Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MAQASIDI

Perlindungan Terhadap Anak dalam Analisis Undang-Undang Perlindungan Anak dan Qanun Jinayat Hanapi, Agustin; Fuadhi, Heri
MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 3, No. 2 (Desember 2023)
Publisher : MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum published by the Islamic Criminal Law Program of the Sharia and Islamic Economics Department at the Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/maqasidi.v3i2.2123

Abstract

Di dalam Qanun Jinayat dan Undang-Undang perlindungan anak, pelecehan seksual terhadap anak sudah mendapatkan perlindungannya. Namun keduanya tentuk memiliki perbedaan dari segi hukuman, denda dan lain sebagainya. Maka dari itu penulis akan melakukan studi komparasi terhadap dua hukum tersebut. Penelitian hukum ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dimana peneliti menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai dasar awal melakukan analisis, pendekatan analitis), pendekatan analitis ini digunakan oleh peneliti dalam rangka melihat suatu fenomena kasus yang telah diputus oleh pengadilan dengan melihat analisis yang dilakukan oleh ahli hukum yang dapat digunakan oleh hakim dalam pertimbangan putusannya. Sumber data utama berupa data sekunder dengan Teknik pengumpulan data terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Analisis yang digunakan analisis yang bersifat evaluative. Hasil penelitian mejelaskan bahwa Qanun jinayat ini diakui dalam hirarki perundang-undangan yang sejajar dengan perda, tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak apabila memenuhi unsur maka wajib menerapkan qanun jinayat akan tetapi bagi non-muslim diperkenankakn untuk memilih dijerat dengan Kitab Undang-undang Perlindungan anak ataupun qanun jinayat, mengingat adanya kompetensi absolut mengenai wewenang mengadili. Namun selama ini hukuman cambuk bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak tidak memiliki efek jera bagi pelaku, pihak penuntut umum lebih mengarahkan tuntutannya dalam uqubat penjara, tidak dengan cambuk, hukuman ini dirasakan lebih lama memiliki efek jera bagi pelaku.
An Analysis of the Distribution of Carla Cosmetic Products in Accordance with Law No. 33 of 2014 on Halal Product Assurance Sy, Syifa Qarira; Hanapi, Agustin; Wahyuni, Yenny Sri
MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 5, No. 2 (Desember 2025)
Publisher : MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum published by the Islamic Criminal Law Program of the Sharia and Islamic Economics Department at the Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/maqasidi.v5i2.5980

Abstract

The growth of the cosmetics industry in Indonesia has led to an increasing demand for innovative and safe products, particularly among Muslim consumers. According to Law No. 33 of 2014 on Halal Product Assurance (UU JPH), all products that are imported, distributed, and traded in Indonesia are required to obtain halal certification. However, this study identifies that several cosmetic products are still available on the market without such certification, including brands such as Carla. This research employs a qualitative empirical–juridical method through interviews and observations involving business actors, shop owners, and consumers. The findings reveal that Carla products are distributed through a consignment system in offline stores and marketed via e-commerce platforms such as Shopee and TikTok Shop. The absence of halal certification is primarily attributed to financial constraints, limited knowledge among business actors regarding certification procedures, and insufficient socialization by the government and relevant institutions. In addition, public awareness regarding the halal status of cosmetic products remains low, while shop owners tend to prioritize product availability and price over halal legality. From a legal perspective, this condition contradicts Article 4 of the Halal Product Assurance Law, which mandates halal certification for all traded products, and reflects weak supervision by the Halal Product Assurance Agency (BPJPH). These findings indicate that the effective implementation of the UU JPH cannot rely solely on regulation but must be accompanied by consumer education, facilitation for business actors, and stronger government oversight.