Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Motivasi Dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus di Ruang Amarilis RSUD Karsa Husada Batu Zerlinda Diva Ardiyanti; Taufan Arif; Marsaid Marsaid; Tri Nataliswati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wjxtj515

Abstract

akibat komplikasi yang ditimbulkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas hidup adalah tingkat motivasi pasien dalam menjalani perawatan. Motivasi yang rendah dapat menyebabkan ketidakpatuhan terhadap pengobatan dan gaya hidup yang berdampak pada memburuknya kondisi kesehatan. Dalam implementasinya, kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat motivasi dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus. Kajian ini menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 42 responden dengan teknik purposive sampling. Responden ditentukan berdasarkan kriteria inklusi berusia 50-70 tahun dan berpendidikan terakhir SD-SMA. Variable independent yaitu tingkat motivasi sedangkan variable depetdent yaitu kualitas hidup. Instrument yang digunakan adalah kuisioner TSRQ dan DQOL Analisis data menggunakan uji rank spearman. Hasil uji terhadap kedua variabel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus, dengan nilai signifikansi p-value < 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi positif sebesar 0,502 yang termasuk dalam kategori korelasi sedang. Pasien dengan tingkat motivasi yang tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien dengan motivasi rendah. Hal ini disebabkan karena motivasi
Hubungan Screen Time Dan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) Dengan Status Gizi Anak Usia 11-12 Tahun Di SD Negeri 1 Mangliawan Malang Angel Monica Aureliya Listianto; Nurul Hidayah; Marsaid; Arief Bachtiar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1038

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan durasi screen time pada anak usia sekolah, yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi ultra-processed food (UPF) dan berdampak pada status gizi. Anak usia 11–12 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan gaya hidup modern tersebut. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen time dan konsumsi UPF dengan status gizi anak usia 11–12 tahun di SD Negeri 1 Mangliawan Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel berjumlah 76 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran screen time dilakukan menggunakan kuesioner QUEST, konsumsi UPF diukur dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi anak (p = 0,004) serta antara konsumsi UPF dengan status gizi anak (p = 0,002). Kesimpulan: Screentime dan konsumsi ultra-processed food berhubungan signifikan dengan status gizi anak usia 11–12 tahun. sebagian besar responden memiliki durasi screen time yang tinggi dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) yang sering, dengan status gizi yang didominasi oleh kategori gizi lebih. Oleh karena itu perlu upaya pembatasan screen time, serta pengurangan konsumsi UPF melalui edukasi gizi kepada anak dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah yang mendorong pola hidup sehat.
Efektivitas Kombinasi Meditasi Dzikir Dan Konsumsi Teh Rosella Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Putri Arinda Nuraningrum; Marsaid Marsaid; Joko Wiyono; Wiwin Martiningsih
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension remains a significant public health concern and is one of the primary risk factors contributing to cardiovascular morbidity and mortality. Besides pharmacological management, the implementation of non-pharmacological approaches, including relaxation-based techniques and herbal interventions, is important in supporting optimal blood pressure regulation. Dzikir meditation and roselle tea are complementary therapies known for their potential calming and blood pressure lowering properties; however, evidence regarding the effectiveness of their combined application is still limited. Objective: To identify the effectiveness of a combination of dzikir meditation and roselle tea consumption on reducing blood pressure in patients with hypertension in RW 2, Temas Subdistrict, Batu City. Methods: This article was derived from a quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design involving 40 hypertensive patients selected by purposive sampling and divided into an intervention group (n = 20) and a control group (n = 20). The intervention group received dzikir meditation and roselle tea, while the control group received standard pharmacological therapy. Blood pressure was measured before and after the intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann–Whitney U Test. Results: The results showed a significant reduction in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group after the intervention (p < 0.05). In contrast, the control group did not show a significant change in blood pressure (p > 0.05). Furthermore, there was a significant difference in blood pressure reduction between the intervention and control groups for both systolic and diastolic pressure (p < 0.05). Conclusion: The combination of dzikir meditation and roselle tea consumption is effective in reducing blood pressure in patients with hypertension and can be considered as a complementary therapy alongside pharmacological treatment.
Efektivitas Health Education Berdasarkan Teori Health Promotion Model Dan Strategi Self Monitoring Terhadap Kepatuhan Penatalaksanaan Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Aprilia; Tri Cahyo Sepdianto; Marsaid Marsaid; Imam Subekti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Currently, many hypertension sufferers tend not to comply with their prescribed treatment. Low adherence to hypertension treatment is a significant obstacle in hypertension management. This study aims to analyze the effectiveness of health education and self-monitoring strategies on hypertension management compliance. Methods: The study used a quasi-experimental design with a two-group pre-post test approach, involving 40 respondents who were divided into treatment and control groups through purposive sampling. Health education used booklets and animated videos. The adherence instrument used the MMAS-8, while monitoring of signs, symptoms, and risk factors was recorded using a hypertension control card. Data analysis was performed using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney test. Results: The results of the study showed that in the pre-test, the average level of compliance of the treatment group was low (5) and the control group was low (2.52). In the post-test, the average level of compliance of the treatment group increased significantly (7.51) and the control group remained low (1.83). The Wilcoxon test results obtained a p value = 0.00 (<0.05), meaning there was a significant difference in the level of compliance pre and post in the treatment group. Meanwhile, the Mann-Whitney test results obtained a p value = 0.000 < (0.05), meaning there was a significant difference in the level of compliance post between the two groups, so it was concluded that Health education based on the Health Promotion Model and self-monitoring strategies were proven effective in increasing compliance with hypertension management. Conclusion: It is hoped that community health centers and health workers can implement health education using booklets and videos to increase understanding of hypertension management and use the Self-Control Card to monitor signs, symptoms and risk factors in hypertension sufferers.
Pengaruh Terapi Murottal terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Pediscare Kota Malang Fuad Maulana; Arief Bachtiar; Nurul Hidayah; Marsaid Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1041

