (SAE) J 328. Wheel design using Autodesk Inventor 2016 software and simulated using ANSYS Workbench R1 2022 software. The results of the simulation are the equivalent elastic strain, equivalent von misses, and fatigue life values ​​of the three-wheel models. Model 1 alloy wheel design has an equivalent von misses value of 75.022 MPa, an equivalent elastic strain of 0.0016627 mm/mm and a fatigue life value of 1,000,000 rounds. The model 2 alloy wheel design has an equivalent von Misses value of 119.53 MPa, an equivalent elastic strain of 0.001862 mm/mm and a fatigue life value of 1,000,000 rounds. The model 3 alloy wheel design obtained an equivalent von misses value of 136.96 MPa, an equivalent elastic strain of 0.0019852 mm/mm and a fatigue life value of 841,040 rounds. Of all the wheel models, seen from the simulation results, they meet the SAE J 328 standard
Pengaruh Variasi Komposisi Tempurung Kelapa dan Cangkang Kemiri terhadap Kualitas Briket Alternatif Solihin, Ade; Zaenudin, Mohamad; Saleh, Yasya Khalif Perdana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.11996

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat diiringi pertumbuhan populasi dan ekonomi global mendorong pencarian solusi alternatif. Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2006-2025 Indonesia menetapkan target energi untuk tahun 2025, termasuk peningkatan penggunaan batu bara dan energi terbarukan. Limbah tempurung kelapa dan cangkang kemiri, yang masih belum optimal dimanfaatkan, menjadi fokus penelitian ini untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Penelitian sebelumnya menunjukkan berbagai cara efisien untuk memanfaatkan kedua limbah tersebut. Modifikasi kompor briket dengan tempurung kelapa menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi, sementara briket cangkang kemiri dapat mengurangi polusi dan meningkatkan efisiensi termal. Penelitian ini mencoba mencampur kedua limbah ini dengan berbagai komposisi untuk mengevaluasi efektivitasnya sebagai pengganti minyak tanah yang semakin langka. Penggunaan tempurung kelapa dalam briket umum, namun, dapat menjadi mahal. Oleh karena itu, solusi yang diajukan adalah menambahkan limbah pertanian, seperti cangkang kemiri, untuk mengurangi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas briket. Penelitian ini membandingkan berbagai komposisi briket, termasuk CK50% + TK50%, CK40% + TK60%, CK60% + TK40%, CK30% + TK70%, CK70% + TK30%, CK20% + TK80%, dan CK80% + TK20%. Parameter yang diuji melibatkan kadar air, kadar abu, waktu pembakaran, dan shutter index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi CK60% + TK40% dan CK20% + TK80% menunjukkan performa terbaik. Keduanya memberikan briket dengan daya tahan tinggi, stabilitas, dan efisiensi waktu pembakaran optimal. Kombinasi CK30% + TK70% dan CK20% + TK80% menunjukkan kadar air dan kadar abu stabil, sementara CK50% + TK50%, CK20% + TK80%, dan CK30% + TK70% menunjukkan waktu pembakaran yang lebih lama. Shutter index pada CK60% + TK40% dan CK20% + TK80% menunjukkan daya tahan yang kuat.
Analisis sistem solar tracker terhadap daya yang dihasilkan untuk irigasi hidroponik tenaga panel surya Hanif, Muhammad Naufal; Zaenudin, Mohamad; Saleh, Yasya Khalif Perdana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Crankshaft Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i2.11050

Abstract

Hydroponics is an agricultural system that requires electricity to drive water pumps that flow irrigation, and solar panels are tools to convert solar energy into electrical energy. The drawback of installing solar panels so far is static so that the power received is not optimal, considering that the sun is always moving around the earth. In this case a solar panel with a solar tracker system is used as a source of electrical energy for the water pump. The purpose of using a solar tracker on this hydroponic solar panel is to optimize the absorption of the energy received by the solar panel. The method used in this research is the method of literature study and experimental research. The research was conducted from March 4 - April 15 2023 from 07.00 - 18.00 WIB with 1 day of static position testing each, and 1 day of solar tracker solar panels every day. The total power obtained during the test was 2823.31W on the solar tracker system after deducting the power consumption of the solar tracker system, while in a static position the power obtained was 1843.71W. On the solar tracker system it takes 3 Hours 54 Minutes to charge the battery after the battery power is used for 13 hours. Meanwhile, in a static position it takes 6 hours. The conclusion from this study is that the solar panel solar tracker system in hydroponics is capable of producing a power increase of 53% compared to hydroponic solar panels in a static position.
Analisis Perbandingan Komposisi Biobriket Berbahan Baku Tempurung Kelapa dan Kayu Rambutan dengan Perekat Pati Kanji dan Molase Fikri, M; Sunardi, Ade; Zaenudin, Mohamad
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Crankshaft Vol.6 No.3 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i3.11451

Abstract

Semakin berkurangnya jumlah bahan bakar fosil yang tersedia telah mendorong kebutuhan akan sumber energi alternatif dan terbarukan. Oleh karena itu, pencarian untuk menemukan sumber bahan alternatif yang dapat diperbarui, ekonomis, dan ramah lingkungan menjadi suatu kegiatan yang sangat penting untuk pengembangan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Salah satu solusinya adalah melalui penggunaan Biobriket, yaitu briket atau arang yang dihasilkan dari limbah biomassa seperti dedaunan, ranting, jerami, kayu, dan berbagai jenis bahan hayati lainnya. Pembuatan Biobriket dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk bahan yang digunakan, kehalusan arang hasil karbonisasi, massa jenis arang, temperatur karbonisasi, variasi komposisi, dan tekanan pada proses pencetakan. Biobriket ini memiliki keunggulan dalam menghasilkan asap yang sangat sedikit, bahkan hanya timbul saat proses penyalaan. Pada penelitian ini, biobriket dibuat sedemikian rupa dengan menggunakan campuran tempurung kelapa dan kayu rambutan dengan komposisi yang berbeda-beda. Dua perekat digunakan pada penelitian ini, yaitu molase dan tepung kanji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran briket dengan kualitas terbaik adalah briket dengan komposisi campuran 90% arang dan 10% perekat (molase dan pati kanji). Hal ini disimpulkan dari beberapa faktor pengujian yaitu, densitas, shutter index, laju pembakaran, dan sisa abu. Penelitian ini telah berhasil memberikan wawasan mengenai pembuatan biobriket dengan menggunakan bahan baku tempurung kelapa dan kayu rambutan berperekat molase dan tepung kanji.