Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Otolith And Growth Pattern Layang Fish, Decapterus Muroadsi Temminck & Schlegel, 1844 In Manado Bay Yulianti Umar; Fransine B. Manginsela; Ruddy D. Moningkey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.21441

Abstract

The aim of this research is to know the distribution of the size of Decapterus muroadsi, to describe otolit that is otolith length (Po), width otolith (Lo), perimeter / otolith circumference (Ko), otolith area (Ao), and determine the relationship of total length and body weight of fish kite Decapterus muroadsi in Manado Bay. The sampling was conducted in August - December 2017 of the gliders obtained during the study of 135 individuals in which males were 87 individuals and 48 female individuals. Distribution of the total length of the globe and the body height of the globe fish 190 mm - 225 mm, weighs 63 grams - 154 grams, the female fish has a total length of 205 mm - 250 mm, and weighst 88 grams - 159 grams. To know the morphometric perimeter otolith left and right perimeter otolith fish taken to be taken as otolith samples of male fish (15 individuals) and females (15 individuals). The results of the comparison analysis were found for the left and right otolith of male trooper with otolith length (Po) 0.796, perimeterr / otolith circumference (Ko) 0.621, and otolith area (Ao) 0.268 and females with 0.027 otolith (Po) 0.057, perimeter / otolith (Ko) 0.231, and otolith area (Ao) 0.858, males and females did not differ significantly between left otolith and right otolite where t-hit <from t-table as for otolith (O2) 2,371 and otolith otolith otolith (Lo) 2,952 differs markedly where t-hit> from t-table. Kites, Decapterus muroadsi used as a sample in the study were 135 individuals divided into 3 parts, namely males and females and combined (males and females). Based on the result of growth pattern analysis on the value of the fish b of the Decapterus muroadsi male has t-hit> t-table (4E - 06> 1,998) and mixed (and female) have t-hit> t-table (4E-06 - 1,997) Therefore H1 is accepted as (allometric) and females have t-hit <t-table (3E-O6-1,679) has a value b where hypothesis H1 is accepted as isometric. Keywords: Decapterus muroadsi, Describing, Otolith, male, females ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran ikan layang Decapterus muroadsi, mendeskripsikan otolit yakni panjang otolit (Po), lebar otolit (Lo), perimeter/keliling otolit (Ko), area otolit (Ao), dan menentukan hubungan panjang total dan berat tubuh ikan layang Decapterus muroadsi di Teluk Manado. Pengambilan sampel  ini dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2017 ikan layang yang di peroleh selama penelitian sebanyak 135 individu di mana jantan 87 individu dan betina 48 individu. Sebaran ukuran panjang total ikan layang dan berat tubuh ikan layang jantan 190 mm – 225 mm, berat 63 gram – 154 gram, ikan layang betina memiliki panjang total 205 mm – 250 mm, dan berat 88 gram – 159 gram, Untuk mengetahui perimeter morfometrik otolit kiri dan kanan perimeter otolit ikan layang yang diambil untuk dijadikan sampel otolit ikan layang jantan berjumlah (15 individu) dan betina (15 individu). Hasil analisis perbandingan ternyata untuk otolit kiri dan kanan ikan layang jantan dengan Panjang otolit (Po) 0,796, perimeterr / keliling otolit (Ko) 0,621, dan  area otolit (Ao) 0,268 dan betina dengan Panjang otolit (Po) 0,057, perimeter/keliling otolit (Ko) 0,231, dan area otolit (Ao) 0,858, jantan dan betina tidak berbeda nyata antara otolit kiri dan otolit kanan di mana t-hit < dari t-tabel adapun untuk otolit jantan lebar otolit (Lo) 2,371 dan otolit betina  lebar otolit (Lo) 2,952 berbeda nyata di mana t-hit > dari t-tabel. Ikan layang, Decapterus muroadsi yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian berjumlah 135 individu yang di bagi dalam 3 bagian yaitu jantan dan betina serta gabungan (jantan dan betina). Berdasarkan hasil analisis pola pertumbuhan terhadap nilai b ikan layang Decapterus muroadsi jantan memiliki t-hit> t-tabel (4E – 06 >1,998) serta campuran (jantan dan betina) memiliki t-hit> t-tabel (4E-06 – 1,997) Maka dari itu H1 di terima sebagai (allometrik) dan betina memiliki t-hit< t-tabel (3E-O6– 1,679) memiliki nilai b dimana hipotesis H1 diterima sebagai isometrik.Kata kunci : Decapterus muroadsi, mendeskripsikan, otolit, jantan, betina
Phytoplankton Density and Diversity in the Waters around the Reclamation Area in Manado Beach Yulianti E Liwutang; Fransine B. Manginsela; Jan FWS Tamanampo
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.3.2013.2568

