Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IMPLEMENTASI SIREKAP DALAM PILKADA 2020 KABUPATEN SEMARANG Christiana Cristin Gauru; Rina Martini; Laila Kholid Alfirdaus
REFORMASI Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i2.3874

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of SIREKAP in the 2020 regional head elections of the Regent and Deputy Regent of Semarang Regency. Sirekap is an information technology-based application device as a means of publishing the results of the Vote Counting and recapitulation of the results of the Vote Counting as well as a tool in the implementation of the recapitulation of the results of the Counting of Electoral Votes. The research method uses a qualitative type of research based on the philosophy of postpositivism. The results showed that the implementation of Sirekap in the 2020 Regional Elections in Semarang Regency went well. However, there are some that should be evaluated on Sirekap. Sirekap not only has the advantages of being effective and efficient, but also has several disadvantages that are the focus of KPU improvement. Natural resources, election infrastructure and election support facilities must be improved. The advantages of Sirekap are that it increases transparency and accountability, time efficiency, and minimizes vote miscalculations. Meanwhile, the disadvantages of Sirekap are that it requires an adequate internal network, device devices that are quite specific, and the existence of human resources that have not been able to adapt to technology.AbstrakPemilu dengan digital merupakan suatu ide yang dapat menjawab tuntutan zaman. Namun, masih ada banyak permasalahan seperti kurangnya kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis implementasi SIREKAP pada pemilihan kepala daerah 2020 Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Semarang. Sirekap adalah perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil Penghitungan Suara dan rekapitulasi hasil Penghitungan Suara serta alat bantu dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil Penghitungan Suara Pemilihan. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif berlandaskan filsafat postpositivisme. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa implementasi Sirekap pada pilkada 2020 Kabupaten Semarang berjalan dengan baik. Namun, ada beberapa yang harus dievaluasi pada Sirekap. Sirekap selain memiliki kelebihan yang efektif dan efisien, tetapi juga memiliki beberapa kelemahan yang menjadi focus perbaikan KPU. Sumber daya alam, infrastruktur pemilu dan fasilitas pendukung pemilu harus diperbaiki. Kesimpualn dalam penelitian ini, yaitu kelebihan dari Sirekap adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, efisiensi waktu, serta meminimalisir kesalahan perhitungan suara. Sedangkan kelemahan dari Sirekap, yaitu membutuhkan jaringan internat yang memadai, perangkat gawai yang cukup spesifisik, serta adanya sumber daya manusia yang belum mampu beradaptasi dengan teknologi.
Evaluation of the Policy for Providing BLT Village Funds for Overcoming the Impact of the COVID-19 Pandemic in Tirto District, Pekalongan Regency Hendika Dwinanda Wicaksana; Budi Setiyono; Rina Martini
Jurnal Public Policy Vol 8, No 3 (2022): July
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v8i3.5368

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced the government in the Villages of Pacar and Dadirejo, Tirto Sub-district, Pekalongan Regency to use village funds to become BLT Village Funds to help communities affected by the pandemic. The purpose of this study is to evaluate the ongoing BLT Dana Desa policy. This study uses an exploratory qualitative approach, which describes in depth the policy of the Village Fund BLT in the Villages of Pacar and Dadirejo. data collection methods through interviews and documentation. As a result, the Pacar and Dadirejo governments did not succeed in implementing the Village Fund BLT policy properly, this was based on the public policy evaluation indicators from William N Dunn, such as effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness.
TERMINASI INOVASI: PELAYANAN ANTAR JEMPUT IZIN USAHA MIKRO DAN KECIL DI KOTA PEKANBARU Fitri Andriyah; Kushanjani; Rina Martini
Journal of Governance Innovation Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v5i1.2372

Abstract

Terminasi Inovasi pelayanan publik antar jemput izin usaha mikro dan kecil di kota pekanbaru adalah bentuk konklusi penyederhanaan pelayanan publik dalam perizinan yang berkaitan dengan persyaratan, prosedur, proses, dan penyelesaian perizinan dengan tujuan meningkatkan standar dan kualitas pelayanan dokumen perizinan dan mempermudah serta memfasilitasi masyarakat dalam pengurusan perizinan usaha mikro dan kecil pada tahun 2019. Permasalahan pada penelitian ini adalah masih tingginya tingkat kelambanan, ketidakadilan dan biaya tinggi. Belum lagi pelayanan belum efektif dan efesien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terminasi inovasi pelayanan antar jemput izin usaha mikro dan kecil di kota pekanbaru. pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Terminasi merupakan sebuah konklusi atau pemberhentian fungsi, program dan kebijakan dalam pelayanan publik. Pelayanan publik antar jemput izin usaha mikro dan kecil sudah berjalan dan merupakan inovasi pelayanan publik yang memudahkan masyarakat dalam mengurus izin usaha, namun pada tahun 2019 inovasi ini mengalami pemberhentian. Berikut ini indikator terminasi inovasi dilihat dari 6 aspek indikator yaitu Pengembangan Kepemimpinan Inovasi, Pengembangan budaya Inovasi, Pengembangan Pegawai, Pengembangan Tim Kerja dan Kemitraan, Pengembangan Kinerja Inovasi, dan Pengembangan Jaringan.
Kajian Kritis Komunikasi Krisis: Belajar dari Kerumitan Komunikasi Pemerintah Menghadapi Pandemi Covid-19 Wijayanto, W; Martini, Rina; Elsitra, Gita N.
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.13.1.2022.149-166

