Mariani sembiring
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Padang Bulan, Medan- 20155, Indonesia.

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Media Terbaik Untuk Pertumbuhan Jenis Azolla microphylla dan Azolla pinnata Lady Sarah; Mariani Sembiring; Benny Hidayat
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i2.1635

Abstract

Azolla sp merupakan tanaman yg serbaguna dan sangat bermanfaat bagi petani, banyak media yg digunakan untuk pertumbuhannya dan memberikan hasil yg mememuaskan, tetapi belum dapat diketahui mana media yg terbaik bagi Azolla sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tumbuh terbaik dari jenis IRRI, pupuk NPK, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang sapi pada pertumbuhan Azolla sp mycropylla dan Azolla sp pinnata, dan pH media , Kandungan C-Organik dan Kadar N pada Azolla sp microphylla dan Azolla sp pinnata. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan daua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama jenis Azolla sp dengan 2 jenis Azolla sp (Azolla sp microphylla dan Azolla sp pinnata), faktor kedua media pertumbuhan dengan 5 jenis (media IRRI, pupuk NPK, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang sapi). Media pertumbuhan terbaik pada Azolla sp adalah pada Azolla sp mycrophylla dengan media pupuk kandang ayam. Parameter yang diukur adalah berat basah biomassa Azolla sp, laju pertumbuhan relatif, pH, C-Organik, dan Kadar N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis Azolla sp berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, berat basah biomassa Azolla sp, dan kadar N dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan A1 yaitu jenis Azolla sp microphylla, pemberian jenis media berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, berat basah Azolla sp, C-Organik dan kadar N dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam, serta pH dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk kandang sapi dan pemberian kombinasi jenis Azolla sp dan jenis media berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, berat basah Azolla sp, serta C-Organik dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan A1M3 yaitu Azolla sp microphylla dengan pupuk kandang ayam.
Pengaruh Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus sp.) dan Giberelin terhadap Pertumbuhan Fase Vegetatif Tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus) di Tanah Ultisol Agustini, Fenny; Sembiring, Mariani Br; Damanik, Revandy I.M
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55289

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman semak (herba) yang mempunyai prospek sebagai bahan pangan alternatif dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Umbi tanaman porang yang merupakan bagian yang dimanfaatkan memiliki kandungan polisakarida (glukomanan) yang tinggi dapat digunakan sebagai sumber pangan. Tanaman porang juga sudah banyak dimanfaatkan di bidang industri dan kesehatan. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman porang yaitu minimnya informasi dan teknik budidaya yang baik bagi tanaman porang terutama pada fase pertumbuhan vegetatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) Glomus sp. dan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan fase vegetatif tanaman porang pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun V Desa Telaga Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, dimulai pada bulan Februari sampai dengan Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu perlakukan dosis Glomus sp. (M0 = 0 g/tanaman, M1 = 10 g/tanaman, M2 = 20 g/tanaman dan M3 = 30 g/tanaman) dan perlakuan konsentrasi giberelin (G0 = 0 ppm, G1 = 50 ppm, G2 = 100 ppm dan G3 = 150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Glomus sp. dengan dosis 20 g/tanaman memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman porang yaitu meningkatkan bobot umbi sebesar 21,48 g, serapan hara P sebesar 36,19 mg/tanaman dan derajat infeksi akar sebesar 50% atau masing-masing lebih tinggi 93,17%, 42,59% dan 650% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman porang dan derajat infeksi akar oleh mikoriza di mana infeksi akar tertinggi sebesar 42,50% justru terjadi pada perlakuan tanpa pemberian giberelin.
Growth and Yield of Shallot Plants with the Application of Sp-36 Fertilizer and Poc from Red Devil Fish Manullang, Yedija; Damanik, Revandy; Sembiring, Mariani
Journal La Lifesci Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v6i5.2652