Abstract

ABSTRACT Phytoplankton is one of the most important aquatic organisms and has a major role in the cycle of life in the waters. Phytoplankton is able to do the process of photosynthesis to produce the organic matter utilized by other organisms living in aquatic environments. Phytoplankton can also be used as one of the ecological parameters that can describe the ecological conditions of the body of water and can be used as bio-indicators of pollution in the water. The purpose of this study is to obtain the types of phytoplankton in the waters around the reclamation area in Manado Beach, to know the diversity and density of phytoplankton species, and to determine the types of phytoplankton which are dominant according to the water depth. The phytoplankton found in the research site belonged to 27 genera. Station 1, 27 species were found in 5m depth, 19 species in 15m depth and 12 species in 30m depth. Station 2, 24 species were found in 5m depth, 20 species in 15m depth and 13 species in 30m depth. For index density, station 1 and 2 at a depth of 5 m has the highest density of 11 individuals/l and 12.333 Individuals/l. Diversity indices for stations 1 and 2 showed at a depth of 5 m, 2.954 and 2.891, respectively. The dominance indices at station 1 and station 2 showed that were no species dominance. Keywords : phytoplankton, density, diversity, reclamation area   ABSTRAK Fitoplankton  merupakan salah satu organisme perairan yang sangat penting dan mempunyai peran utama dalam siklus kehidupan di  perairan. Fitoplankton mampu melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan senyawa organik yang merupakan sumber energi yang dimanfaatkan oleh organisme lain yang hidup di lingkungan perairan. Fitoplankton juga dapat digunakan sebagai salah satu parameter ekologi yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi ekologi suatu perairan dan dapat digunakan sebagai bio-indikator pencemaran dalam suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis-jenis fitoplankton yang ada di perairan sekitar kawasan reklamasi Pantai Manado, mengetahui keanekaragaman dan kepadatan spesies fitoplankton dan mengetahui jenis-jenis fitoplankton yang dominan menurut kedalaman air. Jenis fitoplankton yang ditemukan di lokasi penelitian totalnya berjumlah 27 genus.   Stasiun 1, ditemukan 27 spesies di kedalaman 5m, 19 spesies di kedalaman 15m dan 12 spesies di kedalaman 30m. Stasiun 2, ditemukan 24 spesies di kedalaman 5m, 20 spesies di kedalaman 15m dan 13 spesies di kedalaman 30m.Untuk indeks kepadatan, stasiun 1 dan 2 di kedalaman 5 m memiliki kepadatan tertinggi yaitu 11 Ind/l dan 12,333 Ind/l. Indeks keanekaragaman untuk stasiun 1 dan 2 di kedalaman 5m yaitu 2,954 dan 2,891, indeks dominasi di stasiun 1 dan stasiun 2 menunjukkan tidak adanya dominasi spesies. Kata kunci : fitoplankton, kepadatan, keanekaragaman, kawasan reklamasi 1Bagian dari skripsi 2Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
The Existence of Intertidal Gastropods in Malalayang Beach, North Sulawesi Irawati RJC Roring; Fransine B. Manginsela; Boyke H Toloh
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.3.2013.2571

