Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pengaruh Noise Level Vessel Terhadap Kontrol Kualitas Data Multibeam Echosounder (Studi Kasus Sounding Vessel KRI Spica – 934 di Perairan Kolam Dermaga Pondok Dayung Baru Jakarta Utara): Study of the Effect of Vessel Noise Level on Multibeam Echosounder Data Quality Control (Case Study of Sounding Vessel KRI Spica – 934 in Pondok Dayung Baru Jetty Pond, North Jakarta) R. Yanuar H. P; Henry M. Manik; Ari Wahyudi
Jurnal Chart Datum Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v5i1.145

Abstract

Survei Hidrografi adalah ilmu pengukuran dan penggambaran fitur - fitur yang mempengaruhi navigasi maritim, konstruksi kelautan, pengerukan, eksplorasi/pengeboran minyak lepas pantai dan kegiatan - kegiatan lain yang terkait. Penggunaan Multibeam Echosounder (MBES) membutuhkan metoda dan pola pemeruman yang tepat. sehingga kontrol kualitas data yang sesuai dengan standar S-44 IHO (2008) maupun SNI 7988-2014. Pemeruman dilaksanakan sesuai dengan lajur perum yang telah ditentukan dengan menggunakan kecepatan yang sudah ditentukan sesuai dengan perencanaan survey. Penggunaan kecepatan kapal dan generator mempengaruhi noise level vessel yang dihasilkan memiliki pengaruh terhadap pancaran sinyal akustik dari MBES. Hal tersebut terdapat dalam perumusan persamaan Sonar. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pelaksanaan pengukuran noise level vessel yang didapatkan setiap perubahan beban mesin dan generator serta penggunaan MBES pada Sounding Vessel KRI Spica – 934, serta mengetahui sumber noise paling dominan, dan kontrol kualitas data batimetri dengan adanya kondisi noise level vessel yang berbeda. Pengambilan Data dilakukan pada tanggal 20 - 25 April 2018 di Perairan Dermaga Pondok Dayung Baru, Jakarta Utara. Penempatan hidrofon pada 5 titik pada kapal untuk mengetahui noise yang dominan pada kapal tersebut. Pengolahan data batimetri menggunakan software CARIS HIPS and SIPS 9.0 dan untuk pengolahan data noise menggunakan Matlab 2015a. Pengukuran noise dilaksanakan dengan menggunakan standar ANSI/ASA. Noise yang tertinggi didapatkan pada posisi dekat dengan propeler. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa pada penggunaan kecepatan 4 knot didapatkan kualitas data batimetri tertinggi 99,88% dengan noise level 24,88 dB. Pada kecepatan 6 knot didapat noise tertinggi dengan noise level 26,56 dB.
Analisis Akustik Backscatter untuk Pemprofilan Dasar Laut Guna Penentuan Lokasi Duduk Kapal Selam (Studi Kasus di Perairan Laut Jawa Utara Segmen 8): Backscatter Acoustic Analysis for Sea Base Profile For Determining The Sitting Location of The Subber (Case Study in North Java Sea Waters Segment 8) Hendra Jayanto; Henry M. Manik; Anang P. Adi
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i2.217