Abstract

Dalam berbagai literatur komunikasi, telah banyak penulis yang membahas model komunikasi krisis yang ideal, namun belum banyak yang mengulas bagaimana ciri-ciri praktik komunikasi krisis yang buruk. Dengan menjadikan teori komunikasi Reynolds dan W. Seeger (2005) sebagai model, tulisan ini menganalisa praktik buruk komunikasi krisis yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia menjelang kemunculan pandemi Covid-19 di Indonesia.  Dengan melakukan analisis isi media arus utama yang berisi pernyataan aparat pemerintah Indonesia, penulis menemukan ciri-ciri komunikasi krisis yang buruk itu, antara lain: Kurang responsif dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya wabah; Kurang transparansi dan akurasi data terbaru perkembangan pandemi; Inkonsistensi dan ketidakjelasan pesan di saat krisis memuncak; Kurang empati terhadap korban. Temuan tersebut menjadi esensial mengingat masa krisis bukan hanya terkait dengan Covid-19 saja, tetapi juga mengacu pada berbagai potensi krisis yang akan dihadapi Indonesia ke depannya.
Membangun Resiliensi Warga: Inisiatif Pemerintah Desa Menciptakan Jaring Pengaman Sosial Menghadapi Pandemi Covid-19 Ardianto, Hendra Try; Martini, Rina; Wijayanto, W; Prameswari, Yoga Putra
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.13.2.2022.349-368

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diinisiasi pemerintah desa mampu meningkatkan resiliensi warga dalam menghadapi situasi krisis akibat pandemi Covid 19. Selama ini, program JPS dianggap banyak pihak hanya sebagai proyek jangka pendek untuk meredam masalah sesaat, serta berpotensi tinggi tidak tepat sasaran. Namun, penelitian penulis di Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul menunjukkan praktik terorganisir dan sistematis pada program JPS mampu membangun resiliensi warga. Dalam mengerjakan penelitian ini, penulis menggunakan metode single case study, yang mengandalkan penggalian data berupa desk study dan penelitian lapangan berupa observasi dan wawancara stakeholder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pengorganisasian yang cermat, Pemerintah Desa (Pemdes) Panggungharjo dapat menginisiasi program JPS yang terukur dan terencana, bahkan dapat menjadi role model bagaimana mengelola JPS yang tepat sasaran dan efektif dan dapat berkontribusi membangun ketahanan sosial di dalam masyarakat. Artikel ini menyimpulkan bahwa kunci sukses program JPS dalam mewujudkan resiliensi warga adalah sinergi antar modalitas dan inovasi yang terus menerus diperbaharui dalam penyelenggaraan program.
Kemandirian Perempuan Pedesaan dalam Menentukan Pilihan Politik di Ranah Pemilihan Kepala Desa: Studi Perilaku Memilih dari Dimensi Sosiologi dan Psikologi Kushandajani, Kushandajani; Fitriyah, Fitriyah; Alfirdaus, Laila Kholid; Martini, Rina
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol. 14, No 2 (2023)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.14.2.2023.269-286

Abstract

Suara pemilih perempuan pedesaan jumlahnya cukup signifikan, tetapi dipertanyakan kualitas. Riset ini dilakukan dalam rangka menjawab pertanyaan seberapa mandiri perempuan perdesaan dalam menentukan pilihan politiknya, melalui dimensi sosiologi dan psikologi. Teori perilaku memilih dari dua dimensi tersebut diterapkan untuk menjelaskan perilaku pemilih perempuan dalam konteks pemilihan kepada desa.  Riset ini menggunakan dimensi sosiologi yang berisi variabel kondisi sosial ekonomi, agama, dan afiliasi sosial politik serta serta pengaruh keluarga/lingkungan. Adapun dimensi psikologis mencakup variabel sikap, persepsi, emosi, dan perilaku yang ditujukan kepada kandidat kepala desa perempuan. Penggunaan metode kuantitatif dirasa tepat karena bertujuan mengukur tingkat persepsi pemilih perempuan dalam menentukan pilihan di ranah pemilihan kepala desa. Hasil riset menunjukkan perilaku politik perempuan dalam pilkades tidak diputuskannya secara mandiri, melainkan menggunakan referensi  panutannya yakni figur laki-laki yang menjadi rujukan baik dalam keluarga maupun lingkungan sosio-kultural. Ketergantungan ini berimplikasi pada batasan psikologis pemilih perempuan kepada kandidat kepala desa  perempuan.
Pengaruh Manajemen Sarana Prasarana dan Kinerja Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa Martini, Rina; Purwoko, Budi; Karwanto, Karwanto; Hariyati, Nunuk; Roesminingsih, Erny
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1057