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the density, relative density and patterns of distribution of  gastropods and diversity index gastropod community in the intertidal Malalayang Beach (behind Minanga Hotel), North Sulawesi. Gastropods sampling using quadratic size 0.5x0.5 m2 placed systematically and proportionally on dead coral sandy substrate mix mud, rocks slightly sandy substrate and substrate-sized stones. The results found have been changes in the number of species of the 30 species of gastropods (Manginsela, 1998) now to only 15 species. While the density of intertidal Malalayang gastropods contained 0,13 and  the current range of 0.06 - 0.13  individu/m2 and relative density ranged from 2%-38.5%. Diversity index contained in the intertidal gastropod dead coral layered thin smear highest H' = 2.412 following the rocky region is H' = 2.232, and the lowest in the region b is H' = 2.059. Dispersal patterns in the intertidal gastropod are all randomized except Cypraea felina the distribution pattern of the group. Keywords : gastropod, distribution   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan, kepadatan relatif  dan pola penyebaran dari masing-masing jenis gastropoda serta indeks keanekaragam komunitas gastropoda di intertidal Pantai Malalayang (di belakang Minanga Hotel), Propinsi Sulawesi Utara. Pengambilan contoh gastropoda menggunakan kuadrat ukuran 0.5x0.5 m2 yang ditempatkan secara sistimatis dan proporsional   pada substrat karang mati berpasir campur lumpur,  substrat bebatuan  sedikit berpasir substrat batu-berukuran. Hasil penelitian menemukan telah terjadi perubahan jumlah spesies gastropoda dari 30 spesies (Manginsela, 1998) menjadi hanya 15 spesies. Sedangkan kepadatan gastropoda yang terdapat di intertidal pantai Malalayang dari berkisar 0,13 individu/m2 saat ini 0,06-0,13 individu/m2 dan kepadatan relatif berkisar 2% - 38,5%. Indeks keanekaragaman gastropoda yang terdapat di intertidal karang mati berlapis lumpur tipis tertinggi adalah H’ = 2,412 menyusul kawasan berbatu adalah H’ = 2,232 serta terendah kawasan pada kawasan b adalah H’ = 2,059. Pola penyebaran gastropoda di intertidal ini semuanya acak kecuali Cypraea felina yang pola penyebarannya kelompok. Kata kunci : gastropoda, distribusi1 Bagian dari skripsi2 Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi 
In Intertidal Gastropod community Malalayang Beach Manado North Sulawesi Cornelis Dimas Bugaleng; Fransine B. Manginsela; Alex D. Kambey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.1.2015.13217

Abstract

This study aims to determine the density and relative density of gastropods and diversity index of the community as well as evenness and dominance index in the intertidal beach Malalayang), Manado in North Sulawesi. Gastropods were sampled using quadrate with size 1x1m2 placed systematically and disproportionately on dead coral sandy substrate, mix mud, rocks slightly sandy substrate, and  substrate-sized stones. The study found that there has been a change in the amount of 30 species of gastropod species (Manginsela, 1998) increased to 69 species. While the density of gastropods contained in the intertidal beach of Malalayangis ranging from  13,63individu / m2to currently 2,73-13,63individu / m2 and relative density ranging from 11.22% - 42.78%. Diversity index of organism is high with a value of H '= 2.81497. Evenness index of gastropods in Malalayang Beach intertidalcould be categorized fairly even and almost evenly. Meanwhile, the low dominance values ​​C = 0.2132, indicating that the area has good conditions as a place to live, and yet there is competition, which means, food or a place is suitable for gastropods to live. The intertidal area of Malalayang Beach Manado North Sulawesi substrate are mainly in the form of sandy coral, slightly muddy and rocky. Keywords: gastropod, distribution A B S T R A K Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan, kepadatan relative  dari masing-masing jenis gastropoda serta indeks keanekaragam komunitas gastropoda, kemerataan dan indeks dominansi di intertidal Pantai Malalayang (di belakang Minanga Hotel), Manado Sulawesi Utara. Pengambilan contoh gastropoda menggunakan kuadrat ukuran 1x1m2 yang ditempatkan secara sistimatis dan proporsional pada substrat karang mati berpasir campur lumpur, substrat bebatuan sedikit berpasir substrat batu-berukuran. Hasil penelitian menemukan telah terjadi perubahan jumlah spesies gastropoda dari 30 spesies (Manginsela, 1998) meningkat menjadi hanya 69 spesies. Sedangkan kepadatan gastropoda yang terdapat di intertidal pantai Malalayang dari berkisar 13,63individu/m2 saat ini 2,73-13,63individu/m2 dan kepadatan relatif berkisar 11,22% - 42,78%. Keanekaragaman jenis organisme tergolong tinggi dengan nilai H’ = 2,81497. Kemerataan jenis gastropoda pada intertidan Pantai Malalayang Manado Sulawesi Utara termasuk kategori cukup merata dan hampir merata. Sedangkan,  Dominasi rendah yakni nilai C = 0.2132,  menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki kondisi yang baik sebagai tempat hidup dan belum terjadi persaingan yang berarti terhadap ruangg, makanan atau tempat hidup bagi gastropoda. Di daerah intertidal Pantai Malalayang Manado Sulawesi Utara Substrat berupa karang mati berpasir, berlumpur tipis dan berbatuan. Kata Kunci : Gastropoda, Distribusi 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Otolith biometry analysis of betong fish, Selar crumenophthalmus (Bloch, 1793) (Teleostei: Carangidae) in Manado Bay, North Sulawesi Saiful Bahri; Lawrence J. L. Lumingas; Fransine B. Manginsela
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.2.2018.21075

