Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Kontekstual melalui Hands on Problem Solving pada pada Materi Kubus dan Balok Kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh Annisa Mustika; Suhartati Suhartati; Syahyuzar Syahyuzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.405 KB)

Abstract

Kubus dan balok merupakan salah satu materi yang sulit dipahami peserta didik kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh, hal ini diduga karena metode pembelajaran yang kurang tepat dan menarik. Pembelajaran kontekstual melalui hands on problem solving pada kubus dan balok merupakan salah satu metode yang dapat menarik minat belajar peserta didik karena guru menghadirkan situasi dunia nyata yang berhubungan dengan kubus dan balok sekaligus peserta didik dapat memperoleh pengalaman menyelesaikan masalah melalui bentuk benda fisik yang dapat disentuh tangan. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan penerapan pembelajaran kontekstual melalui hands on problem solving pada materi kubus dan balok mencapai kategori baik, 2) Untuk mengetahui aktivitas peserta didik dalam pembelajaran kontekstual melalui hands on problem solving pada materi kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah eksperimen pada satu kelas dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh, sedangkan sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas VIII-B SMP Negeri 10 Banda Aceh sebanyak 21 orang. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah pembelajaran kubus dan balok berakhir (post-test) dan lembar observasi aktivitas peserta didik yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar peserta didik dengan penerapan pembelajaran kontekstual melalui hands on problem solving pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh mencapai kategori baik dan aktivitas peserta didik selama pembelajaran adalah aktif.Kata kunci: hands on problem solving, hasil belajar, kubus dan balok
Hasil Belajar Siswa melalui Model Problem Based Learning pada Materi Relasi dan Fungsi di SMPN 5 Banda Aceh Ropi Liyanti; Suryawati Suryawati; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian hasil belajar peserta didik SMPN 5 Banda Aceh pada materi relasi dan fungsi belum mencapai kategori baik. Usaha yang dapat diterapkan supaya pencapaian kategori hasil belajar menjadi baik salah satunya ialah dengan menyajikan materi relasi dan fungsi melalui permasalahan kontekstual yang saling terkait. Pelaksanaan model PBL melibatkan peserta didik untuk menyelidiki suatu permasalahan, menyelesaikannya serta mencari hubungan konsep yang baru didapat dengan konsep yang dipelajari sebelumnya. Tujuan riset ini ialah untuk mengetahui kategori hasil belajar peserta didik pada materi relasi dan fungsi melalui penerapan model PBL di SMPN 5 Banda Aceh. Riset ini berkaitan dengan riset kuantitatif dan jenis riset yang dipakai ialah Pre-Experimental Design dengan design One-Shot Case Study. Populasi dalam riset ini ialah semua peserta didik kelas VIII SMPN 5 Banda Aceh dan menggunakan 25 peserta didik kelas VIII-2 SMPN 5 Banda Aceh sebagai sampel. Pengumpulan data hasil belajar menggunakan tes. Data tes hasil belajar peserta didik dianalisis secara statistik dengan memakai uji-t pihak kanan. Kategori baik hasil belajar peserta didik terdapat pada interval 71 – 85. Analisis uji hipotesis data tes hasil belajar peserta didik dengan memakai uji-t satu pihak atau uji-t pihak kanan berdasarkan taraf signifikan  – 0,05 dan dk = 24 diperoleh  yaitu 2,43 1,71. Berdasarkan hasil riset dapat dinyatakan bahwa hasil belajar peserta didik dapat mencapai kategori baik pada materi relasi dan fungsi melalui penerapan model PBL di kelas VIII SMPN 5 Banda Aceh. Implikasi dari riset ini berupa pengaplikasian model PBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran. Kata Kunci: Hasil Belajar peserta didik, Relasi dan Fungsi, Model Problem Based Learning.