Abstract

Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the horticultural commodities with high economic value and are needed by the community as food. Shallots also contribute to national inflation. Shallots become potential commodity to be developed in the region of North Sumatra, especially in the Toba region. One of the efforts to increase the growth and production of shallot plants can be done by applying SP-36 Fertilizer and Red Devil Fish Liquid Organic Fertilizer. This research aims to determine the best SP-36 and Red Devil Fish Liquid Organic Fertilizer, growth and production of shallots. The research was conducted from September to December 2023 in Lumban Silintong Village, Balige District, Toba Regency, North Sumatra with an altitude of ± 945 m above sea level. The design used was a factorial Randomized Group Design with three replications. The treatments studied were the first factor of SP-36 dose with four levels of treatment (0 (control), 112.5 Kg/Ha, 225 Kg/Ha, 337.5 Kg/Ha and the second factor was the dose of liquid organic fertilizer of red devil fish (0 (control), 3 g/plot, 5 g/plot). The results showed that the provision of SP-36 had a significant effect on the observed variable, namely the fresh weight of plants per plot. Giving Red Devil Fish Liquid Organic Fertilizer can significantly increase plant height, plant fresh weight per plot, plant fresh weight per sample, number of tubers per plot and tuber diameter.
Respons Pertumbuhan dan Serapan Hara Fosfat Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Media Gambut Yang Diaplikasi Amelioran dan Pupuk Hayati Rizky Utami, Nanda; Rauf, Abdul; Sembiring, Mariani
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian amelioran dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan, hara P ditanah serta serapan hara pada tanaman. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca, Fak. Pertanian Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan tanah gambut, abu vulkanik, zeolit, mikoriza dan bakteri pelarut fosfat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama pupuk hayati : kontrol, bakteri pelarut fosfat (BPF), fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan kombinasi BPF dengan FMA. Faktor kedua amelioran : kontrol, abu vulkanik, zeolit dan kombinasi abu vulkanik dengan zeolit : dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tinggi bibit kelapa sawit dimana perlakuan terbaik pada pemberian FMA (1.97% - 7.88%) dan perlakuan terbaik pada pemberian Abu vulkanik (4.27% - 7.07%), pada pengamatan pH tanah pemberian amelioran berpengaruh nyata (3.53% - 4.5%) pada keseluruhan bahan sedangkan dari pemberian pupuk hayati juga berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH tanah (1.41% - 3.84%) pada keseluruhan bahan yang diberikan, pada pengamatan P tersedia tanah pemberian pupuk hayati berpengaruh terhadap peningkatan nilai P tersedia tanah dimana nilai terbaik pada pemberian BPF (10.31%) sedangkan pemberian amelioran juga memberikan pengaruh nyata dimana perlakuan terbaik pada pemberian abu vulkanik (30.63%) dan pada pengukuran serapan hara P pemberian pupuk hayati memberikan pengaruh yang baik (meningkat) (13.41%) dibandingkan dengan kontrol namun pada pemberian amelioran terdapat penurunan hasil serapan P dibandingkan dengan kontrol dengan nilai terendah pada pemberian zeolit (-1.56%). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amelioran dan pupuk hayati dapat direkomendasikan untuk tanah marginal khususnya tanah gambut sebagai bahan pendukung media tubuh pada pembibitan kelapa sawit.
Dynamics of Capsaicin Content of Red Chili (Capsicum annum L.) under Various Nutrient and Fertilization Statuses Okto Prandi Sihombing; Sarifuddin; Mariani Sembiring
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i1.4895

Abstract

Accurate fertilization is an important factor affecting plant productivity. Indonesia currently ranks fourth amongthe world's largest red chili producers, but its productivity remains relatively low. Efforts to increase productivitycan be achieved through soil and plant analysis to provide site-specific fertilizer recommendations tailored toplant needs. This study aims to develop site-specific fertilizer recommendations to increase red chili productivityand to analyze the relationship between plant nutrient status and capsaicin content in Lubuk Cuik Village, LimaPuluh Pesisir District, Batubara Regency. The study was conducted at an altitude of 8 m above sea level using asurvey method. Plant samples were selected purposively based on differences in variety and harvest time, thenanalyzed in the laboratory as a basis for compiling fertilizer recommendations. The results showed that thenutrient status of red chili plants at the study site remained below optimal levels. Therefore, site-specificfertilizer recommendations were developed using a combination of three approaches: maintenance, sufficiency,and build. The fertilization guidelines were designed to achieve a yield of 21 tons/ha for the following varieties:Jitu (Urea 531 kg/ha, TSP 92 kg/ha, KCl 258 kg/ha), Laju (Urea 505 kg/ha, TSP 96 kg/ha, KCl 258 kg/ha), andlocal variety (Urea 513 kg/ha, TSP 94 kg/ha, KCl 255 kg/ha), assuming that crop residues are returned to thefield. Multiple regression analysis indicated that the relationship between nutrient status and capsaicin contentwas not statistically significant (R² = 0.084). However, nitrogen (N) and sulfur (S) tended to increase capsaicinlevels, whereas potassium (K) and phosphorus (P) tended to decrease them. The novelty of this study lies in thesimultaneous use of three approaches to link plant nutrient status analysis with site-specific fertilizerrecommendations, which is relatively new in red chili research.
Functional diversity of bacteria in various saline soil plant vegetations around Sialang Buah Coast, North Sumatra, Indonesia Sembiring, Mariani; Hutahuruk, Juli M.; Susilowati, Dwi Ningsih; Yuniarti, Erny; Sabrina, T.; Siregar, Luthfi A. Mahmud
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 21, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v21i2.80075