Abstract

This study aims to examine whether there are differences in the size and shape of otolith both between sexes and between the sampling times of bigeye scad Selar crumenophthalmus in  Manado Bay, North Sulawesi. Most of the otolith sizes and the otolith shape indices do not show any significant differences between left and right, some of which show statistically significant differences such as the otolith length and the indices of the roundness, ellipticity and aspect ratio of female fish at August 2017 and otolith length, otolith width and otolith perimeter of male fish at November 2017. The otolith sizes and shape indices do not differ between sexes but differ between sampling times ie August 2017 and November 2017. Otolith sizes such as length, width, area and perimeter and shape indices such as circularity and rectangularity can be used as indicators of stock determination. Other shape indices of otolith such as form factor, roundness, ellipticity and aspect ratio are not well used as stock determination. Most of the samples showed a negative allometric growth pattern, except in the sample of female fish sampled in November 2017 which showed an isometric growth pattern for all otolith size variables. There is no statistically significant difference in the regression line of the otolith sizes - total length between sexes, but there is a statistically very significant difference in the regression line between sampling times (months) where the otolith size is greater in November 2017 or in other words at the same length of fish, otolith sizes bigger in November 2017 than in August 2017. The otolith sizes and their relationship with the total length of the fish can be used for determining (separating) the stock of bigeye scad Selar crumenophthalmus. There is a possibility that the sample for August 2017 is a different stock with samples from November 2017.Key words: Selar crumenophthalmus, otolith, morphometry, stock identification, Manado Bay ABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan ukuran dan bentuk otolit  baik antar seks maupun antar waktu pengambilan sampel ikan selar betong Selar crumenophthalmus di Teluk Manado Sulawesi Utara. Sebagian besar ukuran serta indeks bentuk otolit tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antara kiri dan kanan, beberapa di antaranya menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik misalnya ukuran panjang otolit serta indeks bentuk otolit ‘roundness’, ‘ellipticity’ dan ‘aspect ratio’ pada ikan betina Agustus 2017 dan ukuran panjang otolit, luas otolit dan keliling otolit pada ikan jantan November 2017. Ukuran dan indeks bentuk otolit tidak berbeda antar jenis kelamin tetapi berbeda antar waktu sampling yakni Agustus 2017 dan November 2017. Ukuran otolit seperti panjang, lebar, luas dan keliling otolit serta indeks bentuk seperti ‘circularity’ dan ‘rectangularity’ dapat digunakan sebagai indikator penentu stok. Indeks bentuk otolit lainnya seperti ‘form factor’, ‘roundness’, ‘ellipticity’ dan ‘aspect rasio’ kurang baik digunakan sebagai variable penentu stok. Sebagian besar sampel menunjukkan pola pertumbuhan alometri negatif, kecuali pada sampel ikan betina yang disampling pada November 2017 yang memperlihatkan pola pertumbuhan isometrik untuk semua variabel ukuran otolit. Tidak terdapat perbedaan garis regresi ukuran otolit - panjang total antar seks, tetapi terdapat perbedaan yang sangat nyata garis regresi tersebut antar waktu sampling (bulan) di mana ukuran otolit lebih besar pada bulan November 2017 atau dengan kata lain pada panjang ikan yang sama, ukuran otolit lebih besar pada bulan November 2017 dibandingkan dengan pada bulan Agustus 2017.           Ukuran otolit serta hubungan regresi dengan panjang total ikannya dapat digunakan untuk penentuan (pemisahan) stok ikan selar betong Selar crumenophthalmus. Ada kemungkinan sampel bulan Agustus 2017 merupakan stok yang berbeda dengan sampel bulan November 2017.Kata kunci: Selar crumenophthalmus, otolit, morfometri, identifikasi stok, Teluk Manado
Community Structure of Gastropod in Bahowo Mangrove Ecotourism Area Handayani, Maymanah; Rangan, Jety K.; Lumingas, Lawrence J. L.; Manginsela, Fransine B.; Kepel, Rene C.; Ompi, Medy
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v9i2.35634

