Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Geosfer

HUBUNGAN RASA PERCAYA DIRI DAN HARGA DIRI DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI (PENELITIAN DI SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH) Abdul Wahab Abdi; Helmi Fitriani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.955 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan studi korelasional dengan subjek 32 siswa yang ditentukan secara acak. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Variabel percaya diri dan harga diri diukur dengan menggunakan angket yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis data dengan menggunakan regresi ganda, koefisien determinasi berganda, koefisien korelasi ganda, dan uji signifikansi. Hasil analisis data me-nunjukkan perolehan koefisien korelasi (r) antara percaya diri dan harga diri dengan hasil belajar yang diperoleh adalah 0,608, yang berarti terdapat korelasi dalam kategori sedang, dengan koefisien determinansi 0,3697 ganda atau 36,97%. Hasil pen­gujian hipotesis diperoleh bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel, atau 8,51 lebih besar dari 3,33, sehingga Ha diterima. Artinya terdapat  hubungan yang positif dan signifikan antara percaya diri dan harga diri dengan hasil belajar dalam mata pelajaran geografi siswa SMA Inshafuddin Banda Aceh.
PERAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK MULIENG TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA DALUENG KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Dinda Restu Rezeki Widiastuti; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.022 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v6i2.22411

Abstract

Industri rumah tangga adalah usaha produk barang atau perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena kegiatan ekonomi ini pada umumnya dilakukan di rumah dengan anggota 1 sampai 4 orang. Salah satu jenis industri rumah tangga adalah industri kerupuk mulieng di Desa Dalueng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Industri rumah tangga kerupuk mulieng menduduki peran yang penting dalam membantu meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Dalueng. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran industri rumah tangga kerupuk mulieng terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Dalueng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran industri rumah tangga kerupuk mulieng terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Dalueng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Populasi yang diambil adalah masyarakat Desa Dalueng dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga data sampel penelitian yang akan diambil berjumlah 53 responden. Teknik pengumpulan data melalui angket/kuesioner dan teknik analisis data menggunakan skala likert. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan rumus statistik deskriptif. Berdasarkan hasil pengolahan data disimpulkan bahwa dari 53 responden yang menjawab sangat setuju adalah 43%, setuju adalah 49,4%, kurang setuju adalah 6,6%, dan yang menjawab tidak setuju adalah 1%. Dengan demikian industri rumah tangga kerupuk mulieng, pada umumnya (92,4%) telah berdampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Dalueng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.Kata Kunci : peran, industri rumah tangga, kerupuk mulieng
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.383 KB)

Abstract

Perguruan tinggi merupakan salah satu jenjang pendidikan yang pada dirinya melekat fungsi tri darma pergruan tinggi. berdasarkan fungsi tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat melakukan peran yang lebih signifikan dalam membangun karakter bangsa, terutama generasi muda. Sebab, selama ini karakter bangsa berada pada titik nazir. Berbagai konflik sosial menjadi fakta bahwa karakter bangsa berada pada taraf yang cukup mengkhawatirkan. Dalam konteks ini, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai salah satu ujung tombak pengembangan karakter generasi muda melalui penanaman nilai luhur bangsa kepada mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan keahlian inti, melainkan juga dibekali dengan pengetahuan keagamaan, budi pekerti, kepribadian, dan etika serta nilai-nilai ideologis kebangsaan.
HUBUNGAN 21st CENTURY SKILLS DAN SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN MENJADI GURU MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Intan Agusriati; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.983 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v6i2.22544

Abstract

Pendidikan tidak lepas dari pembentukan calon guru. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesiapan agar membentuk calon guru berkualitas yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Kesiapan menjadi guru adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa siap untuk berprofesi sebagai guru dengan memiliki kompetensi yang dipersyaratkan sehingga dapat memenuhi segala tugas dan kewajiban sebagai guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan 21st century skills dan self efficacy dengan kesiapan menjadi guru mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian dilakukan pada populasi yaitu seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Angkatan 2017 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang telah lulus pengajaran mikro sebanyak 47 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisis data menggunakan statistik korelasi ganda diperoleh persamaan regresi  = 20,35 + 0,41X1 + 0,69X2 dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,82 yang artinya terdapat hubungan sangat kuat dengan koefisien determinasi ganda sebesar 67,24%. Hasil uji signifikansi menunjukkan Fhitung(45,43) lebih besar dari Ftabel(3,21) pada taraf signifikansi 5% yang berarti  ditolak dan  diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara 21st century skills dan self efficacy dengan kesiapan menjadi guru mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.Kata Kunci: hubungan, 21st century skills, self efficacy, kesiapan menjadi guru
EKSISTENSI PANGLIMA LAÔT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN EKOSISTEM LAUT DI GAMPONG LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA Sari Sari Rosda; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.273 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v7i2.23860

Abstract

Panglima Laôt bertugas memimpin kehidupan adat di bidang kelautan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Populasi penelitian ini berjumlah 450 nelayan. Sampel penelitian ini berjumlah 24 sampel. Hasil pengolahan data menunjukkan lebih dari setengah responden (53,06%) menjawab sangat setuju terhadap eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Kurang dari setengah responden (40,81%) menjawab setuju terhadap eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Sedikit kecil responden (6,12%) menjawab ragu-ragu terhadap eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Berdasarkan jawaban responden yang menjawab sangat setuju dan setuju diperoleh hasil persentase sebanyak (93,87%). Berdasarkan data dapat dikatakan bahwa keberadaan panglima laôt masih eksis sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo.
DAMPAK PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI SUAK GEUDUBANG TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT GAMPONG SUAK GEUDUBANG KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Nana Suwilma; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.858 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v7i1.22583