Abstract

Environmental conditions profoundly influence microbial diversity and activity in soil. For optimal growth, soil microbes face limiting factors such as temperature, moisture, pH, and salinity levels. This study aims to find types of functional bacteria that are able to live in saline soils. The study was conducted in the Soil Biology Laboratory at Universitas Sumatera Utara (USU), Indonesia. Soil samples were collected around the Sialang Buah Coast, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra, Indonesia. The method employed in this research was random composite sampling taken from three vegetation types: mangrove forests, grasslands, and oil palm plantations, with sample collection locations influenced by tidal fluctuations. Ten sampling points were taken at each location and then composited for each vegetation type. The results of the study showed that there were ten species of bacteria that were able to live in saline soil, namely Pseudomonas aeruginosa, Burkholderia gladioli, Enterobacter cloacae, Brucella ciceri, Ochrobactrum oryzae, Achromobacter xylosoxidans, Priestia flexa, Enterobacter quasiroggenkampii, Bacillus cereus and Ochrobactrum oryzae. All bacteria found were able to grow on Pikovskaya, Alexandrov, and Jensen media and only seven species of bacteria were able to form biofilms, namely P. aeruginosa, B. gladioli, E. cloacae, B. ciceri, A. xylosoxidans, P. flexa, and E. quasiroggenkampii
Co-Authors Abdul Rauf Abdul Rauf Abdul Rauf Ade Ine Imansari Agustini, Fenny Alfredo Sitorus Alida Lubis Amos Simanungkalit Andi Andi Armando Septian Simbolon Armando Septian Simbolon Aslan Pasaribu Asmarlaili S. Hanafiah asmarlaili sahar hanafiah Beatrix I. L. J. Sinaga Benny Hidayat Benny Hidayat Bintang Sitorus Bintang Sitorus Budi Ananda Pratama Cynthia Simanjuntak Damanik, Revandy Damanik, Revandy I.M Danu Syahputra Lubis Deni Elfiati Deni Elfiati DWI NINGSIH SUSILOWATI Edi Sigit Sutarta Edi Sigit Sutarta Eko Andreas Sihite Erny Yuniarti, Erny Fauzi Fauzi Githa Noviana Guntoro Guntoro . Hardy Guchi Hendrik Dharmansyah Hutahuruk, Juli M. Imam Ramadhan Intan Safitri Jamila Jamilah Jamilah Jamilah Jul Bahori Panggabean Julpan Lynneus Sitohang Lady Sarah Luthfi Aziz Mahmud Siregar M.M.B. Damanik Manullang, Yedija Mardiana Wahyuni Mardiana Wahyuni@gmail.com Marta Ritonga Meilissa Damayanti Lumban Gaol Muhammad Maulana Ghifari Muhammad Nazarul Yanis Muhammad Yusuf Dibisono Mukhlis Mukhlis Muklis Muklis Ni Komang Sri Lumbung Artha Wardani Nofriyanto Pakolo Nur Ulina Warnisyah S Sebayang, Nur Ulina Warnisyah S Okto Prandi Sihombing Posma Marbun Putra, P. A. S. Putu Oka Samirana rahmayanti rahmayanti Raja Forman Barasa Razali Ricky Elmando Saragih Ridwandi Ridwandi Rino P. C. Purba Rizky Dharmawan Margolang, Rizky Dharmawan Margolang, Rizky Utami, Nanda Ropikoh Hasibuan Sakiah Sakiah Sakiah Sakiah Sarifuddin Sarifuddin Sarifuddin Sitohang, Julpan Lynneus Sitorus Sitorus Supriadi Supriadi Susianti Susianti Marbun T Sabrina T Sabrina T. Sabrina T. Sabrina Tengku Sabrina Tengku Sabrina Tioner Purba Tosuko Utomo Triani, Agus vijay sitanggang Viky Fatmala Wahyuni, Mardiana Yopie Priest Aulia Sinaga yudi sudarno sihombing Zoel Hani Hasibuan Zulkifli Nasution Zulkifli Nasution