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetik merupakan komplikasi kronis pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang memerlukan waktu penyembuhan lama akibat gangguan vaskular, inflamasi berkepanjangan, serta stress yang meningkatkan hormon kortisol dan menghambat regenerasi jaringan. Terapi murottal sebagai intervensi non-farmakologis dapat membantu menurunkan stress dan mendukung penyembuhan luka secara holistik. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap penyembuhan luka ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Pediscare Kota Malang. Tujuan khusus yaitu menganalisis perubahan kondisi luka ulkus diabetik sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal. Metode: Penelitian menggunakan desain time series experiment dengan 34 responden yang dipilih melalui total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan total sampling, yaitu pemilihan subjek tertentu dari populasi berdasarkan tujuan dan rancangan penelitian. Intervensi berupa terapi murottal surah Ar-Rahman diberikan selama 14 hari. Kondisi luka dinilai menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT) pada tahap Pre-Test dan Post-Test. Data diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rata-rata skor luka menurun dari 35,88 pada Pre-Test menjadi 31,32 pada Post-Test, menunjukkan adanya perbaikan kondisi luka setelah intervensi. Dengan nilai Std. Deviation Pre-Test 2,972 Post-Test 2,507. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor luka sebelum dan sesudah terapi murottal. Kesimpulan: Terapi murottal berpengaruh secara signifikan terhadap perbaikan kondisi luka ulkus diabetik, ditunjukkan dengan penurunan skor luka dan perubahan klinis ke arah penyembuhan. Terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi komplementer dalam perawatan luka pasien diabetes.
Hubungan Riwayat Asupan Makanan dengan Penyembuhan Luka pada Pasien Diabetes Melitus di RSI Aisyiyah Kota Malang dan RSUD Karsa Husada Kota Batu Tian Putra Adytia Wibowo; Supono; Marsaid; Nurul Pujiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka diabetes melitus adalah salah satu komplikasi kronis yang sering dialami pasien dan dapat memperlambat proses penyembuhan secara signifikan. Riwayat asupan makanan menjadi faktor penting yang memengaruhi kondisi tersebut, karena pola makan yang tidak seimbang dapat menimbulkan hiperglikemia kronis, defisiensi nutrisi esensial, serta gangguan regenerasi jaringan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat asupan makanan dengan penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus di RSI Aisyiyah Kota Malang dan RSUD Karsa Husada Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode “analitik observasional dan metode cross sectional”. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 35 pasien. Instrumen yang digunakan ialah food recall 3x24 untuk menilai riwayat asupan makanan dan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk mengukur kondisi luka. Penelitian ini menggunakan Uji Spearman's Rank Correlation dan didapatkan hasil nilai korelasi sebesar -0,803 dimana p<0,05. Peneliti menyarankan perawat perlu memantau gizi dan edukasi pasien, rumah sakit memperkuat layanan holistik dengan ahli gizi, dan penelitian selanjutnya memperluas variable, menambahkan definisi luka hari pertama hingga akhir, serta observasi untuk strategi perawatan luka diabetes lebih efektif.
Pengaruh Pijat Refleksi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Usia Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Pandawangi Rihan Abda'u; Imam Subekti; Dyah Widodo; Marsaid Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1471