Abstract

Multibeam Echosounder dapat merepresentasikan data, kontur dan posisi kedalaman sedangkan Backscatter Multibeam Echosounder dapat merepresentasikan jenis sedimen dasar perairan. Pelaksanaan Duduk Kapal Selam memerlukan ketersedian data Multibeam Echosounder dan Backscatter Multibeam Echosounder yang akurat dan sesuai kebutuhan sehingga perlu diadakan penelitian yang terkait dengan pelaksanaan operasi duduk kapal selam seperti kedalaman, gradien kemiringan dasar laut dan jenis sedimen dasar laut. Tujuan penelitian ini adalah membuat pemprofilan dasar laut dengan instrumen Multibeam Echosounder dan melaksanakan analisis akustik backscatter untuk mengetahui jenis sedimen dasar laut yang bertujuan untuk menentukan lokasi duduk kapal selam. Penelitian ini menggunakan data survei batimetri Multibeam Echosounder Kongsberg EM2040 di Perairan Laut Jawa Utara Segmen 8. Penentuan batimetri menggunakan metode Combined Uncertainty and Bathymetry Estimator (CUBE), sedangkan klasifikasi tipe sedimen menggunakan metode Angular Response Analysis (ARA) dan Sediment Analysis Tool (SAT) yang semuanya tertanam dalam perangkat lunak CARIS HIPS and SIPS versi 10.4. Hasil pengukuran kedalaman pada penelitian ini masuk klasifikasi survei hidrografi orde khusus yang memiliki tingkat akurasi tinggi. Klasifikasi tipe sedimen didapatkan sedimen lempung dan lempung pasiran. Berdasarkan nilai intensitas untuk tipe lempung (clay) -18,64 dB hingga -17,04 dB pada kedalaman 67,62 meter, lempung berpasir (sandy clay) -23,23 dB hingga -21,13 dB pada kedalaman 68,19 meter. Kecepatan arus maksimum 0,13 m/s atau 0,252 knots dan kecepatan arus minimum 0.00 m/s. Kecepatan arus rata-rata 0,12 m/s atau 0,233 knots dengan arah dominan Barat Laut dan Timur Laut.
Studi Pemanfaatan Data Backscatter Akustik Multibeam Echosounder untuk Identifikasi Objek Dasar Laut (Studi Kasus Perairan Teluk Jakarta): Study of Acoustic Backscatter Data Utilization Multibeam Echosounder for Identification of Seabed Objects (Case Study of Jakarta Bay Waters) Yoga Prihantoro; Henry M. Manik; Anang Prasetia Adi
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i1.109

Abstract

Survei batimetri memiliki peranan yang penting dalam rangka menyediakan informasi spasial yang diperlukan untuk berbagai keperluan, terutama berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan bidang kelautan. Salah satu peralatan yang digunakan untuk akuisisi data batimetri adalah Multibeam Echosounder. Hasil data yang didapatkan berupa data batimetri dan backscatter. Data backscatter Multibeam Echosounder dapat dimanfaatkan untuk menentukan klasifikasi sedimen dasar laut maupun untuk identifikasi objek dasar laut. Penelitian ini berlokasi di Teluk Jakarta pada area dengan koordinat 5°55’33.20” LS s/d 5° 57’11.38” LS dan 106°48’00.00” BT s/d 106°51’42.75” BT. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Multibeam Echosounder EM302 yang terpasang di KRI Rigel-933. Raw data batimetri diolah menggunakan perangkat lunak Caris Hips and Sips 10.4 dengan koreksi data pasang surut dan sound velocity di area penelitian, menghasilkan base surface batimetri dan mosaic backscatter. Hasil penelitian ini mendapatkan objek di area penelitian berupa kapal karam (wreck) dan dua lajur pipa di dasar laut. Objek pertama berupa kapal karam (wreck) berada pada posisi 5°55’36.58” LS - 106°51’23.39” BT dan kedalaman minimum 15,6 meter. Nilai intensitas yang diperoleh yaitu -17,481 dB s/d -12,083 dB. Objek Pipa 1 berada pada posisi 5°55’31.92” LS – 106°51’17.03” BT sampai dengan 5°57’13.61” LS - 106°49’47.93 BT dengan kedalaman 26,1 meter sampai dengan 30,3 meter. Nilai intensitas objek Pipa 1 -26,38 dB sampai dengan -14,26 dB. Objek Pipa 2 pada posisi 5°56’58.08” LS - 106°47’58.68” BT, kedalaman antara 24,7 meter sampai dengan 26,3 meter. Nilai intensitas Pipa 2 antara -23,99 dB sampai dengan -14,99 dB.
Telekoneksi Industri Migas dan Strategi Pertahanan Bawah Air untuk Peningkatan Pertahanan Laut Indonesia: Teleconnection Among The Oil Gas Industry and Underwater Defense Strategies to Improve Indonesian Sea Defense I Wayan Sumardana Eka Putra; Agus Saleh Atmadipoera; Henry Munandar Manik; Gentio Harsono; Adi Purwandana; M.Rizal Keulana; Dadang Handoko; Johar Setiyadi; widodo setiyo Pranowo
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.206