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh manajemen sarana dan prasarana, kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Magetan yang berjumlah seribu tujuh ratus dua puluh sembilan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dengan menggunakan rumus slovin jumlah sampel empat sekolah yang mewakili tiap wilayah atau cluster dengan jumlah tiga ratus sepuluh siswa. instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau questioner. Teknik analisis data dengan menggunakan uji deskriptif statistik, uji normalitas, dan uji regresi berganda. Hasil penelitian penjelasan terkait dengan hasil perhitungan data penelitian manajemen sarpras dan kinerja guru terhadap hasil belajar siswa mengetahui bahwa nilai pada manajemen sarpras dengan prestasi belajar siswa nilai menunjukan manajemen sarpras dan kinerja guru terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Greeny Quiche Bites, Alternatif Snack dengan Sirih Bumi (Peperomia Pellucida) Bagi Remaja Annisa Rizkiriani; Nuraeni, Ani; Annisa Nurhidayati, Vieta; Mutiara Ramadanti, Lisya; Nurmahmudi, Muhammad; Intan Permatasari , Siti; Martini, Rina; Muhammad Basar, Firman
Jurnal Sains Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4, Nomor 1, 2023 (Maret)
Publisher : PUSAT SAINS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59897/jsi.v4i1.126

Abstract

Greeny Quiche Bites is a snack filled with daun sirih bumi as an alternative snack for adolescents. The aim of this research is to make Greeny Quiche Bites as an alternative snack with sufficient nutritional content for Adolescents. The results of this study show that each serving of 2 Greeny Quiche Bites, weighing approximately 100 g, contains 238 Cal of energy, 11.4 g of protein, 31.9 g of carbohydrates, 2.3 g of fiber, and 6.4 mg of iron. Greeny Quiche Bites contribute an average of 11,1% of the energy needs of adolescents aged 10-18 years. The overall category hedonic test results show that the panelists really like Greeny Quiche Bites. Based on the nutritional content, Greeny Quiche Bites can be used as an alternative snack with sufficient nutritional content and iron-rich for teenagers.
Teh putih (Camellia sinensis) dan kelor (Moringa oleifera) sebagai antihiperglikemia pada tikus Sprague dawley yang diinduksi streptozotocin Rahma, Amalia; Martini, Rina; Kusharto, Clara Meliyanti; Damayanthi, Evy; Rohdiana, Dadan
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 12 No. 3 (2017)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.717 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.3.179-186

Abstract

This study aims to examine the antihyperglycemic effect of white tea (Camellia sinensis) and Moringa oleifera when administered as a single component and as mixture in streptozotocin-induced diabetic rats. The study design was experimental. The first step was to analyze epigallocathecingallat (EGCG) content as standard with High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method. The second step was intervention in Sprague dawley rats induced by streptozotocin 40 mg/kgBW. Intervention held for 21 days with given white tea (WT), M. oleifera (MO), mixture of white tea and M. oleifera (WT+MO) and green tea (GT) as positive control with reference dose 100 mg/kgBW EGCG. Rats blood glucose and body weight were measured. The results are WT having the highest content of EGCG (4.46%). MO and WT+MO only have 2.42% and 2.46% of EGCG while GT as control is the lowest (1.29%). Measurements of blood glucose and body weight in group that given WT or MO as single component showed no significant difference with control negative group (p>0.05). Blood glucose decreased significantly in group WT+MO (p<0.05). Administration of WT+MO was able to maintain a stable body weight during the intervention period (p>0.05). The combination of white tea and M. oleifera has better ability as an antihiperglycemic agent compared to single component.
ORGANOLEPTIC TEST OF EUTABEN OF EOMUK PRODUCTS BASED ON BENENG TARO (XANTHOSOMA UNDIPES) Martini, Rina; Rizkiriani, Annisa; Harahap, Sarah Aulia; Maisyaroh, Siti Nur; Pratiwi, Nisrina Mulia; Nurhidayati, Vieta Annisa; Nuraeni, Ani
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 12 No 1 (2025): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v12i1.22306

Abstract

Food diversification can be applied using local foods such as tubers like Talas Beneng. Talas Beneng is one of the local foods with a fairly high protein content. Talas Beneng which is processed into semi-finished products in the form of flour can be used as an alternative substitute for wheat flour. One of the utilization of beneng taro flour is by making EuTaBen products by substituting talas beneng flour in eomuk to create sustainable food. The purpose of this study was to determine the sensory acceptance of talas beneng eomuk, to determine the nutritional content that contributes most to talas beneng eomuk, and to determine the most preferred ingredient composition of talas beneng eomuk. The method used is the experimental method by making 3 formulas. Formula 1 (using 300g mackerel and 45g talas beneng flour), formula 2 (using 300g mackerel and 45g talas beneng flour), and formula 3 (using 300g mackerel, 45g talas beneng flour, 15g tapioca flour). The instrument used was a questionnaire which was analyzed by organoleptic test through hedonic test involving 30 panelists. The test results were analyzed using the Kruskall-Wallis non-parametric test and the Mann-Whitney follow-up test with a 95% confidence level (α=0.05). The results showed that the Eomuk Talas Beneng product using 300g mackerel and 30g talas beneng flour with the addition of tapioca flour was better than the other products.