Ketuntasan Belajar Siswa melalui Penerapan Model Discovery Learning dengan Pendekatan Open-Ended pada Materi Persamaan Linier Dua Variabel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh Eryza Ilmiana; Suhartati Suhartati; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.411 KB)

Abstract

Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk menemukan sendiri pemahaman dan konsepnya. Open-Ended merupakan salah satu pendekatan yang menyajikan masalah terbuka yang memiliki jawaban benar lebih dari satu. Penelitian ini menerapkan model discovery learning dengan pendekatan open-ended pada materi persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa pada materi persamaan linear dua variabel melalui penerapan model discovery learning dengan pendekatan open-ended di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana kelas yang dipilih adalah kelas VIII-B dengan jumlah siswa 22 orang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pre-eksperimen design, yaitu one shot case study. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, angket respon siswa, dan lembar observasi lapangan. Pengolahan data menggunakan uji-t dengan simpangan baku populasi ) tidak diketahui. Uji yang digunakan adalah uji satu pihak, yaitu uji pihak kanan dengan taraf signifikan . Hasil analisis data tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 78,41 dengan simpangan baku 10,93. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai thitung (3,07) lebih dari nilai ttabel (1,72), sehingga dapat dikatakan bahwa Ho ditolak. Disamping itu, hasil analisis respon angket menunjukkan bahwa 27,27% siswa memberikan respon sangat setuju, sedangkan 72,73% siswa memberikan respon setuju. Sementara itu hasil lembar observasi lapangan untuk aspek pengamatan guru memperoleh nilai rata-rata 4 yang berada pada kategori baik dan untuk aspek pengamatan siswa memperoleh nilai rata-rata 3,77 yang juga berada pada kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model discovery learning melalui pendekatan open-ended hasil belajar siswa dapat mencapai ketuntasan pada materi persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh.Kata kunci:    Discovery Learning, Open-Ended, Persamaan Linear Dua Variabel, Ketuntasan Belajar
Pembelajaran Statistika Melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas VIII SMP Negeri 1 Lhoksukon Aceh Utara Riska Novelasari; R Salasi; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bidang studi yang perlu dikuasai oleh peserta didik yaitu matematika. Di mana matematika merupakan pembelajaran yang dikenal sebagai materi yang tidak terlalu mudah untuk dipahami oleh siswa. Namun di sekolah guru belum mengoptimalkan proses pembelajaran matematika yaitu pada materi statistika. Pembelajaran statistika bisa dilatih melalui pemberian soal-soal matematika yang menantang dengan pembelajaran melalui model kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui ketuntasan belajar peserta didik dengan materi statistika digunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di ruang VIII serta untuk dapat mengetahui respon peserta didik terhadap suatu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi statistika di ruang VIII. Penelitian tersebut ialah penelitian kuantitatif menggunakan jenis pre-eksperimental (designOne-Shot Case Study). Populasi penelitian ialah semua siswa kelas VIII SMPN 1 Lhoksukon Aceh Utara yang atas dari 4 kelas. Pengambilan sampel dibuat secara acak dan diperoleh siswa kelas VIII/3 dengan banyak sampel 25 orang.Pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan memberikan 2 butir soal esai tentang statistika.Data yang diterima dianalisis memakai uji-t pihak kanan. Dari hasil analisis data di peroleh  dan dengan taraf signifikan  serta dk = 24 diperoleh harga , sehingga  Dengan demikian berdasarkan kriteria penolakan H0, hipotesis yang berbunyi 1)“melalui model kooperatif tipe jigsaw siswa dapat mencapai ketuntasan pelajar pada materi statistika di kelas VIII SMP Negeri 1 Lhoksukon Aceh Utara” diterima, 2)“respon peserta didik pada menerapkan model kooperatif tipe jigsaw pada materi statistika positif” diterima. Maka dari itu, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat diterapkan pendidik dalam melatih siswa menyelesaikan soal statistika. Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar, respon peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA KARsPET ENGKLEK UNTUK MEMPERKENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA DINI Mukharramah .; Yuhasriati .; Rosmiati .; Suhartati .; Siti Naila Fauzia; Rahmatun Nessa; Sitti Muliya Rizka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Media, Engklek Carpet, To Introduce Number SymbolsLearning media is something that cannot be separated in early childhood education. Media is also an important element in the learning process, including in an effort to introduce number symbols. However, currently the availability of learning media in introducing number symbols for early childhood is still lacking, so researchers are interested in developing engklek carpet media. This study aims to develop an engklek carpet as a learning medium in introducing number symbols to children aged 5-6 years. The type of research used is the type of research and development by Thiagaradjan, with