Abstract

This article describes the structure of the gastropod community in the Bahowo Mangrove Ecotourism Area, Manado. From 30 sample units (squared) analyzed, obtained 185 individual gastropods belonging to 27 species with an average density of 6.17 individuals/m2. The Shannon index value (H') is quite high at 3.038, the evenness index (E) is also high at 0.922, and the dominance index (D) is low at 0.078. This variation in gastropod community structure occurs between transects. In Transect 1 there are 15 species with an average density of 7.6 individuals/m2. The most dominant species in this transect was Tectus fenestratus with a density of 1.6 individuals/m2 and a relative abundance of 21.05%. In Transect 2 there are 7 species with an average density of 2.6 individuals/m2. The most dominant species in this transect was Angaria delphinus with a density of 0.6 individuals/m2 and a relative abundance of 23.08%. On Transect 3 there are 9 species with an average density of 8.3 individuals/m2. The most dominant species in this transect was Terebralia sulcata with a density of 2.7 individuals/m2 and a relative abundance of 32.53%. Compared to the other two transects, Transect 2 had lower individual abundance and density, but also the poorest species richness. In terms of biodiversity, Transect 1 is the highest. With a composition of 15 species, Transect 1 has a higher H' index value than in Transect 2 and Transect 3. Between Transect 2 and Transect 3 there is no significant difference in the Shannon index value. The three transects showed a low dominance index value and a relatively high evenness index value.Keywords: Gastropod; Community; Mangrove; Bahowo AbstrakArtikel ini menggambarkan struktur komunitas Gastropoda di Kawasan Ekowisata Mangrove Bahowo, Manado. Dari 30 unit sampel (kuadrat) yang dianalisis, diperoleh 185 individu gastropoda yang termasuk dalam 27 spesies dengan rata-rata kepadatan 6,17 individu/m2. Diperoleh nilai indeks Shannon (H’) cukup tinggi yakni 3,038, indeks kemerataan (E) juga tinggi yakni 0,922, dan indeks dominansi (D) yang rendah yakni 0,078. Variasi stuktur komunitas Gastropoda ini terjadi antar transek. Pada Transek 1 terdapat 15 spesies dengan kepadatan rata-rata 7,6 individu/m2. Spesies paling dominan di transek ini  adalah Tectus fenestratus dengan kepadatan 1,6 individu/m2 dan kelimpahan relatif 21,05%. Pada Transek 2 terdapat 7 spesies dengan kepadatan rata-rata 2,6 individu/m2. Spesies paling dominan di transek ini adalah Angaria delphinus dengan kepadatan 0,6 individu/m2 dan kelimpahan relatif 23,08%. Pada Transek 3 terdapat 9 spesies dengan kepadatan rata-rata 8,3 individu/m2. Spesies paling dominan di transek ini  adalah Terebralia sulcata dengan kepadatan 2,7 individu/m2 dan kelimpahan relatif 32,53% Dibandingkan dengan dua transek lainnya, Transek 2 memiliki kelimpahan dan kepadatan individu lebih rendah, tapi juga paling miskin kekayaan spesies. Dari segi keanekaagaman hayati, Transek 1 adalah yang tertinggi. dengan komposisi 15 spesies, Transek 1 memiliki nilai indeks H’ lebih tinggi dibandingkan dengan di Transek 2 dan di Transek 3. Antara Transek 2 dan Transek 3 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata nilai indeks Shannonnya. Pada ketiga transek menunjukkan nilai indeks dominansi yang rendah dan nilai indeks kemerataan yang relatif tinggi.Kata Kunci: Komunitas; Gastropoda; Mangrove; Bahowo
Meristic And Morfometric Characteristics Of Scad Mackerel Decapterus macarellus (Cuvier, 1833) Karundeng, Christian; Lohoo, Anneke V.; Manginsela, Fransine B.; Tilaar, Ferdinand F.; Sangari, Joudy R. R.; Kusen, Janny D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41285