Abstract

Sistem pertahanan negara hendaknya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sains. Pengaplikasian teknologi akustik merupakan kunci dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah mengenai “Tujuh Pilar Poros Maritim Dunia” yang menuntut adanya sinergitas dari berbagai sektor yang berkecimpung di bidang kelautan. Bidang industri minyak dan gas (migas) menerapkan penggunaan peralatan seismik yang merupakan salah satu peralatan berbasis hidroakustik untuk kegiatan eksplorasi sumber daya alam dengan metode seismik refleksi, dimana metode ini dapat memberikan informasi geospasial kolom air hingga lapisan dibawah dasar laut, sedangkan pada bidang pertahanan memerlukan informasi pada kolom air hingga dasar perairan yang bertujuan untuk menunjang keselamatan navigasi bagi kegiatan patroli kapal selam dan pemuthakiran data batimetri. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang sinkronisasi antara sektor industri migas dan pertahanan dalam mewujudkan kebijakan pemerintah dengan penerapan metode Seismik Oseanografi (SO) yaitu metode inversi data yang menggunakan hasil survei seismik untuk mengidentifikasi fenomena oseanografi kolom air seperti: pergerakan massa air, penaikan massa air dan gelombang internal di perairan Indonesia yang dapat ditelekoneksikan menjadi Peta Additional Military Layer (AML) untuk menunjang strategi pertahanan laut, dimana akibat adanya fenomena oseanografi tersebut dapat merubah karakteritik variabel massa air laut. Metode dalam artikel ini adalah deskritif kualitatif dengan telaah pustaka dan analisa SWOT yang menunjukkan pentingnya harmonisasi penggunaan data seismik. Diharapkan dengan adanya harmonisasi pemanfaatan data seismik dapat dirumuskan suatu informasi hidro-oseanografi spasial (hidros spasial) yang termutakhir , khususnya pada bidang pertahanan sehingga dapat menjadi cahaya kejayaan dan kedaulatan maritim Indoneisa serta akan memberikan keuntungan dan nilai strategis dari kegiatan survei seismik dalam bidang eksplorasi, stabilitas keamanan pertahanan dan kesejahteraan sosial perekonomian.
DETEKSI SCHOOLING IKAN PELAGIS DENGAN METODE HIDROAKUSTIK DI PERAIRAN TELUK PALU, SULAWESI TENGAH Andi Achmadi; Totok Hestirianoto; Henry M Manik
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2014): NOVEMBER 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3664.721 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.5.129-137

Abstract

Yield and catch data obtained from statistic and fisheries commercial data are incomplete and inaccurate. Effort to increase the accurate data and survey method become necessary to estimate the yield potential in Indonesia. The aim of this study was to detect the pelagic schooling (target strength/TS approach) by using hydroacoustic. Those detection were used to describe insitu condition of pelagic fishes in Palu Bay, Central Sulawesi. Result of this study on depth strata, dominant schooling (12 schools) found in 100 to 150 m, then followed by 9 schools in 0 to 50 m and 2 schools in 50 to 100 m. Fish caught in Palu Bay that landed in Labuan Bajo fishing port dominated by large pelagic. Those information were relevant with the TS data. The longest size of skipjack was 74 cm in depth of 142 m. Medium size of the smallest value of 5 cm was in depth 57 m with an average size of 27.80 cm.
ANALISIS DAN KLASIFIKASI SEDIMEN PERMUKAAN DASAR LAUT MENGGUNAKAN SUB-BOTTOM PROFILER Saifur Rohman; Henry M Manik; Totok Hestirianoto; Imam Mudita
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2015): MEI 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3884.738 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.31-39