the initial concept development in this study consisting of definition, design and development. Data collection in this study was carried out through observation, literature study and validation questionnaire sheets from media expert and material expert. This Engklek media is made of sponge material with a size of 357cm x 120cm, for each square-shaped box with a size of 50cm x 50cm, therefore for the results of the validation of the engklek carpet media, media expert get a final score of 85% with a very valid category. The contents of the crank box contain number symbols (1-10), fruit images, and different colors, and the results of the material expert validation obtained a final score of 94% with a very valid category. Based on the results of validation by media experts and material experts, it can be concluded that the engklek carpet media which is very valid to be used as a learning medium in introducing number symbols for early childhood. This research was carried out only up to the internal validation stage, for the external validation stage it will be carried out at the next research level.ABSTRAK. Media pembelajaran merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan anak usia dini. Media juga salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran, termasuk dalam upaya memperkenalkan lambang bilangan. Namun, saat ini ketersediaan media pembelajaran dalam memperkenalkan lambang bilangan bagi anak usia dini masih kurang, sehingga peneliti tertarik untuk mengembangkan media karpet engklek. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karpet engklek sebagai media pembelajaran dalam memperkenalkan lambang bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengembangan (Research and Development) oleh Thiagaradjan, dengan pengembangan konsep awal pada penelitian ini terdiri dari pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi,  studi literatur dan lembar angket validasi dari ahli media dan ahli materi.  Media Engklek ini terbuat dari bahan spons dengan ukuran 357cm x 120cm, untuk setiap kotak berbentuk persegi dengan ukuran 50cm x 50cm, maka dari itu untuk hasil validasi media karpet engklek pada ahli media memperoleh skor akhir sebesar 85%  dengan kategori sangat valid. Pada bagian isi kotak engklek berisikan lambang bilangan (1-10), gambar buah, dan warna yang berbeda, dan hasil dari validasi ahli materi memperoleh skor akhir sebesar 94% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi, maka dapat disimpulkan bahwa media karpet engklek yang dikembangkan sangat valid untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dalam mengenalkan lambang bilangan bagi anak usia dini. Penelitian ini dilakukan hanya sampai pada tahap validasi internal, untuk tahap validasi eksternal akan dilakukan pada jenjang penelitian selanjutnya.Kata Kunci: Media, Karpet Engklek, Memperkenalkan Lambang Bilangan
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM ACEH BESAR Darwani Darwani; M.Yacoeb Harun; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 3 No 2 (2019): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v3i2.1196

Abstract

Konsep relasi dan fungsi merupakan pelajaran yang dianggap sulit diingat oleh siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam mengkonstruksi ide-idenya melalui pendekatan untuk membentuk suatu pemahaman matematika. Dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa diharapkan dapat dengan mudah memahami materi pelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa menggunakan pendekatan CTL pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMPN 1 Darussalam Aceh Besar. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan model rancangan one-shot case study dan menggunakan uji statistik, yaitu uji-t. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMPN 1 Darussalam sebanyak 22 siswa. Berdasarkan hasil analisis data statistik uji-t diperoleh bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan melalui pendekatan CTL pada materi relasi dan fungsi mencapai taraf berhasil, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sudah efektif dengan skor 4,22, aktivitas siswa untuk tiap-tiap kategori pengamatan aktif, serta respon siswa pada setiap komponen pembelajaran positif dengan skor rata-rata keseluruhan 3,25. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran CTL berhasil diterapkan pada materi pembelajaran matematika khususnya pada materi relasi dan fungsi Kata kunci: Pendekatan CTL, Relasi dan Fungsi, Hasil Belajar Relation and Fungsion are one of Mathematics concept that hardly retain in students’ memory. Therefore, it is important to have a learning activity which can make students become active and creative in constructing their ideas by utilizing an approach that can builds up students’ understanding of Mathematics. By using CTL, it is expected that the students can easily understand the learning subject. This is because CTL approach offers a way to relate the subject material to real life situation. The objective of this study is to know how successful students’ learning concerning the subjects of Relation and Fungtion through the use of CTL to the second grade students at SMPN 1 Darussalam Aceh Besar. The design of this study is quasi experimantal study in form of one-shot case study and is using