Abstract

Fish are cold-blooded vertebrates, whose body movements and balance are mainly using fins, breathing through gills, and living in an aquatic environment. Most vertebrates in the world are fish covering 48.1%, mammals (10.8%), reptiles (14.4%), amphibians (6.0%), and birds (20.7%). One of the fish consumed in North Sulawesi is scad mackerel locally called malalugis. This research focused on the meristic and morphometric characteristics of blue scad. The samples were caught in Makalehi waters and then landed in Manado Bay. Meristic observations (related to the number) included the number of spines and soft dorsal fin, pectoral fin, pelvic fin, anal fin (anal), and caudal fin. There were 9 spines on the first dorsal (D1), 2 spines and 30-37 soft rays on the second dorsal (D2), 3 spines and 24-31 soft rays on the anal fin (A), and 1,327 linea lateralis (LL). The morphometric observations cover total length, standard length, fork length, head length, tail stem length, eye width, body width, pectoral fin length, and anal fin length (anal). The total length ranged from 180 mm to 303 mm with a mean of 223 mm and a standard deviation of 25 mm.Keywords: fin, linea lateralis, Makalehi waters.AbstrakIkan merupakan hewan vertebrata berdarah dingin, yang pergerakan dan keseimbangan tubuhnya terutama menggunakan sirip dan umumnya bernapas dengan insang serta hidup dalam lingkungan air. Spesies hewan vertebrata terbanyak di dunia adalah ikan dengan persentase 48,1 persen dari keseluruhan hewan vertebrata yang ada, pada mamalia memiliki presentase 10,8 persen, reptile memiliki 14,4 persen, amfibi hanya 6,0 persen dan spesies burung 20,7 persen. Salah satu ikan yang dikenal dan dikonsumsi di Sulawesi Utara adalah ikan layang biru atau disebut ikan malalugis. Penelitian ini mengenai karakteristik meristik dan morfometrik ikan layang biru. Penelitian sampel ikan layang biru yang ditangkap di Perairan Makalehi dan kemudian didaratkan di Teluk Manado. Pengamatan meristik (berkaitan dengan jumlah) meliputi jumlah jari-jari keras dan jari-jari lemah pada sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal (dubur) dan sirip ekor. Terdapat 9 duri sirip pada dorsal pertama (D1), 2 duri dan 30-37 sirip lemah pada dorsal kedua (D2); 3 duri dan dan 24-31 sirip lemah pada anal (A), dan 13-27 linea lateralis (LL). Pengamatan morfometrik (berkaitan dengan ukuran antara lain panjang total, panjang standar, panjang garpu,panjang kepala, panjang batang ekor, lebar mata, lebar badan, panjang sirip dada, panjang sirip anal (dubur). Panjang total berkisar 180-303 mm dengan rerata 223 mm dan standar deviasi 25 mm.Kata kunci: Sirip; Linea lateralis; perairan Makalehi. 
Morphology of Crabs in Minanga Beach, Malalayang Satu, Manado City Ilaria, Christabella Louisa; Paransa, Darus S.J.; Mantiri, Desy M.H.; Schaduw, Joshian N.W.; Darwisito, Suria; Manginsela, Fransine B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41688