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang Prevalensinya terus meningkat pada usia dewasa dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Selain terapi farmakologis, diperlukan upaya nonfarmakologis sebagai terapi pendamping untuk membantu mengontrol tekanan Darah. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan adalah pijat refleksi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi terhadap penurunan tekanan Darah pada penderita hipertensi usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi Kota Malang pada bulan Desember 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan Pretest dan Posttest with control group design. Sampel berjumlah 42 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan pijat refleksi dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Tekanan Darah sistolik dan diastolik diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tekanan Darah Pre dan Post intervensi serta uji Mann–Whitney U untuk mengetahui perbedaan tekanan Darah Post intervensi antara dua kelompok. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tekanan Darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi setelah diberikan pijat refleksi dengan nilai p = 0,000 (< 0,05). Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tekanan Darah Posttest antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Pjat refleksi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan Darah pada penderita hipertensi usia dewasa.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Lama Menderita Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Pada Lansia Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Mulyorejo Kota Malang Malika Amalia Putri Susanto; Joko Wiyono; Imam Subekti; Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1099

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi faktor utama dalam pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi. Tingkat pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta lama menderita penyakit diduga memengaruhi kepatuhan dalam menjalani terapi, namun pada praktiknya masih ditemukan lansia yang belum patuh minum obat secara teratur. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan lama menderita hipertensi dengan kepatuhan minum obatantihipertensi pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang sebanyak 394 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan, lama menderita hipertensi, dan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. HasilPenelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, lama menderita hipertensi lebih dari lima tahun, dan tingkat kepatuhan minum obat berada pada kategori sedang. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi serta terdapat hubungan antara lamamenderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan lama menderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan dan pendampingan terapi yang berkelanjutan serta disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan lama menderita hipertensi pada lansia guna meningkatkan kepatuhan minum obat.
Co-Authors Abdul Hanan Achmad Bachtiar Adi Saputra, Okta Agus Setyo Utomo Ahsan Ahsan Ainul Haqi Fatkhul K.A, Moh Alya Bhatari, Nabila Angel Monica Aureliya Listianto Aprilia Arief Bachtiar Arif, Taufan Aulia, Anisa Bachtiar , Arief Bachtiar, Arif Budiono Budiono, Budiono Cahyo Sepdianto, Tri Cecep Kusmana Ciptaningtyas , Maria Diah Ciptaningtyas, Maria Diah Deliya , Deliev Dennis Dennis, Dennis Devinda Rahmadiyanti Sutrisno Diah Ciptaningtyas, Maria Dyah Widodo Erlina Suci Astuti, Erlina Suci Fauzia Isma Wazida Fuad Maulana Hafifa, Risma Hurun ain Imam Subekti Imam Subekti Intan Azzahra, Helmalia Ira Rahmawati Joko Wiyono Kissa Bahari Kurniasari, Leni Leni Kurniasari Lingling Marinda Palupi Lucia Retnowati Lurru Erawanjie, Adelia M Hidayat Malika Amalia Putri Susanto Malikal Bulqis, Putri Maria Diah Ciptaning Tyas, Maria Diah Maria Diah Ciptaningtyas Maria Diah Ciptaningtyas Munawaroh Naailah Fadiyah Nabila Silva Sabrina Naya Ernawati Niza, Rani Kholifatul Nuril Kumalasari Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Pujiastuti Pertami, Sumirah Budi Pramudiva Kencana Wungu, Pinggan Ratu Putri Arinda Nuraningrum Putri Zhakia, Laila Rifqi Khomisul Abkari, Muhammad Rihan Abda'u Rochmawati, Dewi Roni Yuliwar Rudi Hamarno Sepdianto , Tri Cahyo Sholha, Hanny Atus Sisca Nofiyanti Setya Rahayu Siswanto - Siswanto - Sulastyawati Sulastyawati Sulastyawati, Sulastyawati Supono Supono Supono - Supono Supono Supono Supono Suprajitno Taufan Taufan Arif Tian Putra Adytia Wibowo Tri Cahyo Sepdianto Tri Johan Agus Yuswanto Tri Nataliswati Tri Wanda Agustina Tyas Prasdina Wardaningrum, Cindy Tyo Herfindo Putra Ugsang Acob, Joel Rey Ummah, Nabila Khoirotul Vashti, Laily Evania Wardani, Retno Wisnu Wiwin Martiningsih Wiyono, Joko Zahratu Ikfiyana Habsillah, Hanny Zerlinda Diva Ardiyanti