statistical test, that is T-Test. The subjects of the study are students class VIII-1 SMPN 1 Darussalam Aceh Besar which consits of 22 students. Students’ result on the subject Relation and Fungsion had achieved successful rate due to the use of CTL. Hence, it can be concluded that Contextual Teaching and Learning (CTL) approach is successfully implemented in the subject of Relation and Fungsion. Keywords: Method of Contextual Teaching and Learning, Relation and Function, Learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA RODA PUTAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA DINI Lailatul Zurlita; Yuhasriati .; Siti Naila Fauzia; Israwati .; Sitti Muliya Rizka; Suhartati .; Rahmatun Nessa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Media, Spinning Wheel, Geometric Shapes, Early ChildhoodThe use of media is very important in increasing the ability to recognize geometric shapes in early childhood. Improving the ability to recognize geometric shapes is one level of achievement of children's development in the scope of cognitive aspects. The rotary wheel can be used as a medium to help improve the ability to recognize geometric shapes in early childhood. The rotating wheel media is a media specially designed to improve the ability to recognize geometric shapes in early childhood, which is circular in shape, has a pole as a support, and has a circle width of 54 cm and a pole height of 67 cm, has 5 parts, where each part contains one geometric shape (circle, square, triangle, rectangle, and rhombus). This research is a type of research and development research and development (RD) that aims to produce a rotating wheel to improve the ability to recognize valid early childhood geometric shapes. The data collection in this study was carried out through a study of literature and a questionnaire sheet validation of learning media for media experts and material experts. The development of the initial concept in this study consisted of three stages, namely: the stage of defining, designing and developing. The results of the validation of the rotating wheel media by media experts get a final score of 98% with a very valid category. Meanwhile, the material expert obtained a final score of 100% with a very valid category. Based on the score of the validation results, it can be concluded that the rotating wheel media is very valid and can be used as a learning medium for early childhood to improve the ability to recognize geometric shapes. This research was only carried out until the media validation stage, for the product testing and distribution stage, further research will be carried out.Abstrak. Penggunaan media sangat penting dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini. Meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri merupakan salah satu tingkat pencapaian perkembangan anak dalam lingkup aspek kognitif. Roda putar dapat digunakan sebagai media untuk membantu meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini. Media roda putar adalah media yang dirangcang khusus untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini, yang berbentuk bundar, memiliki tiang sebagai penyangga, dan mempunyai lebar lingkarannya 54 cm dan tinggi tiangnya 67 cm, memiliki 5 bagian, dimana masing-masing bagian memuat satu bentuk bangun geometri (lingkaran, persegi, segitiga, persegi panjang, dan belah ketupat). Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan Research and Development (RD) yang bertujuan menghasilkan roda putar untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia dini yang valid. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan lembar angket validasi media pembelajaran untuk ahli media dan ahli materi. Pengembangan konsep awal pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Hasil validasi media roda putar oleh ahli media mendapatkan skor akhir sebesar 98% dengan kategori sangat valid. Sedangkan oleh ahli materi memperoleh skor akhir sebesar 100% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan skor hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa media roda putar sangat valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap validasi media, untuk tahap uji coba produk dan penyebaran akan dilakukan pada penelitian lebih lanjut.Kata Kunci: Media, Roda Putar, Bentuk Geometri, Anak Usia Dini
TINJAUAN TERHADAP PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) OLEH GURU DI TK AL-AZHAR SIEM Nurul Khaira; Suhartati .; Rosmiati .; Bahrun .; Mutmainnah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Educational Playing Tools, Teachers This study aims to determine the use of Educational Game Tools by teachers at Al-Azhar Siem Kindergarten. The method used is descriptive qualitative research method by taking three (3) teachers in class B1, B2, and B3. Furthermore, the data collection techniques in this study were observation and interviews. The results showed that teachers at Al-Azhar Siem Kindergarten, namely S1, S2, and S3 have been able to utilize Educational Game Tools well in the learning process. The use of Educational Game Tools carried out by teachers consists of (1) teachers using Educational Game Tools in the learning process and Educational Game Tools used by teachers can support 6 aspects of children's