Abstract

The coastal area in North Sulawesi which has a length of about 1.985 km, is a potential area with biodiversity supported by the associated biota in it. Order Decapoda, infraorder Brachyura is one of the many biotas found in coastal areas. It is estimated that about 5,400 species of Brachyura live in coastal areas. The purpose of the study was to identify the crabs caught at Minanga Beach, Manado Bay Waters, Malalayang Satu Village Malalayang District Manado City based on the morphological characteristics of crabs. The sample was collected in February 2022. The method used in this research is the cruising survey method, which has been done by tracing the marked location and then taking all the crabs species found. Identification is done by observing the morphology of the crab, such as carapace shape, claws, walking legs, presence of spines on the carapace, carapace size, abdomen shape, sexual dimorphism that occurs in crabs, presence of hair/setae, and color/pattern of crabs. Based on the research conducted, as many as five species of crabs were found in Minanga Beach, namely: Thalamita prymna, Thalamita sp., Thalamita admete, Ozius rugulosus, Ozius tuberculosus.Keywords: Brachyura; Identification; Thalamita; Ozius; Manado Bay.AbstrakWilayah pesisir di Sulawesi Utara yang memiliki panjang sekitar 1.985 km, merupakan wilayah yang potensial dengan keanekaragaman hayati yang didukung oleh biota yang berasosiasi di dalamnya. Ordo Decapoda, infraordo Brachyura merupakan satu dari banyak biota yang ditemukan di wilayah pesisir. Diperkirakan sekitar 5.400 spesies brachyura hidup di wilayah pesisir pantai. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kepiting yang ditangkap di Pantai Minanga, Perairan Teluk Manado, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado berdasarkan ciri morfologi kepiting. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei jelajah, yaitu dengan menyusuri lokasi yang telah ditandai lalu mengambil semua spesies kepiting yang ditemukan. Identifikasi dilakukan dengan memperhatikan morfologi kepiting, seperti: bentuk karapas, capit, kaki jalan, keberadaan duri pada karapas, ukuran karapas, bentuk abdomen, seksual dimorfisme yang terjadi pada kepiting, keberadaan rambut/setae, dan warna/corak kepiting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sebanyak lima spesies kepiting ditemukan di Pantai Minanga, yaitu: Thalamita prymna, Thalamita sp., Thalamita admete, Ozius rugulosus, Ozius tuberculosus.Kata Kunci: Brachyura; Identifikasi; Thalamita; Ozius; Teluk Manado.
Cardinal Fish Otolith Biometrics Banggai Pterapogon kauderni Koumans, 1933 In the Front Waters of Dudepo TPI Dudepo, South Bolaang Mongondow Regency and in the Lembeh Strait, Bitung City Melani, Hellen; Rondonuwu, Ari B.; Sangari, Joudy R.R; Manginsela, Fransine B.; Pratasik, Silvester B.; Undap, Suzanne L.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44002