Abstract

Peningkatan aktivitas manusia di bidang kelautan seperti operasi pengerukan (dredging), eksplorasi minyak dan gas, penambangan pasir mineral, dan berbagai penelitian kelautan telah mengakibatkan permintaan yang mendesak terhadap peta dasar laut yang akurat. Sub-bottom Profiler (SBP) adalah sistem akustik tradisional yang digunakan untuk menggambarkan lapisan sedimen dan batuan di bawah dasar laut, serta memberikan informasi tentang ketebalan sedimen dan stratigrafinya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan profil lapisan sedimen dasar laut (near-surface sediment) dan memperoleh nilai koefisien refleksi dari lapisan tersebut. Proses akuisisi data dilakukan menggunakan SBP jenis sparker single channel oleh BPPT, yaitu survei pemeliharaan pipa migas dan kabel listrik Pertaminatahun 2010 yang berada di sebelah timur pantai Balongan, Indramayu. Pengambilan sampel sedimen dasar laut menggunakan gravity corer. Hasil dari pengolahan data mentah SBP dengan Matlab di dekat lokasi B19 diperoleh profil 2D dari lapisan sedimen dimana terlihat jelas dasar laut dan reflektornya serta memiliki nilai koefisien refleksi berkisar 0 hingga 0.2955. Selain itu teknik analitis untuk estimasi parameter sedimen dari data laboratorium ditunjukkan sebagai pembanding. Hasil sedimennya berupa silt/lanau dengan nilai koefisien refleksinya adalah 0.2807.
Measurement and Analysis of Acoustic Surface Scattering for Oil Concentration Ratna Juita Sari; Henry Munandar Manik; Susilohadi Susilohadi
Journal of Applied Geospatial Information Vol 6 No 2 (2022): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v6i2.4556

Abstract

The life of maritime flora and wildlife are substantially impacted by oil's effects, and this has an immediate impact on livelihoods. The impact disrupts the lives of contaminated coastal communities. Because of the potential losses caused by oil pollution, the government enacts policies governing environmental conditions in order to maintain or improve the quality of the polluted sea. The purpose of this study was to calculate the acoustic backscattering value of oil using a single beam echosounder and compare the measurement results from a single beam echosounder with the results of gravimetric analysis. The data acquisition was carried out in March 2021 at the Marine Acoustic Laboratory, Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University, using the SIMRAD EK-15 frequency of 200 kHz and oil used as a source of pollution, namely the dexlite type (density of 880 kg/m3). The results showed that the value of Surface Backscattering Strength (SS) decreased when contaminated with oil, namely -63.76 dB and -65.90 dB, but when oil was added back, the SS value increased to -50.81 dB. The relationship between oil concentration and surface backscattering strength shows a negative correlation between the variables, and the level of the relationship between variables is 0.85.
Implementasi Multibeam Echosounder untuk Pengukuran dan Analisis Data Kedalaman Perairan Teluk Jakarta Berdasarkan Standar International Hydrographic Organization Christian Nugroho; Henry Manik; Dwiadji Gultom; Muhammad Firdaus
POSITRON Vol 12, No 1 (2022): Vol. 12 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.897 KB) | DOI: 10.26418/positron.v12i1.51833

Abstract

Sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan laut dengan luas meliputi dua pertiga luas wilayah negara. Survei hidrografi menggunakan multibeam dinilai lebih efektif dan efisien dalam mengeksplorasi laut terutama kondisi dasar laut apabila dibandingkan dengan single beam echosounder.  Perairan Teluk Jakarta yang dangkal dengan kegiatan maritim yang padat terutama arus lalu-lintas pelayaran memerlukan pemahaman yang kritis dan spesifik untuk menjaga keselamatan navigasi di laut. Untuk itu diperlukan standar survei dalam pengambilan dan pengolahan data multibeam yaitu aturan standar berdasarkanInternational Hydrographic Organization (IHO) yang memuat kalibrasi patch test, kalibrasi offset statik, koreksi pasang surut, dan koreksi kecepatan rambat suara dalam air dan uji kualitas data. Data multibeam yang diperoleh telah dikalibrasi dan dikoreksi dengan hasil uji kualitas  pada orde spesial sebesar 97.47%.  Pengukuran multibeam menghasilkan data kedalaman maksimum perairan  Teluk Jakarta sebesar 10.92 m, kedalaman minimum sebesar 5.84 m, dan rata-rata kedalaman 8.26 m. Interpretasi morfologi dan topografi dasar laut membentuk alur cekungan seperti parit dengan asumsi hasil pengerukan atau erosi.  Analisis data kedalaman menunjukkan terdapat area pendangkalan di sisi barat daya cekungan dengan diperoleh adanya dua titik kedangkalan.
Fish Stock Status Assessment in Alue Naga Waters Using A 200 Khz Single Beam Echosounder Syahrul Purnawan; Sofyatuddin Karina; Myounghee Kang; Henry Manik
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 28, No 1 (2023): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.28.1.57-68