Abstract

Pengembangan pariwisata menjadi pilihan penting bagi suatu negara atau daerah karena efek yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakat. Sebagian masyarakat memanfaatkan objek wisata sebagai penambah perekonomian dalam memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu pariwisata yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah Pantai Suak Geudubang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Dampak Pengembangan Objek Wisata Pantai Suak Geudubang terhadap Perekonomian Masyarakat Gampong Suak Geudubang, Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak pengembangan objek wisata Pantai Suak Geudubang terhadap perekonomian masyarakat Gampong Suak Geudubang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan berupa angket.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Gampong Suak Geudubang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria masyarakat yang diberi kuesioner dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia minimal 20 tahun dan mampu berkomunikasi dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, 46,67% responden menyatakan bahwa pengembangan objek wisata pantai Suak Geudubang memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat.Kata Kunci : dampak, pengembangan, objek wisata, perekonomian masyarakat
PENGGUNAAN SIG UNTUK MENGANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DI KABUPATEN GAYO LUES Emi Susanti; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.41 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v6i2.22560

Abstract

Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki faktor-faktor pendukung terjadinya tanah longsor seperti curah hujan yang tinggi, kemiringan lereng yang terjal, kurangnya tutupan lahan dan topografi yang beragam. Selain dari faktor kondisi fisik wilayah yang berpotensi terjadinya tanah longsor, faktor sosial masyarakat juga menjadi penyebab terjadinya tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues. Penebangan hutan dan konversi lahan menjadi penyebab terjadinya tanah longsor yang menimbulkan korban baik korban jiwa ataupun materi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengidentifikasi daerah-daerah rawan longsor yang ada di Kabupaten Gayo Lues memenggunakan sistem informasi geografis. Peneliti mengidentifikasi daerah rawan longsor berdasarkan empat parameter yang meliputi: curah hujan, kemiringan lereng, tekstur tanah dan penggunaan lahan. Analisis tersebut menggunakan metode skoring dan overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 310.937.59 ha (56%) daerah sangat rawan longsor, 235.056,03 ha (42%) daerah rawan longsor dan terdapat 8.218,55 ha (2%) daerah yang tidak rawan longsor. Dapat diketahui bahwa daerah yang sangat rawan longsor terdapat di Kecamatan Putri Betung yaitu seluas 62.439,17 ha. 
PENGGUNAAN SIG UNTUK MEMETAKAN KAWASAN RAWAN BANJIR DI KABUPATEN PIDIE JAYA Puji Rahmaini; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.476 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v6i2.22137

Abstract

Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu daerah yang memiliki aliran sungai hampir setiap kecamatannya, wilayahnya yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air hujan sehingga menjadi tujuan bencana banjir setiap musim hujannya. Hal ini menyebabkan peneliti tertarik untuk melakukan pemetaan kawasan banjir menggunakan sistem informasi geografi untuk melihat persebaran kawasan rawan banjir. Pemetaan kawasan rawan banjir dikaji menggunakan enam parameter yaitu kemiringan lereng, ketinggian lahan, tekstur tanah, curah hujan, tutupan lahan dan buffer sungai menggunakan teknik overlay dan skoring melalui aplikasi ArcMAP 10.4 menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan khususnya yang berkaitan dengan ilmu pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan rawan banjir di Kabupaten Pidie Jaya dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas tidak rawan seluas 944,83 hektar (3%), kelas rawan seluas 21.758,53 hektar (39%) dan kelas sangat rawan seluas 68.383,27 hektar (58%) sehingga dapat disimpulkan bahwa persebaran kawasan sangat rawan banjir di Kabupaten Pidie Jaya lebih luas dibandingkan daerah rawan dan tidak rawan banjir.Kata Kunci: rawan banjir, sistem informasi geografis, Pidie Jaya
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE BERIKAN UANGNYA DENGAN BERBANTUAN MEDIA KERTAS FLIPCHART UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP N 17 BANDA ACEH Maya Silvina; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.332 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model active learning tipe berikan uangnya dengan berbantuan media kertas flipchart. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 17 Banda Aceh yang berjumlah 27 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre test dan post test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 74% pada siklus II, dan 100% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 30% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,52 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,23 dengan kategori baik pada siklus II, dan 3,78 dengan kategori sangat baik pada siklus III; (4) Pada umumnya siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran active learning tipe berikan uangnya dengan berbantuan media kertas flipchart sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi dan meningkatkan hasil belajar.
PEMAHAMAN MASYARKAT TENTANG MITIGASI BENCANA TSUNAMI DAN JALUR EVAKUASI DI GAMPONG KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ulfah Hasri Anwar; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.039 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v6i1.21754

Abstract

Mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi dan mengantisipasi resiko bencana yang kemungkinan terjadi melalui pengorganisasian dan penyusunan rencana yang efektif ketika bencana akan datang. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana tsunami dan ketersediaan jalur evakuasi di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana tsunami dan ketersediaan jalur evakuasi di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Gampong Kajhu. Sampel yang dipilih menggunakan teknik Sampling Insidental menggunakan rumus statistik sederhana sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuisioner) berdasarkan sistem penilitian skala guttman. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan data statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seratus responden dengan delapan belas pernyataan yang menjawab Ya sebanyak 95,84 % dan yang menjawab Tidak sebanyak 4, 16 %. Berdasarkan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa seluruhnya responden masyarakat Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar memahami tentang mitigasi bencana tsunami dan ketersediaan jalur evakuasi.