Abstract

This study aims to determine the biometric comparison of otoliths of Banggai cardinal fish based on gender and to determine the comparison of otolith biometrics at two locations in the Waters Front of TPI Dudepo Kab. South Bolaang Mongondow and in the Lembeh Strait, Bitung City. Data collection in the field using the roaming survey method. Fishing is done by snorkelling, catching a minimum of 50 individuals representing each size class using Chang net/Sibu fishing gear. The differences in otoliths in male and female sexes have seven different otolith characters in otolith length (OL), otolith width (OW), otolith area (OA) and otolith perimeter (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell) and aspect ratio (Ar), and three characters that do not show significant differences, namely form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). The differences in otoliths based on location in front of the Dudepo TPI and in the Lembeh Strait have seven different otolith characters in otolith length (OL), otolith width (OW), otolith area (OA) and otolith perimeter (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell). and aspect ratio (Ar), and three characters that do not show significant differences, namely form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). Keywords: Biometrics, cardinal proud fish, comparison Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingkan biometrik otolit ikan kardinal banggai berdasarkan jenis kelamin dan mengetahui perbandingan biometrik otolit pada dua lokasi di Perairan Depan TPI Dudepo Kab. Bolaang Mongondow Selatan dan di Selat Lembeh Kota Bitung. Pengambilan data di lapangan menggunakan metode survei jelajah. Penangkapan ikan dilakukan dengan penyelaman snorkling, penangkapan minimal 50 individu yang mewakili setiap kelas ukuran dengan alat tangkap Chang net/Sibu. Perbedaan otolit pada jenis kelamin jantan dan jenis kelamin betina memiliki tujuh perbedaan karakter otolit pada panjang otolit (OL), lebar otolit (OW), area otolit (OA) dan perimeter otolit (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell) dan aspect ratio (Ar), dan tiga karakter yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). Perbedaan otolit berdasarkan lokasi di depan TPI Dudepo dan di Selat Lembeh memiliki tujuh perbedaan karakter otolit pada panjang otolit (OL), lebar otolit (OW), area otolit (OA) dan perimeter otolit (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell) dan aspect ratio (Ar), dan tiga karakter yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). Kata kunci: Biometrik, ikan banggai kardinal, perbandingan
Morphometric and Meristic Yellowstrip Scad Selaroides leptolepis (Cuvier, 1833) Landed at TPI Tumumpa and PPI Kema Fajar Vafry; Manginsela, Fransine B.; Wantasen, Adnan S.; Mandagi, Stephanus V.; Tilaar, Ferdinand F.; Rimper, Joice R.T.S.L
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44335

Abstract

This research about morphometric and meristic character of yellow stripscad. Fish samples were selected from various sizes in order to represent the various sizes of yellow stripscad that existin nature. Samples of yellow stripscad were taken from fish landed at TPI Tumumpa as many as 60 tail and PPI Kema as many as 60 tail. The purpose of this study was to determine how the morphometric and meristic character of yellow stripscad landed in TPI Tumumpa and PPI Kema. Data analysis with K-mean cluster method using SPSS 25 and Ms. Excel 2019. Yellow stripscad landed in TPI Tumumpa and PPI Kema have different morphometric character with percentage difference of 95%. For meristic character have a fairly small lavel of difference with a difference of 29%. Keywords : yellow stripscad, morphometric, meristic, TPI Tumumpa, PPI Kema. Abstrak Penelitian ini mengenai karakter morfometrik dan meristik ikan selar kuning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel ikan akan dipilih dari berbagai macam ukuran agar dapat mewakili berbagai macam ukuran ikan selar kuning yang ada di alam. Sampel ikan selar kuning diambil dari ikan yang didaratkan di TPI Tumumpa sebanyak 60 ekor dan di PPI Kema sebanyak 60 ekor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakter morfometrik dan meristik ikan selar kuning yang didaratkan di TPI Tumumpa dan PPI Kema. Analisis data dengan metode K-mean cluster menggunakan program SPSS 25 dan Ms. Excel 2019. Ikan selar kuning yang didaratkan di TPI Tumumpa dan PPI Kema memiliki karakter morfometrik yang berbeda dengan persentase perbedaan sebesar 95%. Untuk  karakter meristiknya memiliki tingkat perbedaan yang cukup kecil dengan tingkat perbedaan sebesar 29%.  Kata- kata kunci : ikan selar kuning, morfometrik, meristik, TPI  Tumumpa, PPI Kema.