Abstract

Monitoring fish stocks is an important part of sustainable management of fisheries resources. Conducting the current evaluation is very difficult since there are no reliable data on the potential for fisheries in the waters surrounding Banda Aceh city. The hydroacoustic method was used for the first time in the waters of Alue Naga, located north of Banda Aceh, to evaluate the condition of fish stocks. A single beam scientific echosounder with a frequency of 200 kHz was used to collect hydroacoustic data in the area. The collected data was then processed using the Sonar5-Pro software. Cell integration was carried out at an interval of 10 meters vertically with an elementary sampling distance (ESD) of 200 m. While the volume backscattering strength (SV) value tends to be the highest in intermediate layers, the target strength (TS) value was found to be maximum in deeper layer, reaching a maximum value of -49.46 dB at a depth of 51–60 m. Area density value (#.ha-1) was found to be the highest at a depth of 11-20 m, while Biomass (g.ha-1) at a depth of 21-30 m was the highest among other depth layers with a value of 1558 g.ha-1. According to the in-situ catches of Carangoides, Selaroides, Aphareus, Variola, and Priacanthidae, there are a number of potential reef fish resources in the waters of Alue Naga. The findings of this study strongly support the conclusion that the hydroacoustic method effectively provides comprehensive information on the horizontal and vertical distribution of fish in Alue Naga waters.   
PENGUKURAN NILAI TARGET STRENGTH DAN ACOUSTIC FISH DENSITY DI PERAIRAN PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU Muhammad Farhan; Henry Munandar Manik; Totok Hestirianoto
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3411.127 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.175-186