development (2 ) the availability of Educational Game Tools to support the growth and development of children aged 5-6 years at Al-Azhar Siem Kindergarten is good although there are still some Educational Game Tools that are not available (3) Educational Game Tools used by the teacher is in accordance with the learning theme and the age and condition of the child (4) the teacher also provide motivation and guidance to children when playing Educational Game Tools (5) the use of Educational Game Tools by teachers in supporting 6 aspects of child development is good because the teacher follows the procedures for using Educational Game Tools including: preparation, implementation, evaluation and follow-up stages. This research is expected to add insight to kindergarten teachers in utilizing Educational Game Tools properly and appropriately. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) oleh guru di TK Al-Azhar Siem. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil 3 guru di kelas B1, B2, dan B3. Selanjutnya, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Al-Azhar Siem yaitu S1, S2, dan S3 telah mampu dalam memanfaatkan APE dengan baik pada proses pembelajaran. Adapun pemanfaatan APE yang dilakukan oleh guru terdiri dari (1) guru memanfaatkan APE pada proses pembelajaran serta APE yang digunakan oleh guru dapat menunjang 6 aspek perkembangan anak (2) tersedianya APE untuk mendukung tumbuh kembang anak usia 5-6 tahun di TK Al-Azhar Siem bagus walaupun masih ada beberapa APE yang tidak tersedia (3) APE yang digunakan oleh guru sesuai dengan tema pembelajaran serta usia dan kondisi anak (4) guru juga memberikan motivasi dan bimbingan kepada anak ketika memainkan APE (5) pemanfaatan APE oleh guru dalam menunjang 6 aspek perkembangan anak baik karena guru mengikuti tata cara penggunaan APE meliputi: tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada guru TK dalam memanfaatkan APE dengan baik dan tepat. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), Guru
Analisis Butir Soal Ujian Semester Genap Mata Pelajaran Matematika pada Kelas X SMA di Kota Banda Aceh Tahun Ajaran 2020/2021 Rizki Munauwarah; Suhartati Suhartati; Khairul Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan proses pembelajaran matematika dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya evaluasi terhadap capaian siswa. Alat evaluasi yang digunakan oleh guru untuk mengukur capaian siswa sering tidak diuji kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari analisis butir soal ujian semester genap buatan guru matematika kelas X di SMA Negeri 5 Banda Aceh Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data  penelitian yaitu lembar jawaban siswa kelas X MIPA 2 dan kelas X MIPA 3 dengan total 66 lembar jawaban pada ujian semester genap. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu rubrik soal.  Data dianalisis secara deskriptif yaitu mengidentifikasi kesesuaian ciri soal dengan masing-masing standar analisis butir yang dijalankan. Aspek analisis butir yang diteliti yaitu validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, korelasi poin biserial untuk masing-masing butir soal dan efektifitas option. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 7 soal tergolong dalam validitas sangat rendah, sebanyak 12 soal tergolong validitas rendah, dan satu soal bervaliditas sedang; (2) sebanyak 16 soal tingkat kesukaran tergolong sukar dan 4 soal  tergolong sedang; (3) daya beda soal tes tergolong kurang dalam membedakan kemempuan siswa; dan (4) efektifitas soal sudah baik. Hasil analisis butir soal belum baik dalam melakukan evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa.Kata kunci: Analisis butir soal, matematika, pilihan ganda
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VII di SMPN 1 Langsa Putri Utami Verenia; Tuti Zubaidah; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah adalah keterampilan yang krusial bagi siswa, namun hasil observasi menunjukkan bahwa siswa masih lemah dalam menyelesaikan masalah matematika. Kecakapan seseorang dalam mengatasi situasi yang sulit disebut dengan Adversity Quotient (AQ), yang berguna untuk memotivasi siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari adversity quotient (AQ) di kelas VII SMPN 1 Langsa. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII/A SMPN 1 Langsa sebanyak 32 siswa kemudian dipilih sebanyak 2 siswa dari masing-masing kategori AQ yaitu climber, camper dan quitter. Instrumen yang digunakan yaitu angket, tes uraian, dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta pengujian keabsahan data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa climber sebanyak 18,75% memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori tinggi serta memecahkan masalah dengan cara memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana dan memahami masalah, (2) Siswa camper sebanyak 50% memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori sedang serta memecahkan masalah dengan cara memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana, (3) Siswa quitter sebanyak 18,75% memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori sedang serta memecahkan masalah dengan cara memahami masalah. Kata Kunci:    Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Adversity Quotient