Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring the Role of Green Grass Jelly Leaf Pectin as a Natural Additive in Integrated Science Education: A Narrative Study Manasikana, Oktaffi Arinna; Moreira, Ilidio Ximenes
Discovery Vol 11 No 1 (2026): March 2026
Publisher : LPPM Universitas Hasyim Asy'ari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/discovery.v11i1.11781

Abstract

This study examines the potential of pectin from green grass jelly (Cyclea barbata) leaves in industrial and educational applications. Pectin, as a natural thickening agent, shows good quality in food products such as jam, jelly, and gel-based drinks, providing a healthier and more environmentally friendly alternative compared to synthetic thickeners. In addition, green grass jelly pectin also has potential in non-food applications, such as biopolymers in the oil and pharmaceutical industries, providing a more sustainable solution in the polymer flooding process and the development of medical biomaterials. This study also explores the role of pectin in integrated science learning, by integrating STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) and ethnoscience approaches to improve students' understanding of scientific concepts and practical applications of science based on local natural resources. Through project-based experiments, students can understand the pectin extraction process and its application in real life. This pectin-based learning model also supports 21st-century skills, such as critical thinking, problem solving, and creativity. Overall, green grass jelly leaf pectin offers great potential in supporting industrial sustainability as well as education that is more contextual and relevant to current environmental challenges. 
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROYEK TERHADAP KEAKTIFAN DAN KREATIFITAS MAHASISWA MATA KULIAH MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF IPA MATERI KIMIA SMP Oktaffi Arinna Manasikana; Andri Wahyu Wijayadi; Andhika Mayasari
Jurnal Zarah Vol. 10 No. 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v10i1.4344

Abstract

Peristiwa pandemi Covid-19 di dunia termasuk Indonesia, menyebabkan perubahan sistem pembelajaran yang signifikan, biasanya tatap muka di kelas, kegiatan praktek di laboratorium berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Pembelajaran proyek menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA adalah mata kuliah wajib dalam fakultas ilmu pendidikan yang menuntut mahasiswa dalam keaktifan dan kreatifitas menguasai materi tersebut sehingga lebih aplikatif dimanfaatkan saat kelak menjadi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan teknik pengumpulan data secara observasi dan angket. Model Pembelajaran IPA SMP pada materi kimia mempunyai karakteristik pengetahuan yang abstrak bagi siswa SMP sehingga dibutuhkan keaktifan dan kreatifitas saat mengajar. Berdasarkan hasil angket didapatkan hasil sebagai berikut: persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 76,8; motivasi mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 78,40; pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 87,6; aktifitas dan kreatifitas mahasiswa dalam pembelajaran proyek 88,7; Kesan mahasiswa terhadap pembelajaran proyek adalah 84,6. Dari hasil rerata diatas 75,0 hal ini menunjukkan pembelajaran proyek efektif diterapkan pada mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA materi kimia SMP.