Abstract

Informasi mengenai densitas ikan masih kurang akurat, dikarenakan data yang diperoleh tidak dilakukan pengukuran langsung pada kondisi nyata di perairan. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan teknologi hidroakustik berupa echosounder yaitu Single Beam Echosounder (SBES) SIMRAD EK 15 dengan frekuensi 200 kHz. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menginterpretasi hasil pengukuran target strength dan acoustic fish density perairan Pulau Tidung Kepulauan Seribu sehingga diperoleh visualisasi densitas ikan dan mengetahui hubungan target strength, densitas ikan, suhu, dan salinitas. Pengolahan data menggunakan perangkat Sonar 5-Pro, Matlab 2016, dan Minitab 16. Nilai TS di perairan Pulau Tidung yaitu -59,4 dB sampai dengan -34,6 dB. Nilai densitas ikan tertinggi terdapat pada stasiun 3 di kedalaman 12-21 m sebesar 778,1 ind/m3 sedangkan densitas ikan terendah terdapat pada stasiun 6 di kedalaman 2-11 m sebesar 0,3 ind/m3. Suhu dan salinitas memiliki nilai yang bervariasi dengan kisaran nilai 29,6°C sampai 31,2°C dan 32,2 PSU sampai 33,3 PSU. Hasil analisis PCA nilai TS dan densitas ikan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan suhu dibandingkan salinitas.
Co-Authors . Susilohadi Adhi Kusuma Negara Adi Purwandana Adi Purwandana Aditya P. Sidiq Adrianus, Aldwin Agung D. Syakti Agus Atmadipoera Agustina Sartika Yos Ekaristi Manik Agustinus Agustinus Alajuri, M Hasbi Sidqi Alfrida Romauli Amanda Astri Pratiwi Febrianti Anang P. Adi Anang Prasetia Adi Anang Prasetia Adi Andi Achmadi Andi Yaodi Nurani Yamin Angga Dwinovantyo Angga Dwinovantyo Ari Wahyudi Ari Wahyudi Asep Ma'mun Asep Ma’mun Asep Priatna Asmoro, Nuki Widi Augy Syahailatua Azhari, Ferian Bagas O. Siahaan Bernawis, Lamona Irmudyawati Billi R Kusumah Billi Rifa Kusumah Brojonegoro, Irsan S Catur Purwanto, Catur Choirul Umam, Choirul Christian Nugroho Dadang Handoko Deddy Bakhtiar Djoko Hartoyo Domey Moniharapon Dony Apdillah Dwi Charnila Dwiadji Gultom Edi Kusmanto Edy Hartulistiyoso Elson, La Faaris, Said M Fahrulian Fahrulian Fahrulian Fahrulian Fahrulian Fahrulian Fathkhurozak Yunanda Rifai Firdaus, Randi Fredrich Simanungkalit Gentio Harsono Gentio Harsono Handoko, Dadang Haqqu Ramdhani Hargiani, Fransisca Xaveria Hasan, Rozaimi Che Hascaryo, Anom Puji Hawari, Aqil Hawis H Madduppa Hendra Jayanto Hendra Jayanto Henry Andriadi Hestirianoto, Totok Hestirianoto, Totok Hestirianoto Hollanda Arief Kusuma Husal, Siddiq Husaini I Wayan Sumardana Eka Putra Imam Mudita Indah Nurkomala Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irsan Soemantri Brodjonegoro Ita Wulandari Jales Veva Jaya Johar Setiyadi Junaedi, Liva Kang, Myounghee Karlisa Priandana Khairul Amri Kirana, Widiah Dwi Krisna Rendi Awalludin Kurniawan , Muhammad Aziz Kurniawan, Muhammad Azis Kusdiana, Dias La Elson, La Elson Lalita, Rayi Khasanah Larasati, Oktavira Dwi Demia Lazuardi, Muhammad Nur Riza Lili Somantri Liva Junaedi M. Agung Sedayu M.Rizal Keulana Manik, Agustina Sartika Muhamad Yulianto Muhammad Farhan Muhammad Firdaus MUHAMMAD ILHAM Muhammad Sanubari Muhammad Siddiq Sangadji Muhammad Zainuddin Lubis Muhammad Zainuddin Lubis Muhammad Zulfikar Muharrom, Eka Yudha Myounghee Kang Nainggolan, Tumpal Bernhard Napitupulu, Gandhi Napitupulu, Moses Nazar Nurdin Negara, Adhi K. Nur Fitria, Hanita Pamalik, Aulia Ranggi Prasetiawan, Agung Prihantoro, Andi Exyas Pujiyati, Sri Pujiyati Purwandana , Adi Putra, I Wayan Sumardana Eka R. Yanuar H. P Rabbani, Mochamad Rafif Radjawane, Ivonne Milichristi Rahmat, Ayi Rahmatullah, Amri Ratna Juita Sari Rina Fajaryanti Rina Nurkhayati Rina Zuraida Rizqi Ayu Farihah, Rizqi Ayu RR. Ella Evrita Hestiandari Saifur Rohman Setiyadi, Johar Setyanto, Agus Situmorang, Edriyan Sofyatuddin Karina Sri Pujiyati Steven Solikin Subarsyah Subarsyah Subarsyah Subarsyah Subarsyah Subarsyah Suhengki, Gemma Cahya Hafifah Suhengki Suhengki, Suhengki Sukoco, Nawanto Budi Sumantri, Willi Supriyanto, Taufiq Susilo Hadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Susilohadi Syahrin, Win Alfi Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Teguh Arif Pianto Tri Aji Tri Nur Sujatmiko Try Febrianto Tumpal B. Nainggolan Tumpal Bernhard Nainggolan Udrekh Udrekh Vincentius P Siregar Widodo S Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wijopriono Windra, Alivio Winjaniatun, Siti Novrianti Yoga Prihantoro Yoga Prihantoro Yulinar Firdaus, Yulinar Zahran, Hafizh